NovelToon NovelToon
Terjerat Benang Merah

Terjerat Benang Merah

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Romansa / Konflik etika / Balas Dendam / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.

Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.

Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.

Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.

"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -

Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?

Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

????

"Roy, apa benar-benar tidak masalah kalau kau meminta bantuanmu?" Bianca merasa tidak enak karena belajar dari ahli peracik parfum terkenal seperti Roy, Bianca hanya cuma-cuma.

"Kau tenang sana Bianca, aku tidak mempermasalahkan apapun. Aku juga tidak akan pernah merasa tersaingi seandainya dirimu nanti bisa dikenal banyak orang. Setiap orang punya ciri khasnya masing-masing. Kau lebih ke parfum yang feminim dan menenangkan, sedangkan aku dominan parfum untuk laki-laki. Jadi kita berbeda, tidak usah khawatir!"

Bianca merasa lega mendengar penjelasan Roy. Bukannya dia merasa terlalu percaya diri kalah parfumnya akan melejit nantinya, tapi karena dia memang merasa tidak enak kepada Roy.

"Baiklah Bianca, sekarang tentukan dimana kau akan memproduksi parfummu. Kalau kau belum ada pandangan, kau bisa memakai tempatku dulu!"

"Apa Roy, tapi tempatmu kan tidak pernah menerima produksi dari orang lain?"

"Kau bukan orang lain, kau temanku!"

Bianca kembali merasa beruntung karena mengenal Roy, yah meski dia mengenal pria yang sudah cukup matang itu dari Elgard.

"Terima kasih banyak Roy!"

Mereka berdua lantas membicarakan tentang desain kemasan parfum milik Bianca nantinya, kemudian membuat website dan yang lainnya. Semua benar-benar diajarkan oleh Roy.

🌻🌻🌻

"Ayah, dari dulu Elgard selalu menuruti apa yang kau perintahkan, apa masalah pertunangan ini tidak bisa dibicarakan lagi?" Ami mencoba untuk membujuk suaminya yang keras kepala itu.

"Apa lagi yang perlu dibicarakan Bu! Mereka sudah berpacaran sangat lama, dan sudah waktunya mereka melanjutkan ke hubungan yang lebih serius, Ayah hanya membantu mereka!"

"Benar apa kata Ayah kalau apa yang Ayah memang membantu mereka. Tapi semua keputusan tetap ada di tangan Elgard. Entah dia ingin maju atau ingin mundur, atau mungkin masih butuh waktu lagi untuk hubungan mereka!"

"Sebenarnya Ibu kenapa? Aku rasa Ibu juga ikut-ikuan seperti Elgard yang mulai membangkang!" Joshep terlihat geram dengan istrinya.

"Bukan seperti itu maksud Ibu. Ibu hanya ingin kalau Ayan jangan ikut memutuskan lagi tentang hidup Elgard. Biar dia menentukan sendiri apa yang terbaik menurutnya. Menurut hatinya!" Ami tidak menyerah meski suaminya itu selalu dominan dan tidak bisa dikalahkan.

"Sudahlah, Ibu tidak usah ikut campur. Semua urusan Ayah, dan semua yang berkaitan dengan keluarga ini, Ayah yang akan mengaturnya. Lagi pula berita pertunangan mereka sudah menyebar ke mana-mana. Apa jadinya nanti kalau pertunangan itu batal? Apa Ibu tidak malu?"

Ami hanya bisa membuang nafasnya dengan berat ketika Joshep sudah pergi meninggalkannya dari ruangan itu dengan keputusan yang tidak bisa diganggu-gugat lagi.

Memang sebenrnya percuma saja bagi Ami untuk membujuk suaminya. Pria itu tidak pernah bisa menerima masukan dari siapapun termasuk istrinya sendiri. Beruntung kedua anaknya tidak ada yang memiliki sifat seperti Ayahnya itu.

"Bagaimana Bu?" Stephanie sejak tadi menunggu kabar dari ibunya yang sedang mencoba bicara dengan Ayahnya.

"Kau pasti sudah tau hasilnya seperti apa!" Jawab Ami dengan lesu.

Mereka berdua sudah tau kalau Elgard mulai ragu dengan Meriana, makanya Ami mencoba untuk bicara dengan suaminya siapa tau saja bisa sedikit mengundur acara pertunangan itu untuk memastikan lagi bagaimana perasaannya Elgard pada Meriana.

"Kenapa Ayah susah sekali mengerti kita Bu? Aku muak dengan sikap egois Ayah itu. Kapan dia akan sadar kalau sikapnya melukai istri dan anak-anaknya!" Stephanie bahkan tak pernah mengobrol dengan Ayahnya karena sifat Ayahnya yang menyebalkan seperti itu.

"Ibu juga tidak tau kenapa dia jadi seperti itu. Tapi untuk masalah Elgard dan Meriana, lebih baik serahkan saja pada Elgard, Ibu rasa Elgard tidak akan diam saja. Pasti dia sudah mencari cara untuk membatalkan pertunangan itu!"

Stephanie mengangguk dengan pelan, meski dia tak yakin adiknya akan berhasil mengingat pertunangan kini sudah tinggal lima hari lagi.

Kedua wanita itu sama-sama khawatir dengan nasib Elgard setelah pertunangan itu terjadi. Pasti setelah itu Ayahnya akan segera mendesak untuk pernikahan mereka.

Padahal mereka berdua tidak menyukai Meriana. Mereka yakin kalau Meriana tidak sebaik yang terlihat di media selama ini.

Di tempat lain, Elgard sedang memikirkan cara bagaimana untuk membatalkan pertunangan itu, atau minimal menunda dulu karena dia benar-bener tidak siap.

Dia bukan ragu lagi pada Meriana, namun dia sudah memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan hubungannya dengan Meriana. Dia merasa dirinya dan Meriana tidak searah lagi, jalan pikiran mereka tidak sama. Memang sejak awal Elgard menyadari tentang itu. Pandangan soal hidup mereka dari dulu berbeda. Tujuan hidup mereka juga berbeda, tapi karena dulu Elgard memang terlalu mencintai Meriana, makanya dia mengesampingkan itu semua.

Namun setelah ia semakin dewasa, usianya semakin matang, Elgard mulai menyadari semuanya. Yang terpenting dalam sebuah hubungan dalah pandangan hidup yang sama. Namun memang pada dasarnya dua orang jika disatukan dalam sebuah hubungan pasti memiliki pola pikir yang berbeda, tapi kalau setidaknya tujuan mereka sama, pasti akan lebih mudah.

Dulu Elgard tidak berpikir sampai ke sana. Yang dia pikirkan hanyalah kesenangannya saja. Terlebih dulu sifat Meriana yang pengertian dan selalu berpikir positif benar-benar menarik perhatiannya.

"Ada masalah apa sampai kau mengajakku ke sini?" Kevin datang setelah beberapa waktu Elgard menunggu sendirian di dalam club.

Entah mengapa saat ini dia hanya ingin minum untuk menghilangkan sedikit saja masalahnya yang sejak kemarin memenuhi kepalanya.

"Kau pusing karena perjuanganmu itu?"

Elgard hanya diam, dia kembali meneguk minuman yang terasa membakar lidahnya itu.

"Kenapa? Bukannya kalian sudah berhubungan begitu lama?" Heran Kevin.

"Aku mulai ragu dalam hubunganku dengan Meriana. Tapi Ayahku telanjur mengumumkan pertunangan kami!"

"Ragu? Kenapa?"

"Beberapa tahun terakhir ini aku menyadari kalau aku dan Meriana tidak sejalan. Dia tidak pernah mau mendengarkan apa yang aku inginkan. Dia selalu memutuskan apa pun tanpa melibatkan aku di dalamnya. Aku terkadang merasa dia tidak membutuhkanku. Aku tidak pernah melarangnya menjadi model, tapi aku hanya ingin dia tidak terlalu vulgar, tapi dia me gabaikan permintaanku. Dia bahkan sudah memperingatkanku kalau suatu saat nanti kami menikah dia tidak ingin punya anak dengan buru-buru. Dia masih ingin bebas mengembangkan sayapnya padahal aku ingin punya istri yang merawat kami meski tetap bekerja namun kami tetap prioritasnya. Aku sudah memberikan penawaran kepadanya, aku akan memberikan apa yang dia mau tapi dia tetap tidak mau, dia keras kepala!"

"Dia sering bepergian ke laut negeri bertemu dengan teman laki-lakinya hang banyak itu, tapi dia selalu bersikap positif padaku!" Lanjut Elgard.

"Tapi kenapa kau tidak dari dulu kau mengakhiri semuanya? Kenapa baru sekarang setelah Ayahmu menentukan pertunangan kalian?"

"Awalnya aku ingin memberi kesempatan Meriana untuk berubah. Tapi nyatanya semakin hari semakin menjadi. Apa lagi setelah dia bertemu Bianca. Pertunangan ini terjadi karena Meriana membujuk Ayahku!"

"Jadi semua ini karena Bianca?"

Elgard mengangguk, memang awalnya karena pertemuan Bianca dan Meriana.

"Jangan-jangan kau ragu dengan Meriana juga karena Bianca?" Selidik Kevin yang sebenrnya sudah menyadari tentang perasaan Elgard. Dia hanya ingin melihat reaksi Elgard saja.

Elgard malah terdiam, dia terlihat memikirkan sesuatu namun itu sudah menjadi jawaban bagi Kevin.

"Begini saja, lebih baik kau selidiki Meriana!"

"Maksudmu?"

"Apa selama ini kau percaya seratus persen pada kekasihmu itu?"

"Aku sempat berpikir seperti itu karena sifat posesif Meriana. Tapi..."

"Kau coba minta seseorang untuk mencari tahu tentangnya!"

1
antha mom
happy ending 👍👍👍👍👍👍👍👍
antha mom
makan thor ceritanya keren banget dan happy ending 👍👍
antha mom
bisa kok 😂😂
juwita
pdhl g udh dinpkirin dr spa itu. yg penting kenyang. klo ada sisa buat nanti mlm kan bisa drpd kelaparan🤣🤣
antha mom
uang bukan yang
antha mom
"terima kalah"atau terimakasih thor
Ayla Anindiyafarisa
karna aku cemburu bee😅😅
Ayla Anindiyafarisa
emang ayahmu setuju kalau kau sama Bianca El kurasa tidak
Ayla Anindiyafarisa
aku bacanya kok sambil nangis y thor😭😭
Ayla Anindiyafarisa
miris banget y Bianca tu beli mie aja g cukup duitnya😭
Suharti
👍👍👍👍👍👍
Suharti
ya soal cerita itu terserah otor .kan aku hanya tinggal menikmati.trimakasih.
Hera sasuwe
👍🏻
Wirly Pena
karya yg bagus thor, semangat 💪

halo temen2, jangan lupa mampir di " Aku istrimu, bukan babu mu "

terimakasih 🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sudah saatnya kalian bahagia.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Salah mu karna ga bijak untuk bicarakan dulu dengan Adel sebagai iatri mu dan mengambil keputusan sendiri... iatri mana yang ga akan salah paham kalau harus berhadapan dwngan masalah yang sama dan orang yang sama di saat Adel mulai memberi kamu kesempatan dan kepercayaan Kevin.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Iya lah MUAK sama istri suruh ngirit tapi uang mu bebas keluar besar²an demi Sofia... kan ga waras
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Banyak sekali typo Thor di tiap bab, dari kekurangan kata, kadang salah penempatan kata dan kadang kata yang hilang jadi bacanya suka bingung.. coba kroscek lagi ceritanya biar enak di baca.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hmmm... syukurlah kamu sadar Sofia jadi jangan ganggu lagi RT Kwvin Adel meaki dwngan alasan minta tolong...
mending jual saja rumahnya dari pada pusing² dan jadi beban trs kalau ada sisa uang bisa beli rumah yang kecil dan kalaupun ga ada sisa yang penting angsuran gadai sudah lunas dan kamu bisa kerja lagi buat kebutuhan sehari².
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hah syukurlah, akhirnya kamu sadar juga Vin.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!