NovelToon NovelToon
The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

The Eternal Sovereign: Aku Mewarisi Takdir Yang Seharusnya Tidak Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Misteri
Popularitas:319
Nilai: 5
Nama Author: Bagas Hirmawan

Di dunia tempat Surga mengendalikan takdir dan kekuatan menentukan segalanya, Gu Chenxiao adalah anomali yang tidak pernah tercatat dalam Kitab Surga.

Dengan bantuan Arsip Pengamat Abadi, ia menapaki Dao Iblis yang menentang hukum kosmos. Ia bukan pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan manipulator yang mempermainkan takdir, memanfaatkan pengkhianatan, dan menjadikan musuh sebagai bidak dalam rencana jangka panjangnya.

Namun, ketika Fondasi Asal mulai mengoreksi keberadaannya, Gu Chenxiao menyadari bahwa dunia yang ia kenal hanyalah sebagian kecil dari rahasia kosmos.

**Jika Surga menentukan takdir semua makhluk, siapa yang berani menentukan takdir Surga?**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagas Hirmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 — Tanda Tangan yang Membuka Pintu

Pagi berikutnya, Gu Chenxiao mengubah satu hal dalam cara penyelidikannya berjalan.

Ia berhenti meminta penjelasan mengenai dokumen yang hilang.

Sebagai gantinya, ia mulai meminta dasar yang memungkinkan seseorang membuat dokumen itu berpindah dari satu tahap ke tahap berikutnya.

Perbedaannya tampak kecil.

Namun, dokumen yang hilang dapat dijelaskan dengan puluhan alasan. Ia mungkin salah tempat, dipindahkan ke bagian lain, belum dikembalikan, atau memang tidak pernah dibuat.

Sebaliknya, sebuah pekerjaan administratif yang telah dibuka harus memiliki dasar pembukaan, batas kewenangan, dan pihak yang bertanggung jawab. Jika prosesnya berjalan sesuai aturan, setidaknya sebagian dari hal-hal tersebut semestinya dapat ditemukan.

Dan jika tidak ditemukan, mereka perlu mengetahui alasannya.

Gu Chenxiao duduk di ruang pemeriksaan kecil bersama Paman Fu dan Han Yu. Di atas meja terletak dua uraian tugas yang telah mereka salin sehari sebelumnya.

Pekerjaan pertama: pemeriksaan kelengkapan dokumen pendukung penilaian aset.

Pekerjaan kedua: penataan kategori sementara dokumen yang belum memiliki keputusan akhir.

Keduanya memiliki nomor berbeda.

Keduanya berkaitan dengan dokumen wilayah barat.

Namun, tidak ada catatan yang secara eksplisit menyebut bahwa pekerjaan kedua merupakan kelanjutan dari pekerjaan pertama.

“Permohonan kita sudah disetujui,” kata Han Yu. “Register supervisi dapat diperiksa hari ini. Namun, kita hanya boleh menyalin halaman yang berkaitan dengan dua pekerjaan tersebut.”

“Cukup.”

“Bagian administrasi juga meminta agar setiap catatan yang memuat nama pejabat tidak disebarkan di luar tim pemeriksaan.”

Gu Chenxiao mengangguk.

“Patuhi batas itu. Kita tidak membutuhkan nama-nama yang tidak relevan.”

Paman Fu memandang kedua uraian tugas.

“Jika register supervisi mencantumkan nama orang yang membuka pekerjaan kedua, apakah itu cukup untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab?”

“Cukup untuk menentukan siapa yang menyetujuinya,” jawab Gu Chenxiao. “Belum tentu cukup untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas hasil akhirnya.”

Ia mengangkat satu jari.

“Orang yang membuka pekerjaan tidak selalu orang yang melaksanakannya.”

Jari kedua terangkat.

“Orang yang melaksanakan pekerjaan tidak selalu orang yang mengesahkan hasilnya.”

Jari ketiga.

“Dan orang yang mengesahkan hasilnya belum tentu orang yang mengubah status dokumen dalam register.”

Ia menurunkan tangannya.

“Jika kita mencampur ketiga peran itu, kita akan membuat kesimpulan yang salah.”

Paman Fu tidak lagi bertanya.

Mereka berangkat menuju gedung administrasi wilayah barat.

Register supervisi disimpan di ruang yang lebih kecil daripada yang mereka bayangkan.

Rak-raknya penuh dengan buku berjilid tipis, sebagian menggunakan nomor urut, sebagian lainnya menggunakan kode unit. Di meja tengah, seorang petugas tua sedang memeriksa lembar indeks dengan kaca pembesar.

Namanya Qin Shude.

Ia telah beberapa kali membantu Gu Chenxiao memahami prosedur arsip lama. Ia bukan pejabat yang berwenang menentukan hasil penyelidikan, tetapi pengalamannya membuatnya mengenali perbedaan antara sebuah aturan tertulis dan kebiasaan yang berkembang di lapangan.

“Pewaris Muda Gu,” sapanya. “Aku sudah menyiapkan register yang diminta.”

Gu Chenxiao memberi hormat secukupnya.

“Terima kasih, Senior Qin.”

Qin Shude membuka sebuah buku pada halaman yang ditandai.

Catatan pertama sesuai dengan nomor pekerjaan pemeriksaan kelengkapan.

Kolom persetujuan mencantumkan seorang supervisor administrasi pada masa itu. Di bawahnya terdapat tanda tangan dan tanggal pembukaan pekerjaan.

Catatan kedua sesuai dengan nomor pekerjaan penataan kategori sementara.

Kolom persetujuannya memuat tanda tangan pejabat yang berbeda.

Gu Chenxiao tidak langsung bertanya tentang nama tersebut.

Ia terlebih dahulu membandingkan tanggal pembukaan kedua pekerjaan.

Pekerjaan kedua dibuka empat hari setelah tugas Fang De dikembalikan karena dasar administrasinya belum lengkap.

Itu adalah hubungan waktu yang telah mereka ketahui.

Namun, pada kolom alasan pembukaan, terdapat kalimat yang sebelumnya belum pernah mereka lihat.

Penataan ulang berdasarkan hasil pemeriksaan kelengkapan dokumen pendukung wilayah barat.

Tidak ada nomor pekerjaan pertama.

Tidak ada nama Lin Qiao.

Tidak ada rujukan kepada Fang De.

Tetapi terdapat satu hal yang lebih penting.

Pada kolom dasar administrasi, tercantum nomor instruksi internal.

Gu Chenxiao menunjuknya.

“Apakah nomor ini memiliki salinan tersendiri?”

Qin Shude memeriksa indeks.

“Seharusnya. Instruksi pembukaan pekerjaan biasanya disimpan bersama catatan supervisor atau daftar distribusi tugas.”

“Apakah kita dapat memeriksanya?”

“Jika nomor itu masih terdaftar dan tidak memiliki pembatasan akses tambahan.”

Gu Chenxiao mencatat nomor tersebut.

Ia tidak bertanya siapa pejabat yang menandatangani pekerjaan kedua.

Nama itu sudah ada di hadapannya.

Yang belum ia ketahui adalah alasan yang membuat tanda tangan tersebut sah untuk membuka pekerjaan itu.

Mereka menemukan salinan instruksi internal di buku distribusi tugas.

Dokumen itu tidak panjang.

Instruksi tersebut memerintahkan unit administrasi aset wilayah barat untuk memeriksa kembali kelengkapan dokumen pendukung penilaian aset dan memisahkan dokumen yang belum memiliki kategori akhir dari dokumen yang telah siap diproses.

Tujuannya dinyatakan dengan jelas: mencegah dokumen yang belum selesai diperiksa tercampur dengan berkas yang telah memiliki dasar keputusan.

Tidak ada perintah untuk menghapus aset.

Tidak ada perintah untuk mengubah status dokumen menjadi final.

Tidak ada pula penyebutan Gudang Nomor Tujuh.

Gu Chenxiao membaca seluruh halaman sebelum meletakkannya.

“Siapa yang mengeluarkan instruksi ini?”

Qin Shude memeriksa bagian pengesahan.

“Tertulis bahwa instruksi diterbitkan oleh kantor administrasi aset wilayah barat, berdasarkan kewenangan supervisi yang berlaku pada saat itu.”

“Apakah tanda tangan pejabat penerbit ada?”

“Ada pada salinan yang lain. Halaman ini hanya salinan distribusi.”

“Bisakah kita memeriksa salinan pengesahannya?”

“Bisa, tetapi permohonan terpisah mungkin diperlukan.”

Gu Chenxiao mengangguk.

“Ajukan permohonan itu.”

Paman Fu memandang instruksi tersebut.

“Bukankah ini berarti pekerjaan kedua memang memiliki dasar yang sah?”

“Pekerjaan itu memiliki dasar untuk dibuka,” kata Gu Chenxiao. “Itu berbeda dari mengatakan bahwa semua tindakan yang dilakukan selama pekerjaan tersebut juga sah.”

Ia mengetuk bagian yang menjelaskan tujuan instruksi.

“Perhatikan batasnya. Dokumen yang belum memiliki kategori akhir harus dipisahkan. Instruksi ini tidak memberikan kewenangan untuk menetapkan kategori akhir.”

“Jadi, kita kembali kepada pertanyaan siapa yang memiliki kewenangan itu.”

“Ya. Tetapi sekarang kita juga tahu bahwa pekerjaan penataan kategori sementara bukanlah pekerjaan yang muncul tanpa alasan. Ada instruksi yang menjelaskan mengapa pekerjaan itu dibuka.”

Ia mengambil salinan instruksi dan menempatkannya di antara dua uraian tugas.

Satu pertanyaan telah terjawab.

Pekerjaan kedua memang memiliki dasar administratif.

Namun, pertanyaan berikutnya justru menjadi lebih tajam.

Jika instruksi tersebut hanya memerintahkan pemisahan dokumen sementara, siapa yang kemudian memutuskan nasib dokumen-dokumen itu?

Qin Shude membalik beberapa halaman register supervisi.

“Untuk perubahan kategori akhir, kami biasanya merujuk kepada daftar kewenangan unit pemilik,” katanya. “Tetapi ada satu hal yang sering disalahpahami.”

“Apa itu?” tanya Gu Chenxiao.

“Penetapan kategori akhir tidak selalu dilakukan pada hari yang sama ketika dokumen diperiksa. Dokumen dapat menunggu beberapa minggu, bahkan beberapa bulan, jika dasar administrasinya belum lengkap.”

“Apakah ada batas waktu?”

“Ada ketentuan umum, tetapi pelaksanaannya bergantung pada jenis pekerjaan. Yang penting, keterlambatan tidak otomatis mengubah status dokumen.”

Gu Chenxiao mengangguk.

“Dengan kata lain, dokumen yang lama menunggu tetap berstatus sementara sampai ada dasar yang sah untuk mengubahnya.”

“Benar.”

“Dan jika seseorang memindahkan dokumen itu ke rak permanen?”

“Itu tidak dengan sendirinya mengubah statusnya.”

“Jika dokumen itu muncul dalam daftar penghapusan?”

Qin Shude berhenti sejenak.

“Daftar penghapusan seharusnya merujuk kepada keputusan yang telah disahkan. Namun, aku tidak dapat menilai berkas yang sedang kau periksa tanpa melihat dokumen lengkapnya.”

Gu Chenxiao tersenyum tipis.

“Jawaban yang tepat.”

Qin Shude menatapnya dengan ekspresi sulit ditebak.

“Kau tampaknya mencari sesuatu yang lebih rumit daripada dokumen yang hilang.”

“Aku mencari titik ketika sebuah catatan memperoleh arti yang tidak dimilikinya sebelumnya.”

“Jelaskan.”

Gu Chenxiao menyandarkan punggungnya.

“Dokumen sementara tidak memiliki kewenangan untuk mengesahkan dirinya sendiri. Tetapi jika sebuah daftar kemudian menyebut bahwa aset telah dihapus berdasarkan pemeriksaan dan persetujuan, orang yang membaca daftar itu akan menganggap prosesnya telah selesai.”

Ia berhenti sejenak.

“Pertanyaannya adalah apakah proses tersebut benar-benar selesai, atau hanya dicatat seolah-olah telah selesai.”

Qin Shude tidak menjawab.

Setelah beberapa saat, ia menutup register.

“Kalau begitu, jangan hanya mencari daftar keputusan. Periksa pula daftar perubahan status. Kadang-kadang, dua daftar itu dibuat oleh bagian yang berbeda.”

Gu Chenxiao mencatat saran tersebut.

“Apakah daftar perubahan status memiliki nomor tersendiri?”

“Pada periode itu, beberapa unit menggunakan register khusus. Unit lain mencatat perubahan pada kolom tambahan dalam buku inventaris.”

“Apakah unit administrasi aset wilayah barat menggunakan register khusus?”

Qin Shude mengangkat bahu.

“Aku tidak ingat. Tetapi daftar pekerjaan yang sedang kau periksa mungkin mencantumkan nomor register yang digunakan.”

Gu Chenxiao menatapnya.

“Di mana?”

“Pada lembar penutupan pekerjaan, jika pekerjaan itu benar-benar ditutup.”

Kalimat tersebut menggantung di udara.

Jika pekerjaan itu benar-benar ditutup.

Mereka telah menemukan instruksi pembukaan pekerjaan kedua. Mereka juga mengetahui bahwa instruksi itu tidak memberikan kewenangan untuk mengubah kategori akhir.

Namun, lembar penutupan pekerjaan kedua belum ditemukan.

Dan tanpa lembar itu, mereka belum tahu apakah pekerjaan tersebut selesai, dikembalikan, atau tetap menunggu keputusan.

Gu Chenxiao mengucapkan terima kasih kepada Qin Shude.

Kemudian ia meminta salinan resmi dari seluruh catatan yang telah mereka periksa.

Ketika mereka meninggalkan gedung administrasi, hujan telah berhenti.

Paman Fu berjalan di samping Gu Chenxiao sambil membawa map.

“Sekarang kita tahu pekerjaan kedua dibuka secara sah,” katanya. “Apakah kita harus menganggap pejabat yang menandatanganinya tidak lagi relevan?”

“Tidak.”

“Padahal instruksinya tampak wajar.”

“Orang yang membuat keputusan yang benar pada satu tahap masih dapat melakukan kesalahan pada tahap lain. Tetapi kita tidak boleh menganggapnya bersalah hanya karena memiliki kesempatan.”

Gu Chenxiao berhenti di depan kolam kecil.

Air hujan menetes dari ujung daun, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil di permukaan.

“Paman Fu, bayangkan seseorang memerintahkan agar dokumen yang belum selesai dipisahkan. Itu tindakan yang benar. Namun, setelah dokumen dipisahkan, orang lain mengubah kategorinya tanpa dasar yang sah.”

“Berarti orang pertama tidak otomatis bertanggung jawab atas tindakan orang kedua.”

“Benar.”

“Dan jika orang pertama juga memiliki kewenangan untuk mengesahkan perubahan kategori?”

“Kesempatan bukan bukti bahwa ia melakukannya.”

Paman Fu mengangguk pelan.

Gu Chenxiao melanjutkan langkahnya.

“Dalam penyelidikan, kita harus membedakan tiga hal: siapa yang dapat melakukan sesuatu, siapa yang benar-benar melakukannya, dan siapa yang bertanggung jawab atas hasil akhirnya.”

“Jika ketiganya orang yang berbeda?”

“Maka kita akan menemukan tiga orang, bukan memaksa satu nama menjelaskan semuanya.”

Paman Fu memandang pewaris muda itu dengan sedikit kekaguman.

Namun, Gu Chenxiao tidak sedang mengajarkan prinsip keadilan.

Ia sedang menghindari jebakan yang dapat merusak rencananya sendiri.

Jika ia salah menuduh seorang supervisor, orang itu dapat menolak memberikan dokumen berikutnya. Jika ia menekan petugas yang tidak memiliki kewenangan, ia mungkin hanya memperoleh pengakuan atas tindakan rutin yang tidak relevan.

Lebih buruk lagi, orang yang benar-benar memiliki informasi dapat menggunakan kesalahan Gu untuk membuat penyelidikan kehilangan kredibilitas.

Gu Chenxiao tidak berniat memberikan hadiah seperti itu kepada siapa pun.

Pada sore hari, salinan instruksi pengesahan tiba dari kantor administrasi aset wilayah barat.

Tanda tangan penerbitnya sesuai dengan catatan pada register supervisi.

Tidak ada ketidaksesuaian pada tanggal atau nomor instruksi.

Dengan demikian, dasar pembukaan pekerjaan kedua telah dikonfirmasi melalui dua catatan yang berbeda.

Gu Chenxiao memeriksa keduanya, kemudian menandai pertanyaan itu sebagai terjawab.

Ia tidak merasakan kemenangan.

Sebuah penyelidikan yang baik tidak selalu bergerak dengan menemukan seseorang yang bersalah. Terkadang, kemajuan justru datang ketika satu dugaan yang menarik ternyata tidak memiliki dasar.

Pekerjaan kedua tidak muncul tanpa alasan.

Instruksi pembukaannya sah.

Dan instruksi itu hanya memerintahkan pemisahan dokumen sementara, bukan penetapan kategori akhir.

Hal-hal tersebut mempersempit ruang pencarian.

Sekarang mereka harus menemukan lembar penutupan pekerjaan kedua atau register perubahan status yang digunakan oleh unit pada periode tersebut.

Jika lembar penutupan ada, mereka dapat menelusuri rujukannya.

Jika pekerjaan itu dikembalikan, mereka dapat mencari catatan pengembaliannya.

Jika pekerjaan itu masih menunggu keputusan, mereka harus mengetahui mengapa daftar penghapusan kemudian menyatakan bahwa persetujuan telah diberikan.

Tiga kemungkinan.

Tiga jalur yang berbeda.

Dan untuk pertama kalinya, Gu Chenxiao dapat menjelaskan dengan tepat mengapa setiap jalur layak diperiksa.

Malam tiba ketika sebuah pesan dari Han Yu datang.

Ia menemukan satu rujukan tambahan pada daftar pekerjaan unit: nomor register perubahan status dokumen yang digunakan oleh administrasi aset wilayah barat pada tahun bersangkutan.

Register itu tidak disimpan bersama daftar pekerjaan harian.

Menurut indeks, buku tersebut dipindahkan ke ruang penyimpanan lama setelah unit administrasi mengalami reorganisasi.

Tidak ada keterangan bahwa buku itu hilang.

Tidak ada pula catatan yang memastikan buku itu masih lengkap.

Namun, nomor register dan lokasi penyimpanan terakhirnya tercatat dengan jelas.

Gu Chenxiao membaca laporan tersebut, lalu menutupnya.

“Besok pagi kita ke ruang penyimpanan lama.”

Paman Fu mengangguk.

“Apakah kita akan memanggil pejabat yang menandatangani instruksi?”

“Belum.”

“Kenapa?”

“Karena kita belum tahu apakah ia memiliki hubungan dengan perubahan status yang kita cari.”

Gu Chenxiao mengambil selembar kertas baru dan menuliskan nomor register itu.

“Jika register perubahan status tersedia, kita mungkin dapat mengetahui apakah pekerjaan kedua pernah ditutup dan siapa yang mencatat penutupannya. Itu akan memberi kita pertanyaan yang lebih spesifik untuk diajukan kepada pejabat tersebut.”

Ia meletakkan kertas itu di atas map.

“Orang lebih mudah bersembunyi di balik penjelasan umum ketika kita tidak memiliki catatan yang dapat diuji.”

Ia menatap Paman Fu.

“Jangan beri mereka kesempatan itu.”

Paman Fu membungkuk dan meninggalkan ruangan.

Gu Chenxiao duduk sendirian di bawah lampu.

Di hadapannya, dokumen-dokumen lama mulai membentuk urutan yang lebih jelas.

Pekerjaan pemeriksaan awal.

Pekerjaan penataan kategori sementara.

Instruksi yang sah untuk membuka pekerjaan kedua.

Dan sebuah register perubahan status yang belum ditemukan.

Belum ada bukti bahwa siapa pun telah menyalahgunakan kewenangan.

Namun, ia sekarang mengetahui batas yang tidak boleh dilewati oleh pekerjaan kedua.

Dokumen boleh dipisahkan.

Dokumen boleh diperiksa.

Dokumen boleh menunggu keputusan.

Tetapi tidak satu pun tindakan itu dengan sendirinya memberikan hak untuk menetapkan status akhir.

Jika daftar penghapusan aset wilayah barat benar-benar didasarkan pada keputusan yang sah, maka keputusan itu seharusnya dapat ditelusuri.

Jika tidak, mereka akan menemukan titik ketika sebuah pekerjaan yang seharusnya berakhir dengan status sementara mulai diperlakukan sebagai sesuatu yang telah selesai.

Gu Chenxiao memadamkan lampu.

Besok, ia akan membuka register perubahan status.

Dan untuk pertama kalinya, ia tidak sekadar mencari nama orang yang memegang sebuah dokumen.

Ia akan mencari tanda tangan yang memberi dokumen itu hak untuk berubah.

1
Nanik S
Hadir... dan awal yang berbeda
ARTHUR
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!