Zhou Tian, remaja berusia 12 tahun harus mengalami nasib naas saat dia terlahir sebagai seorang iblis, yang sejak kecil telah diperbudak oleh manusia.
Tidak tahu siapa kedua orangtuanya, Zhou Tian sejak kecil menjalani hidup penuh penderitaan sebagai seorang budak.
Suatu hari setelah dipukuli oleh tiga putra manusia yang telah memperbudak dirinya sedari kecil, Zhou Tian yang telah kehilangan kesadaran dibuang di tengah hutan siluman.
Tepat di siang hari di tengah cuaca panas, tubuh Zhou Tian yang tak berdaya tersambar petir tanpa wujud, dan karena sambaran petir itulah dia mendapatkan kekuatan sistem yang akan merubah takdir hidupnya.
Mampukah Zhou Tian merubah takdirnya yang selama ini hanyalah budak manusia? Dan mampukah dia mengungkap identitas kedua orangtuanya?
Ikuti kisah Novel ini sampai tamat untuk mendapatkan jawabannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyerang Musuh
Satu hari berlalu dengan cepat, dan tibalah hari di mana belasan sekte berkumpul untuk mencari dan memusnahkan keberadaan ras iblis yang mereka perkirakan bersembunyi di hutan siluman.
Belasan Patriark sekte, ratusan tetua sekte, serta ratusan ribu murid sekte telah terkumpul dan kapanpun mereka siap bergerak memasuki kawasan hutan siluman. Namun, mereka belum melakukan pergerakan karena Patriark Chu Heng yang ditunjuk sebagai pemimpin, dia belum memberi perintah bergerak.
Bukannya tanpa alasan Patriark Chu Heng belum memberi perintah bergerak pada semua orang. Sebelumnya dia telah mengirim belasan orang untuk melihat keadaan hutan siluman, dan menemukan petunjuk yang berhubungan dengan keberadaan raa Iblis di dalam hutan siluman. Saat ini dia belum bergerak karena menunggu kembalinya mereka.
Setelah setengah hari menunggu akhirnya belasan orang yang ditunggu Patriark Chu Heng kembali, dan melaporkan penemuan mereka tentang beberapa petunjuk yang berhubungan dengan keberadaan ras iblis di hutan siluman.
“Sudah dipastikan ras iblis memang bersembunyi di dalam hutan siluman. dengan jumlah mereka yang tak sedikit, tak akan sulit bagi kita menemukan keberadaan mereka!” Suara keras Patriark Chu Heng dapat didengar oleh semua orang.
Yakin apa yang dicarinya berada di hutan siluman, Patriark Chu Heng segera memberi perintah pada semua orang bergerak memasuki kawasan hutan siluman. Cukup dengan satu perintah dari Patriark Chu Heng, semua orang bergegas bergerak memasuki kawasan hutan siluman.
Semua bergerak berdasarkan tingkat kekuatan. Semakin lemah mereka, maka mereka akan ditempatkan di barisan paling belakang.
Sementara itu, saat Patriark Chu Heng menggerakkan kekuatan dari belasan sekte yang memiliki tujuan sama dengannya. Sepasang mata tajam terus mengawasi pergerakan mereka.
“Puncak ranah Mortal, kekuatan yang tidak bisa dianggap remeh, tapi sayangnya dia salah memilih lawan!” gumam pemilik sepasang mata tajam yang tak lain dia adalah Zhou Tian.
Saat ini jaraknya tak begitu jauh dari Patriark Chu Heng, dan dia telah menyiapkan kejutan besar untuk mereka yang datang dengan tujuan mencelakai ras iblis.
Tujuan mereka bukan tujuan baik, oleh karena itu Zhou Tian tak akan berbelas kasihan pada mereka.
“Murid sekte yang setiap sekte bawa memang tidak sedikit, tapi kebanyakan kekuatan mereka masih berada di ranah Alam Langit dan Alam Raja. Melihat itu mereka hanya unggul dalam jumlah, tapi lemah dalam tingkat kekuatan.”
Menilai kekuatan musuh yang datang telah dia lakukan. Membandingkan kekuatan musuh dengan kekuatan di pihaknya, jelas musuh unggul dalam jumlah, tapi kekuatan di pihaknya jauh lebih unggul dalam kekuatan. Dengan memiliki keunggulan dalam kekuatan, Zhou Tian yakin kemenangan pasti menjadi miliknya.
Untuk kekuatan siapa-siapa saja tokoh penting dalam barisan musuhnya, seseorang dengan kekuatan di ranah Mortal tingkat Sempurna adalah yang terkuat, sedangkan untuk yang lainnya, rata-rata kekuatan mereka masih berada di ranah Mortal tingkat Awal dan tingkat Menengah.
Cukup mengawasi kekuatan musuh, Zhou Tian bergerak cepat mendahului semua musuhnya tanpa ada yang melihat atau sadar dengan pergerakannya.
Dalam sekejap saja sosok Zhou Tian telah jauh meninggalkan musuhnya, dan sekarang dia tiba di tempat kekuatan besar yang berdiri di sisinya.
“Aku hanya membawa kurang lebih sepuluh ribu orang untuk melawan musuh dalam jumlah besar, tapi melihat kekuatan musuh, sepertinya aku terlalu banyak membawa orang.” Sepuluh ribu orang yang dibawa Zhou Tian, terlemah dari mereka memiliki kekuatan ranah Alam Raja tingkat Puncak, dan lagi dia memiliki Zhu Ying yang kemarin berhasil menerobos ranah Nirwana serta tiga orang lainnya yang memiliki kekuatan di ranah Mortal tingkat Sempurna.
“Sebentar lagi mereka datang!” Zhou Tian memberitahu yang lainnya tentang kedatangan musuh.
Zhou Tian mengambil tempat di dekat Zhu Ying yang masih menggunakan sebuah pedang kayu sebagai senjata. Meski hanya pedang kayu, tapi tak seorang pun meragukan ketajaman pedang Zhu Ying.
“Bagaimana kekuatan mereka, apa mereka kuat?” Zhu Ying bertanya pada Zhou Tian yang masih menunjukkan ketenangan begitu kembali dari melihat kekuatan musuh.
“Beberapa dari mereka kuat, tapi keunggulan utama mereka ada pada jumlah. Mereka memiliki lebih dari empat ratus ribu murid sekte. Jumlah yang luar biasa banyak, tapi kebanyakan dari mereka hanyalah kultivator ranah Alam Langit dan ranah Alam Raja tingkat Awal serta tingkat Menengah.”
Zhou Tian mengatakan semua yang dia lihat tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Meski tahu jumlah musuh tidak sedikit Zhu Ying sama sekali tidak gentar karena dia yakin dapat mengalahkan jumlah musuh dengan kekuatannya. Apalagi saat dia mengingat seberapa besar kekuatan yang dimiliki Zhou Tian, dia memiliki keyakinan jika Zhou Tian ingin, cukup seorang diri pria itu dapat memusnahkan seluruh musuh yang datang. Namun jika itu terjadi, dia dan yang lainnya tidak mungkin mendapatkan pengalaman bertarung dengan ras manusia, yang jelas lebih cerdas dibandingkan para siluman.
“Kalian semua bersiap! Mereka datang!”
Zhou Tian berteriak memberitahu keberadaan musuh yang sebentar lagi tiba di tempat mereka. Dia tidak berencana menunggu musuh menyerang, tapi dia akan menyerang begitu musuh datang.
“Kalian semua tidak perlu ragu saat ingin membunuh musuh karena tujuan mereka datang adalah untuk melenyapkan keberadaan kita! Ingat, jika bukan kalian yang membunuh, makan kalianlah yang akan terbunuh!” Aura kuat terpancar dari tubuh Zhou Tian bersamaan dengan suara teriakannya yang kembali terdengar.
“Swush...”
Patriark Chu Heng menghentikan pergerakannya dan semua orang saat merasakan aura yang entah kenapa membuat tubuhnya gemetaran. Hanya dengan merasakan auranya saja sudah membuat tubuhnya gemetaran. ‘Aura yang sangat kuat. Sebaiknya aku gak menyinggung pemilik aura ini!’ ucapnya dalam hati.
Patriark Chu Heng kembali ingin melanjutkan perjalanan, tapi seketika kedua matanya melebar sempurna saat melihat ribuan orang dengan bola mata berwarna merah menyala bergerak cepat dari arah depan.
“Ini buruk, mereka sudah begitu dekat, tapi aku sama sekali tidak bisa merasakan aura keberadaan mereka!” Patriark Chu Heng terkejut, dia tidak menyangka jika niat awalnya yang ingin menyerang, kini justru dia yang mendapatkan serangan.
“Swush... Swush... Swush...”
Ribuan orang bergerak cepat ke arah kekuatan gabungan belasan sekte. Namun, orang-orang itu bergerak menghindari para Patriark dan para tetua sekte dan memilih menyerang ratusan ribu murid sekte.
Saat para tetua ataupun Patriark sekte ingin menyerang orang-orang yang kekuatannya hanya di ranah Alam Raja dan Alam Kaisar, sosok yang kekuatannya seterah dengan mereka muncul dan terjadilah pertarungan yang lumayan berimbang.
“Sejak kapan para iblis ini menjadi begitu kuat? Bukannya selama ini mereka hanyalah budak dan hukuman mati senantiasa diberikan pada mereka yang diam-diam melatih diri untuk menjadi kultivator!”
“Dasar ras iblis sialan, ternyata kalian selama ini diam-diam menyiapkan kekuatan untuk memberontak! Namun usaha kalian percuma karena pada akhirnya tak akan pernah ada hari esok untuk kalian!” Salah satu Patriark sekte melesat maju penuh keyakinan dapat mengalahkan musuhnya.
Kekuatannya telah berada di ranah Mortal tingkat Awal, dan dia yakin lawannya lebih lemah dibandingkan dirinya.
“Hanya dengan kekuatan yang begitu lemah kau berniat ingin membunuhku? Apa kau sedang meremehkan kekuatanku? Mari aku tunjukkan seberapa jauh perbedaan kekuatan diantara kita!” Zhou Yu menunjukkan kekuatannya yang sudah berada di tingkat Puncak ranah Mortal.
Tubuh Patriark sekte yang menjadi lawan Zhou Yu seketika gemetaran setelah tahu kekuatan sejati lawannya. “I-ini tidak mungkin, bagaimana bisa kau jauh lebih kuat dariku? Kau pasti menggunakan artefak untuk mengelabuhiku! Ya, kau pasti menggunakannya karena sampai kapanpun iblis akan tetap lebih lemah dari manusia!”
“Slash... Slash... Slash...”
Zhou Yu hanya tersenyum miring saat lawannya melakukan serangan membabi-buta kepadanya, hanya untuk membuktikan kalau dirinya menggunakan artefak untuk meningkatkan kekuatannya. Namun, pada kenyataannya kekuatan yang dia tunjukkan adalah kekuatan sejati miliknya, bukan kekuatan karena adanya sebuah artefak.
Serangan pedang yang semula cepat perlahan melambat karena tenaga untuk mengayunkan pedang telah terkuras. Lelah dan tak bertenaga, Patriark lawan Zhou Yu mencoba menelan pil yang dapat memulihkan kembali tenaganya.
Namun, Zhou Yu tentu tidak membiarkan lawannya kembali memulihkan tenaga. Sebelum pil pemulih masuk ke mulut Patriark sekte yang menjadi lawannya, Zhou Yu lebih dulu datang dan menegaskan pedang di tangannya memotong kepala lawannya. Sesaat kemudian pil memang berhasil memasuki mulut lawan Zhou Yu, tapi di waktu yang sama dia telah bertemu dengan kematiannya.
Pertarungan yang berlangsung singkat dan sama sekali tidak menguras tenaga Zhou Yu. Melihat banyaknya musuh yang bisa dia lawan, segera Zhou Yu mencari lawan selanjutnya yang setidaknya lebih kuat dari lawan sebelumnya. Kalau ada, dia ingin mencoba lawan yang ranah kultivasinya berada di atasnya.
Saat pertarungan berlangsung antara orang-orang yang berada di sisi Zhou Tian melawan murid yang berasal dari belasan sekte, Zhou Tian, Zhu Ying, serta empat orang lainnya masih belum bergerak untuk bertarung.
“Hanya satu orang berada di ranah Mortal tingkat Sempurna? Adik Tian, sebaiknya kamu cukup menjadi penonton dan biarkan aku menjadi lawan orang itu!” Zhou Lin menunjuk Patriark Chu Heng yang juga belum terlibat pertarungan.
“Kakak Lin, kamu memiliki kesempatan sepuluh serangan untuk mengalahkannya! Kalau dalam sepuluh serangan dia masih hidup, artinya Kakak kalah dan harus menerima hukuman bebas dari kami berlima!” Zhou Tian merasa semua menjadi sedikit menarik kalau ada yang dipertaruhkan.
“Sepuluh serangan? Bukannya itu terlalu banyak? Cukup lima serangan aku akan mengakhiri hidupnya!” Zhou Lin sangat percaya diri, lalu dia segera melesat maju menyerang Patriark Chu Heng.
Tak memberi kesempatan pada Patriark Chu Heng untuk mempersiapkan diri, Zhou Lin langsung mengeluarkan pedang besar dari kantong penyimpanan miliknya, dan mengayunkan pedang menyerang lawannya.
Cepat, kuat, serta mematikan, sedikit saja telat menghindar bisa dipastikan tubuh Patriark Chu Heng terbelah menjadi dua bagian. Beruntung dia sempat menghindar di detik-detik terakhir, tapi sayangnya dia harus kehilangan sebelah tangannya yang masih berada dalam jangkauan serangan Zhou Lin.
“Satu serangan satu tangan. Bersiaplah, entah bagian tubuh mana lagi yang akan terpotong di serangan selanjutnya!”
Zhou Lin benar-benar tak memberi kesempatan bernapas pada Patriark Chu Heng, setelah serangan pertama berhasil memotong tangan Patriark Chu Heng, dia telah bersiap melakukan serangan selanjutnya.
“Iblis ini sepertinya memiliki kekuatan setara denganku, tapi insting bertarungnya jauh lebih tajam dariku. Setiap gerakannya begitu tegas dan tajam, ditambah dengan kecepatannya aku sama sekali tidak menemukan celah untuk dapat mengalahkannya.” Patriark Chu Heng bergumam sembari bersiap melakukan perlawanan meski hanya dengan menggunakan satu tangan.
“Serangan ke-dua, bersiaplah!” Sosok Zhou Lin tiba-tiba menghilang dari tempatnya, membuat Patriark Chu Heng melebarkan sempurna kedua matanya.
Tak dapat merasakan hawa keberadaan Zhou Lin, Patriark Chu Heng hanya bisa mengandalkan penglihatannya.
“Iblis sialan! Dia benar-benar cepat dan aku sama sekali tidak bisa merasakan hawa keberadaannya.” Patriark Chu Heng geram tak dapat merasakan keberadaan lawannya, yang membuatnya harus konsentrasi penuh dengan kemampuan penglihatan miliknya.
Namun, syangnya penglihatan saja tidak cukup jika dia ingin melawan Zhou Lin. Bukannya dapat melihat keberadaan Zhou Lin, dia bahkan sedikit telat menghindar saat serangan kembali datang padanya. Dia memang hanya sedikit telat menghindar, tapi tak ada yang berakhir baik saat dia telat menghindar.
Lagi dia kehilangan salah satu tangannya, dan kali ini dia tak memiliki tangan untuk melakukan perlawanan. Rasa sakit kali ini juga tak lagi bisa dia tahan, apalagi dia tak bisa menelan pil pereda rasa sakit yang tersimpan di dalam cincin penyimpanannya.
“Dua serangan dua tangan, bagaimana kalau sekarang kamu bunuh diri daripada mati pelan-pelan di tanganku? Setidaknya mati bunuh diri hanya memberimu sedikit rasa sakit dibandingkan mati pelan-pelan di tanganku!” Zhou Lin memberi penawaran pada Patriark Chu Heng yang merasa penawaran itu adalah sebuah penghinaan untuk dirinya.
“Lebih baik aku mati secara terhormat dengan menanggung rasa sakit daripada mati bunuh diri!” Patriark Chu Heng berteriak dengan suara lantang. Dia bukan pengecut yang takut dengan rasa sakit dan kematian, tapi sebelumnya dia tidak pernah menyangka jika harus mati di tangan iblis, yang seharusnya mati di tangannya.
“Kalau itu yang menjadi keinginanmu, dengan senang hati aku akan mengabulkannnya untukmu. Kematian pelan-pelan yang dipenuhi rasa sakit, semoga kamu tidak menyesal karena menginginkan itu terjadi padamu!” Zhou Lin menggenggam erat pedang di tangannya, lalu detik berikutnya sosoknya kembali menghilang.
Tak seperti sebelumnya yang cukup lama menghilang, kali ini Zhou Lin hanya sesaat menghilang dan begitu dia muncul terdengar suara teriakan kesakitan terdengar dari mulut Patriark Chu Heng.
“Aaargh...”
Patriark Chu Heng berteriak kesakitan setelah Zhou Lin begitu rapi memotong kedua kalinya, yang seketika membuatnya jatuh tersungkur dengan rasa sakit yang sulit ditahan.
“Tiga serangan, aku masih punya sisa dua serangan untuk mengakhiri hidupmu!” ungkap Zhou Lin.
Tak peduli apa yang diucapkan Zhou Lin, Patriark Chu Heng terus saja berteriak kesakitan.
“Itu pasti sakit, tapi itu memang pantas kamu rasakan karena menolak bunuh diri saat aku memberimu kesempatan melakukannya.”
Tak ingin berlama-lama melihat pertunjukan yang membuatnya merasa ketagihan untuk melihatnya, Zhou Lin segera melakukan dua serangan tersisa untuk mengakhiri hidup Patriark Chu Heng.
Serangan keempat dia gunakan untuk memenggal kepala Patriark Chu Heng, dan serangan terakhir dia gunakan untuk membelah tubuh Patriark Chu Heng menjadi dua bagian sama besar.
Genap lima serangan dan dia berhasil mengakhiri hidup Patriark Chu Heng.
“Hehehehe... Adik aku sudah melakukannya dan itu sangat mudah.” Zhou Lin muncul di dekat Zhou Tian setelah dia berhasil membunuh Patriark Chu Heng. Dia memang tidak meminta imbalan, tapi Zhou Tian memberinya kitab teknik berpedang yang cocok untuknya.
“Teknik Pedang Langit sangat cocok untuk pengguna pedang besar, pelajari teknik itu dan aku yakin Kakak Lin bisa menjadi kultivator pedang tak tertandingi di Alam ini!” Zhou Tian memberi Zhou Lin teknin pedang tingkat langit yang keberadaannya sudah lama menghilang di Alam Fana, dan dengan teknik pemberiannya dia yakin Zhou Lin bisa menjadi kultivator pedang terkuat di Alam Fan.
...----------------...
Bersambung.