seorang CEO tampan yang bernama Stuart Hughes yang merasakan trauma karena saat kecil salah seorang pengasuh kepercayaan keluarganya hampir melkukan pelecehan seksual padanya membuat dirinya membenci yang namanya permepua selain Oma dan ibunya sehingga semua yang bekerja di dekatnya adalah pria hingga dia di juluki pria impoten oleh orang di luar sana
di sisi lain seorang wanita yang tomboy yang bernama Kikan memilih kabur dari kediaman orang tuanya karena di paksa menikahi dengan seseorang yang membuatnya harus menyamar menjadi pelayan pribadi pria di kediaman Stuart yang dia ketahui bahwa pria tersebut impoten
bagaimanakah kisah mereka dapatkan dapatkah Kikan menjadi wanita yang tepat untuk Stuart dan apa yang di lakukan Stuart saat mengetahui bahwa ternyata pelayan pribadinya adalah seorang wanita yang menyamar menjadi pria.
ayo baca hanya di novellton ........
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liana aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
Bima yang merasa bersalah pada sahabatnya langsung mendekat ke arah Stuart
"Maaf aku sebagai sahabat seharusnya membantu untuk mencari solusi bukan malah menyudutkan menyudutkanmu." ucap Bima seraya duduk kembali di dekat Stuart
"Ya aku juga mengerti kenapa kau melakukannya tapi aku benar-benar bingung Sebenarnya apa yang terjadi dengan diriku Kenapa bisa aku punya perasaan aneh pada pelayan pribadiku sendiri." ucap Stuart yang mulai jujur akan yang terjadi pada dirinya
"Bagaimana kalau kita memanggil Temi siapa tahu saja dia mempunyai jalan keluar atas masalah yang sekarang menimpamu." ucap Bima memberikan ide
"Itu ide yang bagus aku juga ingin berkonsultasi padanya agar aku bisa merasa tenang karena akhir-akhir ini jujur saja aku tak bisa tidur." ucap Stuart
Stuart mengambil ponselnya lalu menghubungi Temi yang kebetulan seorang dokter yang cukup terkenal setelah menelepon Temi Stuart kembali memasukkan ponselnya
Tak berselang 30 menit Temi yang sudah berada di perusahan Stuart langsung menuju ruangan Stuart, Temi Lang masuk ke dalam ruangan Stuart, Temi langsung duduk di dekat kedua sahabatnya tersebut sambil menatap kedua orang ada di hadapannya "Sebenarnya ada apa dengan kalian kenapa mengajakku bertemu apakah ada sesuatu yang penting atau ada masalah lain." tanya Temi setelah mendaratkan bokongnya
"Sebaiknya kau meminum dulu sepertinya kau habis melakukan operasi yang penting sebelum ke sini." ucap Bima sambil menyodorkan air putih ke hadapan Temi
Temi langsung meneguk air putih tersebut sampai habis dia memang sedikit kecapean karena baru melakukan operasi
"Aku sudah meminum sekarang katakan ada masalah apa sampai kalian memanggilku ke sini." tanya Temi
"Stuart menghembuskan nafasnya kasar lalu melihat kedua sahabatnya aku minta tolong padamu apakah kau bisa membantu aku bertemu dengan seorang dokter psikolog secara pribadi tanpa diketahui oleh siapapun kau bisa mengajaknya langsung ke villa milikku besok." ucap Stuart
"Bukankah kau mempunyai dokter psikolog yang menangani mu dari kecil dan sepertinya dia juga adalah seorang yang sangat dekat dengan keluargamu Kenapa kau mau mencari dokter psikolog lain." tanya Temi
"Aku akan menjelaskan nanti tapi sekarang carikan dokter yang bisa menjaga rahasia pribadi milikku dan ingat kau sendiri yang harus membawanya ke villa ." ucap Stuart
"Baiklah besok aku akan membawakan dokter tersebut ke villa milikmu." ucap Temi
Baiklah sesuai dengan perkataan ku tadi di telepon aku tak bisa berlama-lama di sini karena ada operasi lain yang harus aku lakukan di rumah sakit." ucap Temi seraya bangkit untuk kembali ke rumah sakit
Setelah kepergian Temi Kini tinggal Stuart dan Bima yang berada di dalam ruangan tersebut "jadi apa yang akan kau lakukan saat ini." tanya Bima
"Sepertinya aku harus pulang untuk memastikan sesuatu aku tak tahu kenapa aku terus memikirkan Kiki bahkan aku seperti kehilangan akal sehatku saat melihatnya tersenyum ucap Stuart
Bima menghembuskan nafasnya kasar lalu berpikir sejenak kemudian mentap Stuart penuh arti "Bagaimana kalau kita praktekkan gaya yang yang terjadi antara kau dan Kiki siapa tahu kau hanya terbawa emosi karena sempat terjatuh dan saling tertindih ucap Bima
Stuart berpikir sejenak ide Bima tidak buruk juga siapa tahu dia memang hanya terbawa emosi dan tidak ada perasaan apapun dengan Kiki sang pelayan pribadi
Sementara itu di sebuah rumah mewah tampak seorang wanita paruh baya bersama dengan seseorang nenek sedang duduk dengan santai minum tehnya
"Ibu Bagaimana kalau kita ke perusahaan Stuart sudah lama kita tak ke sana ucap ibu Stuart
Ide bagus juga baiklah ibu akan bersiap kau juga bersiap kalau kita akan pergi ke kantor Tuan ucap omah seraya bangkit menuju Kamarnya.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
padahal dia ingin memastikan penyakitnya yang selalu muntah dan mual saat berdekatan dengan wanita