NovelToon NovelToon
Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Mari Bercerai, Aku Sudah Mati Rasa, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:16.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zahira Aulia Utami menikah dengan Galang Putra Hadian. Mereke sudah menikah selama delapan tahun dan di karuniai seorang putri cantik bernama Cantika Alya Putri Hadian, berusia enam tahun. Namun putri mereka memiliki hal yang berbeda dengan putri orang lain pada umumnya. Dia memiliki sesuatu yang spesial.

Rumah tangga mereka sebeanrnya baik-baik saja. Hanya memang satu tahun terakhir Aulia dan Galang sering bertengkar. Dan inti dari masalahnya adalah Cantika, Galang merasa malu memiliki anak yang dia pikir ga-gu. Dan itu semua karena Aulia. Dia menyalahkan Aulia sehingga membuatnya malu saat membawa mereka dalam pertemuan keluarga atau saat acara di kantor.

Semenjak itu, hubungan mereka terasa hambar, Galang seing pulang telat ke rumah.

pertengkaran terus berlanjut, apalagi keluarga Galang juga ikut campur hingga akhirnya Aulia dan Cantika melihat Galang bersama dengan seorang wanita bergandengan mesra. Hati Aulia rasanya semakin membeku. Tak ada lagi alasan untuk bertahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aulia 1

Suara detak jam dinding di ruang tengah terdengar begitu nyaring, mengisi keheningan rumah yang terasa kian asing. Zahira Aulia Utami menatap punggung suaminya, Galang Putra Hadian, yang sibuk merapikan dasi di depan cermin. Pria yang dulunya selalu menyambut pagi dengan senyuman hangat itu, kini tak lebih dari bongkahan es yang dingin. Sudah hampir satu tahun rumah tanga mereka rasanya dingin.. Galang akan bersikap hangat saat dia sedang membutuhkan Aulia saja di atas ra-jang. Setelahnya tak ada lagi kehangatan yang dulu di rasakan Aulia. Mereka menikah bukan karena perjodohan namun karena memang sama-sama saling mencintai.

​Di sudut ruangan, Cantika Alya Putri Hadian, putri kecil mereka yang berusia enam tahun sedang asyik menyusun balok mainan. Mulut mungilnya bergumam, mencoba menirukan suara mobil-mobilan, namun kata-kata yang keluar terdengar samar dan tidak jelas.

​"Mas," panggil Aulia lembut, memecah keheningan.

"Pekan depan, hari Minggu, Cantika ada acara di sekolahnya. Penting sekali. Bisa kamu luangkan waktu untuk hadir?"

​Galang menghentikan gerakannya di depan cermin. Bahunya menegang. Tanpa berbalik, dia mengembuskan napas berat, sebuah gestur yang belakangan ini selalu Aulia terima setiap kali membahas tentang putri mereka.

​"Hari Minggu? Aku tidak bisa. Ada urusan pekerjaan penting yang harus kuselesaikan," jawab Galang datar, nadanya ketus dan terkesan mencari alasan.

​Aulia menghela napas, mencoba menahan sesak di dadanya.

"Mas, acaranya hari Minggu. Dan ini acara sekolah Cantika. Dia sudah berlatih keras untuk penampilannya, meskipun... meskipun dia masih harus menjalani terapi bicaranya. Dia ingin ayahnya ada di sana."

​Mendengar kata 'terapi', rahang Galang mengeras. Dia berbalik dengan tatapan tajam yang sarat akan kekecewaan dan amarah yang dipendam.

​"Untuk apa aku datang, Aulia? Untuk melihatnya membuatku malu di depan orang tua murid yang lain?" sembur Galang, suaranya meninggi, membuat Cantika yang sedang bermain sempat terlonjak kaget sebelum kembali menunduk takut.

​"Mas! Jaga bicaramu, ada Cantika di sini!" bisik Aulia tajam, matanya mulai berkaca-kaca.

​"Kenapa? Memang itu kenyataannya, kan?!" Galang melangkah mendekat, menatap Aulia dengan penuh kekesalan.

"Setahun ini aku sudah cukup sabar. Aku lelah, Aulia! Setiap ada acara keluarga atau pertemuan kantor, aku selalu jadi bahan bisikan karena punya anak yang... yang gagap seperti itu! Kamu yang mengandungnya, kamu yang mengurusnya sejak kecil, tapi kenapa kamu gagal mendidiknya sampai dia tidak bisa bicara normal di usia enam tahun?!"

​Degh

​Kata-kata Galang bagai sembilu yang menghunjam tepat di jantung Aulia. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya luruh juga. Menyalahkan dirinya atas keterbatasan Cantika adalah makanan sehari-hari yang harus Aulia telan setahun terakhir ini. Suaminya yang dulu penyayang, kini telah berubah menjadi pria asing yang dipenuhi rasa malu egois. Padahal dulu galang begitu menyayangi Cantika, buah hati mereka berdua.

​"Dia anakmu juga, Galang! Cantika tidak meminta dilahirkan dengan keistimewaan ini!" suara Aulia bergetar menahan tangis dan amarah yang meluap.

"Tugas kita sebagai orang tuanya adalah mendampingi dan mendukungnya, bukan malah membuang muka karena malu!"

​"Sudahlah, berdebat denganmu tidak akan pernah ada habisnya," potong Galang dingin. Dia meraih tas kerjanya di atas meja dengan kasar.

"Intinya aku tidak bisa datang hari Minggu nanti. Urus saja anakmu itu sendiri. Aku pergi."

​Tanpa memandang Aulia, bahkan tanpa melirik sedikit pun ke arah Cantika yang menatap kepergiannya dengan mata bulat yang polos, Galang melangkah lebar keluar rumah dan membanting pintu.

​Braaaakkkk

​Suara pintu yang berdentum keras itu seolah menegaskan bahwa rumah tangga mereka kini berada di ambang kehancuran. Aulia perlahan luruh ke lantai, menyembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangan saat isak tangisnya pecah.

​Di saat itulah, sebuah tangan kecil yang hangat menyentuh pundaknya. Aulia mendongak dan melihat Cantika sudah berdiri di sampingnya, menatap sang ibu dengan mata berkaca-kaca.

​"Ma... Ma... mi... ja... ngan... nang... is..." ucap Cantika terbata-bata, mencoba menghapus air mata di pipi ibunya dengan jemari mungilnya.

​Aulia langsung merengkuh tubuh putrinya ke dalam pelukan erat. Hatinya hancur, namun di dalam kehancuran itu, sebuah ketegasan mulai tumbuh. Dia tidak tahu sampai kapan bisa bertahan dalam pernikahan yang hambar dan penuh penolakan ini.

"Sayang, kamu mandi dulu ya. Kita bersiap ke sekolah. Tapi sebelum itu, Cantika bereskan dulu mainanya, oke sayang?"

Cantika mengangguk patuh dan berlari kecil menuju ke arah mainannya. Memasukkan satu persatu ke dalam box khusus mainannya. Aulia menatap Cantika dengan perasaan yang campur aduk. Cantika adalah anak yang cuku[ cerdas dan mudah memahami seriap ucapan atau perintah. Hanya saja dia kesulitan untuk berbicara dan mengungkapkan perasaannya.

Seperti biasa, Aulia akan megantarkan Cantika ke sekolah TKnya dan di sana ada juga sekola TK yang khusus untuk anak-anak seperti Cantika dan yang lainnya. Galang bahkan tak pernah menginajakkan kakinya di sekolah Cantika ini. Dia selalu punya alasan dan pada akhirnya membuat Cantika kecewa. Bukan hanya Cantika yang merasa senang bisa ke sekolah dan bertemu dengan banyak teman yang saling menerima di tengah keterbatasan mereka. Tapi juga untuk Aulia.

Dia bertemu dengan banyak orangtua dan ibu hebat di sana, dan mereka saling sharing dengan perkembangan dan juga stimulan yang bagus untuk perkembangan anaknya. Namun yang berbeda dengan Aulia, banyak diantara mereka yang mendapatkan dukungan dari keluarga besar terutama dari keluarga inti yang memang bagus untuk perkembangan anak spesial mereka.

Pukul sebelas siang, Cantika selesai sekolah dan dia berlari ke arah ibunya dengan wajah ceria dan juga senyum yang lebar. Hal yang membuat Aulia sangat bahagia, melihat senyum bahagia di wajah putri kecilnya.

"Maaa.....maaa...." Cantika menunjukkan hasil gambarannya yang mendapat nilai tinggi dari gurunya.

"Wah anak mama pintar sekali, dapat nilai A lagi ya sayang...! Bagaimana kalau untuk merayakan nilai anak mama yang hebat ini kita beli es krim di supermarket? Sekalian Mama juga mau belanja kebutuhan rumah..."

Mendengar akan di belikan Es krim embuat Cantika melompat kegirangan kemudian memeluk kaki ibunya. Aulia tersenyum penuh kebahagiaan. Dengan menggunakan motornya, mereka berdua berangkat menuju supermarket.

Cantika berjalan dengan riang, sesekali melompat kecil sambil menggenggam erat tangan ibunya. ​Namun, suasana hati Aulia yang mulai membaik mendadak sirna saat mereka berbelok ke lorong makanan segar. Di ujung lorong, tampak sebuah keluarga yang sangat dia kenali. Itu adalah mertuanya, orang tua Galang bersama dengan kakak ipar, adik ipar dan keponakan-keponakannya. Mereka sedang asyik memilih buah sambil bercanda tawa.

​Jantung Aulia berdegup kencang. Belum sempat dia memutuskan untuk berbalik arah, Cantika ternyata sudah melihat mereka terlebih dahulu. Mata bulat bocah itu berbinar senang saat melihat Nenek, kakek dan juga saudara-saudaranya ada di tempat yang sama.

​"Neeee... Kaeeee...!" terukir senyum lebar di wajah Cantika.

Dengan polosnya, dia melepaskan genggaman tangan Aulia dan berlari kecil ke arah kakek dan neneknya. Aulia yang masih terkejut tak sempat mencegah cantika yang berteriak kegirangan sambil berlari.

​"O... To... ma!"

1
Muft Smoker
nah Aulia bukti nyata udh di depan mata ,, tanpa dsruuh si pelakor dtg sendiri ,, 😂😂😂😂😂😂
Sari Supriyanti
up...up...uuuuupppppp.....semangat ....semngaaaaattttt...💪💪💪😍😍😍😍
ryuka
baguusss aulia... kamu kereenn.. kereeenn bangwt malaaaahh.. cantika ga butuh keluarga bapak nya sama zekali toxic banget 🔥🔥🔥🔥
Ambu Rinddiany Thea
galon mana galooon 🤣
Mundri Astuti
libas sekalian Aulia ...jangan kasih muka tu si Galang banci....tampol sekalian keluarga benalunya
Ambu Rinddiany Thea
kmh lamn posisi s aulia aya d anak2 cewe manehna ratna .. mikir ath sagenah na we .. lila lila d sleding gera tah
Heni Setiyaningsih
gimana Galang?? panik kaaannn,,,, panik dong ,masa gak panik🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yam_zhie: jangan keras-keras kak kasihan 🙈
total 1 replies
nely_48
keberuntungan berpihak pd mu aulia,,, sok kumpul semua para benalu n pelakor vs istri sah yg terzholimi , jd tontonan tetangga n ada yg mem viralkan, tamat s galang family s pelakor
Yam_zhie: haha bener teh 🙈
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
lanjut makin seruuuiu 💪
Yam_zhie: maksih kak 🤗
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahaha seru ini 🤣🤣😂😂 mampus kamu Galang, gimana Bu Ratna, pelacur murahan kesayangan Galang sudah muncul tuh 🤣🤣😂😂
Yam_zhie: pening Bu Ratna 🙈
total 1 replies
ryuka
terlambat kamu galang.. aulia zudah ga akan mundur.. makan itu semua kelakuan bodoh mu itu 🔥🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍
Mundri Astuti
ohoooo tenang Galang, pelan" otw tuh yg kamu takutin di otak kamu, ga ngotak si jadi org...klo dah dtg tu karma ga kaleng" ntar
Yam_zhie: betul. apalagi yang dia dzalimi juga anaknya sendiri 😭😭
total 1 replies
Muft Smoker
jgn2 pak ghani niih yg punya perusahaan tempat si galang kerja ,🤭🤭🤭🤭🤭
nely_48
d kerutug kan sm keluarga toxic
Ilham
aku penasaran pertemuan pertama Aulia sama yang punya perusahan
Ilham
lanjut
Ambu Rinddiany Thea
ya Allah genahna d kumahakeun nya eta indung na s galang plus anak2na .. 🤔🤔
gemar baca
syuka sama ceritanya,keren Mengen banget
arniya
makin seru and gereget.....
Thewie
Pakah pak Ghani ci i o yg menyamar🤭
Muft Smoker: kyakny dy bos ny galang ,,, amsyoong deeh si galang 😂😂😂😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!