NovelToon NovelToon
Fall In Love With You, Mr Tomi.

Fall In Love With You, Mr Tomi.

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

"Saya mohon menikah lah dengan putri saya! Putri saya sangat mencintai nak Tomi. Waktu saya tidak lama lagi, dan saya akan pergi dengan tenang jika sonia telah menikah." Tangis Sonia semakin pecah mendengar permintaan Daddy-nya sedang kritis di rumah sakit, kepada pria yang sudah setahun terakhir dicintainya secara diam-diam. Ya, diam-diam, sebab Sonia tidak pernah mengutarakan perasaannya terhadap pria itu kepada siapapun, termasuk pada Daddy-nya.

Sonia memang sangat mencintai pria yang merupakan bosnya tersebut, akan tetapi Sonia juga tidak ingin menikah dengan cara seperti itu. Ia ingin berusaha menaklukkan hati Pria bernama Tomi tersebut tanpa permintaan atau paksaan dari pihak manapun. Namun kondisi Daddy-nya yang sedang sekarat membuat Sonia tak tega untuk banyak berkata-kata, apalagi untuk menolak.

Akankah pernikahan Sonia berjalan layaknya pernikahan bahagia pada umumnya, atau justru kandas ditengah jalan, mengingat Tomi tidak memiliki perasaan apapun terhadap Sonia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19.

Meski ia tak yakin Tomi akan percaya padanya, mengingat Cili adalah mantan terindah dari masa lalu Tomi, Sonia tetap mengutarakan pembelaan atas dirinya sebab faktanya ia memang tidak melakukan apa yang dituduhkan oleh Cili. Sonia berusaha menguatkan hati untuk menerima kenyataan jika Tomi justru membela Cili. Wanita itu hampir putus asa, dipermalukan di depan banyak orang seperti ini pasti sangat menyakitkan bagi siapapun, tak terkecuali bagi Sonia. Terlebih, besar kemungkinan suaminya justru akan lebih percaya pada ucapan sang mantan ketimbang dirinya, yang notabenenya istri tak diinginkan.

"Apa yang dikatakan oleh Nona Cili benar, tuan, kemarin Nona Sonia yang menyarankan Nona Pricilia menggunakan kostum yang terlihat pada video iklan." Tatapan tajam Tomi tertuju pada Ambar yang terdengar membenarkan ucapan Cili.

"Apa anda mendengar sendiri Nona Sonia memberi saran demikian? Atau mungkin anda punya bukti, Bu Ambar?." Nada Tomi terdengar begitu dingin dan menusuk.

Sembari menahan tubuhnya yang mulai gemetar ketakutan menyadari tatapan Tomi, Ambar menggelengkan kepalanya.

"Jika tidak mendengarnya secara langsung serta tidak memiliki bukti apapun, lalu bagaimana anda bisa ikut melayangkan tuduhan itu terhadap Nona Sonia, Bu Ambar?." Lagi-lagi, pertanyaan dingin Tomi mampu membuat sekujur tubuh Ambar membeku. Wanita itu serasa berada di tengah gunung salju.

"Nona Pricilia yang mengatakannya pada saya kemarin, tuan. Dan saya yakin beliau berkata jujur." Dengan memberanikan diri Ambar menjawab.

Tomi langsung melebarkan senyum dibibirnya. Senyum yang justru terlihat menakutkan di mata para pegawainya, terutama di mata Ambar yang menyeret dirinya dalam masalah ini.

Tomi menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi yang ditempatinya, sementara tatapannya masih tertuju pada Ambar yang duduk tepat disebelah kanan Cili.

"Baiklah...Sebagai pimpinan perusahaan, saya akan mencari bukti untuk mengetahui kebenarannya. Tetapi, sebagai seorang suami, saya tidak perlu bukti untuk percaya pada ucapan istri saya." Dengan tegas Tomi berkata demikian seraya mengalihkan pandangannya pada Sonia. Saat memandang ke arah istrinya itu, tatapan Tomi berubah lembut, tidak seperti saat pria itu menatap ke arah Cili dan Ambar.

Deg.

Bukan hanya Sonia yang terkejut mendengar pengakuan secara tidak langsung dari Tomi, tapi semua yang berada diruang auditorium tersebut ikut terkejut bukan main mendengarnya. Sekalipun tidak menyebutkan nama seseorang yang disebutnya sebagai istri, namun semua pegawai di sana tak bodoh untuk menafsirkan, sebab dengan terang-terangan bos mereka tersebut menatap pada Sonia saat berkata demikian.

Kedua bola mata indah milik Sonia nampak berkaca-kaca. Sungguh, ia tidak berekspektasi bahwa Tomi akan berada di pihaknya, apalagi sampai mengakui dirinya sebagai istri di depan para pegawainya. Walaupun tidak dicintai oleh Tomi, tetapi Tomi masih menghargai dirinya sebagai seorang istri, masih menaruh kepercayaan padanya.

"Terima kasih, mas Tomi." Batin Sonia seraya membalas tatapan dalam suaminya itu.

"Ya Tuhan.... ternyata tuan Tomi Andrean sudah menikah dan istrinya adalah Nona Sonia."

"Mereka sangat cocok, serasi. Yang satu ganteng, yang satu cantik."

"Ternyata tuan Tomi sudah menikah, dan itu artinya tak ada lagi kesempatan untuk seseorang dari masa lalu."

Terdengar bisik-bisik para pegawai setelah mengetahui kebenaran tentang hubungan Tomi dan Sonia, dan itu masih terdengar oleh Cili. Kalimat sindiran yang berhasil membuat Cili sontak mengepalkan kedua tangannya.

"Baiklah, pertemuan ini saya anggap cukup sampai di sini. Dan untuk anda, Bu Ambar." Tomi menuding ke arah Ambar. "Saya harap hasil berikutnya bisa jauh lebih baik dan tak lagi mengecewakan!."

"Baik, tuan." Ambar hampir tak kuasa menegakkan kedua kakinya. Pengakuan bosnya barusan tentang hubungannya dengan Sonia membuat sekujur tubuh Ambar terasa lemas. Seandainya ia tahu sejak awal jika Sonia adalah istri Tomi, Ambar pasti tidak akan menyeret dirinya pada masalah ini, ia pasti memilih diam karena sejujurnya ia tak mendengarnya secara langsung. Bisa jadi Cili berdusta, dan sengaja ingin mengkambing hitamkan orang lain atas kesalahannya.

"Semoga saja tuan Tomi tidak sampai memecat aku." Dalam hati Ambar penuh penyesalan. Dengan tak bersemangat Ambar kembali ke ruang divisinya.

Sonia kini telah kembali ke meja kerjanya, begitu pula dengan Tomi yang kini telah kembali ke ruangannya. Pria itu terlihat duduk di kursi kebesarannya dan meregangkan otot lehernya yang terasa sedikit pegal.

Tomi menghubungi Sonia melalui sambungan interkom dan meminta wanita itu segera ke ruangannya. Asisten Azam cukup peka, buktinya pria itu pamit meninggalkan ruangan tuannya.

"Tok..tok...tok.."

"Masuk."

"Leherku rasanya pegal." Keluh Tomi saat Sonia sudah berdiri di depan meja kerjanya.

"Pegal?." Cicit Sonia dan Tomi mengangguk membenarkan.

Sonia terlihat bingung.

"Jika suami mengeluh pegal semestinya beri pijatan lembut, bukannya malah bengong seperti itu, Sonia Margaretha!."

Sonia lantas beranjak ke belakang kursi suaminya.

Tomi perlahan memejamkan matanya saat jemari lentik sang istri mulai menyentuhnya, memberi pijatan lembut. Sebenarnya Tomi tak benar-benar merasa pegal, ia hanya ingin bicara berdua dengan Sonia.

"Sonia.....Mas sedang berusaha mengembalikan situasi dan keadaan agar kembali seperti sediakala, dan mas minta padamu untuk menaruh kepercayaan pada mas. Sebelumnya, mas tidak tahu menahu jika ternyata model baru yang akan bekerja sama dengan Andrean Group adalah Pricilia. Andaikan mas tahu sejak awal, mas pasti tidak akan menandatangani kontrak kerja sama dengannya."

"Sonia...Apapun alasan sehingga kita sampai menikah, mas tidak pernah berniat mengkhianati pernikahan kita, apalagi sampai berniat kembali pada seseorang dari masa lalu." Tomi membuka matanya, menggenggam tangan Sonia yang tengah memijat bahunya, menuntun wanitanya itu ke hadapannya.

Semua perkataan serta tatapan dalam Tomi ibarat air dingin yang mampu menyejukkan hati Sonia yang akhir-akhir ini tengah gundah akibat kehadiran wanita bernama Pricilia Marda.

Tomi menuntun Sonia duduk di pangkuannya. Sungguh, baru kali ini Sonia merasa Tomi memperlakukan dirinya dengan begitu lembut, selain di saat mereka sedang bercinta.

"Temani mas dalam menyelesaikan semua permasalahan ini, Sonia! Tetaplah di sisi mas untuk berjuang bersama, istriku." Batin Tomi yang kini membenamkan wajahnya pada tengkuk leher sang istri.

*

Di waktu yang sama namun di tempat yang berbeda, Abil dan Raja tengah berada di sebuah hotel. Kebetulan keduanya diundang untuk mengisi acara seminar. Berhubung sudah cukup lama mereka tak berjumpa, baik Abil dan juga Raja sepakat untuk mampir ke cafe favorite mereka untuk sekedar ngobrol-ngobrol usai mengisi acara seminar nanti.

Dua jam berlalu, kini Abil dan Raja telah berada di cafe favorite mereka. Meski formasi kurang lengkap karena absennya Tomi, obrolan kedua pria tampan dengan porsinya masing-masing tersebut terus berlangsung, hingga tiba-tiba secara tidak sengaja Raja membahas tentang sosok Cili yang kini telah kembali setelah menghilang bak ditelan bumi lima tahun lalu.

"Jadi, kau belum tahu jika mantan tunangan Tomi itu telah kembali?." Tanpa ditanya sekalipun, ekspresi dan reaksi Abil sudah cukup menjadi jawaban bahwa pria itu tak tahu menahu tentang kembali Cili, dan hal itu membuat Raja jadi menyesali perkataannya. Jika tahu Abil belum mengetahuinya, akan lebih baik ia tidak mengatakan apapun tentang Cili. Raja khawatir Abil akan murka pada Tomi, apalagi jika tahu saat ini Cili terikat kontrak kerjasama dengan Andrean Group.

"Aku tidak peduli dia telah kembali atau tidak, selagi dia tidak mengganggu kehidupan Tomi dan Sonia, tidak ada urusannya denganku." Balas Tomi. Meski kesal mendengar kembalinya masa lalu dari salah satu sahabatnya baiknya tersebut, Abil tetap berpikir realistis.

"Nampaknya Abil benar-benar akan murka jika tahu yang sebenarnya terjadi saat ini. Semoga kau akan tetap baik-baik saja, Tomi." Batin Raja, mencemaskan Tomi jika sampai informasi tentang kontrak kerjasama Andrean Group dan Cili diketahui oleh Abil yang merupakan kakak sepupu Sonia.

1
Uba Muhammad Al-varo
Tanggerang hadir kakak Author 🙏🙏💪💪💪💪💪
Uba Muhammad Al-varo
cilli....... bukan nya sadar malah tambah gila karena obsesi dan keegoisanmu dan karena perbuatan ini juga kamu akan berakhir menderita dan menyesal, nggak mau menurut sih apa yang dikatakan oleh Linda 👿👿
sutiasih kasih
cili cari hidup susah...
Ami LeoGirl
Lajutkn up semangt
Lentera Aksara
kota udang hadir Thor 😁
Nurminah
jangan sampe kejebak ama obat perangsang ya Thor jujur muak liatnya
secret
akhirnya perjuanganmu membuahkan hasil tom, hrs hati2 karena si cabe blom kapok
secret
Palembang thorr, salam kenal dari wong kito galo😁
Lusi Hariyani
hati2 tomi jaga sonia bahaya mengancam
Syifa
kaka yg banyak donk aplopnya
Ayila Ella
waduh gawat si ular mau bikin olah
Syarifah
Penajam Paser Utara Kaltim Thor 🙏
Lia siti marlia
iya tom kamu harus hati hati sama c cili jaga sonia dengan baik kalau sampai terjadi lagi bisa bisa kamu gak ketemu sama sonia untuk waktu yang tidak bisa di tentukan ....halo kak aku dari garut jabar 🥰
Dwi ratna
Cilapop kak alias Cilacap, tau gk daerah itu? hehehe 🫣🫣🫣
Delvyana Mirza
Iya Tom,si ulat bulu,da punya rencana yang menjijikkan,yang membuat kesal,
Uba Muhammad Al-varo
begitu cintanya Tomi ke Sonia, membuat dia melakukan segala supaya Abil mau beri ijin Tomi membawa Sonia pulang ke rumahnya 💪💪💪
Lentera Aksara
lucu ih Tomi demi istri apapun dilakukan🤣🤣🤣
Lia siti marlia
hahaha semangat terus tom demi luluhin hati abil dan merjuangin istri dan calon anak mu
Lusi Hariyani
wuih g main2 efort y tomi buat jemput sonia...ksh pelajaran dl si tomi abil biar g ulangi lg
secret
lihatlah abil perjuangan kawanmu itu, jgn smpe dia stress beneran karena terus dihalangi ketemu istrinyaaa🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!