Jadi pacar idol? Siapa takut! Maksud hati ke Korea untuk menempuh pendidikan. Siapa sangka Yana bertemu dengan Max, idol yang sedang naik daun. Hubungan mereka harus ditutupi dari khalayak umum demi keselamatan Yana. Perjuangan kisah cinta orang biasa dan artis dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva IM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Solo
Bubarnya DAMN! menambah jam kerja Max. Debut solonya sudah berlangsung beberapa minggu lalu tapi sampai sekarang dia tidak punya jadwal untuk istirahat bahkan satu hari pun. Tenaganya terus saja dihisap untuk mengisi pundi-pundi manajemen artisnya. Kalau para pegawai IM Entertainment tahu adalah anak bos besar mereka apakah perlukaan mereka akan sama? Jawabannya tentu iya. Sejauh ini Max menyembunyikan identitasnya dengan baik. Tindakan gegabah akan menghancurkan segalanya. Kasus keluarnya Gongmin cukup membuatnya tak bereaksi karena alasan tersebut. Max masih enggan membuka jati dirinya.
"Hyung.. kapan aku bisa libur?" Max merengek pada Seo Woon yang sibuk mengotak-atik tabletnya.
"Jadwalmu padat sampai bulan depan.." Woon tak menoleh sama sekali ketika menjawab Max.
"Ya Tuhan.. tak bisakah mengosongkan jadwalku untuk dua atau tiga hari saja?" Kegigihan Max patut diacungi jempol.
"Tidak. Bahkan aku sudah banyak menolak tawaran yang masuk. Tahanlah sampai bulan depan.."
Max mendengus kesal. Dia menjatuhkan tubuhnya di kursi mobil dengan kasar. Matanya terpejam sebentar. Dia tidak lelah. Dia hanya rindu Yana. Apa karena sudah lama tidak menyentuh Yana? Tubuh Max akan terguncang hanya dengan membayangkan wajahnya. Tiga minggu, lebih dari tiga minggu mereka tak bertemu. Ini adalah rekor barunya. Dia takkan tahan lebih dari seminggu tidak bertemu Yana. Tapi ini tiga minggu, bayangkan. Max bisa jadi terlihat tenang di luar tapi ada badai di dalamnya. Mungkin sedikit gesekan dari luar bisa mengakibatkan pertumpahan darah.
"Apakah karena Yana?" Woon tampaknya peka dengan kegelisahan Max.
Sepupu sekaligus anak asuhnya itu akan menjadi pendiam jika dia sedang kesal.
"Siapa lagi.." Max masih terpejam.
"Tidak lama. Tahanlah sampai bulan depan.."
"Andai bisa hyung.. hanya tiga minggu rasanya tiga ratus tahun. Andai aku bisa leluasa membawanya kemana saja.. aku pasti tidak akan gila seperti ini.."
Seo Woon diam. Dia tak mengira Yana mengambil peran sangat penting pada emosional Max. Dia kira Max hanya main-main. Setelah beberapa saat Yana akan dicampakkan karena Max yang mudah bosan. Namun prediksinya salah. Mereka mampu bertahan hampir satu tahun. Apa yang Yana miliki hingga mampu memenangkan hati Max? Diam-diam Woon penasaran.
"Bawa saja.. tidak akan ada yang protes.." Timpal Woon datar.
"Hyung gila! Mana mungkin aku membawa Yana. Dia bisa jadi sasaran fans fanatik atau anti fans.. aku tidak sebaik hati itu melemparkan Yana ke mereka!" Mata Max terbuka lebar. Ucapannya berapi-api.
Raut wajah Woon menegang. Dia salah ucap. Pikirannya tidak fokus makanya ucapan yang keluar dari mulutnya salah.
"Maaf Max. Aku tidak bermaksud begitu.. kamu terlihat uring-uringan beberapa hari ini.. apakah perlu aku kosongkan jadwalmu besok malam untuk bertemu Yana?" Rayu Woon.
"Hanya besok malam?"
"Tapi tidak ada waktu luang lagi. Jadwalmu benar-benar padat.."
"Setidaknya aku butuh tiga hari untuk mengajak Yana jalan-jalan hyung.. dia punya pacar artis dengan uang melimpah tapi tidak sekalipun dia diajak berkencan dengan benar.. aku ingin membawanya ke luar negeri.."
"Apa? Itulah resikonya jadi artis yang punya hubungan Max. Dari awal aku kan sudah memberitahumu.."
"Hyung! hyung tega sekali padaku. Hyung tidak mendukung hubungan kami ya? Aku tahu sekarang. Hyung pasti berharap aku putus dengan Yana kan?"
Woon mendelik. Bagaimana bisa pemikiran itu keluar dari otak Max. Woon geleng-geleng kepala.
"Pemikiran apa itu Max? Tentu saja aku mendukungmu. Jika tidak aku sudah membocorkan hubungan kalian ke wartawan.." Woon dibuat minta ampun menghadapi kelakuan Max yang konyol.
"Kalau hyung mendukung kami berarti bisa mengosongkan jadwalku beberapa hari kan?"
Lah ini.. senjata makan tuan. Dalam hati Woon memaki.
"Tidak bisa. Jika jadwal dirubah ada beberapa sponsor yang harus dibatalkan. Kalau dibatalkan kita harus membayar ganti rugi Max.."
Perdebatan ini sepertinya akan panjang karena salah satu pihak tidak ada yang mau mengalah.
"Aku yang akan membayarnya.." Max tak mau kalah.
"Jangan bodoh. Imbasnya bisa meluas. Jangan menyeret orang lain demi urusan pribadi seperti itu Max. Kamu tidak memikirkan akibatnya pada perusahaan?" Maksud Woon adalah IM Entertainment.
"Kenapa rumit sekali sih!" Max teriak frustasi.
"Besok malam atau tidak sama sekali.."
"Arrggghhh.. debut solo sialan!" Teriak Max lantang.
Untung saja di dalam mobil hanya ada mereka berdua. Mobil itu menuju salah satu kawasan elit di Seoul. Jadwal Max kali ini adalah pertemuan untuk syuting iklan yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Bersambung...
Aku baca ulang yang entah ke berapa kaliik 💐
kereenn..kereenn..kereenn...👍👍👍
kenapa harus bilang spt itu, kalau cuma sandiwara...
yana....bagus...jaga harga diri kamu...