NovelToon NovelToon
KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Seratus ribu tahun setelah Perang Senja yang memusnahkan para Dewa Asli dan Iblis Primordial, para "Penguasa Abadi" di Sembilan Langit menjadikan dunia fana sebagai ladang ternak spiritual yang dipanen setiap sepuluh ribu tahun. Lin Xuan, seorang murid yatim piatu dari Sekte Pedang Awan Biru yang dikhianati dan diambil Akar Spiritualnya demi menghidupkan putra mahkota sekte, dibuang ke dasar Jurang Tulang Iblis. Di ambang kematian, darahnya menyalakan Lentera Abu Senja—pusaka terlarang peninggalan Dewa Senja terakhir—yang membentuk kembali tubuhnya dengan Meridian Kembar Dewa-Iblis. Dengan menggenggam pedang di satu tangan dan api senja di tangan lain, Lin Xuan merangkak naik dari dasar jurang untuk menumbangkan sekte-sekte munafik, menyatukan ras Iblis dan Manusia, serta meruntuhkan takhta palsu di Sembilan Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Hantu Pencabut Nyawa di Malam Berkabut

Puncak Daun Hijau adalah salah satu dari dua belas puncak bagian dalam Sekte Pedang Awan Biru, tempat tinggal Tetua Kesembilan, Zhou Tong (kultivator Ranah Pembangunan Fondasi Lapisan Kelima / Tingkat Menengah).

Zhou Tong terkenal di seluruh sekte karena keahliannya menggunakan senjata rahasia berupa jarum emas beracun dan teknik penyiksaan meridian. Dialah orang yang dengan wajah dingin menancapkan lima Jarum Emas Pengunci Meridian ke punggung Lin Xuan di Aula Penegak Dharma dua minggu lalu, membuat Lin Xuan tidak bisa bergerak sedikit pun saat Akar Spiritualnya dirobek keluar!

Namun malam ini, di dalam paviliun mewahnya di Puncak Daun Hijau, Zhou Tong sama sekali tidak bisa tidur tenang.

Sejak mendengar kabar dari Liu Ruyan kemarin bahwa Lin Xuan belum mati dan telah membunuh Tetua Ketujuh Wang dalam satu tebasan, hati Zhou Tong diliputi kegelisahan yang tak beralasan. Ia bahkan telah menyalakan tiga lapis formasi alarm di sekeliling halaman paviliunnya dan menempatkan dua belas murid dalam terbaiknya untuk berjaga di depan pintu kamar!

"Ah, mengapa aku harus takut pada bocah kemarin sore itu?" Zhou Tong bergumam sendiri di dalam kamarnya yang diterangi lilin sambil menuangkan secangkir arak hangat dengan tangan yang sedikit gemetar. "Di luar ada Formasi Pelindung Awan Biru, di puncak utama ada Ketua Sekte Gu yang berada di Ranah Inti Emas, dan di Penjara Air Hitam sudah ada Tetua Pertama Han yang menunggu bocah itu masuk perangkap. Mana mungkin Lin Xuan berani masuk ke Puncak Daun Hijau—"

Tiba-tiba, nyala lilin di atas meja kamar Zhou Tong meredup dan berubah warna menjadi abu-abu senja!

Suhu udara di dalam kamar yang tertutup rapat itu mendadak turun drastis hingga arak di dalam cangkir Zhou Tong membeku!

"Siapa di sana?!"

Bulu kuduk Zhou Tong langsung berdiri tegak! Sebagai kultivator Pembangunan Fondasi Tingkat Menengah, ia langsung melompat mundur dari kursinya sambil mengeluarkan lima bilah Jarum Emas Pengunci Meridian di sela-sela jarinya!

Namun tidak ada suara alarm sedikit pun dari tiga lapis formasi di halaman luar. Dua belas murid penjaga di depan pintu pun tidak mengeluarkan suara apa-apa.

Dari sudut bayangan gelap di dekat rak buku kamarnya, sesosok pemuda berjubah hitam dengan Topeng Perunggu Rubah Malam melangkah keluar perlahan tanpa menimbulkan suara langkah kaki sedikit pun.

"Tetua Kesembilan menyukai permainan jarum emas, bukan?"

Suara dingin yang keluar dari balik topeng perunggu itu membuat darah di seluruh tubuh Zhou Tong membeku seketika!

"Lin... Lin Xuan?! Bagaimana kau bisa menembus Formasi Pelindung Gunung dan tiga lapis formasi alarmku tanpa suara sedikit pun?!" Zhou Tong menjerit tertahan, keringat dingin langsung membasahi jubah tidurnya. "Murid penjaga! Cepat masuk! Ada penyusup—!"

"Tidak perlu berteriak," potong Lin Xuan tenang. "Formasi Lentera Abu Senja-ku telah mengisolasi seluruh suara dan Qi di dalam kamar ini. Bahkan jika kau meledakkan Dantianmu sekarang, para penjaga yang berdiri tiga langkah di balik pintu kamarmu itu tidak akan mendengar apa-apa."

Wajah Zhou Tong berubah sepucat kertas mayat. Ia tahu ia tidak punya pilihan lain selain bertarung mati-matian untuk menjebol dinding kamar dan memicu alarm luar!

"Mati kau, bocah iblis! Hujan Jarum Emas Penembus Jiwa!"

SWUSSH! SWUSSH! SWUSSH!

Zhou Tong mengerahkan seluruh Qi cair Lapisan Kelima miliknya, melemparkan dua puluh jarum emas beracun yang melesat membelah udara dengan kecepatan luar biasa ke seluruh titik vital di tubuh Lin Xuan, sementara tubuhnya sendiri melompat ke belakang hendak menabrak jendela kamar!

Namun di mata Lin Xuan yang kini berada di Pembangunan Fondasi Lapisan Kedua Dewa-Iblis, gerakan Zhou Tong tampak begitu lambat dan penuh celah.

Lin Xuan bahkan tidak mencabut Pedang Pemutus Takdir-nya. Ia hanya mengibaskan lengan kanan Jubah Kabut Malam-nya yang dialiri Qi emas Meridian Dewa Purba!

TING! TING! TING!

Seluruh dua puluh jarum emas itu tertahan di udara oleh gelombang Qi emas Lin Xuan, lalu berbalik arah seratus delapan puluh derajat dengan kecepatan tiga kali lipat lebih kencang!

"APA?!"

Belum sempat Zhou Tong menyentuh jendela kamarnya, lima bilah Jarum Emas Pengunci Meridian miliknya sendiri telah melesat balik dan menancap tepat di lima titik meridian utama di punggung dan tulang belakangnya—persis di lima titik yang dulu ia tancapkan pada tubuh Lin Xuan di Aula Penegak Dharma!

JLEB! JLEB! JLEB!

"AAAKHH—mphh!"

Jeritan Zhou Tong langsung terbungkam saat bayangan Lin Xuan muncul tepat di belakangnya melalui Langkah Bayangan Senja dan tangan kiri Lin Xuan mencengkeram wajah tua itu, membantingnya berlutut di lantai kayu kamar!

Seluruh meridian di tubuh Zhou Tong terkunci rapat oleh jarum emasnya sendiri, rasa sakit yang merobek urat nadi membuat bola mata tua itu melotot hampir pecah dan air mata bercampur darah mengalir di pipinya.

"Rasanya menyakitkan saat lima jarum ini mengunci meridianmu hidup-hidup, bukan, Tetua Zhou?" bisik Lin Xuan dingin tepat di atas kepala Zhou Tong. "Dua minggu lalu di Aula Penegak Dharma, kau tersenyum puas saat menancapkan jarum ini ke punggungku. Malam ini, aku mengembalikannya sepuluh kali lipat untukmu."

ZRRRRTTTT!

Telapak tangan kiri Lin Xuan menyala dengan Api Abu Senja, langsung membakar meridian dan menghisap seluruh esensi Qi Pembangunan Fondasi Lapisan Kelima dari tubuh Zhou Tong ke dalam Lentera Abu Senja!

Ketika Lin Xuan melepaskan cengkeramannya, tubuh Zhou Tong ambruk kaku tak bernyawa di lantai kamar dengan lima jarum emas menancap di punggungnya dan satu cap abu berwarna senja terukir di dahinya.

Lin Xuan mengambil kantong penyimpanan Zhou Tong, lalu melangkah keluar melalui bayangan malam tanpa diketahui oleh satu pun penjaga di halaman luar—menuju target berikutnya!

1
Dan Kawan-Kawan
asyiiik cerita baru lagi
kalo bisa alur ceritax dibuat liku2 jgn baru 100 chapter sudah sampai di alam atas...buat panjang ceritax....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!