Season kedua ini akan berfokus pada persiapan Yang Zhen dalam menghadapi ancaman invasi skala penuh dari Sekte Pedang Langit ibu kota yang berniat merebut energi Jiwa Iblis Darah Kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Wush.
Angin sore yang bertiup kencang sama sekali tidak mampu menghilangkan bau anyir darah yang mulai tercium di perbatasan alun-alun.
Puluhan ribu prajurit ibu kota bersorak sorai sambil berlari merangsek maju dengan pedang terhunus.
"Bantai mereka semua dan rebut kekayaan kota ini!" teriak salah satu komandan pasukan dengan penuh semangat.
Yang Zhen hanya tersenyum tipis melihat lautan manusia itu melangkah masuk ke dalam area jebakan.
"Pelayan Ye, nyalakan mesin penggiling kita," perintah Yang Zhen menjentikkan jarinya dengan santai.
Trak.
Golem baja Leluhur Ye segera menghantamkan kedua tangan logamnya ke atas tanah pelataran istana.
Ngiing.
Cahaya biru meledak dari bawah pelataran, mengaktifkan Formasi Gravitasi Sepuluh Ribu Pedang hingga menjangkau seluruh alun-alun depan.
Tiba-tiba, tubuh puluhan ribu prajurit ibu kota itu terasa sangat berat hingga mereka jatuh tertelungkup ke tanah batu.
Bruk bruk bruk.
"A-apa yang terjadi?! Kakiku tidak bisa digerakkan!" panik prajurit barisan depan mencoba merangkak.
Di saat yang bersamaan, sepuluh ribu senjata rongsokan melesat jatuh dari langit layaknya hujan meteor besi.
Cras cras cras.
Pedang berkarat dan tombak tumpul itu menembus zirah perak pasukan ibu kota dengan sangat mudah berkat tarikan gravitasi.
Darah segar langsung menyembur, mewarnai jalanan batu alun-alun menjadi lautan merah yang mengerikan.
"Tolong! Tarik aku mundur!" jerit prajurit yang tertusuk memohon bantuan dengan putus asa.
Namun gaya tarik bumi terus berbalik ke atas dan ke bawah tanpa ampun mempedulikan teriakan mereka.
Senjata-senjata itu mencincang ribuan pasukan layaknya daging di atas talenan hanya dalam hitungan detik.
Master Sekte Jian Tian membelalakkan matanya melihat barisan depannya dibantai tanpa perlawanan.
"Sihir macam apa ini?! Pasukan kita bahkan tidak bisa berdiri!" raung Jian Tian dengan wajah pucat pasi.
Pria berjubah perak itu menoleh ke arah Necromancer di samping kereta perangnya dengan urat leher menonjol.
"Lepaskan rantai Naga Tulang itu sekarang juga!" perintah Jian Tian mengamuk.
Klang klang.
Rantai besi raksasa yang menahan monster mayat hidup itu langsung dilepaskan oleh para tetua sekte.
Groaar.
Naga Tulang raksasa itu mengaum keras dan melangkah masuk ke dalam pusaran formasi gravitasi.
Bum.
Tanah berguncang hebat saat kaki tulang monster itu menginjak mayat-mayat prajurit yang berserakan di jalanan.
Hujan besi dari formasi gravitasi terus menghujani tubuh raksasa tersebut tanpa henti dari atas langit.
Trang trang trang.
Namun, senjata-senjata rongsokan itu hanya memantul saat membentur kerangka tulang putih sang naga prasejarah.
"Hahaha! Monster itu kebal terhadap sihir rendahanmu, Yang Zhen!" tawa Jian Tian kembali menemukan secercah harapan.
Yang Zhen menatap monster raksasa itu dengan pandangan meremehkan dari atas teras istana.
"Tentu saja tidak mempan, tulang naga jauh lebih keras daripada potongan besi tua," komentar Yang Zhen dengan santai.
Tekanan gravitasi dari formasi terus berusaha meremukkan monster itu dari dalam.
Akan tetapi, monster mayat hidup itu tidak memiliki organ dalam atau pun pembuluh darah yang bisa dihancurkan oleh tekanan ruang.
Naga Tulang itu terus melangkah maju tanpa hambatan, lalu mengayunkan ekor tulangnya ke arah gerbang istana.
Wush.
"Awas, Bos! Ekornya mengarah ke sini!" teriak Wang Hao menyilangkan tangannya bersiap menahan benturan.
Yang Zhen tidak diam saja, ia langsung melompat turun dari teras dengan kecepatan kilat.
Syuut.
Pemuda itu mendarat tepat di depan gerbang dan merentangkan tangan kanannya ke depan.
Brak.
Ekor tulang raksasa itu membentur telapak tangan Yang Zhen, menciptakan gelombang kejut yang menyapu debu pelataran hingga bersih.
Hebatnya, Yang Zhen bahkan tidak bergeser satu milimeter pun dari tempatnya berdiri.
"Tenaga fisik monster ini lumayan besar juga," puji Yang Zhen menahan ekor raksasa itu hanya dengan satu tangan telanjang.
Jian Tian membelalakkan mata tunggalnya melihat pemandangan tidak masuk akal tersebut dari atas keretanya.
"B-bagaimana mungkin tubuh manusia bisa menahan pukulan fisik Naga Tulang secara langsung?!" jerit Master Sekte itu tidak percaya.
Su Lin yang berdiri di teras hanya mendengus pelan mendengar keheranan musuhnya yang tidak berdasar.
"Suamiku baru saja menyerap seluruh sari pati iblis prasejarah semalam," gumam Su Lin dengan senyum bangga.
"Tulang naga busuk itu bukanlah tandingan kekuatan fisik murninya saat ini."
Yang Zhen mencengkeram erat ekor tulang tersebut dan memusatkan energi gravitasi ke telapak tangannya.
Krak krak.
Tulang ekor yang diklaim tidak bisa dihancurkan itu mulai retak di bawah cengkeraman tangan Yang Zhen.
"Kau pikir aku hanya bisa mengandalkan formasi besi tua ini, Kakek Cacat?" ejek Yang Zhen menatap lurus ke arah Jian Tian.
Pemuda itu mengalirkan energi darah iblis ke seluruh otot lengannya hingga bersinar merah menyala.
"Mari kuberi tahu rahasia kecil tentang kelemahan anatomi kerangka," bisik Yang Zhen dengan senyum iblis.