NovelToon NovelToon
Menjadi Tawanan Monster Tampan

Menjadi Tawanan Monster Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Reinkarnasi / Cintapertama
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu_Fikri

Seorang gadis cerdas, tetapi Cupu bertemu tanpa sengaja dengan seorang laki-laki dengan aura tidak biasa. Pertemuan itu adalah awal dari kisah panjang perjalanan cinta mereka. Laki-laki itu menunjukkan sikap tidak sukanya, tetapi dibelakang ia bak bayangan yang terobsesi pada kelinci kecil. Akankah kelinci itu terperangkap, atau justru mencoba kabur dari pengejaran si dominan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu_Fikri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gema dari Ruang Kedap Suara

Malam itu, kamar Uni menjadi saksi bisu atas kehancuran sang pemilik. Gadis itu menangis sesegukan di balik bantal bermotif Hello Kitty-nya. Mencoba meredam suara tangisnya dan berakhir gagal. Kata-kata ayahnya di ruang kerja tadi masih terus berputar di kepalanya bagai kaset rusak, menyayat setiap memori indah tentang masa kecilnya.

Uni merasa seperti sedang berdiri diatas tanah yang tiba-tiba berubah menjadi kaca transparan. Memperlihatkan bahwa fondasi keluarganya di bangun atas dasar obsesi sang ayah kepada ibunya. Obsesi gila dan aneh yang dianggap normal dan baik di keluarga Steel sendiri.

Uni merasa dikhianati oleh keluarganya sendiri. Keluarga yang selalu dibanggakan di depan sahabatnya, Sesilia. Kini keluarga ini juga yang menghancurkan masa depan sahabatnya itu

Selama ini, ia selalu menganggap bahwa ayahnya adalah pahlawan, pelindung, seorang pria baik hati yang cintanya sangat tulus pada ibu dan keluarganya.

Namun, setelah mengetahui fakta itu, ia jadi membenci ayahnya juga darah yang mengalir dalam tubuhnya.

"Siapapun orang yang memberi kutukan ini, orang itu adalah sampah yang sesungguhnya. Aku benar-benar harus mencari tahu tentang kutukan ini dan cara menghilangkannya."

"Orang aneh sialan!!! Siapapun kau yang memberi kutukan gila pada keluargaku, akan kuhancurkan kau. Aku akan membalas dendam hingga titik darah penghabisan!!!"

Umpatan yang di lontarkan gadis bermarga Steel itu berlanjut hingga 15 menit kemudian.

​"Lalu, bagaimana dengan Sesi? Apakah dia akan selamanya hidup bersama si gila Axel?" bisiknya di tengah kata-kata kasar yang ia lontarkan.

​Uni teringat sahabatnya, ia pasti akan sangat ketakutan di penthouse si gila itu. Jika ayahnya saja, pria yang ia anggap paling baik dan bijaksana justru bangga pada kegilaan Axel, maka tidak ada satu pun pria di keluarga Steel yang bisa dimintai pertolongan. Mereka semua adalah monster yang memakai setelan jas mahal.

​Keesokan paginya, Uni bangun tidur dengan wajah yang mengerikan. Mata sembab, juga hatinya yang terasa berat. Setelah menggosok gigi dan mencuci muka, gadis itu berjalan menuju sayap timur rumah mereka. Area itu adalah tempat khusus milik ibunya, sebuah ruangan luas dengan jendela-jendela besar yang menghadap ke taman mawar yang tertata sempurna. Disana juga selalu dipenuhi oleh alunan musik piano yang indah.

Langkah gadis itu, terhenti di ambang pintu. Di sana, di tengah ruangan yang bermandikan cahaya matahari pagi, Ibunya, Nyonya Steel sedang duduk di depan grand piano hitam.

Wanita itu tampak sangat cantik dan anggun. Mengenakan gaun sutra berwarna pastel yang melambai tertiup angin sepoi-sepoi.

Jemarinya yang lentik menari di atas tuts piano, memainkan komposisi Nicturne milik Chopin dengan perasaan yang begitu dalam hingga udara terasa bergetar.

Uni selalu menjadikan ibunya sebagai teladan. Keanggunan dan kecantikan yang dimilikinya hingga usianya yang sekarang masih kentara pekat. Ia berharap bisa mencontoh ibunya itu dalam hal itu.

Namun, hari ini, untuk pertama kalinya, gadis itu melihat ibunya dalam perspektif yang berbeda. Semua hal mewah yang diciptakan oleh ayahnya untuk sang ibu. Dinding-dinding ruangan dengan dekorasi yang indah itu, bukan sekedar penghias ruangan biasa. Melainkan sebagai batas wilayah yang tidak pernah dilanggar ibunya selama puluhan tahun.

​Alunan piano berhenti, dengan satu nada rendah yang menggantung. Ibunya berbalik, dan memberikan senyum lembut yang menawan pada anak perempuan semata wayangnya.

"Hi, mom, em morning." Uni menyapa kikuk.

Sang ibu tidak menjawab sapaan itu. Matanya menyorot khawatir.

​"Kau tidak tidur semalaman, sayang?" suara ibunya lembut seperti beludru, namun memiliki ketajaman insting yang tidak bisa dibohongi.

Uni mendekat, lalu jatuh berlutut di samping kursi piano ibunya. Gadis itu menyembunyikan wajah bengkaknya di pangkuan perempuan favoritnya itu. Tidak lama, Uni menangis sesegukan di pangkuan sang ibu.

​. "Mom... Sesi.... Axel... Ayah..." Suara bernada rengekan itu keluar terbata-bata dari bibir putrinya

Ibunya hanya diam, mendengarkan. Tangan lembut wanita itu mengelus rambut sang putri dengan sayang. Memberikan gelombang rasa nyaman dan aman bagi hati putrinya yang sedang gundah.

​Tidak lama kemudian, terdengar helaan napas berat dari ibunya. Uni yang berada dalam pelukan hangat sang ibu melihat jelas perubahan ekspresinya. Ia tahu, sebentar lagi akan mendengar kisah itu.

​"Ayahmu...." Suara sang ibu berhenti. Seolah memberikan jeda tak kasat mata pada putrinya.

"Putriku.... apa ayahmu sudah memberitahu tentang rahasia yang dimiliki keluarga kita?" tanya ibunya tenang.

​Uni mendongak, matanya merah.

"Of course mom. Yesterday he told me."

"So. What do you think about that?" Ibunya bertanya lagi.

"It's a crime, mom. My dad... he's..." Uni menangis, tidak mampu melanjutkan kalimatnya.

"Mom... Are you happy?" Sang putri kembali bertanya.

"Of course, I'm happy, really happy." Ibunya menjawab mantap. Matanya memancarkan kelegaan dan kebahagiaan luar biasa.

Diam-diam, sang putri merasa kasihan pada ibunya. Wanita yang ditawan oleh obsesi sang ayah, wanita yang merelakan hidupnya, kebebasannya bahkan masa depannya, demi lelaki bernama Julian Steel.

"Ternyata, cinta bisa setidak masuk akal ini." Uni bermonolog dalam hati. Takut melukai perasaan wanita didepannya ini.

 "Mom, so you know everything? you know that dad keep watching you like an idiot stalker?"

"Yes, baby girl."

"Aren't you scared?"

"Of course yes. But not now. He's my love, my everything." Senyum sang ibu menjelaskan banyak hal.

Cerita Nyonya Steel berlanjut. Wanita cantik itu bercerita bahwa dulu ia merasa tidak adil. Merasa marah pada Julian Steel yang merampas masa mudanya. Tetapi Julian Steel dengan wajah tampan dan songongnya, tetap maju. Tidak peduli seberapa besar penolakan itu. Baginya, perempuan bernama Evelyn Lisa adalah belahan jiwanya.

Uni bertanya tentang pertemuan pertama mereka. Dan ​Ibunya dengan senang hati menjelaskan, suaranya mengalun pelan seiring dengan jemarinya yang kembali menekan tuts piano secara acak, menciptakan melodi latar yang melankolis.

​"Aku bertemu ayahmu di universitas. Saat itu aku adalah seorang mahasiswi seni yang penuh mimpi. Mencintai kebebasan, mencintai kehidupan sosial," ibunya menerawang.

"Ayahmu adalah pria yang pendiam, namun matanya... matanya selalu ada di mana pun aku berada. Awalnya aku merasa tersanjung, lalu aku merasa takut ketika aku menyadari bahwa dia tahu segalanya tentangku bahkan sebelum kami berkenalan."

Sang ibu juga menceritakan tentang bagaimana Julian Steel itu menyingkirkan semua lelaki yang mendekatinya. Bagaimana Julian Steel menciptakan lingkungan yang pada akhirnya membuat wanita itu hanya bergantung padanya. Hingga akhirnya, mereka menikah dan memiliki dua anak. Anak laki-laki tampan bernama Edward Steel dan anak perempuan cantik bernama Uni Steel.

​"Dulu sekali, saat masih muda, ibumu ini pernah mencoba lari dari penjara mewah buatan ayahmu," bisik ibunya, membuat Uni terperangah.

"Dua kali. Dan setiap kali mencoba melarikan diri, ayahmu selalu menemukanku hanya dalam hitungan jam. Dia tidak pernah marah, juga tidak memukulku. Dia justru memelukku dan mengatakan bahwa dunia di luar sana terlalu berbahaya, dan hanya di pelukannyalah aku akan aman. Dia membangunkan rumah, taman ini, dan memberikan semua piano ini hanya agar aku tidak merasa perlu melihat dunia luar lagi."

​Ibunya berhenti bermain piano dan menatap sang putri dengan tatapan yang sangat jernih. "Awalnya ibu berpikir akan sangat membenci lelaki dengan obsesi gila seperti ayahmu. Ibu bertekad hanya akan membencinya dengan seluruh jiwaku. Namun seiring berjalannya waktu, ibumu ini mulai menaruh hati pada laki-laki yang dibencinya, ada sesuatu yang tidak dimiliki pria lain. Yaitu bahwa ayahmu... rela memberikan seluruh hidupnya hanya untuk memastikanku bahagia dalam perlindungannya. Dia tidak pernah sekalipun melirik wanita lain, apalagi tidak pernah membiarkanku merasa kekurangan sedikit pun. Ayahmu, mencintai ibumu ini dengan cara yang tidak logis hingga rela menjadi monster agar aku tetap menjadi malaikatnya."

​Uni terpaku. Pandangannya pada sang ibu tidak berkedip. Ada binar terang yang seakan memancar dari wajah ibunya.

Kini gadis itu paham, bahwa ayah dan ibunya memang belahan jiwa.

​"Pria keturunan Steel memang mencintai dengan cara yang aneh, sayangku. Mereka sangat terobsesi, mereka posesif hingga mencapai tahap yang mungkin dianggap gila oleh dunia luar. Tapi bagi mereka, wanita pilihannya adalah pusat semesta. Ayahmu, Axel... mereka adalah pria yang akan membakar dunia hanya untuk memastikan belahan jiwa mereka tidak kedinginan."

​Ibunya memegang tangan anak gadisnya. "Sesilia, sahabatmu itu. Suatu saat ia pasti mengerti. Bahwa lelaki yang mengurungnya itu bukan membenci, tetapi sangat mencintainya."

1
partini
baca sinopsisnya penasaran
Lusy Kunut: Stay tune yah kak, supaya rasa penasarannya terobati👍
total 1 replies
merdi Yanto
cuit cuit cuit😍🤣
merdi Yanto
duh🤭
merdi Yanto
Bau-bau mulai berbalas perasaannya Axel
merdi Yanto
/CoolGuy//CoolGuy/
merdi Yanto
Plot twist banget keluarganyaa
merdi Yanto
🤭🤭🤭🤭
bau bau bucin😍😄
merdi Yanto
Suka cerita dari sok benci jadi bucin akut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!