NovelToon NovelToon
Happy Ending ?

Happy Ending ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:282
Nilai: 5
Nama Author: Ar's

​"Briar" adalah seorang wanita muda berusia 20-an yang tengah berjuang menata kembali hidupnya. Terluka oleh trauma masa kecil dan kehilangan berbagai hal berharga, ia harus bertahan di dunia seorang diri.

​Kesederhanaan, kepolosan, dan paras cantiknya tanpa sengaja mempertemukannya dengan Adrian, tetangga baru yang juga seorang CEO muda penuh kesempurnaan.

Tanpa ragu, Adrian masuk ke dalam hidup Briar, dan dalam waktu singkat, hubungan mereka berlabuh dalam ikatan pernikahan. Untuk pertama kalinya, Briar merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

​Namun, di balik hangatnya sikap sang suami, pertanyaan-pertanyaan kelam mulai menghantui:

​Mengapa pria sesempurna Adrian begitu terburu-buru menikahinya?

​Rahasia gelap apa yang disimpan Adrian rapat-rapat?

​Ketika takdir mulai mempermainkan segalanya, sanggupkah cinta mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Album Misterius

Salah satu momen paling membahagiakan setelah menikah adalah di setiap pagi ketika aku mulai membuka mata, aku akan menjadi orang pertama yang menyapa suamiku saat dia bangun..

-

"Selamat pagi mas..?". Ucapku pada suamiku yang baru saja bangun.

"Selamat pagi sayang..". Sambil tersenyum lalu mengecup keningku.

"Ayo mas bangun, aku udah bikinin kamu sarapan.. sekarang bangun gosok gigi, terus sarapan, terus kamu mandi. Terusss... bantu aku siap-siap packing, sama kita pergi buat beli perlengkapan untuk kita bawa nanti..". Ucapku pada mas Adrian dengan penuh semangat untuk mempersiapkan perlengkapan untuk pergi berbulan madu.

"Nanti dulu sayang..". Mas Adrian kembali menarikku ketempat tidur dan menutup seluruh badanku masuk kedalam selimut bersamanya di dalamnya.

♪~('ε` )

-

Akhirnya kami pun tiba di hotel tempat kami akan menginap. Mas Adrian memesan hotel bintang 5 dengan pemandangan yang sangat indah juga dekat dengan lokasi wisata. Aku dan mas Adrian menghabiskan waktu berdua jalan-jalan sambil memotret banyak hal dalam perjalanan kami.

Setelah 2 minggu yang penuh cinta, aku dan mas Adrian memutuskan untuk pulang..

Sungguh hari-hari yang membahagiakan sekaligus melelahkan. Bulan madu yang kami lakukan benar-benar menyenangkan dan begitu romantis..

Rasanya tidak cukup berada disana selama 2 minggu. Akan tetapi kami harus segera pulang karena mas Adrian harus kembali ke kantor.

Dan hari-hariku sebagai seorang istri pun telah di mulai..

-

Aktivitasku sekarang sudah berubah..

Aku tidak lagi bekerja karena mas Adrian tidak mengizinkan aku untuk bekerja lagi. Mas Adrian ingin aku banyak-banyak beristirahat karena kami berencana untuk memiliki anak secepatnya.

Sebenarnya aku tidak mau terburu-buru untuk memiliki anak karena aku fikir, aku masih cukup muda.. Akan tetapi mas Adrian sepertinya sangat ingin aku segera mengandung anaknya..

-

Di pagi hari aku bangun lebih dulu dari suamiku, aku mandi, berdandan dan mulai bersiap untuk membuatkan suamiku sarapan di dapur, lalu menyiapkan pakaian dan menemaninya sarapan. Aku mengurus suamiku dari dia membuka mata sampai dia tertidur di malam hari. Aku ingin menjadi istri terbaik untuk suamiku..

-

Siang ini aku berencana mengantarkan makan siang untuk suamiku. Aku selalu makan siang bersama mas Adrian di kantornya. Orang-orang di kantor mas Adrian bersikap baik padaku karena mereka tau, sekarang aku adalah istri dari bos mereka. Tapi anehnya satpam dan resepsionis yang mengusirku sekarang sudah tidak bekerja disana. Aku dengar, suamiku melihat cctv dan mengetahui perlakuan kariawannya itu terhadapku. Seperti yang selalu aku katakan.. Mas Adrian selalu memperhatikan setiap hal kecil yang terjadi padaku.. Orang-orang pasti menganggapnya seperti obsesi.. tapi menurutku itu adalah "C.I.N.T.A".

-

Sekarang waktu masih menunjukan pukul 9 pagi. Aku berencana membereskan tempat kerja mas Adrian yang terlihat sangat berantakan.

Lalu tanpa sengaja aku melihat sebuah album foto masa kecil mas Adrian jatuh ke lantai dari rak bukunya. Aku melihat isi album foto yang berisi foto-foto saat mas Adrian masih kecil dan foto-foto orang tuanya saat masih hidup bersama.

Aku terus-terusan membalik lembaran demi lembaran.. lalu..

Call by : Dwi

Aku mendapatkan sebuah telefon dari sepupuku Dwi.

"Hallo..?".

"Hallo Briar.. Maaf karena aku baru sempat menelponmu sekarang..". Ucap Dwi

"Iya.. tidak apa-apa aku tau kamu cukup sibuk..". Jawabku lagi

"Anyway.. aku lihat-lihat foto-foto kamu di medsos.. dan aku melihatnya bersama bang adam (suaminya Dwi).. Kamu tau? Sepertinya bang Adam mengenal suami kamu.. Bang Adam bilang wajahnya benar-benar nggak asing..". Ujar Dwi.

"Benarkah?". Tanyaku penasaran.

"Iya.. bang Adam bilang masih samar-samar.. Bang adam bilang sepertinya pernah lihat dimana.. Atau begini saja.. nanti kalau bang adam ingat, akan aku kabari lagi..". Ucap Dwi langsung mematikan telefonnya..

Hmm..

Aku penasaran..

Lalu aku melanjutkan pekerjaanku untuk membereskan ruangan kerja mas Adrian. Ku lihat waktu sudah menuju pukul 10 pagi. Aku mau memasak menu spesial dan membawanya ke kantor mas Adrian.. Aku sangat menikmati hari-hariku menjadi istrinya mas Adrian. Rasanya setiap hari rasa cintaku bertambah dan terus bertambah.

-

Aku baru saja tiba di kantor mas Adrian. Lalu menuju keruangannya membawa makanan yang akan kami santap bersama nantinya. Ku tunggu mas Adrian di ruangannya karena mereka bilang mas Adrian sedang ada meeting dan belum selesai.

Saat mas Adrian kembali, tiba-tiba mas Adrian masuk lalu menutup tirai ruanganya dan mengunci pintu.. Lalu menggendongku ke depannya.. dan membawaku ke atas meja kerjanya.

"Mas.. kamu mau ngapain..?". Tanyaku

Mas Adrian hanya tersenyum lalu membuka kancing bajunya. Aku mengerti dan membiarkan mas Adrian melakukan hal-hal kesukaanya kepadaku. Saat aku hampir bersuara, mas Adrian mendekap mulutku. Rasanya sedikit menantang, ini pertama kalinya kami melakukannya di tempat kerja mas Adrian.

Setelah selesai aku dan mas Adrian merapikan diri dan tertawa bersama..

"Mas.. aku suka yang barusan..". Ujarku

"Iya? Lain kali kita lakukan di tempat lain..". Ucap mas Adrian bercanda.

Hampir setiap hari aku dan mas Adrian melakukannya. Sehari bisa sampai berkali-kali. Aku dan mas Adrian sangat cocok dalam hal itu. Mas Adrian benar-benar jantan sangat sesuai dengan bentuk badannya. Aku merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia.

"Eh mas.. tadi aku beresin ruangan kerja kamu soalnya berantakan, terus aku nemu album foto kamu jatuh dari rak buku...". Aku belum selesai bicara lalu..

"Apa!! Mas nggak nyuruh kamu buat beresin itu kenapa kamu malah buka-buka album.....?!". Tiba-tiba mas Adrian membentakku seolah tidak suka mendengar bahwa aku membereskannya.

"Maaf mas.. aku nggak buka album itu.. Aku benar-benar hanya membereskannya..". Aku merasa bersalah sekaligus terkejut dengan sedikit gemetar karena untuk pertama kalinya setelah kami menikah mas Adrian bicara dengan intonasi tinggi seperti sekarang. Akupun mundur dan mulai menjauh..

"Hey.. sayang.. maaf.. maaf.. kemarilah.. sini..". Mas adrian memaksa untuk memeluku.

"Maafin mas ya.., mungkin mas cuma lagi stres sama kerjaan mas.. mas nggak bermaksud buat marahin kamu..maaf sayang..". Bujuk mas Adrian.

Aku mencoba memahami mas Adrian, memang akhir-akhir ini pekerjaan mas Adrian banyak karena cuti bulan madu waktu itu. Akhirnya kami berdamai..

Setelah itu kami makan bersama.. Aku mencoba memahami mas Adrian. Dan Mas Adrian terus menerus mencoba menghiburku.

Saat aku pamit untuk pulang tiba-tiba mas Adrian juga ingin ikut pulang. Aku fikir mungkin mas Adrian merasa bersalah jadi mau mengantarku pulang..

-

Setibanya kami dirumah..

Mas Adrian membuka pintu dengan tergesa-gesa lalu lari keruangan kerjanya. Aku tidak mengerti dan merasa penasaran dengan album fotonya. Ada apa sebenarnya.. Kenapa dengan album foto itu?

"Mas.. kamu udah mau balik lagi ke kantor?". Tanyaku karena melihat mas Adrian membawa sebuah tas berukuran sedang menuju keluar.

"Iya sayang, mas pergi lagi dulu ya.. nanti sore mas pulang, kita pergi makan malam di luar oke..?". Jawab mas Adrian masih bersikap sedikit aneh.

Akupun mengangguk dan membiarkan mas Adrian pergi..

Aku masih penasaran dan kembali keruang kerja mas Adrian, dan mencari-cari album foto itu. Namun aku tak menemukannya.. sebenarnya ada apa dengan isi album foto itu? Aku merasa sangat ingin tau tentang isi album itu.

-

Keesokan harinya aku dan Dwi berencana pergi berbelanja bersama. Dan kami nongkrong di sebuah caffe untuk minum kopi sambil mengobrol.

"Eh.. gimana, kamu bahagia sama suami kamu? Pasti kalian senang-senang teruskan...?". Tanya Dwi menggodaku.

"Yah begitulah.. kamu iri?". Jawabku pada dwi, untuk menggodanya karena suami Dwi sangat tidak romantis.

"Ihh.. dasar..". Ujar Dwi

"Oh iya, bang Adam bilang.. kalau bang adam ingat suami kamu itu siapa..". Ucap Dwi

"Benarkah..? Jadi siapa..?". Tanyaku pada Dwi.

"Jadi gini.. dulu suami kamu itu satu SMA sama mas adam (suaminya dwi).".

"Ehh bentar.. SMA nya bukannya di desa tempat tinggal lamaku..?". Tanyaku pada Dwi

"Nah.. iyaa betul-betul..". Ujar dwi membenarkan.

"Jadi.. Mas Adrian pernah tinggal di desa yang sama denganku dulu, di desa kebun teh itu..?". Aku mencoba memahami segalanya.

"Jadi gini.. waktu kalian pergi bulan madu, aku tunjukan ke bang adam foto-foto kalian..". Jawab Dwi

"Awalnya bang Adam lupa suami kamu itu siapa, ehh.. tadi tiba-tiba bang adam liat lagi foto suami kamu, bang adam ngomong : "Eh..ini bukannya Adrian Mahesa..?".

Dwi: "Emangnya kamu kenal bang..?".

Bang Adam jawab: "Iya.. si Adrian itu dulunya satu SMA sama abang.. kita tinggalnya juga tetanggaan dulu. Sama Briar juga kita tetanggaan dulu. Briar emang nggak cerita kalau Adrian itu tetangga kami juga dulu". Tanya bang Adam ke Dwi

"Kalau bang Adam iya aku taulah.. kalau bang adam tetanggaku, dulu kami sering bermain di teras rumahnya bang adam, soalnya aku dan adiknya mas adam berteman dekat saat kecil.. Tapi aku tidak tau kalau mas Adrian juga tetanggaku..". Jawabku sambil memikirkan apakah aku dan mas Adrian benar-benar bertetangga dahulu.

"Dan.. Bagaimana dengan anak SMA yang dulu pernah melecehkanku itu, siapa namanya..?". Gumamku dalam hati.

-

Aku pun pulang dan beristirahat, tapi fikiranku terus-terusan tidak bisa berhenti mencoba mengingat wajah si anak SMA yang melecehkanku dulu. "Apa jangan-jangan mas Adrian itu..??".

"Tidak mungkin.. kalau dia adalah mas Adrian pasti aku mengenalnya.

Aku berdoa agar fikiran-fikiran ini hanya sebatas pemikiranku saja. Mungkin aku salah menduga, lagi pula kejadiannya sudah 16 tahun lalu. Tidak mungkin mas Adrian tega padaku.. Setauku, suamiku adalah pria yang paling lembut, perduli dan penyayang. Sementara pelaku itu, orangnya...

Ah sudahlah..

Seharusnya aku nggak perlu ingat-ingat semua itu lagi. Mungkin mas Adrian jarang keluar saat kami bertetangga dulu, jadi kami jarang bertemu. Aku harus selalu memikirkan hal-hal yang positif seperti yang dokter kandungan katakan padaku.. Aku tidak boleh stress agar secepatnya bisa mengandung anaknya mas Adrian.

Sebenarnya ada apa..?

Siapa mas Adrian sebenarnya..?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!