NovelToon NovelToon
Mengungkap Misteri Kematian Sang Putri.

Mengungkap Misteri Kematian Sang Putri.

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Virgo kelabu

Orang tua Yang rela melakukan apapun untuk mengungkap semua misteri Kematian tragis sang putri yang pernah mereka abaikan selama ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgo kelabu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

Mister Thrang memandang tajam ke arah Nismara. Gadis itu menahan nafas, otaknya cepat bekerja. Dia berpikir, apakah harus menunjukkan rasa takutnya atau berakting biasa saja? Tetapi pikirannya justru dipenuhi dengan kemungkinan yang mengerikan tentang Tina. Apakah Gadis itu akan menjadi korban selanjutnya setelah Joana? Teringat Bagaimana teman satu kelas Sherin tidak bernyawa hanya beberapa jam setelah mereka bertemu.

"Kau kelihatan takut, Sofia, kenapa?" Mister Thrang meringis melihat ekspresi wajah gadis muda di depannya.

Si4l, ternyata mata laki-laki itu lebih dulu melihat getar tubuh di tubuh Nismara. Gadis yang kini dipanggil Sofia itu menelan ludah sambil meliri gelisah.

"Boleh kah aku jujur Mister?" Nismara memasang tampang polos nadanya terdengar sedikit genit. Berharap mister Thrang akan lebih memperhatikan kegenitannya daripada ketakutan yang dia pancarkan.

Wajah Nismara yang dibuat buat sukses membuat Mister Thrang tertawa.

"Kemarilah gadis kecilku." kata laki-laki itu seraya melambai, kemudian memundurkan kursi yang tengah dia duduki. Tanpa jeda, tangan Mister Thrang menepuk-nepuk kedua pahanya, meminta Sofia alias Nismara untuk duduk di pangkuannya.

"Kemarilah. Barangkali sepasang kaki tua ini bisa membuatmu nyaman." ujarnya.

Nismara berdiri perlahan lalu bergerak malu-malu. Ketika jarak makin dekat, mister Thrang menarik tangan Gadis itu dengan cepat. Sekali sentak Nismara sudah berada dalam pangkuannya dan lelaki pendek itu segera melingkarkan tangannya ke pinggang Nismara.

Badan Nismara menegang, meski dia berusaha melempar senyum manis pada lelaki yang memangkunya. Ini lebih memuakkan dibanding perintah Wei saat foto-foto kemarin. Perempuan yang sejatinya sudah berumur tiga puluh dua tahun itu sudah muak duluan membayangkan tangan Mister Thrang akan menjelajahi tubuhnya.

"Hai rileks, jangan takut."

Nismara melempar senyum saja. Sudahlah, tidak perlu juga berpura-pura tidak takut. Toh lelaki pendek ini sudah terlanjur membaca gestur tubuhnya.

"Apa yang kau takutkan, Sof?" laki-laki itu mendungak memperlihatkan seringannya.

"Ta- takut mati dong." Jawab Nismara lirih. "Aku masih ingin menikmati hidupku, bersenang-senang."

Mister Thrang tertawa. "Apakah dugaanku benar, kalau kamu mengira kematian Sherin ada kaitannya denganku?"

Mau tidak mau Nismara mengangguk. Berbohong pun rasanya percuma. Laki-laki yang tengah memangkunya ini sudah pasti seorang yang berpengalaman, bukan seperti Maryono yang gampang dia kibuli.

"Kenapa?" mister Thrang bertanya lagi.

Nismara menggerakkan kedua tangannya lalu bergelayut manja di leher pria itu. "Laki-laki dengan kekuasaan dan uang tentu saja bisa berbuat apa saja kan?" bisik Nismara tepat di telinga Mister Thrang.

Anggukan mister Thrang membuat Nismara menahan nafas. " Tapi sayangnya, aku lebih suka memeras gadis-gadis itu untuk menghasilkan uang daripada membunuhnya. Barang indah kenapa harus dibuang?"

Nismara tersenyum, meski hatinya ketar-ketir. "Jadi benar kata Tina, gadis-gadis di sini hanya dianggap barang. Aduh, Sherin kenapa bisa terlibat dengan dunia seperti ini?" Kata Nismara dalam benaknya.

"Jangan sering melamun, Sof. Gadis cantik seperti dirimu seharusnya tidak perlu banyak berpikir. Dunia ini banyak menawarkan keindahan, Jangan memilih keruwetan."

"Ya, Mister Thrang." Nismara meletakkan kepalanya di pundak lelaki itu. Hanya itu saja yang bisa dia lakukan sebab Mister Thrang unta terlihat punya niat untuk lebih jauh dari sekedar memangku dan memeluk pinggang kecil milik Sofia Elena.

"Kenapa kamu bertanya soal Sherin?"

Nismara terkesiap. Sedetik kemudian dia mencoba bersikap wajar.

"Kudengar kamu tertarik pada Sherin." kata mister Thrang. Pelan tetapi membuat jantung Nismara berdetak lebih cepat.

Dengan telunjuknya Mister Thrang mengangkat dagu Nismara dan memaksa Gadis itu menatap matanya.

"Jadi betul kamu ingin tahu soal Sherin, Sof?"

"A- aku ha- hanya ingin menjadi kesayangan anda, Mister. Bukankah Sherin itu bisa mendapat apa saja karena menjadi kesayangan anda?" Nismara meluncurkan kata-katanya dengan cepat.

" Tina yang menceritakan padamu?" pandangan Mister Thrang kembali menghujam.

Nismara mengangguk, Dia tidak punya pilihan lain. "Maafkan aku Tina." Nismara berseru dalam hatinya sendiri.

"Aku perlu tanya satu hal lagi padamu, Sof."

"Ya, Mister."

"Menurut mu, kenapa kamu bisa langsung bertemu denganku?" mata lelaki itu menghujam langsung pada Nismara.

Nismara menggeleng.

"Anak muda, jangan cepat menyerah. Pikirkan dulu sebelum langsung menjawab tidak tahu." sahut Mister Thrang seraya menabok p4nt4t Nismara dengan gemas.

Kontan Nismara mendelik terkaget, bibirnya dia gigit spontan.

Laki-laki itu tertawa lagi. "Kamu bebas kalau mau menjerit di sini, Sayang."

Nismara melirik ke arah lain, jengah juga menatap seringai serigala yang keluar dari wajah yang tampak kekanak-kanakan itu. Walau tak dapat dipungkiri bahwa pria sok berkuasa ini tidaklah jelek, tidak tampan tapi tidak juga buruk. Bagian yang menyebalkan memang mulutnya, baik kata-kata maupun seringai menjijikkan itu.

"Berdirilah, Sof!"

Nismara tegas pergi dari pangkuan Mister Thrang.

"Coba kau layani aku!" kata laki-laki itu sambil berdiri. Nismara terkesiap.

"Ambilkan aku minum. Pergilah ke sebelah kiri dari air terjun itu, kamu akan menemukan dapur di sana. Aku pecinta kopi hitam, buatan untukku."

Nismara meringis. "Mister, aku juga suka kopi tapi seumur hidup aku belum pernah membuat kopi."

Laki-laki itu tertawa. Dia suka sekali dengan keluguan dan kepolosan yang baru saja dikatakan Sofia alias Nismara. "Okey, carilah sesuatu di dapur yang bisa aku minum, dan tidak membuatmu repot."

"Baik, Mister." Jawab Nismara lega.

Bergegas Nismara menuju arah yang tadi dikatakan oleh Mister Thrang. Tiba di ujung ruangan dia dibuat bingung, ternyata ada jalan lagi. Satu menuju ke kanan dan satunya ke kiri.

Berpikir sejenak kemudian Nismara memutuskan untuk mengambil jalan ke kanan.

"Apa yang kamu lakukan di sini?"

Sebuah suara membuat Nismara terperanjat kaget. Seseorang sedang duduk di sofa dengan posisi membelakanginya. Hanya rambut dan sedikit bahu yang bisa ditangkap oleh indra penglihatan Nismara. Nada suara yang terdengar seperti orang mengantuk atau mabuk itu seperti Nismara kenal.

"Ma- maaf......A- aku mencari dapur." Sahut Nismara tergagap.

"Bukan di sini, ke sebelah sana. Bodoh!" rutuknya.

"I- iya. Ma- maaf."

*Ya sudah, tunggu apa lagi? Kenapa masih belum pergi juga?" orang itu merutuk lagi, lebih keras dari yang pertama.

"i- iya."

Tanpa menoleh, orang itu bisa mengetahui kalau Nismara masih terpaku di tempatnya. Mungkin dia tidak mendengar bunyi dari sepatunya.

Perlahan Nismara membalikkan badan. Langkahnya sengaja diayun lebih pelan, kepala Gadis itu menoleh beberapa kali ke arah suara yang baru saja membetaknya. Berharap kepala yang hanya kelihatan rambutnya itu menoleh ke arah dirinya sebab Nismara sangat penasaran. Suara itu begitu dia kenal.

"Samudra?" Seru Nismara tertahan.

Laki-laki itupun menoleh.

1
Ar-Rasyid Fikri
ada pesan sebagai orang tua kallau anak adalah titipan walau hadir nya dari sebuah kesalahan, harus di perhatikan, di rawat di sayang, biar GK nyesel. nyesel kan kalau anak sudah salah jalan.

teka teki nya dapat. suka banget.
Ar-Rasyid Fikri
wah bisa-bisa nya muncul ide gitu tho Nis?
Rahma Wati
hayo lho Nis, gimana kalau gk mau dikasih uang. wah berabe ini
Rahma Wati
kasian Sherin dr kcl tdk diharapkan.
Maria
penuh dengan teka teki tp seru. Ada pelajaran yg BS kita ambil dr cerita ini. penyesalan pasti akan datang di belakang, kalau di depan itu namanya pendaftaran.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!