Seluruh bangunan yang berada di pulau Kanawa terancam di gusur, karena kepemilikannya berpindah tangan pada pria asing berasal dari Jerman. Yang akan merubah semua isi pulau tersebut untuk di jadikan tempat wisata yang akan menambah kekayaannya.
Pria asing itu adalah Jerricco
Alessandro, pria sukses dalam bidang teknologi dan wisata mancanegara.
Tidak ingin mata pencaharian warga hilang begitu saja karena ke serakahan pria itu, Damara harus merelakan diri menjadi istri Jerry, agar dirinya serta seluruh warga pulau Kanwa tetap bisa bekerja dan mencari pundi-pundi rupiah.
"Hidupnya harus membawa banyak keuntungan besar untukku!" pria paru baya tersebut menyeringai sambil memandangi foto wanita berparas cantik dengan rambut sebahu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Almahyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjauhlah!
“Menjauhlah!” titah Fernandes kepada Mira serta keempat pria penjaga yang ada di ruangan itu.
Fernandes dan Jerricco berdiri di tengah-tengah ruangan, mata keduanya saling bertatap. Fernandes tersenyum menyeringai melihat keberanian Jerricco, ia melebarkan kakinya sebatas bahu lalu mengeluarkan pedang katana miliknya.
Katana menyandang mata pedang yang mengarah ke atas, berbeda dengan mata pedangn yang mengarah ke bawah. Pedang katana di buat berbeda untuk mempermudah seorang samurai dalam melakukan aktivitasnya, termasuk sumpah darah, cukup dengan menarik sedikit saja gagang pedang dan menggoreskan ibu jari pada mata pedang.
Jerricco menarik nafas lalu mengeluarkan pedang miliknya, sebenarnya Jerricco tidak suka bermain pedang karena terlalau banyak risiko yang di ambil jika tidak ahli dalam menggunakannya. Selain itu pedang juga hanya bisa di mainkan dengan jarak dekat, Jerricco lebih suka menjatuhkan musuh dari jarak jauh menggunakan senjata api.
Ada wanita yang harus ia perjuangkan demi kebahagiaan mereka, Jerricco rela melakukan ini untuk Mira. Meskipun bisa saja Fernandez mengambil nyawanya hari ini juga, tapi dia sudah berjanji pada Mira semua akan baik-baik saja. Dia hanya meyakinkan dirinya, berharap tuhan membantunya.
Jarak Jerricco dan Fernandes sebatas pedang mereka, kedua tangan Jerricco memegang erat pedang, instingnya menunggu gerakan Fernandes. Dengan santainya Fernandes mengayunkan pedangnya dari sisi kanan perutnya siap menebas leher Jerricco .
Beruntung Jerricco menangkap pergerakan dan menangkis gerakan Fernandes, kesempatan baginya untuk memberikan perlawanan mengarah pada bagian perut Fernandes. Tapi sayangnya Fernandes bukan tandingan Jerricco jelas dia bisa membaca setiap pergerakan amatir Jerricco.
Mereka beradu saling menyerang satu sama lain, kaki Fernandes bergeser ke depan terus-menerus memberikan serangan, sementara Jerricco hanya bisa menangkis setiap serangan dengan kaki yang terus bergeser mundur karena tidak memiliki kesempatan untuk melawan.
‘Trang ... Trang ....'
Suara nyaring yang keluar dari pedang yang beradu terdengar mengerikan, bagaimana tidak Fernandes tidak henti-hentinya menyerang Jerricco, beruntung Jerricco bisa fokus untuk menangkis dan memberikan perlawanan ke pada Fernandes.
Air mata Mira mengalir melihat dua pria yang dia cintai sedang bertarung di depannya, “Papa berhenti!” pekik Mira di tengah tangisnya.
Jerricco yang mendengar suara Mira kehilangan fokusnya hingga serangan ujung pedang Fernandes mengenai pahanya.
Senyum meremehkan tercetak jelas di bibir Fernandes, belum puas ia kembali memasang kuda-kuda untuk kembali memberikan serangan pada Jerricco.
Rasa perih di pahanya ia hiraukan, dia akan terus mencoba melawan hingga Fernandes mengalah dan memberikannya restu.
Tubuh Mira lemas seketika, saat melihat celana Jerricco yang sobek mengeluarkan darah segar. Dia ingin menghentikan pertarungan itu, apalagi Mira melihat sendiri bagaimana Papanya memberikan serangan yang membabi buta.
“Papa cukup, aku sedang mengandung anak Jerricco jangan ambil nyawa ayah dari anakku Pa.”
Serangan Fernandes berhenti seketika, mendengar ucapan putrinya. Amarahnya naik ke ubun-ubun, Jerricco sudah keterlaluan hingga membiarkan Mira hamil dan itu bagaikan kotoran yang sengaja Jerricco lemparkan padanya.
Jerricco bisa menarik nafas sebentar saat melihat Fernandes yang menghentikan gerakannya karena ucapan Mira. Tapi kini tatapan Fernandes benar-benar membunuh seperti siap untuk merenggut nyawanya.
Mira yang melihat Fernandes mengangkat pedangnya, berlari dan melindungi Jerricco dari serangan Fernandes.
Kejadian itu begitu mengejutkan, dari jarak dekat Jerricco melihat Mira yang meringis saat benda tajam itu melukai tubuhnya.
Kenapa setelah menikah terjesan spt gadis cengeng..?
koq aku ga paham yaa