'Vina mau di unboxing ya?'
Menikah diusia muda membuat Ziko harus menghadapi tingkah manja istrinya serta kepolosan Devina yang membuatnya gemas sendiri.
Meskipun banyak yang meragukan, tapi keduanya tetap melangkah dan akan Ziko buktikan bahwa mereka bahagia.
Ziko akan membuktikan bahwa Devina, istri manjanya akan bahagia bersamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida Dwi Oktafiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Raga
Sejak datang ke cafe dekat kampus bersama dengan Tiara untuk mengerjakan tugas Ziko benar-benar merasa tidak nyaman karena tatapan Tiara juga gadis itu yang sesekali dengan sengaja menyentuh tangannya, dia tidak suka. Seandainya saja bukan Tiara yang satu kelompok dengannya, tapi sial dia malah satu kelompok dengan wanita itu padahal sebelumnya Tiara sudah tidak pernah lagi mengganggu atau mencari perhatian dengannya.
Sayangnya hari ini gadis itu terlihat berbeda mulai dari pakaian hingga sikapnya membuat Ziko jengah sendiri, dia benar-benar ingin pergi saja. Rasanya Ziko sangat takut jika ada yang melihatnya lalu salah faham dan belum lagi kalau Devina juga melihatnya lalu cemburu juga salah faham padanya.
Astaga memikirkan hal itu saja sudah membuat Ziko pusing dan kesal sendiri jadinya.
"Udah selesai Ra?" Tanya Ziko pada Tiara yang sejak tadi mengetik tugas mereka
"Hm udah nih coba lo liat masih kurang gak?" Tanya Tiara sambil menggeser sedikit bangkunya dan mendekat pada Ziko
"Dari situ juga bisa Ra." Kata Ziko kesal
Melihat layar laptop milik Tiara yang menyala Ziko melihat semua bahan materi yang sudah mereka ketik dari buku yang berhasil Tiara pinjam dari perpustakaan.
"Udah nih nanti kirim aja file nya biar gue selesain sisanya di rumah." Kata Ziko sambil memasukkan beberapa buku ke dalam tas yang dia bawa
"Gak disini aja sekalian?" Tanya Tiara
Ziko menggelengkan kepalanya pelan.
'Enggak! Mending di rumah bisa sama Devina'
"Gue bayar dulu." Kata Ziko pada Tiara
Tiara hanya menganggukkan kepalanya saja lalu menunggu Ziko yang pergi membayar pesanan mereka. Selagi menunggu Tiara melihat ponsel Ziko yang berdering dan dia mengintip sedikit ternyata Devina yang menelpon.
Tiara hanya mendiamkan saja hingga Ziko akhirnya kembali ketika ponselnya berhenti berdering.
"Tadi HP nya bunyi Ko mau gue angkat takut gak sopan." Kata Tiara
Terdiam sejenak Ziko mengambil ponselnya dan melihat Devina yang menghubungi nya, tentu saja Ziko langsung menghubungi balik istrinya.
"Kenapa sayang? Kamu udah selesai kelasnya?" Tanya Ziko
'Belum, cuman mau nanya Ziko masih di cafe?'
"Masih, tapi ini udah mau balik ke kampus soalnya lima belas menit lagi ada jam." Kata Ziko
'Hm yaudah jangan dekat-dekat sama Tiara yaaa nanti aku marah'
"Iya Vin"
Begitu panggilannya dimatikan Ziko memasukkan ponselnya ke dalam tas lalu mengajak Tiara untuk kembali ke kampus, bersama tentu saja karena Ziko tidak mungkin membiarkan Tiara ke kampus sendirian sedangkan dia naik mobil.
Sampai di parkiran Tiara langsung masuk ke dalam begitu juga dengan Ziko dan tanpa menunggu lagi Ziko langsung melajukan mobilnya meninggalkan area cafe.
"Tugasnya gue yang selesai aja deh Ko nanti biar sekalian gue print sama jilid." Kata Tiara membuka percakapan
"Kenapa? Gue aja gak papa nanti kirim file nya." Kata Ziko
"Gak papa gue aja deh biar sekalian." Kata Tiara
"Bener nih?" Tanya Ziko
"Bener masa bohong." Kata Tiara sambil tertawa kecil
"Yaudah thanks nanti gue yang bayar print sama jilidnya." Kata Ziko
Tiara mengangguk singkat sebagai jawaban lalu mengalihkan pandangannya ke depan, dia berusaha menjadi teman yang baik untuk Ziko sekarang.
"Gimana sama Devina?" Tanya Tiara
"Devina? Baik dia masih kuliah kayak biasanya." Kata Ziko
"Gue kira setelah nikah dia gak kuliah." Kata Tiara
"Enggak kok dia tetep kuliah." Kata Ziko
"Kenapa?"
"Kenapa apanya? Ya karena Devina mau kuliah dan gue juga gak masalah." Kata Ziko sambil mengangkat bahunya acuh
"Oh gitu"
Setelahnya mereka berdua hanya diam hingga akhirnya sampai juga di area kampus, tapi ketika Ziko ingin turun Tiara menahan tangannya dan membuat Ziko menatapnya dengan alis bertaut lalu menarik tangannya agar terlepas.
"Kenapa?" Tanya Ziko
Tiara hanya diam sambil menatapnya tanpa mau memberikan jawaban membuat Ziko berdecak kesal.
"Bentar lagi masuk." Kata Ziko
"Ah enggak jadi." Kata Tiara yang langsung keluar dari mobil
Memilih tidak ambil pusing Ziko ikut keluar dari dalam mobilnya lalu berjalan lebih dulu menuju kelas sambil membawa tas miliknya. Saat bertemu dengan teman-temannya Ziko tersenyum lalu duduk bergabung bersama dengan mereka.
Ternyata fokus kedua teman Ziko beralih pada Tiara yang jalan tak jauh di belakangnya.
"Wah gila Ko jalan sama cewek lain lo awas Devina tau." Kata Putra membuat Ziko berdecak kesal dan memukul pundaknya cukup kuat
"Gue ngerjain tugas bukan jalan." Kata Ziko ketus
Nizam tertawa dan melihat Tiara yang sudah masuk ke dalam kelas mendahului mereka yang masih duduk di luar karena memang dosen belum masuk ke dalam kelas.
"Masih gangguin gak dia Ko?" Tanya Nizam
Ziko menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.
"Enggak biasa aja." Kata Ziko
"Vina tau?" Tanya Putra
"Tau lah gue kalau mau pergi pasti bilang dia meskipun dia gak minta untuk jaga-jaga aja takut ada salah faham." Kata Ziko
"Idaman bener emang temen gue ini." Kata Nizam sambil menepuk-nepuk pundak Ziko
Ziko hanya terkekeh saja lalu matanya menangkap sosok dosen yang sedang berjalan mendekat membuat dia langsung bangun dan mengajak kedua temannya masuk ke dalam kelas.
Selamanya ini dia selalu jujur pada Devina dan tidak pernah menyembunyikan sedikitpun rahasia.
°°°
"Raga ini bukunya makasih ya"
Dalam diam Raga menatap Devina yang berdiri di dekatnya sambil menyodorkan buku miliknya yang dipinjam dan dengan senyuman Raga mengambil buku itu tanpa mengalihkan pandangannya. Di tempatnya Devina juga sama dia tersenyum manis pada Raga membuat wanita itu terlihat begitu cantik dimatanya.
Hanya ada Devina entah kedua temannya pergi kemana mungkin sudah lebih dulu pulang, dia tidak ada kelas yang sama dengan Devina hari ini, tapi kelas mereka bersebalahan secara kebetulan. Rasanya mereka selalu bertemu bahkan meskipun tidak di satu kelas yang sama, tapi mereka masih sering bertemu dan Raga selalu tidak sabar menanti hari senin juga rabu karena hari itu dia dan Devina berada di satu kelas yang sama.
"Sama-sama kalau mau pinjam buku lain bilang aja." Kata Raga
"Em untuk sekarang belum ada ehh itu buku antalogi puisinya ada di rumah Mommy." Kata Devina
"Gak papa kok Vin gue udah dapat dari Kania." Kata Raga
"Oh gitu yaudah sekali lagi makasih ya bukunya teruss sampein salam juga untuk Kania." Kata Devina dengan senyuman
"Mau pulang?" Tanya Raga pada Devina
"Iyaa cuman masih nungguin Ziko dulu." Kata Devina
"Yaudah gue tungguin kita duduk dulu aja." Kata Raga
"Ehh enggak usah." Kata Devina
"Gak papa Vin." Kata Raga yang tanpa permisi meraih tangannya
Begitu mereka berhenti Devina langsung menarik tangannya sedikit kasar lalu menatap Raga yang tersenyum canggung padanya.
"Maaf maaf"
Devina hanya mengangguk singkat lalu duduk dan menatap lurus ke depan sambil sesekali mengedarkan pandangannya, mencari Ziko.
Di tempatnya Raga terus memperhatikan Devina dalam diam entahlah dia selalu suka menatap gadis disampingnya, terlihat begitu cantik dan manis.
Merasa terus diperhatikan Devina menoleh dan benar saja matanya bertemu dengan mata Raga yang menatapnya. Tanpa di duga Raga mendekat membuat Devina menjauhkan tubuhnya dan tangan pria itu terulur ke wajahnya.
Baru ingin menahannya Devina sudah lebih dulu terkejut ketika tangan itu ditepis dengan kasar dan ketika mendongak dia melihat Ziko.
"Jangan sentuh istri gue." Kata Ziko dengan penuh penekanan
Devina ingin bicara, tapi Ziko sudah lebih dulu meraih tangannya dan membawa Devina pergi dengan sedikit terburu-buru.
"Zikoooo sakitt"
Ziko seolah tidak dengar dan membawa Devina hingga ke parkiran lalu membuka pintu mobil untuknya. Tanpa banyak bicara Devina masuk ke dalam mobil begitu juga dengan Ziko.
Menatap suaminya yang terlihat marah Devina hanya diam ketika Ziko meraih tangannya dan melihat pergelangan tangannya.
"Sakit ya?" Tanya Ziko
Devina menatap Ziko lalu menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.
"Aku udah bilang jangan dekat-dekat sama dia kan?" Kata Ziko
"Tadi cuman mulangin buku." Kata Devina pelan
Ziko menghela nafasnya pelan lalu mengambil ponsel Devina yang ada di tas dan tanpa izin memblokir nomor Raga dari ponsel istrinya.
"Sekarang kalau kamu butuh buku entah untuk tugas atau bukan gak usah tanya dia bilang ke aku aja nanti kita cari sama-sama." Kata Ziko
Devina hanya mengangguk patuh saja, dia tidak mau membuat suaminya marah.
"Percaya sama aku kan?" Kata Ziko
Devina kembali menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Maaf udah buat tangan kamu sakit"
Devina tersenyum dan menganggukkan kepalanya lagi.
"Suaranya mana?" Tanya Ziko
"Iya Ziko"
Tersenyum manis Ziko memeluk Devina dengan sayang, dia tau kalau pria itu menyukai istrinya dan masalah buku itu hanyalah alasan belaka.
Bahkan dia baru tau kalau Kania yang Devina bilang pacar Raga ternyata adalah sepupu pria itu sendiri.
Dia tau dari Nizam yang merupakan teman Raga ketika masih SMA dulu.
°°°
Update duluu yukk🥰
Mau kasih bocoran sedikit ahh aku bakal buat sedikit konflik terus pas konfliknya udah selesai langsung time skipp ke semester akhir perkuliahan💕💕💕
Mampir yuk di novel pertama ku yang berjudul "KEKUATAN HATI WANITA"
Berkisah wanita yg bangkit dari penghianatan.
Mohon dukungannya, terimakasih🙏🏻🤗🌹
Semangat terus yaa untuk buat cerita2 yang tentunya gemesin dan penuh warna 😍 Love you Thor❤️