NovelToon NovelToon
Pesona Sekretaris

Pesona Sekretaris

Status: tamat
Genre:Single Mom / Chicklit / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: annin

Menjadi seorang single parent tak membuat Alleyah berkecil hati. Ia justru semangat dalam usahanya untuk mendapatkan kebahagiaan bagi dirinya dan juga putrinya yang masih berumur enam tahun.

Pekerjaan menjadi seorang sekretaris dari bos yang arogan tak menyurutkan tekadnya untuk terus bekerja. Ia bahkan semakin rajin demi rupiah yang ia harapkan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan juga anaknya.

Namun, perjuangannya menjadi single parent tak semudah bayangannya sebelumnya. Ditengah isu yang merebak di kantornya dan juga imej seorang janda memaksanya menjadi wanita yang lebih kuat.
Belum lagi ujian yang datang dari mantan suaminya, yang kembali muncul dan mengusik hidupnya.

Mampukah, Alleyah bertahan dan mampu memperjuangkan kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.35 Sidang

Hari ini adalah panggilan sidang pertama untuk Alle atas kasus peralihan hak asuh anak. Alle datang sendiri ke pengadilan tanpa didampingi oleh seorang pengacara. Alasan kenapa ia tak menunjuk pengacara adalah pertimbangan biaya. Harusnya ini tak terjadi kalau saja ia menerima permintaan Aksa untuk menjadi papanya Chilla waktu itu. Tentu saja bukan masalah besar bagi Aksa untuk biaya seorang pengacara.

Alasan lainnya adalah ia yakin ia masih punya peluang yang besar untuk tetap mempertahankan hak asuh atas Chilla. Sebab ia merasa ia sudah menjalankan kewajibannya dengan baik sebagai seorang ibu bagi Chilla.

Alle datang lebih dulu dari pada Fadil. Di luar ruang sidang ia melihat mantan suaminya itu datang bersama dengan istrinya. Persis seperti sidang perceraiannya dulu. Wanita yang dulu menjadi alasan hancurnya biduk rumah tangga antara Fadil dengan Alle itu menggandeng mesra sang mantan.

"Hai, All," sapa Fadil ketika berhenti di depan Alle.

"Hai," jawab Alle sekenanya.

"Apa kamu sendiri, di mana pengacara kamu?" tanya Fadil.

"Aku sendiri, dan aku tidak membutuhkan pengacara," jawab Alle tegas.

"Kalau begitu, bersiaplah untuk kalah," ujar Mira angkuh. Sorot mata Mira terlihat begitu kentara jika wanita itu tidak menyukai Alle sama sekali.

"Sidang belum dimulai tapi kalian begitu yakin akan mengalahkan Alle, apa itu tidak terlalu dini. Kalian bahkan belum tahu strategi seperti apa yang akan Alle gunakan untuk mempertahankan hak asuh anaknya."

Suara dari arah belakang Alle membuat janda itu menoleh. Aksa berjalan ke arahnya dengan seorang yang ia ketahui sebagai seorang pengacara handal. Henry Sudrajat.

"Pak Aksa," lirih Alle ketika pria itu berada tepat di sampingnya.

"Aku akan mendukungmu," ujar Aksa berbisik.

Membuat dada Fadil terasa panas melihat kedekatan mantan istrinya itu dengan bosnya. Tak ingin melihat adegan lebih lanjut yang akan membuatnya semakin kesal, Fadil berlalu begitu saja. Sampai ia lupa meninggalkan istrinya sendiri.

"Mas Fadil, tunggu!" seru Mira ketika Fadil tanpa pamit masuk ke ruang sidang.

Alle sendiri tak peduli dengan Fadil ataupun istrinya. Saat ini ia hanya fokus pada Aksa. "Kok Bapak bisa di sini. Saya sudah ijin 'kan dari kemarin?"

"Ya, aku tahu," jawab Aksa enteng.

"Lalu, Bapak Henry, untuk apa ada di sini. Maaf Pak sebelumnya, tapi saya tidak ...."

"Aku yang mengajaknya. Aku juga yang akan bayar jasanya," potong Aksa cepat.

"Sekarang kamu tanda tangani surat kuasa atas Pak Henry. Dia akan jadi pengacara yang mendampingi kamu," ujar Aksa.

Tentu Alle sangat terkejut. Matanya bahkan membuka lebar.

"Permisi sebentar, Pak," ujar Alle pada Pak Henry sebelum ia menarik Aksa untuk menjauh dari pengacara itu.

"Maksud Pak Aksa apa, sih?" tanya Alle dengan menekan suaranya agar tak terdengar orang lain termasuk Henry.

"Aku punya maksud yang baik. Aku hanya ingin membantumu mempertahankan Chilla. Bukankah itu tujuanmu?"

"Tapi, Pak, bayaran Pak Henry itu sangat mahal. Tabungan saya tidak akan cukup untuk membayar Pak Henry," ujar Alle jujur.

"Aku kan sudah bilang, aku yang akan bayar bukan kamu."

"Nah itu juga masalah buat saya, karena saya nggak mau nerima pak Aksa jadi suami saya."

Mendengar penolakan Alle yang begitu gamblang Aksa justru menatap wanita itu lekat. Tubunya semakin mendekat hingga Alle mau tak mau mundur untuk menghindari Aksa. Tubuhnya pun tersudut pada pilar kokoh pengadilan.

Tangan Aksa mengungkung Alle di sebelah kanan dan kiri kepala wanita itu. "Kamu yakin nggak mau terima aku?" tanya Aksa.

"Pak, jangan kayak gini. Malu dilihat orang." Alle jadi bingung sendiri melirik sekitar.

"Aku tanya, apa kamu benar-benar tidak mau nerima aku jadi suami kamu?" desak Aksa.

"Pak, tolong agak jauh sedikit." Alle tak menghiraukan pertanyaan Aksa karena ia lebih sibuk dengan rasa malunya. Menjadi pusat perhatian dari setiap orang yang melintas adalah hal yang tak ingin Alle rasakan.

"Jawab saja, atau aku bisa bertindak lebih jauh dari ini!"

"Iya pak, saya nggak mau nerima Bapak jadi suami saya karena saya takut dengan Ibu Sekar," jawab Alle pada akhirnya.

"Jadi kalau mama setuju, kamu setuju?"

"Belum saya pikirkan, Pak."

Aksa tersenyum dengan jawaban jujur sekretarisnya. Ia pun melepaskan tangan yang mengungkung Alle dari tadi dan menjauh dari wanita itu.

"Baiklah, aku akan buat Mama setuju dengan hubungan kita. Sekarang kamu masuk dulu dan Pak Henry akan jadi pengacaramu."

"Tapi, Pak ...."

Belum sempat Alle mengutarakan penolakannya, Aksa sudah lebih dulu memotong. "Kalau kamu menolak, aku seret kamu sekarang ke KUA."

Tak mau urusannya jadi tambah panjang dengan sang bos, Alle pun menurut saja. Ia terima tawaran bosnya untuk memakai Pak Henry sebagai pengacara yang akan mendampinginya.

Akhirnya sebelum mereka semua masuk ke ruang sidang, Alle menyetujui untuk tanda tangan surat kuasa demi menjadikan Pak Henry sebagai pengacaranya.

Dalam sidang yang tertutup itu, Alle dihadapkan pada fakta-fakta yang menyerang dirinya. Fadil rupanya sudah menyiapkan semua dengan matang.

Tuduhan jika Alle adalah ibu yang tidak cakap untuk mengasuh Chilla terlontar dari pengacara mantan suaminya itu. Mereka bahkan memberikan bukti tentang tuduhan-tuduhan yang diarahkan pada Alle.

Seperti Alle yang terlalu sibuk bekerja hingga melupakan tentang kondisi mental Chilla yang membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari seorang ibu. Hingga tuduhan jika perilaku Alle tak pantas dijadikan panutan untuk seorang anak perempuan seperti Chilla.

Gosip yang beredar di kantor Alle, membuktikan jika wanita itu memiliki perilaku yang melanggar norma. Pengacara Fadil bahkan secara gamblang menyebut jika selain menjadi sekretaris Alle juga seorang simpanan bagi bosnya.

Di situlah, Aksa yang mendengar tuduhan palsu itu menjadi geram dan hampir naik pitam untuk menghajar mulut sang pengacara. Namun ditahan oleh Pak Henry dengan isyarat tangan.

"Jadi Yang Mulia, Kedekatan antara Ibu Alleyah dengan atasannya itu sangat tidak wajar. Dan hal itu bukan rahasia lagi, semua orang di kantor tempat Ibu Alleyah bekerja mengetahui hal tersebut," ujar pengacara Fadil.

"Kami memiliki bukti atas apa yang kami katakan," sambung pengacara Fadil. Pria itu pun memberikan bukti-bukti foto juga rekaman yang di ambil dengan kamera tersembunyi.

Alle terkejut melihat foto ketika ia dan Aksa berbelanja di supermarket waktu itu. Saat itu ia curiga ada yang mengikutinya, tapi Aksa menepis semuanya. Dan kini terbukti rupanya Fadil punya orang untuk memata-matainya.

Belum lagi tuduhan jika Alle teledor sebagai orang tua karena membuat Chilla tenggelam akibat kelalaiannya. Pengacara Fadil bahkan menyebut Alle terlalu asik pacaran hingga lupa dengan Chilla. Hal itu dibuktikan dengan foto pula.

Alle tak menyangka jika semua sudah Fadil persiapkan dengan sangat matang. Berbagai tuduhan miring dilayangkan padanya.

Alle berusaha membantah semua tuduhan itu meskipun bukti yang dihadirkan itu nyata.

Karena sidang berlangsung alot dan semua pihak merasa lebih pantas mengasuh Chilla. Akhirnya hakim memutuskan untuk menggelar sidang kedua dua minggu ke depan.

Pengacara Alle belum bisa membela secara maksimal karena tadi mereka hanya berbincang sebentar sebelum masuk ruang sidang. Meski begitu, Pak Henry berusaha mengamati dan mencatat apa-apa saja yang bisa ia gunakan untuk melawan Fadil dan pengacaranya di sidang selanjutnya.

"Tenanglah, kita masih punya kesempatan untuk membuktikan jika apa yang mereka tuduhkan tidak benar," ujar Aksa menenangkan.

"Kita akan cari bukti yang lebih kuat dari mereka dan akan membuat mereka tak memiliki kesempatan untuk mendapatkan hak asuh Chilla," imbuhnya.

Alle yang merasa masih tersudutkan pernyataan-pernyataan pengacara Fadil tadi merasa down. Mereka dengan jelas telah menuduh dan merendahkan harga diri Alle sebagai ibu dan wanita.

Terlebih ketika melihat mantan suami dan istrinya yang berjalan angkuh melewatinya. Mereka seakan mengejek Alle dengan kegugupannya membela diri tadi.

Dengan sigap, Aksa menarik Alle ke tubuhnya. Menyembunyikan wajah wanita itu di dadanya agar tak melihat perilaku mantan suami sekretarisnya itu.

"Tidak usah dilihat, tidak usah juga dihiraukan. Biarkan mereka tertawa sekarang karena kita yang akan keluar sebagai pemenangnya," ujar Aksa meyakinkan.

Alle mendongak, menatap keseriusan di wajah atasannya.

1
Yani Kustiti
Luar biasa
Muna Junaidi
💪🏻💪🏻💪🏻
scarlet
good 👍
annin: Tengkyu Kak, udah pindah ke sini. Masih ada 6 lagi lho novel tamatku, hehehehe
total 1 replies
mawar0509
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Mawar0509 atas supportnya. Sehat selalu untuk kakak dan keluarga.❤️

Lanjut baca karya baruku, Kak. judulnya DIABAIKAN SETELAH MALAM PERTAMA. Klik profil aku biar lebih mudah. Tengkyu, Kak mawar.
total 1 replies
Nur Fajrina Qisthina
love
Ran Aulia
Luar biasa
nyit nyit
bagus cerita nya
nyit nyit: aamiinn ya Rabb,,semangat berkarya thorrrr ...q yakin u bisa membuat karya yg buanyakkkk n bagus2
total 2 replies
Rat Miyati
Luar biasa
annin: Terima kasih supportnya kak Rat Miyati, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
padahal harta dan jabatan nggak selamanya digenggam an tangan.
harta juga nggak jadi penolong Fadil diakhir hidup nya.
Olive Ova Ambitan
keren jg ceritanya, tapi lbh keren kalau si fadil dibuat menderita dan mnyesal bgt
annin: Aku sengaja nggak memberi cerita lanjutan untuk kisahnya Fadil, takut dibilang kek sinetron Azab. Hehehe ....
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
awal ceritanya menyesakkan dada 🤧 tentang kisah hidupnya seorang istri yang dikhianati suami.
Herna Hidayat
Luar biasa
Mom's Smile
keren 👍👍👍
Sastri Dalila
👍👍👍
annin: Terima kasih kak Sastri Dalila atas supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Ymir
Fadil oh Fadil
annin: xixixi🤭
total 1 replies
Meita Margaretha
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Meita Margaretha untuk supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Meita Margaretha
Lumayan
Noorjamilah Sulaiman
not bad
annin: Terima kasih Kak Noorjamilah Sulaiman atas supportnya. Sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Elsye Nurhayati
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Elsye Nurhayati atas supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
made astiti
lanjut dong ceritanya 👍👍🙏🙇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!