NovelToon NovelToon
Encrypted Hearts

Encrypted Hearts

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Trauma masa lalu / CEO / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Langit Senja Galata

Pernikahan adalah suatu hal sakral untuk menyatukan dua hati dalam satu ikatan janji suci. Lalu bagaimana jika pernikahan tersebut terjadi antara dua orang yang tidak pernah akur satu sama lain? Alvin adalah CEO yang dingin, sedangkan Nana adalah gadis yang terlihat sempurna tapi memiliki gangguan duck syndrome. Baik Alvin maupun Nana memiliki ke hidupan lain di balik layar, tanpa ke duanya tahu bahwa mereka adalah musuh bebuyutan di dunia cyber.

Adik Lunara Ayzel Devran tersebut tanpa pikir panjang menujuk gadis yang sedang duduk di samping sang kakak adalah calon istrinya. Hanya demi menghindari kehidupannya diusik oleh sang kakek yang telah membuat hati sang kakak banyak tersakiti.

“Aku akan menikah dengan Nana,” ucap Alvin.

Nana yang sedang minum terkejut, dia tidak sengaja menyemburkan minumannya.

“Onty jolok! Baju Ezza jadi bacah,”

Apa alasan Nana akhirnya menyetujui permintaan Alvin? Lalu bagaimanakah kehidupan ke duanya setelah menikah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak pernah akur

Suara alarm dari ponsel berbunyi nyaring menembus indera pendengarannya, dengan mata yang masih mengantuk Nana mencoba bangun. Matanya mengerjap-ngerjap menatap atap kamar yang dia tempati.

Dia meraba tempat tidur untuk mencari ponselnya, nampaknya dia lupa di mana saat ini dirinya berada. Hingga dia berhasil meraih ponselnya, Nana langsung membelalak saat mendapati layar ponselnya menampilkan di mana saat ini dia berada.

“Ya ampun! Aku lupa kalau sedang di Bandung,” monolognya, dia langsung bangun dan bergegas menuju kamar mandi. Beruntung karena sebelumnya Alvaro sudah men setting ponsel milik adik sepupunya tersebut sesuai lokasi.

Setelah melaksanakan kewajiban lima waktunya, Nana merapikan tempat tidur. Dia juga merapikan rambut, barulah gadis berambut panjang tersebut ke luar dari kamar dan turun ke lantai satu tepat jam lima pagi.

“Tumben cudah bangun!” cicit Altezza yang sudah bangun, bocah tiga tahun tersebut duduk di sofa sedang minum susu.

Nana tertohok ucapan sang keponakan. “Untuk aku sayang keponakan,” gumam Nana.

“Auntymu biasa bangun jam berapa?” Alvin baru saja turun dari lantai dua, pria tersebut sudah siap dengan style olahraganya.

“Jam delapan,” jawab Altezza singkat.

“Wow! Jangan lupa di kasih piala bisa bangun pagi,” ucap Alvin mengusak rambut Altezza.

“Jangan dengarkan ocehan Alvin, sayang. Nana di sini tamu, jadi mau bangun jam berapa juga tidak masalah. Kamu juga pasti butuh adaptasi, Korea dan Indonesia beda cuacanya.” Bunda Anara datang dari arah dapur.

“Tergantung siapa orangnya,” jawab Alvin.

Nana tersenyum sekaligus lega saat bunda Anara ada diantara mereka, sungguh! Dia tidak tahu harus bagaimana saat hanya berdua, eh bertiga dengan Alvin dan keponakan bocil mereka tersebut.

“Kalian ini kalau ketemu tidak pernah akur,” sahut Ayzel yang masih ada di tangga, dia baru saja turun sambil menggendong Haziel. Begitu juga dengan Alvaro yang berada di belakang sang istri, pria tersebut juga sudah siap dengan setelan olah raganya.

“Hati-hati! Dari bertengkar jadi suka,” imbuh ayah Devran.

Alvin langsung menatap Nana dari bawah sampai atas, begitu juga dengan Nana yang menatap Alvin. Ke duanya langsung membuang muka satu sama lain. “Tidak akan!” ucap ke duanya serempak.

“Beldua cok jual mahal,” Altezza ikut nimbrung.

Semuanya tergelak mendengar ucapan Altezza, pagi itu rumah besar keluarga Devran menjadi lebih hidup dengan pulangnya anak, menantu dan cucu mereka. Bahkan para pekerja di rumah tersebut ikut terkena imbas hangatnya suasana pagi di udara yang dingin itu.

“Kalian mau jogging?” tanya bunda Anara saat melihat putra dan menantunya ternyata sudah mengenakan setelah olah raga.

“Alvin sama mas Alvaro janjian lari pagi bareng, bun. Sekalian saja Ze mau ajak Haziel sama Altezza keliling sekitaran sini, biar mereka kenal tanah kelahiran mamanya.” Ayzel lantas menaruh Haziel di stroller. “Nana mau ikut?” tawar  Ayzel.

“Boleh, kak. Aku ambil sweater dulu,” Nana kemudian pergi ke kamarnya untuk mengambil sweater.

“Hubby duluan saja! Aku susul nanti,” ucap Ayzel pada sang suami.

“Ok, sayang.” Alvaro baru saja selesai memakaikan sweater pada Altezza, meskipun putranya sudah terbiasa dengan musim dingin. Namun tetap saja Alvaro memakaikan sweater untuk menghangatkan badan sang putra.

“Ayo, bro!” Alvin menepuk pundak kakak iparnya, dia berjalan mendahului Alvaro.

Alvaro kemudian mengikuti Alvin keluar rumah, meskipun bukan baru pertama Alvaro ke sana. Tetap saja pria yang bisa enam bahasa tersebut masih tersesat jika harus berjalan sendirian di area rumah keluarga sang istri, papa Altezza dan Haziel tersebut memilih mengajak sang istri atau adik iparnya untuk jalan-jalan keluar.

Tidak lama setelah itu Nana turun sudah dengan sweaternya, dia juga sudah siap untuk menjelajah sekitar area rumah keluarga Devran. Ke duanya menyusul Alvin dan Alvaro yang sudah lebih dulu lari pagi, Ayzel mendorong stroller di mana Haziel langsung kembali tidur setelah keluar dari rumah. Sementara Altezza duduk di stroller samping sang adik berada, bocah tersebut terlihat mengamati pemandangan pagi hari jalanan yang mereka lewati. Ayzel menggunakan twins stroller untuk memudahkan saat dia bepergian, karena Ayzel tidak menggunakan jasa pengasuh bayi.

“Kamu suka di sini, Na?” tanya Ayzel saat melihat sepupu suaminya tersebut beberapa kali memejamkan matanya sambil menghirup dalam-dalam udara segar pagi hari Bandung.

Nana mengangguk. “Suka. Meskipun masih jet lag dengan cuacanya tapi aku senang di sini,” jawab Nana.

Lima tahun yang lalu untuk pertama kalinya Nana ke Indonesia, namun saat itu dia tidak perduli dengan cuaca atau hal-hal menarik yang ada di Jakarta maupun Bandung. Karena saat itu yang dia tuju hanyalah tempat di mana Alvaro hendak menikahi Ayzel, Nana yang saat itu sangat berbeda dengan Nana yang sekarang. Dulu dia tidak rela kalau Alvaro dan juga Kim Roan punya pasangan. Bagi Nana dua kakak sepupunya tersebut adalah hidupnya, tempat dia bersandar di saat sang papa hanya perduli dengan ibu dan adik tirinya.

Nana menjadi terobsesi pada Alvaro, karena itulah dia sengaja meneror Ayzel. Berawal dari sana jugalah Alvin atau yang dulunya di panggil Gavin mengetahui kalau Nana yang mengirimkan teror pada sang kakak.

Ayzel mengusap lembut lengan Nana yang berjalan di sampingnya. “Kamu bisa tinggal lebih lama kalau mau, Na. Nanti kakak yang bilang pada papanya anak-anak,”

“Bukan kak Alvaro yang jadi masalah, kak. Tapi appa,” Nana menghela napas. “Istri appa pasti akan menghasutnya,” lanjut Nana.

“Ada Hubby dan bang Roan, Na. Kamu tidak sendirian, ada aku dan juga Naira. Walaupun saat ini kakak tidak tahu di mana Naira,” Ayzel jadi ikut menghela napas saat ingat sahabatnya yang menghilang tanpa kabar.

“Hubungan rumit antara kak Nai sama kak Roan, tapi semua memang salah kakak sepupuku itu. Aku sendiri kesal,” sahut Nana.

Diam-diam sebenarnya Nana tahu keberadaan Naira, baginya sangat mudah untuk melacak keberadaan seseorang. Hanya saja dia tidak ingin ikut campur dengan masalah keluarga kakak sepupunya yang bernama Kim Roan tersebut, karena masalah Nana sendiri sudah cukup pelik dan menguras tenaga.

Mereka terus berjalan menyusuri jalanan sekitar area perumahan elite tersebut, hingga sampai di sebuah taman di mana ada beberapa orang juga sedang melakukan olah raga pagi.

“Mama, Ezza mau tulun!” pinta Altezza pada Ayzel.

“Biar aku saja yang bantu dia turun, kak!” Nana membuka penutup stroller Altezza, lantas membantu sang keponakan turun dari stroller.

Nana merapikan rambut Altezza, dia mengambil topi dari stroller dan memakaikannya pada Altezza. “Nah! Kalau begini tambah cakep plus hangat,” ucap Nana.

“Kalau sudah di bantu, abang harus bilang apa?!” Ayzel mengingatkan putranya.

“Telimakacih onty,” ucap Altezza, bocah laki-laki tersebut meng3cup pipi auntynya.

“Sama-sama boy,”

Nana kemudian mengajak Altezza jalan-jalan di sekitar taman, sedangkan Ayzel memilih duduk di bangku taman bersama dengan putra ke duanya yang kebetulan terbangun karena mungkin mendengar suara-suara dari orang lalu lalang yang olah raga pagi. Ayzel menggendong Haziel, bocah satu tahun tersebut mulai mengoceh saat sang mama duduk memangkunya.

“Ezza mana, mbak?” Ayzel terkejut saat Alvin sudah berdiri di sampingnya, tidak lama Alvaro juga sudah ada di sana. Ke duanya masih terlihat ngos-ngosan setelah lari pagi.

“Tuh! Lagi jalan-jalan sama Nana,” tunjuk Ayzel kearah Nana dan Altezza yang sedang jalan-jalan diarea taman.

Entah dapat pencerahan dari mana, Alvin tiba-tiba berlari menuju kearah Nana dan Altezza. Ayzel sampai menoleh kearah sang suami, mama dua anak tersebut mengerutkan dahinya. “Hubby gak ikutin Alvin?”

“Ngapain ikutin dia, sayang? Mending di sini pacaran sama kamu,” Alvaro duduk di samping sang istri.

“Itu nanti bertengkar lagi lho, hubby. Tahu sendiri Altezza sama Alvin itu sama-sama kulkas,” keluh Ayzel, dengan Altezza saja Nana selalu menghela napas. Ini lagi di tambah satu pria dewasa yang juga tidak kalah kulkas dengan bocah tiga tahun, bisa di bayangkan bagaimana kesalnya Nana nanti.

Alvaro hanya mengangkat ke dua bahunya tanda tak tahu, dia lantas menggoda putra ke duanya tersebut dengan menempel-nempel pada Ayzel. Haziel akan bersikap posesif saat dia melihat sang mama di peluk papanya.

Jika Alvaro sedang menggoda putra ke duanya, lain dengan Alvin. Pria dingin itu menghampiri Nana dan Altezza.

“Ish...ngapain ikut ke mari?”

“Ini tempat umum. Siapa saja boleh ke mari,” jawab Alvin datar.

“Khusus kamu tidak boleh,” balas Nana.

“Ck...kamu tamu kalau lupa,” skakmat Alvin pada Nana.

“Cih...situ juga tamu,” tetap Nana tidak mau kalah.

“Hei nona, ini kota lahirku. Bagaimana aku bisa jadi tamu?”

“Hei tuan, masih ingat punya rumah berarti? Bukannya situ tidak pulang selama enam tahun lebih, lupa jalan pulang atau bagaimana? Bunda sudah cerita,” kali ini giliran Alvin yang kena skak dari Nana.

Altezza, bocah laki-laki yang berusia tiga tahun tersebut berdiri diantara Nana dan Alvin. Dia melihat ke kanan dan ke kiri saat ke duanya adu debat, Altezza menggelengkan kepalanya. Ke dua tangannya masuk ke dalam saku celana, tidak habis pikir dengan tingkah dua orang dewasa tersebut.

“Beltengkal telus, cepelti bocah caja.” Nana dan Alvin langsung diam saat mendengar ucapan Altezza.

Putra sulung Ayzel dan Alvaro tersebut berlalu begitu saja pergi menuju ke dua orang tua dan adiknya berada, meninggalkan dua orang dewasa yang melongo melihat tingkah anak kecil itu.

“Ck...ck, pantas saja Altezza kulkas, ternyata suhunya everest ada di sini. Ternyata ada yang ngajarin,” Nana menggeleng menatap Alvin dari bawah keatas.

“Apa tadi kamu bilang?” Alvin menatap tajam Nana.

Nana mengangkat ke dua bahunya, alih-alih menjawab pertanyaan Alvin. “Dasar kulkas lima puluh pintu, wlee.” Nana langsung lari meninggalkan Alvin setelah mengatakan hal tersebut.

“Heuh? Awas kamu!” kesal Alvin.

 

 

1
Mar lina
aku mampir, kak
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimaksih kk... smg tdkmengecewkn kk sbg pembaca nvlku🙏🙏💗
total 1 replies
lyla lafiya
👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trmksh kk❤️
total 1 replies
partini
ini nanti yg bucin duluan siapa yah
tapi aku suka gaya Nana sih
partini: dua"nya Thor boleh"
total 2 replies
partini
kakek benci banget sama nana aihhh no good suatu saat pasti bangga punya cucu mantu BADAS
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw blm th dia siapa nana kan ya. tak kenal maka hrs kenalan 🤭
total 1 replies
Ira Indrayani
/Good//Good//Heart//Heart//Heart/
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trmksh kk ❤️
total 1 replies
partini
tua Bangkotan emang susah karena udah alot
moga kena stroke 🤣🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ekwkkw. hrs dibasmi biar g ganggu ya ka🤭
total 1 replies
partini
na tadi kamu jawab aja ,,aku ga bisa
ga bisa nolak 🤣🤣🤣
partini: yah udah expired Thor 🤭
total 2 replies
partini
Alvin keren 👍👍👍 like someone yg selalu selangkah di depan
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw sat set dia
total 1 replies
partini
so sad bnggt ini jirr mewek akuhhh
a yulaela_fa(Ayu Anfi): cup kkk jgn nangis... kita temani kawal Nana biar bhgia nnti ❤️❤️
total 1 replies
partini
Alvin selangkah di depan weh
a yulaela_fa(Ayu Anfi): gaspoll dia kk... sblm ke duluan kakeknya🤣
total 1 replies
partini
Alvin kaya kulkas 100 pintu
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwk perlu di lelehin makanya dia kk 🫣🤣
total 1 replies
partini
dapat notif,,tapi mesti baca yg dulu" ini maklum Mak Mak memory cuma 4 GB gampang ful 🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkwk...g hrs bc sequel yg lm kk. soalnya g trll ngaruh jg nnti
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!