NovelToon NovelToon
Aku & Kamu

Aku & Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:104
Nilai: 5
Nama Author: Runi Baene

Awal bulan mei, bulan yang penuh dengan keindahan yang pernah ku rasakan, karena bertemu dengan seseorang. Dia tinggi, hitam manis, orangnya cuek, dan bukan tipe banyak bicara. kami saling berkenalan, itu karena berada di tempat yang sama, tapi siapa sangka ternyata dia adalah kakak tingkat ku..

sosok yang ku cerita ialah Anton Mark, bukankah itu nama yang indah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Runi Baene, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. sosok misterius part 1

malam hari ini sangat berbeda, membuat Rani sejak dari tadi mengurung diri di kamar setelah makan. Padahal biasanya Rani akan duduk bersama keduanya orangtuanya, tapi sekarang tidak. Hal itu perlu di pikirkan atau di ambil pusing..

Di dalam kamar Rani menyelesaikan satu persatu tugas yang di dapatkan hari ini, tapi dibalik itu Rani juga sedang membalas chat dari seseorang yang menjadi penyemangat nya selama di kampus.

dibilang pacar bukan, tapi dia adalah sosok yang Rani kagumi saat PK2MB di kampus. Rani yang dikenal tidak percaya akan cinta sejati tiba-tiba terpesona dengan kehadiran laki-laki tersebut. Tidak ada yang tau satu pun siapa yang di sukai oleh Rani.

Mereka kadang bertukar kabar, tapi bisa di bilang yang paling bersemangat adalah Rani, padahal tuh cowok slow respon, tapi bagi Rani mungkin dia sibuk. Yah bukankah hal seperti itu sering terjadi pada orang yang cintanya hanya sepihak..

Rabi tidak peduli dengan cara laki-laki itu membalas chatnya, yang ia tau pria itu membalas setiap pesan yang Rani kirim kepada. Tolol memang tapi bagaimana lagi namanya juga cinta...

Rani telah menyelesaikan tugas. Ia memilih rebahan di atas kasurnya yang empuk dan terus membalas pesan. banyak hal yang di bicarakan dalam chat tersebut

isi chat Rani dengan laki-laki misterius itu

sosok misterius

"udah selesai ngerjain tugasnya

^^^Rani ^^^

^^^udah, kenapa memang?^^^

Sosok misterius

nanya aja, emang nggak bisa?

^^^Rani^^^

^^^Ohh, kirain ada yang mau kau bilang gitu makanya nanya gitu sama ku^^^

Sosok misterius

gimana kalau kita telfon aja

biar leluasa ngobrol nya, gimana?

Pria itu mengajak Rani dan hal itu membuat dunia Rani senang banget. Kapan lagi kan Rai bisa telfon sama crush nya itu...

^^^Rani^^^

^^^boleh ,tapi nggak ada yang marah kan?^^^

Sosok misterius

nggak ada kok

Pria itu memastikan kepada Rani bahwa tidak akan ada yang marah, karena dia pun masih sendiri belum punya pacar juga...

handphone Rani pun bergetar, bertanda telfon telah masuk dari pria itu. Rani langsung mengangkat, ia tidak ingin membuang waktu dan kesempatan untuk berbicara dengan dia walaupun hanya melalui telfon aja..

"hallo" Rani mulai menyapa dengan nada pelan, takut orangtuanya dengar

"hallo juga, gimna tugas nya udah selesai ata belum" sapa laki-laki itu dan menanyakan hal yang sama dengan Rani

"kan tadi aku udah bilang, semua tugas aku udah selesai. Nggak percaya banget sih jadi cowok" Rani kesal karena pertanyaan pria itu, padahal tadi udah di jawab..

"kok balas yang begitu" heran pria itu dengan respon Rani

"yah kamu sih, nanya-nanya soal itu, kan jadi kesal, padahal udah aku kasih tau tadi sama kamu" ucap Rani dengan nada rendah

"yah udah, maaf nya kalau hal itu buat kau kesal" balas nya dengan tawa ringan

Hal itu sontak membuat Rani diam, walaupun tidak bisa melihat hal seperti itu, tapi setidaknya Rani sudah menjadi tawa dari pria itu

"hallo kok diam?" ucap pria itu, karena Rani tiba-tiba diam

"ia, apa, nggak ada kok" balas Rani dengan nada gugup, seperti orang yang terciduk saja, padahal cuman telfon aja..

Aneh memang Rani ini, cuman hal seperti itu aja, jantung nya seakan-akan mau copot aja..

Rani Rani, sadar dia cuman bisa di kagumi bukan di miliki..

"terus mau bilang apa lagi, udah setengah jam kita diam-diaman dong?" Rani kembali memulai percakapan

"nggak tau mau bilang apa juga" balas pria itu

"yah udah kalau nggak ada lagi, di matiin aja yah telfonnya?" ucap Rani, lagian tidak ada lagi yang di bicarakan

"kok cepat banget, emang kamu udah mau tidur yah?" pria itu seakan-akan tidak ingin mengakhiri percakapan padahal sedari tadi hanya diam aja

"yah lagian kamu diam sih, makanya aku bilang begitu" Rani membalas nya.

"kalau untuk tidur, belum sih bentar lagi kayanya" sambung Rani melihat jam dinding

" yah udah bentar lagi juga matiin telfon nya kalau mau mau tidur" paksa pria itu

"terserah kau aja sih" pasrah Rani

"emang kamu nggak nongkrong gitu sama kawan kamu" tanya Rani, kebetulan tuh cowok banyak temannya

"ini lagi nongkrong" balas nya dengan mengirimkan foto bahwa dia sedang nongkrong di kos temannya

"ohh, nggak ganggu kan?" Rani mulai tidak enak, karena merasa menganggu waktu laki-laki itu bersama temannya

Author......

(Lah Ran yang telfon kan dia bukan kamu kenapa jadi nggak enakkan telfon dengan dia. aneh memang cewek ini)

"kan yang telfon aku, bukan kamu" ucap laki-laki itu

"ia sih, tapi nggak enak aja gitu" balas Rani

"nggak apa² santai aja" pria itu membalasnya dengan santai dan menyakinkan Rani bahwa hal itu tidak apa-apa..

"oke deh, kalau gitu" pasrah Rani

Telfon terus berlanjut, banyak hal yang di bicarakan, baik dari percintaan mereka, nanya apa sudah punya pacar, banyak kegiatan hari ini, dan masih banyak lagi yang di bahas.

Rani malam ini sangat bahagia, kenapa tidak dia bisa berbicara dengan dia dan telfon dengan waktu yang lama.

jarum jam terus berputar, Rani dan pria itu masih melanjutkan cerita mereka, tidak peduli dengan waktu yang terus berputar...

Tiba-tiba pria itu bernyanyi, hal itu membuat Rani terpukau dan terpesona dengan suara laki-laki itu..

Selain punya suara bagus, cowok itu juga punya senyum yang manis, kulit yah tidak terlalu putih dan juga tidak hitam, lumayan tinggi. Tapi hal yang membuat Rani suka dengan dia adalah orang tuh cuek dan Rani suka cowok yang fotografer, kebetulan cowok itu ketua jurnalis...

"udah yah telfonnya. Udah larut malam nih, nggak baik anak gadis tidak terlalu kemalaman" ucap pria itu

"ia, ini juga mau tidur" balas Rani

"yah udah tidur sana. Selamat malam" ucap nya

"oke, selamat malam juga" balas Rani

setelah berakhir, mereka sibuk dengan dunianya. Rani kembali berjalan kemeja belajar. Ia membuka laci dan mengambil buku kecil dan pulpen berwarna, membukanya dan menulis satu puisi tentang apa yang di rasakan nya..

Yah buku yang Rani ambil adalah buku berisi puisi-puisi yang di tulis.

Isi puisi

Malam yang dingin,

Rintik hujan yang terdengar,

Membawa pikiranku melayang jauh,

Menuju seseorang yang diam-diam kurindukan.

Di antara suara hujan dan sunyi malam,

Namamu hadir tanpa diminta,

Mengisi ruang kosong dalam pikiranku,

Membuat senyum kecil terukir tanpa kusadari.

Entah sejak kapan kau menjadi istimewa,

Hingga setiap malam terasa berbeda,

Bukan karena bulan yang menerangi langit,

Melainkan karena ada dirimu yang menghiasi hati.

Andai angin malam mampu menyampaikan pesan,

Ingin kutitipkan sebuah rasa yang terpendam,

Tentang seseorang yang selalu kupikirkan,

Meski belum tentu ia tahu bahwa dirinya sedang diperjuangkan.

Dan jika malam ini kau juga menatap langit yang sama,

Ketahuilah, ada seseorang di bawah purnama,

Yang diam-diam menyebut namamu dalam doa,

Berharap suatu hari nanti,

Bukan hanya langit yang menjadi saksi,

Melainkan kau dan aku,

Yang akhirnya menemukan jalan untuk bersama. 🌙🤍

Kebiasaan Rani Jika di kesepian, membuat puisi atau membaca novel agar ia kelihatan sibuk dan tidak kesepian lagi, maklum orang jomblo....

Rani melihat jam. Ia menyimpan kembali buku dan pulpen itu ketempat semula. Beranjak dari sana dan kembali ketempat tidurnya..

Pagi telah menyapa, suara ayam terdengar dan alarm yang terus berbunyi..

Rani bangun dari tempat tidurnya, dan seperti biasa, kegiatan Rani setiap pagi sebelum berangkat ke kampus...

Jadwal Rani hari ini tidak banyak, hanya masuk jam 08.00 pagi setelah itu Rani akan menghabiskan waktu nya di rumah aja..

Mungkin Rani akan bosen, karena kegiatan hanya akan berputar pada ke kampus, pulang ke rumah, nonton, membaca, rebahan,makan dan kembali rebahan lagi...

Siapa coba yang tidak bosan kalau agenda kegiatan hari ini tidak lah penting dan sungguh membosankan

Sekedar menginfokan aja, bahwa part selanjutnya masih tentang sosok misterius gitu, sebelum masuk pada cerita awal tentang siapa kekasih Rani dan hal apa Rani pertimbangkan hingga dia memilih menghilangkan segala perasaan yang kepada lelaki misterius itu dan memilih berpacaran dengan kakak tingkatnya itu..

Tunggu cerita berikutnya, jangan pernah bosannya baca cerita aku...

sampai jumpa di bab berikutnya. Dahh

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!