Gadis Imut yang bernama Ara ini sangat disukai oleh seorang play boy bernama Reno, Ara sangat disayangi dan dijaga sama kelima Abangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 34.Obsesi Monica
Krings!
“Baiklah anak-anak pelajaran kita telah usai dan jangan lupa kerjakan soal sebelumnya jadikan PR,” ucap guru itu. Kemudian hentakan sepatunya berjalan keluar bersamaan siswa dan siswi yang satu persatu keluar untuk mengisi perut mereka yang keroncongan, kini kelas tersebut hanya Tinggal Arabel dan Alleta yang duduk bersebelahan.
Alleta adalah anak pindahan sesudah Aurel, Aurel tidak satu kelas lagi sama Ara melainkan sama Salsa dan kawan-kawan.
“Hai,” Arabel terseyum menghadap Alleta sedetik kemudian ia mengulurkan tangannya, gadis yang berada disampingnya mengernyit bingung kemudian perlahan ia mengerti dan menyambut uluran tangan Ara.
“Alleta.” gadis itu berucap. Kemudian perlahan uluran tangan itu melepas seiring Alleta yang mulai merapikan buku-buku miliknya yang berada dimeja itu.
“Lo sama Reno pacaran?”
“Em ... apa?”
Gadis itu menghentikan aktifitasnya dan kemudian menatap mimik wajah Ara. Ada kegugupan disana.
Kemudian gadis itu kembali mengulang ucapannya, “Lo sama Reno pacaran?
“Em ... kami berdua itu ...,”
“Pacaran!”
“Sepupu,”
Alleta mengernyitkan dahinya bingung kemudian tatapannya beralih kepada Reno yang berada dipertengahan pintu kelas. Ternyata sedari tadi pria itu berada disana kenapa kedua gadis itu tidak menyadarinya.
“Lo nguping ya,” Reno tidak menguburis ucapan Alleta. pria itu berjalan mendekati keduanya.
“Kami berdua itu pacaran, ya 'kan yang,” pria itu merangkul posesif pinggang Ara.
“Hah?” gadis itu membeo.
“Ngak nanya, kalau mau mesraan jangan disini.” cetus Alleta. Memberi tatapan datarnya, gadis itu memang terkenal sifatnya yang dingin.
“Kenapa? Lo irikan kami berdua bermesraan didepan jomblo ngenes kayak lo. ”
Bugh!
Sebuah buku tebal mendarat sempurna di jidat Reno. Siapa lagi kalau bukan Alleta yang melakukan nya.
“Rasain lo,” Reno mendengus kesal telapak tangannya mengusap jidatnya yang terkena itu.
“Sadis amat,”
“Biarin,”
Ternyata ada sebuah bayangan dengan sorot mata kebencian yang tengah memerhatikan mereka.
“Kita keluar yuk,” ajak Reno.
“Kemana?”
“Buat debay.”
Bugh!
Di Base camp Reno
Tok! Tok! Tok!
“Eh, siapa tu.” ucap Ragiel. Melirik kedua temannya yang asik bermain game di handphone mereka.
“Mana gua tempe ... mungkin si bos kalik,” tapi pandangan pria itu tidak lepas dari handphone nya. Ragiel membuang nafas kesal kemudian ia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan untuk membukakan Pintu Base camp tersebut.
Ceklek!
“Ya bo–– eh, eh ....” Ragiel tersentak kala Monica menerobos masuk tempat base camp tersebut.
“Reno ! Reno!” gadis terus memanggil nama Reno. Belum sempat ia sampai diruang tengah sebuah tangan kekar mencengkram lengannya kuat.
“Ngapain lo kesini!” tatapannya begitu tajam mencengkram lebih kuat lengan gadis itu.
“Gue mencari Reno Karena gue–––”
“Karena apa?! Karena Lo dulu ningalin Reno buat Aborsi Anak haram dari Alexan itu dan lo kembali dan merusak kehidupan Reno lagi apa begitu?!” Ragiel membentak Monica. Gadis itu mematung. Memang sebelum Monica memutuskan hubungannya dengan Reno ia Menghamili anak Alexan musuh Reno.
‘Dimana Ragiel tahu, engak-engak jangan Sampai Ragiel memberitahukannya kepada Renoo,’ batin Monica mengeleng. Ragiel tersenyum smirk seolah ia tahu pikiran gadis itu.
“Lebih baik lo pergi Sebelum gue membongkar semuanya Kepada Reno” desis Ragiel mencengkram lebih kuat lengan gadis itu.
“Auws ... i—iyah,” gadis itu mulai berkeringat dingin. Sebelum Ragiel Melepaskan cengkramannya Suara boriton lebih dahulu memberhentikannya.
“Membongkar apa? Kenapa dengan Gue?” Z mengernyitkan dahinya Bingung melihat kini Ragiel tengah mencengkram lengan Monica.
Ara sedikit terkejut kini ia lebih erat mengengam jari-jemari Reno seolah Traumanya terhadap Monica belum hilang sedangkan Alleta ia menatap datar keduanya.
“Reno.” beo Monica. Gadis itu menelan salivanya Dalam.
Ragiel dan Monica sama-sama terdiam ketika Ragiel membuka suara tiba-tiba ada sebuah suara kegaduhan diluar Base campnya.
Bugh!
Bugh!
Kegaduhan yang berasal dari Anggota Xelexon yang menyerang tiba-tiba anggota Zarkvage.
Dengan langkah cepat Reno keluar dari base camp nya, matanya langsung memerah melihat seperempat dari anggotanya terkulai lemas akibat serangan dari Anggota Xelexon.
“Alexan!”
“Alexan!”
Ragiel pun menyusul dan langsung membolakan matanya melihat apa yang terjadi kepada anggotanya. Seolah tahu apa yang akan terjadi.
Alleta menarik Ara untuk menjauhi tempat itu kemudian membawanya masuk kedalam Base camp dan gadis itu berteriak memangil Alvin dan Arka.
“Ck ... lo lebih licik yang gue kira,” Reno mengepalkan tangannya wajahnya mermerah menahan amarah. Kini didepannya ada Kurang lebih sembilan belas anggota Xelexon didepannya dan lebih dari lima belas anggota Zarkvage terkulai lemah dan ada juga yang meninggal.
Alexan. Pria berkulit putih itu tersenyum smirk, menghentakkan tongkat base ballnya tiga kali kemudian ia berucap,“Serang.”
Anggota Xelexon Menganguk dan kemudian menyerang Reno yang seorang diri. Bayangkan satu lawan Sembilan belas orang, tapi itu tidak berlaku oleh mafia muda itu.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Krieet!
Pukulan demi pukulan yang Reno berikan mampu mematahkan tulang lawannya sehingga dalam hitungan menit sepuluh orang tumbang seketika dan kini ia menghadapi sembilan orang sisanya.
Hingga ia tidak Sadar ada orang dibelakangnya dan memukul pungung Reno sehingga Pria itu tersungkur diatas tanah.
“Reno!” Ragiel berteriak. berlari dan langsung membogem Anggota Xelexon yang tersisa dengan Brutal.
Di dalam base camp ....
“Apa!” sentak Alvin disusul dengan tersedaknya Arka yang meminum minumannya.
“Iyah, cepetan lo bantuin Reno,” Alleta. Gadis itu panik, Kedua pria itu langsung menganguk Arka menyusul keluar base camp sedangkan Alvin menelepon Anggota Zarkvage lainya.
“Hiks ... Hiks ... apa kak Reno baik-baik saja,” gadis itu terisak. Dengan cepat Alleta merengkuh tubuh mungil Ara mengusap pungung gadis itu memberi ketenangan kepadanya.
“Reno baik-baik saja,” Alleta mengusap lembut punggung gadis itu. Bukannya tenang tapi Tangisnya semakin pecah seolah tahu keadaan Suaminya.
“Ara,” lirih Reno mencoba bangkit tapi sebuah pukulan kembali menghantam punggung nya membuat pria itu Tersungkur kembali dengan kini tubuhnya yang sudah babak belur.
“Ck lemah,” desis Alexan tersenyum smirk.
Pria itu langsung melayangkan Tongkat base ball nya sebelum Reno kehilangan kesadaran pria mengucap dengan perlirihan.
“I love you Ara,” kemudian pria itu kehilangan kesadaran.
Bugh!
“Kak Reno!” Ara.terjatuh kini Air matanya berganti dengan Air mata darah melihat apa yang terjadi.
👋🙋Haii Readers,
Yang pernikahan mau direvisi ya makanya author hapus dulu.
Semoga suka dengan ceritanya?.
Tinggalkan jejak like dan koment bawelnya.
.......
maaf ya kak.
kl mau ada pergantian plot, ada baiknya paling bawah atau atas sendiri d kasih keterangan
biar kakaknya gak keganggu sama komentar2 yg menyalahkan n membuat kakak down sendiri .
gak niat membully lho tp sekedar saran.kl d perhatikan ,terimakasih.kl nggak jga Ndak masalah.
kita dukung karya2 kalian.
entr akhir cerita tak kasih vote.
d tengah aku dah kasih belum ya...
mana tokohnya jga ganti2 nama terus.sedikit saran. sebelum d kirim, d mohon untuk d baca 2x ato 3x biar meminimalisir typo.kn walaupun kita sebagai pembaca yg pintar bisa ngikutin arah bacaan,tp lebih menyenangkan d mantapin aja alias baca max 3x agar TDK terjd kesalahan ketik
ok ... semangat mengikuti saja
sayang untuk d lupakan.
masih lamakah bangun dr koma si Abang reno
khan reno udah kuliah, ara dah naik kelas, udah tunangan n ara adalah ketua genk the angel, dan ada altar egonya. kok malah jadi kayak gini alir ceritanya...bingung dech bacanya
khan udah kerja.
disekolah khan cuma jagain ara doang...
khan dia temannya abangnya ara