NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Anakku

Jangan Ambil Anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Cerai / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:269
Nilai: 5
Nama Author: VISEL

Hana dan Aldo mempunyai seorang anak laki-laki bernama Kenzo. Mereka adalah sepasang suami istri yang telah menikah selama 6 tahun, Kenzo berusia 5 tahun lebih dan sangat pandai berbicara. Kehidupan Hana dan Aldo sangat terjamin secara materi, Aldo mempunyai perusahaan batu bara di kota kalimantan...kehidupan rumah tangga mereka sangat rukun dan harmonis, hingga suatu hari musibah itu menimpa dalam rumah tangga mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VISEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Aldo menatap wajah Peter dalam-dalam, ia mengingat wajah yang pernah ia lihat saat di rumah sakit. Sesaat kedua pria muda itu saling menatap dalam waktu yang cukup lama.

  Aldo: "Kita pernah bertemu, kan?" tanyanya sambil menatap wajah Peter. "Apakah kamu mengingatnya?" tanyanya lagi dengan rasa penasaran.

  Peter: "Benarkah? Di mana?" tanyanya dengan penuh keraguan.

  Aldo: "Kita bertemu saat aku menjenguk anakku di rumah sakit." ucapnya dengan penuh keyakinan.

  Peter: "Aku akan mencoba mengingatnya, ya. Akhir-akhir ini ingatanku sedang buruk." ucapnya dengan berbohong. Peter telah mengetahui jika Aldo adalah mantan suami Hana, hanya saja ia tidak ingin tahu lebih dalam tentang Aldo ataupun hubungan masa lalu Hana dan Aldo.

  Aldo: "Sejak kapan kamu mengenal Hana? Apa hubunganmu dengan Hana?" tanyanya dengan rasa penasaran. Peter menatap wajah Aldo dalam-dalam, kedua mata Aldo menunjukkan jika Aldo tidak suka dengan Peter. Sesaat kedua pria itu saling menatap, lalu Aldo berkata lagi: "Hana adalah mantan istriku." ucapnya dengan tatapan sinis. Peter hanya tersenyum kecil mendengar perkataan Aldo.

  Peter: "Maaf, aku harus pergi. Urusanku masih banyak." ucapnya pelan. "Masa lalumu dengan Hana bukanlah urusanku." ucapnya lagi dengan tegas. Peter membalikkan badannya lalu melangkah dengan terburu-buru meninggalkan ruangan itu. Aldo masih berdiri di dalam ruangan itu, ia sedikit kesal terhadap sikap Peter yang tidak memperdulikan perkataannya.

Di dalam mobilnya, Peter merenung tentang hubungan Hana dan Aldo. Peter bisa merasakan jika Aldo masih mencintai Hana.

  "Aku tidak perlu memberitahukan hal ini pada Hana ataupun Meta." ucapnya lirih sambil terus melaju dengan mobilnya menuju ke kantornya. Di tengah perjalanannya, tiba-tiba Peter mendapat panggilan telpon dari asisten rumah tangganya. Peter mendapat kabar dari asistennya bahwa Meta pinsan dan dari hidungnya mengalir darah segar. Peter sangat cemas, ia memutar mobilnya menuju ke rumahnya.

  Peter: "Apa yang terjadi lagi denganmu Meta?" batinnya terus bertanya-tanya tentang kesehatan istrinya yang memang memburuk sebulan belakangan ini. Peter terus melaju bagai kesetanan dan tak butuh waktu lama, akhirnya Peter tiba di rumahnya. Peter keluar dari dalam mobilnya, ia berlari kecil masuk ke dalam rumahnya sambil berteriak memanggil nama istrinya.

  Peter: "Metaaa." teriaknya.

 "Untunglah tuan datang." ucap asisten rumah tangga Peter yang bernama bi Lastri.

  Peter: "Mengapa Meta bisa pinsan, bi?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Bi Lastri: "Nyonya sempat mengeluh kepalanya pusing, tuan. Nyonya terjatuh ke lantai dan hidungnya berdarah." ucapnya dengan ekspresi wajah cemas.

  Peter: "Tolong buka pintu mobil, bi." pintanya. "Aku akan membawanya ke rumah sakit." ucapnya dengan penuh kecemasan. Bi Lastri segera berlari kecil menuju ke tempat parkiran mobil di halaman rumah Peter, ia melakukan perintah Peter dengan cepat. Peter masuk ke dalam mobilnya sambil meletakkan tubuh Meta yang masih pinsan dengan wajah yang cukup pucat.

  Peter: "Tolong jaga rumah, ya, bi." pintanya. "Kunci semua pintu depan, aku akan membawa istriku ke rumah sakit." ucapnya dengan cemas.

  Bi Lastri: "Baik, tuan." sahutnya pelan. Setelah berpesan pada bi Lastri, Peter segera melaju dengan mobilnya menuju ke rumah sakit. Di tengah perjalanan ke rumah sakit tak henti-hentinya Peter memanggil nama Meta, wajah Meta tampak pucat dan bibirnya terlihat kering membuat Peter semakin cemas. Semenjak Meta menjalani operasi kista untuk yang kedua kalinya di Singapura, kesehatannya menurun.

Peter tiba di depan rumah sakit, ia menggendong tubuh Meta yang masih tak sadarkan diri dan membawanya masuk ke dalam ruangan rumah sakit. Beberapa perawat membantu Peter memindahkan tubuh Meta ke sebuah kasur pasien yang telah tersedia. Seorang dokter datang dan langsung memeriksa tubuh Meta di dalam ruangan ICU, Peter menunggu di depan pintu ruangan ICU itu dengan penuh kegelisahan. Beberapa kali Peter mondar-mandir di depan pintu kaca ruangan ICU itu dengan penuh kecemasan. Sekitar 20 menit kemudian, dokter membuka pintu kaca ruangan ICU itu.

  Peter: "Bagaimana keadaan istri saya, dokter? Meta sakit apa?" tanyanya dengan rasa penasaran. Dokter menghela nafas berat dan panjang, ia menatap wajah Peter dalam-dalam. "Katakan, dokter. Jangan diam saja." ucapnya dengan rasa ingi tahu yang menggebu-gebu.

  Dokter: "Istri anda menderita penyakit leukimia stadium 3." ucapnya dengan suara yang berat. Dada Peter terasa sesak setelah mendengar pernyataan dokter itu, ia tidak percaya dengan semuanya. Peter tertegun, ia menatap kedua mata dokter itu dengan tatapan tajam dan untuk memastikan jika kedua mata dokter itu tidak berbohong.

  Peter: "Apakah dokter sudah memeriksanya dengan teliti?" tanyanya dengan rasa tidak percaya.

  Dokter: "Semua tanda-tanda penyakit leukimia itu ada pada istri anda, pak. Kami juga sudah memeriksa darahnya." sahutnya dengan penuh keyakinan. Peter tetap tidak percaya dengan pernyataan dokter, Peter meminta dokter itu untuk memeriksa Meta sekali lagi dengan lebih teliti.

  Peter: "Saya akan membayar biaya pemeriksaannya berapapun itu." ucapnya dengan pendirian yang kokoh.

  Dokter: "Baiklah, pak. Tim kami akan memeriksanya sekali lagi." ucapnya. "Pak Peter harus bersabar dengan hasilnya." ucapnya dengan wajah tenang.

  Peter: "Terima kasih, dokter." ucapnya pelan. Setelah meyakinkan Peter, dokter itu berjalan pelan menuju ke ruang ICU tempat Meta berada. Peter kembali menunggu di depan pintu kaca ruang ICU itu sambil terus berdoa agar Meta kembali sehat. Peter teringat pada Hana dan berpikir jika Hana ada di dekat Meta maka pasti Meta akan merasa bahagia. Peter segera menghubungi Hana melalui ponselnya.

  Peter: "Hallo, Hana." sapanya dengan suara pelan. "Apa kabar?" tanyanya dengan basa-basi.

  Hana: "Aku baik, Peter." sahutnya. "Bagaimana dengan Meta?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Peter: "Meta sedang berada di rumah sakit saat ini, Hana." sahutnya. Hana terkejut mendengar perkataan Peter di ponselnya.

  Hana: "Meta sakit apa, Peter?" tanyanya dengan rasa penasaran. Dengan suara yang berat Peter mengatakan pada Hana tentang kondisi Meta saat di bawa ke rumah sakit. Hana: "Aku akan ke rumah sakit sekarang, Peter. Berikan alamat rumah sakitnya." ucapnya dengan perasaan cemas. Peter memberikan alamat rumah sakit itu pada Hana, ia berharap dengan kehadiran Hana maka keadaan Meta akan menjadi lebih baik. Dokter yang memeriksa Meta kembali menemui Peter.

  Dokter: "Maaf, pak. Hasil pemeriksaannya tetap sama. Istri anda menderita penyakit leukimia stadiun 3." ucapnya dengan penuh keyakinan.

  Peter: "Istri saya masih bisa sembuh, kan?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Dokter: "Segala kemungkinan itu tetap ada, pak. Kami akan mengupayakan segala cara untuk istri anda." ucapnya dengan antusias.

Peter: "Terima kasih, dokter." ucapnya dengan suara pelan.

************************************

1
tia
dunia nyata dunia novel sama istri pertama pasti ada ruang khusus 😁😁
tia
tambah lg updatenya thor
tia
karma di bayar lunas ,, kehilangan bayi kakiny lumpuh ,,, syukurin
tia
kasihan hana 😭😭,,moga kenzo cepat sembuh.
tia
lanjut Thor,,buktikan hana bahwa qmu hebat
tia
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!