Setelah 8 tahun, Dara bertemu lagi dengan Luth, mantan pacarnya saat SMA yang dulu koma karenanya. Bukan hanya fisik sang mantan yang berubah jadi tampan, tapi ternyata, Luth juga tak mengenalinya.
"Kamu benar-benar tidak mengenaliku?" Dara menatap tak percaya.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Luth terlihat bingung.
Dara semakin merasa bersalah, karena kemungkinan Luth hilang ingatan karena benturan keras yang sampai membuat dia koma 8 tahun lalu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEDATANGAN VALERIE
"Pagi, Pak." Sapa Dara sambil berdiri dan memasang senyuman manis saat Luth datang.
"Pagi." Sahut Luth tak kalah antusias.
"Saya ada sesuatu buat Bapak.'
"Sesuatu?" Luth mengerutkan kening.
Dara mengambil kotak makan warna orange yang sejak tadi sudah ia siapkan di atas meja, menyodorkan pada Luth.
"Buat Bapak. Sambal cumi lengkap dengan nasi, telur dadar, dan irisan timun."
"Oh ya."
Luth membuka sedikit ujung kotak makan. Seketika, aroma wangi sambal cumi dan telur dadar langsung menguar.
"Kamu bikin saya jadi lapar lagi, Ra." Ia menutup rapat lagi kotak makan tersebut. "Makasih ya."
"Sama-sama. Semoga suka dengan masakan saya."
'Pasti. Dari baunya saja sudah enak, apalagi rasanya. Saya masuk dulu ya."
"Silakan."
Luth membuka pintu ruang kerjanya, lalu masuk.
Dara kembali duduk, tapi matanya masih belum lepas menatap ke arah pintu ruangan Luth. Rasanya tak sabar menunggu jam makan siang, menunggu bagaimana review laki-laki itu tentang masakannya. Tadi pagi Mami dan lainnya bilang enak, semoga saja Luth juga akan bilang demikian.
Ia kembali fokus pada layar komputer, melanjutkan pekerjaan. Menjelang jam makan siang, tiba-tiba seorang wanita mendatangi mejanya.
"Permisi."
Dara mengangkat wajah, tatapannya langsung bertemu dengan wanita cantik bergaun hitam di depannya.
"Iya, ada yang bisa saya bantu?' Dara berdiri, tersenyum ramah.
"Pak Luth ada di ruangannya?"
"Ada." Dara mengangguk. "Maaf, apa sudah ada janji sebelumnya? Karena jika belum, saya harus konfirmasi pada Pak Luth terlebih dahulu."
"Kamu baru ya?" Wanita itu tersenyum.
Dara mengerutkan kening.
"Makanya kamu belum kenal saya. Kenalkan, saya Valerie, saya pacarnya Pak Luth."
Dara seketika terdiam, senyum di wajahnya memudar. Jadi saat itu, ketika Luth bilang sudah punya pacar, ternyata tidak bohong, dia memang sudah punya pacar. Gara-gara sibuk dengan isi pikirannya, ia sampai tak menyadari jika saat ini, Valerie sedang mengulurkan tangan ke arahnya.
"Hallo."
"Oh, maaf." Dara buru-buru menerima uluran tangan Valerie.
Tiba-tiba, terdengar suara gagang pintu ruangan Luth ditarik. Dara dan Valerie, kompak menoleh ke arah yang sama. Luth keluar.
"Valerie." Luth tampak terkejut melihat kedatangan kekasihnya yang tanpa memberi tahu lebih dulu.
"Surprise." Valerie mendekati Luth, dan langsung memeluknya. "Kangen..." Ia mengecup pipi kanan dan kiri Luth.
Sontak, Dara memalingkan wajah, tak mau melihat itu. Tangannya meremat rok, ada rasa sakit yang tiba-tiba menyelinap di dada. Apakah ia cemburu? Mungkin.
"Aku bawain kamu makan siang." Valerie mengangkat tas bekal di tangan kanannya.
"Kamu masak sendiri?"
"Of course." Valerie bergelayut manja di lengan Luth.
'Ya udah, masuk Sayang."
Sayang?
Panggilan itu membuat Dara seketika teringat masa lalu, saat Luth izin memanggilnya sayang, tapi ia tolak mentah-mentah. Sekarang saat wanita lain yang dipanggil sayang, kenapa hatinya sakit.
Ia melihat bagaimana Luth merangkul pinggang ramping Valerie, membawa masuk ke ruangannya.
Dara kembali duduk untuk melanjutkan pekerjaan. Sayangnya, fokusnya berantakan karena suara dari dalam ruangan Luth yang memang tidak ditutup rapat. Ia bisa mendengar tawa mereka, juga suara Valerie saat bermanja-manja.
Ia mencoba untuk mengabaikan suara dari dalam, sayangnya suara itu jauh lebih gampang masuk ke otak dan perasaannya ketimbang pekerjaan di depan mata.
"Masakan kamu gak pernah mengecewakan, Sayang. Aku selalu suka."
"Kalau begitu, nambah ya."
Dara memejamkan mata sekilas lalu tersenyum getir. Harapannya siang ini akan mendengar Luth memuji masakannya, tapi yang ia dengar justru masakan wanita lain yang dipuji. Tak kuat berlama-lama disana, ia memutuskan untuk keluar makan siang.
Sayanganya, setibanya ia dari makan siang, Valerie belum juga meninggalkan ruangan Luth. Mereka masih terdengar asyik bersenda gurau.
Sekitar pukul 2 siang, Valerie baru meninggalkan ruangan kerja Luth. Tapi mood Dara sudah terlanjur hancur, tak lagi bisa fokus sama sekali dengan pekerjaan. Ia malah memikirkan nasib kotak makan siangnya? Sambal cuminya yang ia masak pagi-pagi sekali. Apakah masakannya tetap dimakan Luth, atau jangan-jangan... malah berakhir di tempat sampah?
kasian dara klo Diego sampai punya foto dara yg telanjang😤
hhuuaaaaaaaa