Noval Ardian Mahendra menyamar menjadi pelayan toko disebuah toko milik ayahnya. Diam-diam dia menyukai teman kerjanya yang sudah memiliki pacar.
Diandra Maharani adalah gadis berusia 19 tahun, dia gadis yang ceria dan selalu berulah. Tetapi di dalam keceriaannya dia menyembunyikan masalah yang sedang melanda karena pacarnya yang kaya dan sombong.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dedhe Susi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mendapatkan informasi
"Val lo dimana ? gue udah berhasil dapetin datanya !" pesan kiki pada Noval sambil beranjak keluar dari ruang kerjanya.
"tunggu gue dicafe tempat biasa, w langsung kesana sepulang anterin cewek gue !" balas Noval.
Ilham segera melajukan mobilnya menuju tempat dimana bertemu dengan kiki. disana kiki sudah siap dengan beberapa foto dan biodata orang yang sudah berani mencelakai Diandra dan Farisya.
"lo yakin ini orang nya ? kenapa dia sampai mau nyelakain Diandra dan Farisya ?" ucap Noval.
"pasti ad sesuatu mas, bisa aja ada orang lain dibalik ini semua !" jawab Ilham.
"ki, suruh orang orang lo buat cari tau orang ini dan terus ikutin gerak geriknya. gue pengen tau siapa orang yang udah nyuruh dia !" suruh Noval.
"oke Val pasti gue laksanain. BTW gimana keadaan mereka ?" kiki.
"ya alhamdulillah udah baikan, tinggal kaki Farisya aja yang harus terus di cek karena ada memar." jawab Noval.
"Farisya itu siapa, temennya Diandra ?" tanya kiki lagi.
Kiki memang sudah mengenal Diandra dari cerita Noval, namun kiki belum tahu jika Farisya adalah pacar Ilham.
"iya dia sahabatnya Diandra. pacarnya Ilham juga !" jawab Noval sambil melirik kearah Ilham.
"apa ? wah lo Ham, diam diam berani banget ya deketin temen pacarnya bos lu sendiri. ga ngajak gue lagi !" gerutu kiki.
"ya sorry ki, kan lo selalu sibuk sama kerjaan lo sampai waktu pertunangan mba Nindya aja lo ga dateng. padahal disana banyak cewek cantik yang bantu. hahaha" ledek Ilham.
"tega kalian berdua sama gue !" kesal kiki. "tapi kalau ada lagi cewek cantik temennya pacar lo kasih tau gue ya Val !" kiki menarik turunkan sebelah alisnya.
"wahh.. kacau lo ki. tapi gampang lah nanti gue kenalin sama Hamida. iya ga Ham ?" Noval.
"nah benar tuh mas, Hamida pasti cocok kalo berdampingan mas pasti seru !" ledek Ilham.
"wah gue curiga ni sama kalian, pasti kalian mau kenalin gue sama cewek gesrek deh !" kiki menyipitkan matanya.
Sontak Noval dan Ilham tertawa melihat ekspresi wajah kiki yang terlihat aneh menurutnya.
Ya walau kiki dan Ilham adalah bawahan Noval, namun mereka memang sudah seperti sahabat yang sudah lama kenal. Tidak ada kecanggungan diantara mereka, namun Ilham tetaplah Ilham yang selalu memposisikan dirinya sebagai pengawal ketika kiki menyebut langsung nama Noval, Ilham tetap dengan sopan memanggil Noval dengan sebutan 'Mas Noval'.
"oke kalau gitu gue langsung pamit, gue harus kerja lagi. kalau ada apa apa jangan lupa kasih tau gue !" pamit Kiki.
"siap. jangan lupa suruh orang lo buat awasin orang itu. jangan sampai lengah !" perintah Noval yang langsung mendapat kedipan mata dan anggukan dari Kiki.
Mereka bertiga pergi meninggalkan cafe tersebut bersamaan sampai akhirnya terpisah diparkiran dan menuju ke tujuan masing masing.
Sesampainya dirumah, Noval langsung berganti pakaian karena sore ini ada meeting dikantor. Noval segera melajukan mobilnya menuju kantor Ayahnya.
"sore Yah.." sapa Noval yang baru saja masuk ke ruang kerja Ayahnya.
"sore Val. gimana keadaan Diandra dan Farisya, apa baik baik aja ?" tanya Mahendra.
"baik yah. Diandra sebentar lagi juga sembuh karena kaki nya cuma keseleo, tapi Farisya yang lebih parah Yah. kakinya memar soalnya tertindih motor, jadi bengkak dan ga bisa jalan beberapa waktu !" jawab Noval.
"bilang sama Marwan, pindahkan beberapa orang buat jaga di toko nya selama Diandra dan Farisya belum bekerja. terus kamu tetap bayar gaji Farisya satu bulan penuh !" perintah Mahendra.
"oke siap yah. nanti Noval bilang sama om Marwan !" jawab Noval.
tok tok tok
"masuk !" Mahendra
"permisi tuan, tuan muda. semua sudah berkumpul diruang meeting !" ucap sekretaris Mahendra.
"baik terima kasih. ayo Val jangan buat mereka menunggu terlalu lama !" mahendra.
mereka pun segera menuju ruang meeting dan segera memulai meeting tersebut hingga 2 jam lama nya.
*****
Malam harinya Noval tidak langsung pulang bersama Mahendra, tetapi Noval pergi kerumah Diandra untuk mengecek keadaannya.
tok tok tok
"assalamu'alaikum.." ucap Noval ketika sudah berada didepan pintu rumah Diandra.
"waalaikumsalam." sahut Safira dan langsung membuka pintu. "eh Noval, silahkan masuk !" lanjutnya dan Noval pun menuruti.
"tante, gimana Diandra apa kakinya udah benar benar baik ?" Noval.
"lumayan. sebentar ya tante panggil aja Diandra nga, kebetulan dia baru aja masuk kamar !" Safira langsung pergi menuju kekamar Diandra.
Diandra menuju keruang tamu dengan langkah kaki yang masih sedikit terseret karena masih belum 100% pulih. Noval pun menghampiri Diandra sambil tersenyum dan membantu Diandra.
"aku gapapa Val, bisa ko !" tolak Diandra.
"gapapa gimana, jalan kamu aja masih kaya gini sayang !" jawab Noval.
"makasih ya kamu selalu perhatian sama aku." Diandra sambil mendudukkan dirinya.
"sama sama sayang.. aku janji sama kamu akan selalu ada buat kamu." ucapan Noval lagi lagi berhasil membuat hati Diandra menjadi berbunga bunga.
"kamu kenapa malem malem kesini, terus kenapa pakai baju serapi ini Val ?" Diandra.
"hmm.. aku habis ikut meeting sama ayah, sepulang nya aku langsung kesini. oya, ini kamu lihat !" Noval memberikan amplop coklat berisi data orang yang membuatnya celaka.
"apaan ni ?" bingung Diandra sambil membuka isi amplop tersebut.
"orang ini yang bikin kamu kaya gini, dan sekarang aku lagi suruh orang buat nyelidiki orang itu !" ucap Noval menggebu.
"aku ga kenal sama orang ini Val. terus kenapa dia bikin aku sama Farisya celaka ya ?" Diandra terus menatap pada foto orang tersebut.
"mungkin emang kamu ga kenal sama dia dan dia juga ga kenal sama kamu. tapi kalau ada seseorang dibelakangnya pasti orang itu kenal dan dendam sama kamu !" jelas Noval.
"dendam ? bahkan aku aja ga pernah ngerasa punya musuh deh !" Diandra meletakkan foto itu dengan kasar.
"ya kamu ga punya musuh tapi pasti ada orang yang benci sama kamu sayang. tapi kamu tenang aja aku pasti akan jagain kamu 24 jam. termasuk Farisya, aku juga akan suruh orang buat jagain dia 24 jam !" Noval menarik kepala Diandra dan meletakkan dibahunya.
"siapa orang yang benci sama aku, dan karena apa ?" Diandra lirih.
"coba kamu ingat sayang, apa sebelumnya kamu pernah buat masalah sama orang lain ?" tanya Noval namun Diandra menggeleng.
"yaudah gapapa, mungkin cuma orang yang ga punya hati yang bisa benci sama pacar aku yang selalu ramah sama orang lain walau dia udah terlalu disakitin tapi dia masih mau memaafkan !" Noval membalik Diandra menjadi kedalam pelukannya.
"aku takut Val. aku takut bukan cuma aku aja yang jadi sasaran, tapi papa, mama bahkan kamu !" Diandra mempererat pelukannya.
"aku janji sama kamu bakal urus semuanya dengan secepat mungkin. sekarang orang orang aku masih ngawasin gerak gerik orang itu sayang. kamu jangan khawatir. mulai malam ini aku akan tempatin orang aku buat jagain kalian disini !" Noval melepas pelukannya dan memegang kedua bahu Diandra sambil menatap Diandra.
Diandra mengangguk dan tersenyum melihat keseriusan Noval untuk melindungi dirinya dan kedua orang tuanya.
Mama dan papa yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka pun merasa senang karena Diandra benar benar dicintai oleh anak majikannya tersebut.
"bang.. apa kamu masih ragu sama Noval ? kalau aku si yakin 100% dia bakal selalu jagain anak kit satu satunya !" ledek mama.
"abang senang de ternyata Diandra nemuin orang yang tepat, dan tuan juga mau menerima keadaan kita tanpa ada rasa membedakan sedikit pun. abang bersyukur sama Allah." jawab Agus dengan bahagia sambil merangkul bahu Safira.
"Sayang.. kamu jangan khawatir dan pasti aku akan selalu jagain kamu. sekarang kamu istirahat aku pulang ya !" Noval.
"kamu hati hati ya, jangan lupa kasih kabar ke aku kalau sudah sampai !" jawab Diandra yang diangguki oleh Noval.
"ma, pa.. Noval mau pulang !" teriak Diandra.
"huusst.. kamu kenapa teriak si ga sopan tau !" omel Noval.
"hehee.. maaf.." Diandra.
"mau pulang, baru juga sampai !" ucap Agus.
"iyah om, tan, udah malam soalnya. Noval pamit ya. Assalamualaikum.." Noval menciumi tangan Agus dan Safira bergantian dan membelai rambut Diandra.
Setelahnya Diandra dibantu Safira kembali ke kamar nya dan langsung merebahkan dirinya dan tak lama Diandra pun tertidur pulas diatas kasur dan memeluk boneka kesayangannya.
*****
***lanjut 😀👉
maafin ya kelamaan up nya..
tunggu eps selanjutnya dan jangan lupa tinggalin jejaknya 😉***
Kak mampir ya ke novel aku yang berjudul
Cerita Masa Lalu ku
Buat ailen semakin yegas dengan joanna dan dania