NovelToon NovelToon
Kultivator Tanpa Bakat

Kultivator Tanpa Bakat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Tamat
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Apa jadinya jika kau lahir tanpa bakat dan harus kehilangan satu-satunya orang yang kau cintai? itulah hal yang di alami oleh Xiao Chen.

Tapi suatu hari dia menemukan Kristal yang dapat memutar balikan waktu dan ini tidak gratis.

Apakah ini keberuntungan atau justru kutukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Banjir koin emas dan koin perak

​Klaim berani Xiao Chen tentang efek ganda Pil Naga Hitam Perkasa segera memicu histeria di Pasar Gelap. Dalam lingkungan di mana Qi adalah segalanya dan rahasia adalah mata uang, pil yang menawarkan peningkatan stamina fisik sekaligus stamina 'ranjang' adalah jackpot yang tak terduga.

​Kerumunan yang mengelilingi meja kecil mereka semakin padat.

​"Tunggu, aku yang pertama! Aku butuh tiga butir! Katanya lima kali lipat pemurnian Qi? Kalau tidak terbukti, aku akan datang dan mematahkan lehermu!" teriak seorang kultivator berjubah ungu yang tampaknya sudah paruh baya.

​"Ambil saja, Tuan. Jika pil ini tidak bekerja, silakan datang dan cari 'Mr. X' di tempat ini minggu depan. Kami menjamin kualitasnya." balas Xiao Chen dengan tenang, tangan kanannya gesit menghitung uang perak yang disodorkan.

​Jun Fei dan Ye Han, meskipun tidak terbiasa dengan keramaian seperti ini, bertindak cepat di bawah arahan diam-diam Xiao Chen.

​Jun Fei, dengan wajah sedikit cemberut karena masih merasa pil itu seharusnya ia gunakan untuk latihan pedang, bertugas menerima koin perak dan mengembalikannya.

​"Dua puluh perak per butir. Kau ambil tiga, itu enam puluh perak." ujar Jun Fei.

​Sementara Ye Han, si "Asura Es" bermuka datar, bertugas menyerahkan pil dari wadah. Setiap pil yang ia sentuh terasa dingin, yang entah bagaimana menambah kesan mistis pada produk itu.

​"Satu butir. Dua puluh perak. Cepat bayar!" kata Ye Han tanpa ekspresi, bahkan saat menghadapi seorang pedagang kaya yang tersipu malu.

​Pasar Gelap terkenal karena bisnis yang cepat dan tunai. Dalam waktu singkat, pil-pil yang diletakkan Xiao Chen di meja habis terjual.

​"Pilnya sudah habis, Tuan-Tuan!" seru Xiao Chen.

​"Apa?! Kalian hanya bawa sedikit?!" teriak seorang pria yang datang terlambat.

​"Aku akan kembali besok malam. Aku janji akan membawa lebih banyak. Tapi untuk hari ini, sudah habis." janji Xiao Chen.

​Kerumunan perlahan bubar, beberapa orang yang berhasil membeli segera pergi untuk "menguji" pil itu.

​Xiao Chen menghela napas panjang dan segera mengumpulkan hasil penjualan. Di atas meja, menumpuk tumpukan koin perak dan beberapa koin emas dari pembeli yang tidak mau repot membawa koin perak.

​"Berapa totalnya, Jun Fei?" tanya Xiao Chen.

​Jun Fei dengan cepat menghitung uang yang ada. "Kak... Tadi kita membuat lima puluh butir pil. Tuan Wang Ba beli sepuluh, sisanya empat puluh butir. Empat puluh pil dikali dua puluh koin perak..."

​"Itu delapan ratus koin perak!" Jun Fei menjerit pelan, matanya melotot.

​"Benar. Dan aku lihat kau juga menerima beberapa koin emas," tambah Xiao Chen sambil mengambil tumpukan koin emas kecil. "Total ada tujuh koin emas dari para pembeli yang buru-buru."

​800 Koin Perak \= 8 Koin Emas.

​Ditambah 7 Koin Emas dari pembelian tunai.

​"Totalnya... lima belas koin emas dalam waktu kurang dari satu jam!" bisik Xiao Chen, nyaris tak percaya dengan kecepatan perputaran uang di Pasar Gelap. Di kehidupan masa lalunya, uang sebanyak itu adalah hasil kerja keras selama setahun penuh.

​"Sangat banyak!" gumam Jun Fei, memeluk kantong koin perak itu erat-erat.

​Ye Han mengangguk setuju. "Kita kaya, Kak Xiao."

​Xiao Chen menatap kedua adiknya. Matanya berkaca-kaca bukan karena uang, tetapi karena kepastian.

​"Ini baru permulaan, Adik-adikku," ujar Xiao Chen, suaranya dipenuhi tekad membara. "Dengan lima belas koin emas ini, kita bisa membeli lebih banyak bahan, peralatan alkimia yang lebih baik, dan kita bisa membayar Tabib Zhou lebih banyak untuk obat Ibuku."

​Ia segera mengikat kantong uang itu dengan kuat.

​"Kita pulang! Besok, kita akan membuat dua ratus pil! Kita akan mendominasi Pasar Gelap ini dan mengumpulkan semua uang yang kita butuhkan!"

​Sambil berjalan keluar, Xiao Chen menatap ke langit malam. Ia tahu, dengan modal dan kekayaan ini, ia akan semakin cepat menemukan petunjuk tentang Daun Pelindung Kehidupan, tidak peduli seberapa tersembunyi benda itu. Uang adalah kekuatan, dan kekayaan ini akan membuka jalan menuju penyelamatan Ibunya.

​Bersambung...

1
Galih Agung
ceritanya bagus.. MC nggak naif
Galih Agung
lanjutannya nggak adakah
Galih Agung
selesai ini??
A 170 RI
ok thor
A 170 RI
lanjut thor
Aman Wijaya
lanjut terus Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
lanjut
Agen One: siapppp
total 1 replies
Aman Wijaya
arti sebuah kebersamaan walaupun bukan saudara kandung
Aman Wijaya
rasa tanggung jawab dan kepercayaan harus dijunjung tinggi dalam sebuah ikatan persahabatan dan persaudaraan.mantab Thor lanjut terus semangat semangat semangat
Aman Wijaya
gaaas terus Thor
Aman Wijaya
mantab Thor lanjut
Aman Wijaya
Mereka bertiga siap beraksi di pasar gelap untuk meraup emas dan perak.semoga sukses
Aman Wijaya
jooooz jooooz pooolll mantab Thor
Aman Wijaya
jiwa pedagang kalian bertiga
Aman Wijaya
gaaas terus Thor lanjut
Aman Wijaya
gaaas terus Thor
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
markotop top top top
Aman Wijaya
semangat kalian bertiga pasti bisa bertahan hidup dan melindungi ibu kalian
Aman Wijaya
bertambah lagi saudara semoga kedepannya mereka tetap bersaudara tidak berkhianat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!