NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia Tuan Arvin

Pernikahan Rahasia Tuan Arvin

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Rhea Vey

Demi menyelamatkan nyawa adiknya yang kritis di ICU, Dania Kirana terpaksa menerima syarat gila dalam surat wasiat seorang konglomerat: menikah dengan Arvin Dirgantara, CEO dingin yang penuh prasangka.
Arvin menganggap Dania wanita matre yang memanfaatkan kakeknya demi harta dan 51% saham perusahaan. Sementara Dania bertaruh harga diri demi bertahan dalam pernikahan rahasia berdurasi satu tahun.
Di balik pernikahan penuh ancaman dan perjanjian kertas ini, bahaya besar mengintai dari Dion—sepupu Arvin yang haus kekuasaan. Mampukah Dania membuktikan dirinya di tengah kepungan musuh, ataukah pernikahan rahasia ini justru menjebak mereka dalam benih cinta yang tak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhea Vey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: Sisi Lain di Lantai 45

Dua hari berlalu sejak aturan main di penthouse resmi disepakati. Kehidupan mereka berjalan persis seperti jadwal mesin yang presisi. Pagi hari berangkat bersama dalam sedan hitam yang sunyi, bekerja secara profesional di ruang terpisah di kantor, dan kembali ke penthouse saat malam tiba tanpa banyak interaksi.

Jumat malam, jarum jam dinding monokrom di ruang tamu sudah menunjuk angka dua dini hari.

Dania terbangun karena rasa haus yang menyengat. Dengan mengenakan pakaian tidur kasual berlengan panjang dan celana kain longgar, ia melangkah keluar dari kamarnya di koridor barat. Suasana penthouse gelap gulita, hanya diterangi lampu-lampu temaram kota dari balik jendela kaca raksasa.

Namun, saat Dania melangkah melewati area ruang tengah menuju dapur, sebuah pendar cahaya redup menyita perhatiannya.

Pintu ruang kerja Arvin sedikit terbuka.

Dania menghentikan langkahnya di ambang pintu. Di dalam ruangan bernuansa kayu gelap itu, Arvin duduk di balik meja kerja raksasa. Jas dan dasinya sudah dilepas sejak lama, kemeja putihnya terlipat sembarangan hingga siku, dan dua kancing teratasnya terbuka.

Pria itu memegang sebuah pulpen tebal, sibuk memeriksa tumpukan lembaran keuangan dan peta strategi audit internal. Di samping laptopnya yang menyala, berdiri tiga cangkir kopi hitam yang sudah dingin dan mengering di bagian dasarnya.

Arvin mengusap wajahnya yang tampak sangat lelah dengan kedua telapak tangan. Wajah tegasnya terlihat pucat, dan lingkaran hitam tebal tercetak jelas di bawah matanya.

Dania berdiri mengamati beberapa saat dari balik kegelapan lorong. Pria ini benar-benar gila kerja. Atau lebih tepatnya... dia tidak bisa tidur.

Saat Arvin hendak meraih cangkir kopi keempat yang sudah kosong, Dania berdehem pelan seraya mengetuk pintu kayu dua kali.

tok...tok...tok...

Arvin seketika mendongak. Tangannya refleks bergerak cepat menuju laci atas meja—sebuah gerakan pertahanan diri yang spontan dan sangat terlatih sebelum ia menyadari bahwa yang berdiri di pintu adalah Dania.

"Dania?" suara Arvin terdengar sangat serak dan dalam. Ia menurunkan tangannya, mengembalikan raut wajahnya menjadi kaku dan dingin. "Kenapa kamu belum tidur? Ada masalah dengan kamarmu?"

Dania melangkah masuk dua tindak, berdiri tepat di batas karpet ruang kerja. "Saya cuma mau mengambil air minum. Dan saya tidak sengaja melihat lampu ruangan Anda masih menyala."

Arvin melirik jam di sudut layar laptopnya, lalu kembali menatap dokumen di depannya. "Aku ada beberapa laporan keuangan anak perusahaan yang harus diselesaikan sebelum rapat komisaris hari Senin."

"Ini jam dua pagi, Arvin," ujar Dania datar, matanya menyapu tiga cangkir kopi yang berjejer di meja. "Dan berdasarkan jumlah cangkir kopi itu, Anda sepertinya belum tidur sama sekali sejak kemarin malam."

Arvin menyandarkan tubuh tegapnya ke sandaran kursi kulitnya. Ia menatap Dania dengan raut kaku yang tak tersentuh. "Kebutuhan tidurku bukan bagian dari Poin Aturan Rumah Tangga yang kita tanda tangani."

Dania menyunggingkan senyum tipis yang dingin. "Tentu saja bukan. Tapi kalau Anda mendadak pingsan atau kena serangan jantung karena insomnia dan kebanyakan kafein... posisi saya sebagai 'istri formalitas' akan makin rumit karena harus berhadapan dengan wartawan dan Ibu Helen."

Arvin mengernyit, menatap Dania dengan pandangan menilai. "Kamu mengkhawatirkan posisimu, atau mengkhawatirkan kesehatanku?"

"Saya mengkhawatirkan efisiensi kerja sama kita," balas Dania tanpa getaran sedikit pun. "Seorang CEO yang kelelahan cenderung mengambil keputusan yang salah. Dan saya tidak ingin keputusan salah Anda berdampak pada proyek Grand Dirgantara Tower yang sedang saya tangani."

Arvin terkekeh pendek—sebuah tawa dingin tanpa rasa humor. "Jawaban yang sangat rasional."

Dania tidak membalas. Ia berbalik melangkah menuju dapur. Lima menit kemudian, Dania kembali ke ruang kerja Arvin. Namun kali ini, ia membawa segelas air hangat dan semangkuk sup kaldu ayam instan yang baru saja ia panaskan.

Dania meletakkan mangkuk dan gelas itu di sudut meja Arvin, jauh dari berkas-berkas pentingnya.

"Minum air hangatnya dan habiskan sup ini," kata Dania tegas. "Kopi dingin tidak akan membuat otak Anda bekerja lebih cepat."

Arvin menatap mangkuk sup yang berasap tipis itu, lalu menatap Dania dengan dahi berkerut. "Aku tidak meminta ini."

"Saya juga tidak menawarkan," potong Dania cepat, merapatkan pakaian tidurnya. "Saya memasaknya untuk diri saya sendiri dan membuatnya sedikit lebih banyak. Kalau Anda tidak mau makan, buang saja. Tapi jangan salahkan saya kalau besok pagi Anda tidak kuat berdiri di depan investor."

Tanpa menunggu tanggapan atau ucapan terima kasih dari Arvin, Dania berbalik dan melangkah keluar dari ruang kerja, menutup pintu kayu itu kembali hingga menyisakan celah kecil.

Arvin mematung di balik mejanya. Ia menatap mangkuk sup sederhana di sudut meja, lalu beralih menatap pintu yang baru saja tertutup.

Aroma gurih kaldu hangat perlahan memenuhi ruang kerjanya yang dingin dan kaku. Dengan gerakan lambat, Arvin menggeser cangkir-cangkir kopi dinginnya ke samping, lalu meraih sendok.

Saat rasa hangat kaldu itu menyentuh tenggorokannya, Arvin menyandarkan kepala seraya memejamkan mata. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun hidup dalam paranoia ancaman politik keluarga, rasa tenang yang asing merayap pelan di dadanya—dikirimkan oleh seorang wanita yang memagari dirinya dengan benteng profesionalisme yang sama tebalnya.

1
sunaryati jarum
Tetap waspada dan cinta kalian saling mengustkan
sunaryati jarum
Cinta yang datang alami tanpa paksakan, semoga manis
sunaryati jarum
Akhirnya Arvin kan yang memulai menjadi pasangan tanpa kontrak
sunaryati jarum
Arvin berani merangkul pinggang Dania di tempat umum yang penuh tokoh pebisnis kalangan eksekutif dan penuh jurnalis
Rhea Vey: terima kasih banyak atas dukungannya, selalu memberikan komentar dan like🥰🙏. bikin author tambah semangat 🤗🤗
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah baru berpisah sebentar sudah rindu, pilihan kakekmu kok ditolak
sunaryati jarum
Nah harus ada penjelasan seperti itu agar tidak terjadi salah paham
sunaryati jarum
Karena pemaparan kamu seolah kamu tidak mau berinteraksi dengan Dania,seakan kau malu dengannya
sunaryati jarum
Dania terperangkap maksud terselubung CEO yang mulai jatuh cinta padanya 🥰🥰
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 Arvin mulai menyadari perasaannya
sunaryati jarum
Ternyata Ny Helen dan Dion, hanya perusak perusahaan dan menginginkannya uangnya
sunaryati jarum
Arvin mulai perhatian dan peduli pada Dania
sunaryati jarum
Nanti kamu makin lama terpesona dengan kepiawaian Dania, Arvin
sunaryati jarum
Apa Arvin meminta seluruh pakaian Dania di bawa ke kamarnya
sunaryati jarum
Itu kan dinding yang kau buat,emak sumpahin kamu jatuh cinta duluan
sunaryati jarum
Wow sandiwara sempurna Arvin
sunaryati jarum
Dion membuat pernikahan kontrak jadi pernikahan sesungguhnya
sunaryati jarum
Yang kamu benci akan menyelamatkan kamu,Arvin
sunaryati jarum
Mantap tekatmu Dania
sunaryati jarum
Emak suka karakter Dania yang tidak lemah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!