NovelToon NovelToon
Ketika Restu Jadi Penghalang

Ketika Restu Jadi Penghalang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Keluarga / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta setelah menikah
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Muliana95

Bagas, seorang petani yang hidup di desa. Walaupun seorang pertani, dia mempunyai keuangan yang stabil. Bahkan bisa di katakan dia dan keluarga termasuk orang berada.

Namun, uang bukan segalanya. Buktinya, walaupun banyak uang dia tidak bisa menikah dengan pacar yang sudah menemaninya sejak delapan tahun terakhir.

Kenapa begitu?
Dan alasan apa yang membuat mereka tidak menyatu ...
Yuk, ikuti kisah Bagas ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muliana95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Raja Dan Ratu Sehari

Setelah kemarin mereka menikah. Kini, saatnya mereka melakukan resepsi di rumah Safira.

Sejak subuh tadi, Safira telah di make-up sedemikian rupa. Dan kini, saatnya dia memasang sunting.

"Berat ya kak," keluh Safira pada asisten dari tukang make-up.

"Memang berat kak. Nanti, jika merasa pusing, panggil kami aja ya," sahut perempuan itu, tetap menancapkan beberapa sunting lagi.

Beberapa saat kemudian, Safira mendapatkan pesan dari Bagas. Jika ia dan rombongan sudah berangkat dari rumahnya.

Dan, Safira memberitahu hal tersebut sama salah satu adiknya, yang memang sejak tadi ada di kamar, guna menyuapi sarapan untuknya.

Seperti halnya resepsi di tempat lain. Tamu undangan mulai menikmati setiap suguhan yang telah disediakan oleh si punya rumah.

Malik, walaupun cacat, dia pun tak kalah sibuk. Sebelum pengantin pria tiba, dengan bantuan tongkatnya, dia mencek satu-persatu persiapan yang belum lengkap.

Tak hanya Malik. Banyak juga, sepupu-sepupu mereka yang datang membantu. Bahkan, banyak tetangga yang suka rela membagika keringat mereka.

Tak lama kemudian, pengantin pria beserta rombongannya tiba. Ketika Safira keluar, untuk menyambut suaminya. Orang-orang mulai berdecak kagum.

Namun, yang namanya manusia, ada saja bagian yang tak kena di hatinya. Mereka ada yang menilai, jika Safira menang hanya dengan bantuan make-up saja.

Karena sejatinya Nadia lebih pantas untuk Bagas. Apalagi ketika melihat rumah Safira yang hanya semi permanen. Mungkin, salah satu tempat mewah di rumah itu, ialah kamar pengantin.

Dan ada pula yang beranggapan jika Safira memang jodoh yang Allah atur untuk Bagas. Buktinya, bahkan hubungan delapan tahun dengan Nadia berakhir sia-sia.

Diantara kerumunan itu, salah satu sepupu Nadia datang.

Dan kenapa Nadia tak datang. Ya, karena memang tidak di undang. Baik Hayati atau Yusuf mulai menjauh dari keluarga itu. Mereka gak mau, jika mengundang mereka, akan menyebabkan kekacauan di hari bahagia anaknya.

"Bu, pilihan ibu ibu memang tepat sekali," ujar Sulis anak pertama Yusuf dan Hayati.

"Iya, dia dari wajahnya aja, dia kalem dan teduh gitu," anak kedua menimpali.

"Alhamdulillah, semoga mereka menjadi pasangan yang sakinah mawadah dan warohmah," lirih Hayati penuh harap.

✨✨✨

Di tempat lain, Nadia menatap foto yang baru saja di kirimkan oleh sepupunya.

Air matanya lolos begitu saja.

Tenyata, cemburu dan cinta itu masih ada. Buktinya, dia kecewa. Kecewa pada Bagas, dan kecewa pada kedua orang tuanya.

"Biarkan ku buktikan padamu, kalo cinta ku, memang sebesar itu," gumam Nadia, mengelus wajah Bagas, yang terlihat tersenyum lepas.

Ketukan di pintu kamar, membuat Nadia tersentak. Dia buru-buru menghapus air matanya. Dan membuka kamar, yang memang sejak tadi di kunci.

"Cepetan keluar, saudara jauh ayahmu mau ketemu," cetus Hesti dengan muka masam.

"Perjodohan lagi?" tebak Nadia.

"Iya, pokoknya kamu harus menolaknya. Dia itu penyakitan, lagipula dia hanya sarjana, kerja pun hanya di bengkel warisan keluarga, gak menjamin," papar Hesti memperingati Nadia.

"Kenapa gak kalian aja yang menolaknya? Bukannya, jodohku, ada di tangan kalian?"

Hesti sontak memukuli bahu Nadia.

"Kalo kami yang menolak, hubungan kekeluargaan kita putus. Itu aja, harus dijelaskan," omel Hesti geram.

Mau tak mau, Nadia ke ruang tamu.

Benar, disana terlihat seorang pria yang di temani oleh sepasang paruh baya. Dan Nadia, mengenali mereka bertiga.

"Nak, Nadia kemari lah," ibu dari pria itu, menepuk-nepuk sofa di sampingnya.

Nadia mendekat. Namun, dia memilih duduk di sofa yang berhadapan dengan ketiga orang itu.

Dan Nadia sempat melirik, perubahan mimik wajah dari perempuan itu.

"Nah, ini Nadia. Coba tanyakan langsung padanya," cetus Anwar tersenyum pada ketiga tamunya.

Dan Nadia tahu, senyum itu bentuk ancaman dari orang tuanya.

"Jadi, kedatangan kami kesini, ingin mempererat hubungan kekeluargaan kita, dengan cara meminang nak Nadia. Apakah, nak Nadia mau, menerima pinangan anak semata wayang kami?" perempuan itu, menunjuk ke arah anaknya yang duduk di antara ia dan suaminya.

"Maaf, untuk hal itu lebih baik tanyakan langsung pada orang tuaku. Karena sejujurnya aku pernah di lamar oleh lelaki yang kucintai. Tapi, mereka menolak, dengan alasan yang gak masuk akal," terang Nadia, menunduk. Tanpa menatap seorang pun yang ada disana.

"Nadia," gumam, Hesti yang ada di samping Nadia, langsung mencubit pahanya.

"Maksudnya? Kamu menyerahkan keputusan ini, pada kedua orang tuamu?" perempuan itu bertanya balik. Dia bahkan mengabaikan tentang Nadia yang sempat di lamar.

"Kalian bicarakan saja, aku masuk dulu," pamit Nadia tanpa menjawab pertanyaan tadi.

Kini tinggal lah, Hesti dan Anwar untuk menghadapi tamunya.

"Jadi gimana Anwar? Kamu gak mungkin lupa kan? Bagaimana aku membantumu dimasa lalu," ujar lelaki, ayah dari pria yang hendak melamar Nadia.

Anwar menelan ludah dengan susah payah.

"U-untuk itu, biarkan aku bicarakan terlebih dulu," ujar Anwar, sungkan.

✨✨✨

Dan kini, sang tamu telah pergi. Tinggal lah, mereka di rumah.

"Kenapa kamu mempermalukan kami Nadia?" tanya Anwar.

Posisi mereka bertiga ada di kamar Nadia.

"Mempermalukan? Bahkan itu bukan apa-apa, dibandingkan sikap kalian pada orang tua bang Bagas tempo hari," balas Nadia, tersenyum sinis.

"Kami ini orang tuamu loh. Dan sekarang, menyamakan kami dengan orang-orang itu?" Hesti menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kenapa kamu gak tinggal disana aja? Kenapa masih disini?" sambungnya geram.

"Kalo begitu, lamar bang Bagas untukku. Agar aku benar-benar meninggalkan kalian, dan menetap disana," balas Nadia menatang.

"Oo Tuhan ... Kenapa kamu jadi gila sih Nadia? Lelaki itu sudah jadi suami orang. Bahkan, hari ini, hari bahagia," Anwar memijit dahinya pusing. "Dan satu lagi, jika memang benar-benar dia mencintaimu. Seharusnya dia tidak menikah secepat itu Nadia."

Nadia terdiam. Kali ini, ucapan ayahnya sedikit menyentak relung hatinya.

"Dia masih mencintaiku? Bahkan tatapan itu masih sama," batin Nadia mulai berperang.

"Bang Bagas bukan begitu. Dia menikah, hanya ingin membuatku cemburu. Dia sedang marah, ya ... Dia hanya marah," racau Nadia dengan berlinang air mata.

"Udah gila kamu Nadia. Apa sih yang di berikan Bagas, sampai-sampai kamu bodoh begini," bentak Hesti menyentil dahi Nadia.

Dan kini, tinggal lah, Nadia seorang diri.

Meratapi nasibnya yang masih menjadi misteri.

1
Filan
ya, Bagas masih mau berusaha.
Filan
baguslah. terus aja counter omongannya
PrettyDuck
bisa stroke ini bapaknya nadia kalo tau /Sweat/
PrettyDuck
lah ditanya gitu doang sewot banget bang /Smug/
PrettyDuck
semoga wandi gak bikin luka baru ya 😭
-Thiea-
dimana-mana ada ibu ini ya. merusak siasana aja. 😑
-Thiea-
jangan Bagas. ntar istrimu di bawa kabur. 🤭
-Thiea-
gelagatnya kayak orang gak benar. sungguh malang nasibmu nad.
Zenun
Wandi kalo ngomong bener juga😁
Zenun
so sweet lhaaa
@dadan_kusuma89
Udah, Gas, fir! Buang saja kata "bagaimana" dalam kehidupan kalian, beres.
@dadan_kusuma89
Pak Anwar, anda ini kurang kerjaan apa gimana? Pake ikut-ikutan ngitung keuangan Bagas.
Nuri_cha
dia sedang berusaha jadi yg terbaik buat kamu. bantu Bagas ya Fira
Nuri_cha
makjleb bgt ucapannya pak Yusuf. dengerin tuh bang, kamu tega bgt sama Safira kalo cuma jd pelampiasan
Nuri_cha
Safira istri yg baik, gas. jgn kamu sia3i. ya
Nuri_cha
kamu ngapain sih nyariin suami org? move on Nad 🤧
Oksy_K
wkwk mau dijadiin madu gak tuh. berasa jadi sapi perah, di suruh beranak mulu🤣
Oksy_K
favorit itu mah, sedep bgt pastii
Oksy_K
canggung bgt, tiati Ra, nanti malah kmu terpental pas ada polisi tidur🤭
Oksy_K
wkwk serunya juga keknya. ikut dong, aku bagian ngerekam🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!