NovelToon NovelToon
Dari Musuh Jadi Candu

Dari Musuh Jadi Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Martha ayunda

Clara Adelin, seorang gadis bar bar yang tidak bisa tunduk begitu saja terhadap siapapun kecuali kedua orangtuanya, harus menerima pinangan dari rekan kerja papanya.
Bastian putra Wijaya nama anak dari rekan sang papa, yang tak lain adalah musuh bebuyutannya sewaktu sama sama masih kuliah dulu.
akankah Clara dan Bastian bisa bersatu dalam satu atap? yuk simak alur ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martha ayunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kecurangan Alisa

"sial! Sial! Kita tidak bisa lagi memanfaatkan uang dari perusahaan. Rupanya Bima telah menutup akses kita, kamu harus cepat cepat mendesak mama, jangan diam saja Alisa!." ucap Bagas yang terlihat kesal karena sudah berkali kali gagal membobol uang perusahaan.

"kamu nggak dengar mama ngomong apa? Kita harus bersabar dulu, paling tidak untuk dua bulan ke depan, tunggu Bima tumbang baru kita bisa menikmati kembali harta kekayaan anak bodoh itu!."

"tapi aku butuh uang itu Alisa! Aku malu sama teman teman kalau nongkrong nggak traktir mereka makan makan!."

"ck! Yaudah kamu pake uang aku saja dulu, entar juga dapat ganti dari harta Bima." ujar Alisa yang memang sangat mencintai Bagas, padahal Bagas hanya ingin memanfaatkan Alisa untuk memuaskan kebiasaannya main j*di online.

"kamu masih ada simpanan?." tanya Bagas yang langsung menatap Alisa.

"tentu saja, bentar aku transfer ke rekening kamu ya!."

Alisa mengotak Atik ponselnya sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Bagas, tak lama kemudian terdengar suara notifikasi pesan masuk di ponsel Bagas.

"udah sayang, memangnya kamu mau nongkrong dimana sih?." tanya Alisa sembari meletakkan ponselnya diatas meja.

"belum tau, nunggu kabar dari teman teman, kamu mau ikut?." Bagas balik bertanya sambil mengecek saldonya.

bibir pria itu tersenyum tipis lalu kembali mengantongi ponselnya.

(lumayan 20 juta! moga moga gacor malam ini.) batin Bagas.

"aku dirumah saja lah, males keluar." balas Alisa yang tangannya mulai bergerilya merayap di dada suamimu.

"lagi pengen ya?." Bagas membalas kenakalan tangan Alisa.

"iya dong." Alisa makin bersemangat melakukan aksinya.

"tapi tambahin ya uangnya, aku mau nge-gym juga nanti, biar makin kuat ngeladenin kamu di ranjang." rayu Bagas.

"boleh sayang, kamu memang suami yang paling pengertian, aku akan memberikan apapun yang kamu minta asal kamu bisa buat aku puas" balas Alisa yang memiliki nafsv tinggi diatas ranjang.

Keduanya pun bergumul sampai Bagas hampir menyerah, pria itu harus membuat Alisa senang demi bisa mendapatkan uang untuk menyalurkan hobinya.

Sementara itu di tempat lain, Bima sedang duduk bersama Andre yang sudah membawa hasil tes makanan milik Bima, Bima memilih bertemu di sebuah bar.

"bagaimana hasilnya?." tanya Bima sambil menuangkan minuman ke gelas.

"seperti yang loe duga, makanan itu mengandung racun yang lumayan mematikan kalau si konsumsi dalam jangka panjang dan dosis rendah."

"efek dari racun ini akan menggerogoti imun tubuh, kamu akan kehilangan berat badan dan kerusakan kulit secara perlahan, dan yang lebih membahayakan, racun tersebut juga bisa membentuk sel kanker, jadi lo harus berhati hati dengan keluargamu Bim.

Bima menyimak penjelasan dari Andre dengan serius, sesekali ia mengusap wajahnya lalu menghela nafas berat.

"ciri ciri yang loe sebutkan itulah yang di derita papa gue semasa hidupnya, papa kehilangan berat badan secara drastis dan ada indikasi beliau terkena penyakit kanker, tapi sebelum dokter memvonis kanker apa yang beliau idap, papa keburu meninggal."

Andre menghela nafas panjang lalu menatap Bima penuh tanda tanya, pria itu belum tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan temannya itu.

"mama tak sebaik yang gue kira ndre....

Bima pun menceritakan apa yang tengah terjadi antara dia dan keluarga baru mamanya, Andre terperanjat mendengar apa yang di katakan oleh Bima, dahi pria itu Sampai bertautan saling kagetnya.

"Bim, sebaiknya loe segera melaporkan hal ini ke pihak berwajib, bukti bukti sudah lengkap, loe mau nunggu apa lagi!." saran Andre yang khawatir akan keselamatan Bima.

"tidak ndre, menurutku jika melapor ke polisi akan sangat menguntungkan bagi mereka, gue ingin mereka merasakan sakitnya jadi gue! akan gue balas perbuatan mereka dengan yang lebih pedih." tolak Bima.

"gue sudah Mulai membenahi aturan perusahaan, tak seorang pun dari mereka yang bisa dengan seenaknya menikmati uang dari jerih payah almarhum papa, termasuk mama!."

"tapi loe harus ekstra hati hati Bim, bisa jadi mereka makin nekat!." pesan Andre dengan raut penuh kekhawatiran.

"makasih atas perhatiannya ndre, gue tahu apa yang harus gue lakukan." Bima tersenyum penuh arti lalu menyimpan hasil tes makanan tadi ke dalam tas kerjanya.

Mereka lanjut mengobrol seputar permasalahan Bima sambil menikmati hingar bingar musik di bar tersebut, bau aroma minuman dan kepulan asap rokok berbaur menjadi satu di ruangan yang cukup luas itu.

****

"ma, bagaimana ini?! Kok aku nggak bisa mengambil uang di perusahaan seperti biasanya, mana uangku sudah dihabiskan lagi sama Bagas!."

Alisa mendekati Marina yang sedang duduk santai di tepi kolam sambil menikmati jus buah segar miliknya.

"loh, bukankah mama nyuruh kamu untuk bersabar sementara waktu nak? Seharusnya kamu ngerti dong, jangan boros boros dulu sampai Bima bisa kita Singkil." sahut Marina seraya meletakkan gelasnya.

"lalu bagaimana dong ma, ini hari Minggu! Alisa ada janji sama teman teman sosialita Alisa. Alisa malu kalau sampai nggak dateng!." rengek Alisa seraya menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi.

"yaudah kamu butuh uang berapa sih?." tanya Marina dengan nada lembut, sangat kontras saat dia sedang berbicara dengan Bima.

"cuma dikit kok, aku butuh seratus jutaan buat beli tas sama sepatu baru, nanti sisanya buat makan makan sama teman."

"seratus juta?." Marina langsung menatap kearah Alisa.

"ck! Itu kecil ma, masak mama nggak punya, nggak mungkin kan?."

"Lagian Alisa mau beli tas sama sepatu yang bagus, nanti kan untuk menunjang penampilan Alisa saat menjadi pimpinan perusahaan kita ma, pasti mama juga kan yang bangga kalau melihat aku berpenampilan dengan gaya elit!." imbuh Alisa.

"oke oke, mama transfer sekarang juga. Kamu beli baju sekalian buat ngantor, belinya yang branded, jangan yang murahan." ujar Marina yang langsung mengambil ponsel miliknya yang dari tadi tergeletak diatas meja.

"siap ma!." Alisa langsung mendekat lalu memperhatikan nominal angka yang di rekan oleh Marina.

(seratus lima puluh juta, waahh....) batin Alisa seraya memeluk Marina dari samping.

"udah." ucap Marina.

"makasih ya ma, mama memang yang terbaik deh buat Alisa!." Alisa mencium pipi Marina lalu segera berlalu pergi.

(dasar bodoh! mau maunya aku kibulin!.) Alisa membatin sambil melangkah cepat menuju kamarnya.

"dengan uang ini aku bisa menyewa laki laki untuk menemani aku sampai malam, aku bisa ambil dua orang sekaligus!." ucap Alisa kegirangan.

Alisa langsung menghujam seseorang agar mencarikan dua pria sesuai yang ia inginkan, setelah itu dia bergegas pergi menuju sebuah hotel yang sudah di janjikan oleh orang tersebut.

Sementara Marina merenung setelah memeriksa sisa uang dalam rekeningnya, wanita itu tampak termenung sejenak saat saldo di rekeningnya tinggal 10 jutaan.

"tapi tidak apa apa, toh nanti Alisa yang akan merawat ku jika aku sudah tua nanti, aku ingin hidup tenang bersama mas Sofyan." ucap Marina berbicara sendiri, tak lama kemudian bibir wanita itu menyunggingkan senyum penuh arti.

1
Nur Halida
sekarang aku dukung bima berjodoh dg eria😄😄😄
Martha ayunda: ikut mendukung ah 😄
total 1 replies
Nur Halida
cinta pertama yg buat marina merana dan bisa membunuh orang mencintainya.. makan tu cinta pertama😄😄😄
Martha ayunda: cinta yang menyesatkan ya kak 🤭
total 1 replies
Nur Halida
setelah sekian lama baru sadar kau marina..
Martha ayunda
masa harus sama Eria sih kak, bisa bisa perang tiap hari 😄
Nur Halida
buatlah marina sadar thor dan si sofyan dan keluarganya minggat dari kehidupan bima . biar bima bisa bahagia dg eria juga gak apa🤭
Nur Halida
bener eria
Nur Halida
mampus kau marina .. awas aja kamu kalo masih percaya dan belain si sofyan..
Martha ayunda: 😄 kebangetan kan
total 1 replies
Nur Halida
kan bener kan marina gak percaya sama bima... kasian banget bima
Martha ayunda: 🤭 kk paling bisa deh
total 1 replies
Nur Halida
pasti si sfyan bisa ngeles dan marina makin benci bima...
Nur Halida
next thor..
Martha ayunda: siap kk
total 1 replies
Martha ayunda
iyankak iya 😄
Nur Halida
jangan salah ya bas .. bimaku itu ceo tauuuuu mungkin fia lebih kaya dari kamu
Nur Halida
bima emang keren eria... aku fansnya bima 😄
Nur Halida
udah gak apa2 clara sama bastian .. bima sama eria aja yg imut2😄😄
Martha ayunda: kak nur ame siape dong? 🤭
total 1 replies
Nur Halida
udah ada calon pelakor rupanya. ...
Martha ayunda: apakah benar begitu? 🤭
total 1 replies
Nur Halida
ehhh siapa nih yg sensi??
Martha ayunda: siapa ya? 🤔🤭
total 1 replies
Nur Halida
yaaaahh akhirnya clara sama bastian juga nikahnya ... semoga bima dapet jodoh yg lebih baik dan lebih s3galanya dari clara ...
Nur Halida
aku selalu mendukungmu bima..😍
Martha ayunda: kirain dukung authornya 😄
total 1 replies
Nur Halida
pokoknya aku tetap dukung bima dan clara ... gak suka banget sama bastian
Martha ayunda: 😭 kak
total 1 replies
Nur Halida
kok bisa sih ada ibu kayak gitu .. jahat banget.. apa di dunia nyata juga ada ya ibu kayak gitu?
Martha ayunda: ada kak di daerah othor, anaknya jadi gila.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!