Follow Akun IG: Oni_RA
ANINDYA VANISHA atau sering di panggil anin, harus menikah dengan kakak iparnya yang bernama KENATH ABRAHAM.
Cobaan cinta dan pengorbanan masa mudanya pun harus ia perangi demi meraih cinta sejati.
Suatu peristiwa yang menimpa kehidupan anin, membuat hidup anin berubah begitu cepat, bahkan senyum di bibir anin, cinta dan bahagia semua telah di renggut oleh satu peristiwa yang terjadi dalam sehari. peristiwa yang tak terduga merubah kehidupan anin dan menjatuhkan dirinya dengan sangat tajam.
Penasaran dengan kisah nya????
Dari pada penasaran, mending baca langsung deh...hehehe....
Jangan lupa LIKE, VOTE dan KOMEN POSITIF agar menambah semangat author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oni_C, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episod 34
Anin terdiam saat mama menanyakan luka di bibir anin.
"Anin sariawan ma, sudah 2 hari" Lagi lagi anin berbohong.
"Maafin anin ma" Gumam anin di hati.
"Kenath" Pandangan mama beralih ke arah kenath.
"Kamu bisa gak sih menjaga istri kamu, jangan kerja muluuu, istri sakit bukan nya di bawa berobat, lihat lah tangan, bibir semua terluka" Mama marah.
"Bukan hanya tangan dan bibir, bahkan hati anin juga ma" Gumam anin di hati.
Anin yang mendengar ucapan mama kepada kenath, tanpa sengaja menjatuhkan air mata nya.
Kenath yang melihat anin menangis, perasaan nya menjadi tidak tenang, kenath harus berpikir bagaimana agar mama tidak mengetahui hal yang sudah di lakukan kenath terhadap anin.
"Anin...kenapa menangis?" Mama menghapus air mata di pipi anin.
"Apa mama salah marahin kenath?" Tanya mama.
"Tidak ma, mas kenath sangat baik terhadap anin, anin sangat terharu.. karna selain mas kenath yang baik dan mama yang sangat perhatian pada anin" Ucap anin sambil melihat kenath.
"Kamu juga anak mama, jangan nangis lagi" Mama mencium kening anin.
Kenath yang mendengarkan penjelasan anin ke mama sedikit lega, lalu kenath beralih duduk di samping anin.
"Sayang..."Kenath memegang bahu anin agar berhadapan dengan nya.
"Kamu tidak perlu nangis, aku akan slalu ada buat mu" Kenath mencubit pelan pipi anin dan memeluk nya.
Mama hanya tersenyum melihat kenath yang bersikap baik kepada anin dan setelah itu kenath melepaskan pelukan nya lalu tersenyum kepada anin.
Anin sedikit heran karna perubahan sikap kenath, tetapi sikap kenath yang seperti ini membuat anin sedikit merasakan bahagia, seolah olah merasakan cinta kenath yang begitu besar kepada nya dan selalu senantiasa menjaga nya.
"Secepatnya, tolong berikan mama cucu, mama ingin sekali menimang cucu" Ucap mama kepada kenath dan anin.
"Iya ma..kenath akan usahakan segera memberi mama cucu" Jawab kenath.
"Iyakan sayang" Kenath menggenggam tangan anin.
"Haa..ii ii iiya ma" Ucap anin terbata bata dan tersenyum.
Mama tersenyum bahagia melihat sikap kenath yang begitu menyayangi anin. mama juga sangat menyayangi anin karna sikap anin yang baik dan penyayang.
Karna bagi mama anin begitu istimewa dan merasa beruntung memiliki menantu seperti anin, sama seperti dulu mama juga sangat bahagia mendapatkan menantu seperti natasya.
"Kenath...mulai sekarang sampai seterus nya, mama tidak ingin anin terluka seperti ini kamu harus menjaga nya" Tegas mama kepada kenath.
"Iya ma..kenath akan slalu menjaga anin" Jawab kenath.
"Memang seperti itu tugas suami, menjaga dan membahagiakan istri nya" Ucap mama.
Kenath menelan saliva nya mendengar ucapan mama nya. kini kenath tau jika mama nya sangat menyayangi anin seperti menyayangi natasya dulu.
"Mama akan menginap satu malam di sini" Ucap mama.
"Haa...." Mulut kenath menganga saat mendengar ucapan dari mama nya.
"Kenapa kamu kaget seperti itu ken..apa mama tidak boleh menginap di sini?" Tanya mama melihat ekspresi kenath.
"Boleh ma..iyakan sayang" Kenath menatap anin lagi, anin hanya mengangguk lalu tersenyum.
"Kami akan senang jika mama menginap di sini" Ucap kenath tersenyum.
"Mama mau istirahat" Mama bangkit dari tempat duduk nya.
"Bibi.." Panggil kenath.
"Antar mama ke kamar kosong" Perintah kenath.
Kenath sedikit lega karna di rumah nya terdapat banyak kamar. jadi, saat mama datang, kenath tidak perlu menyuruh anin untuk memindahkan barang barang nya ke kamar dia.
sdah retak susah untuk di sembuhkan
dia benar2 menyesal