Kesedihan kadang membuat kita lupa dan menjadi gelap susah membedakan mana yang salah dan benar hingga menimbulkan kemarahan yang menyebabnya sulit tuk menyengarkan penjelasan hingga akhirnya penyesalan pun datang dan membuat kita menjadi Sadar namun semua sudah terlambat, Waktu yang dulu sudah berputar tidak mungkin bisa kembali lagi.
Ikuti kelanjutan Kisah Nadia Dan Kasih yang berjuang menjaga ibunya membalas budinya dulu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadataskia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Setelah kuenya mateng ibu membiarkannya agar suhunya dingin dulu, ibu melakukan tahapan ini berulang kali sampai kuenya habis dan mateng semua setelah semua kuenya dingin ibu memasukannya ke dalam kotak agar besok ketika Nadia sekolah ibu bisa membawanya menitipkannya di kantin.
Semenjak kasus hilangnya Kasih, ibu selalu mengantar jemput Nadia, selain untuk memastikan Nadia baik-baik saja juga untuk menitipkan kue buatannya yang harus ibu jual agar menjadi uang.
Nadia pun pasrah dengan kemauan ibu karena itu sudah jadi keputusannya ibu mau di tolak juga bakalan sedih lagi nanti, saat semua kuenya sudah matang hari sudah hampir petang ayah juga baru pulang dari keliling mencari kabar tentang Kasih yang selalu nihil hasilnya.
"Assalamualaikum," salam ayah begitu sampai rumah.
"Waalaikumsalam, ayah sudah pulang," jawab Nadia.
"Iya, ibu mana Nad?" tanya ayah karena yang ada di depan cuma Nadia.
"Ohh ibi lagi beresin dapur yah, biasa khan habis bikin kue buat jualan ibu besok," jawab Nadia.
"Ohh iya syukur deh kalo ibu ada kesibukan jadi tidak terlalu sedih kaya dulu lagi, ayah udah betusaha mencari setiap minggu tapi ga ada hasil, kemana sebenarnya adikmu itu yah!" uncap ayah putus asa.
Ayah duduk di atas kursi sambil merebahkan tubuhnya kesandarannya sambil selonjor nampak raut kelelahan dati wajah ayah, Nadia mengambilkan minum untuk ayah ia sungguh merasa iba melihat ayahnya yang terus pantang menyerah berusaha,mencari dan terus mencari kebetadaan Kasih demi sebuah senyum di wajah ibu.
Ayah tak sadar dari jauh ada dua pasang mata yang sedang memperhatikannya menatapnya dengan perasaan bersalah, ibu keluar dari dapur menghampiri ayah yang masih kelelahan seharian ini mencari seseorang yang entah kini berada dimana.
"Ayah, maafin ibu ya! karana ibu ayah jadi seperti ini ibu selalu nyusahin ayah, padahal sudah setahun semenjak kepergian Kasih ayah selalu betusaha mencari tapi tidak pernah ada hasilnya, mulai hari sudah gak usah di cari dulu kita pasrah saja,serahin semuanya ke yang maha kuasa, kita doakan saja semoga dimana pun Kasih berada ia tetap dalam lindungannya," kata ibu penuh rasa penyesalan.
"Aminn semoga saja, ayah juga tidak akan menyerah untyk berusaha mencari keberadaan Kasih, biar sampai kapanpun ayah tidak akan menyerah," uncap ayah penuh dengan semanggat.
Kalo ayah sudah betkata demikian ibu hanya bisa diam tanpa banyak bicara lagi, setelah di rasa sudah hilang lelahnya ayah mengajak dua orang yang ia sayang untuk melaksanakan sholat setelah itu makan malam bersama.
Lalu menghabiskan waktu sambil nonton tivi, walaupun tivi menyalah tapi pikiran ibu tetap merindukan dan mengkhawatirkan Kasih l, walau sudah ada sedikit keiklasan di hatinya tapi nalurinya sebagai seorang ibu pasti menyimpan kerinduan ingin berjumpa, semoga masih ada kesempatan untuk bertemu dengan putrinya sebelum ia menutup mata.
*****
Satu minggu kemudia jakarta.
Arya sudah menyiapkan pasukannya untuk bertindak hari ini menyerang markas Barong dan membebaskan anak-anak yang sudah di pekerjakan olehnya selama bertahun-tahun.
Pagi hari di rumah Arya saat jam sarapan telah selesai, Ridwan dan Kasih juga dengan menyantap sarapan mereka, Arya yang sudah selesai sarapan langsung memberikan kabar kepada rekannya sesama polisi untuk menyiapkan pasukan karena sebentar lagi akan di mulai misinya.
"Ridwan, nanti habis makan kamu ikut om ya kesuatu tempat om butuh bantuan kamu!" ajak Arya.
"Iya om, emang mau kemana kita?" tanya Ridwan.
"Ke lampu merah tempat kamu di sekap waktu itu," jawab Arya.
"Apa!! t-tapi omm itu tempat bahaya, kalo bang barong lihat Ridwan, pasti Ridwan akan di tangkap lagi!" kata Kasih khawatir.
"Tenang aja, Kasih Ridwan gak sendirian ada om, juga orang-orang ya lain yang ikut serta membantu, jadi akan om pastikan kalo Ridwan baik-baik saja," Arya meyakinkan Kasih.
"Kalo gitu aku juga ikut ya, aku juga ingin membantu om untuk menangkap penjahat itu," pinta Kasih memohon.
"Kasih tunggu rumah aja ya, ini sanggat bahaya untuk anak gadis, biarin biar kami para pria yang mengurus semuanya," Ridwan menasehati.
Kalo yang bicara Ridwan, Kasih sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi hanya diam nurut tampa membantah, karena bagi Kasih Ridwan sudah seperti kakaknya sendiri yang selalu menjaga dan merawatnya selagi ia jauh dari keluarganya.
"Baik lah kalo begitu, Kasih tunggu di rumah saja gak akan kemana-mana," Kasih menurut kata Ridwan.
Sekitar pukul 08.00 wib Ridwan dan Arya,berangkat meninggalkan rumah, Kasih di tinggal di rumah bersama seorang baby sister yang memang di sewa Arya untuk hari ini khusus untuk menjaga Kasih, memintanya untuk memastikan agar Kasih tetap aman saat mereka bertugas.
"Kami berangkat dulu ya, Kasih kamu di rumah yang nurut ya sama mba, kalo butuh apa-apa bilang sama mba biar dia yang bantu kamu," kata Arya sebelum pergi.
"Baik, om kalian hati-hati om tolong jagain Ridwan, jangan sampai tertangkap lagi oleh orang jahat itu," pinta Kasih berharap.
"Iya jangan khawatir Ridwan akan dengan selamat kembali ke rumah ini," uncap om Arya.
Setelah berpamitan dan berpesan banyak hal kepada baby sister seharinya mereka pun pergi meninggalkan rumah menuju markas bang barong, semua rekan sudah menunggu disana, Arya memberikan tugas ke Ridwan untuk berpura-pura tersesat nantinya berkeliaran di daerah lampu merah, dan saat bang barong menangkap Ridwan lalu para petugas yang mengintai akan mengikutinya pergi sampai ke markas.
Sampainya di tempat tujuan Arya kembali mengingatkan akan tugasnya Ridwan dalam membantu misi dari pihak polisi ini, dan meminta Ridwan untuk tetap tenang tidak perlu panil karena banyak mata-mata polisi yang mengawasi Ridwan sebelumnya Arya memang telah menyebar potonya Ridwan kepada rekannya.
"Yaudah yuk! kita mulai sekarang mamu gak usah takut ya Ridwan, kita selalu melindungi kamu ingat ini misi penyelamatan anak-anak yang tak berdosa!" pesan Arya membakar semanggat juang dalam dadanya Ridwan.
"Baik omm aku siap membantu untuk misi ini, semoga berhasil," kata Ridwan semanggat.
Sebelumnya Ridwan telah berganti baju yang terakhir ia pakai saat melarikan diri waktu itu, ia berpura-pura sedang mencari Kasih yang terpisah darinya saat berusaha untuk kabur.
Ridwan sudah turun ke tempat ia berjalan menyusuri lampu merah berpura-pura sedang mencari-cari dengan wajah yang berpura-pura panik, Ridwan tak mempethatikan ada dua pasang mata yang sedang mengawasi dari kejauhan, saat Ridwan sedang berdiri di dekat lampu merah mata yang terus melihatnya menghampiri Ridwan dan membawanya pergi dari lampu merah.
Ekspresinya di buat sangat terkejut agar meyakinkan sang mangsa agar memakan umpannya.
simpen==> simpan
bagus