NovelToon NovelToon
Pendekar Naga Pengembara

Pendekar Naga Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Tian Shan, pendekar terkuat yang pernah ada, memilih mengorbankan dunia demi satu tujuan—memutar balik waktu.

Ia terlahir kembali di keluarga bangsawan. Namun karena sifatnya yang dianggap aneh dan tubuhnya yang tak mampu berkultivasi, ia dipandang sebagai sampah.

Saat waktunya tiba, ia memilih pergi—bertekad membuktikan dirinya dan membalas segalanya dengan kekuatan yang akan mengguncang dunia.

Mampukah sang legenda menggapai impiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Sudah lama ya

Dunia di sekitar Tian Shan perlahan-lahan meredup.

Rasa sakit yang menghunjam dadanya kini berganti dengan sensasi dingin yang menjalar ke seluruh tubuh.

Setiap helai napas yang ia tarik terasa seberat mengangkat gunung, sementara jantungnya berdenyut tidak beraturan, seolah-olah berusaha melepaskan diri dari himpitan tak kasat mata.

​Tian Shan menatap lubang menganga di dadanya. Darah masih merembes, membasahi tanah hutan yang dingin.

Dengan tangan yang gemetar hebat, ia merogoh cincin ruangnya, mengeluarkan gulungan perban dan botol kecil berisi bubuk obat penyumbat luka.

​Namun, saat ia hendak melilitkan kain itu, tenaganya mendadak lenyap. Tangannya jatuh terkulai ke tanah.

​"Ugh ...!"

​Ia mengerang, mencoba mengumpulkan sisa-sisa kesadaran. Ia tahu, jika ia menutup mata sekarang, ia mungkin tak akan pernah membukanya lagi.

Dengan sisa kehendak yang hampir mustahil, ia mencengkeram kembali perban itu, menaburkan bubuk obat yang terasa membakar sarafnya, dan melilitkan kain putih itu berkali-kali hingga dadanya terasa sesak.

​Pandangannya mulai kabur. Di antara bayang-bayang pohon yang menari, ia seolah melihat sosok-sosok yang sangat ia rindukan berlari ke arahnya.

​"Guru ... Bai ... Yaoji ..."

​Lalu, kegelapan menelannya bulat-bulat.

​Kegelapan itu tidak bertahan lama. Cahaya putih yang menyilaukan perlahan berganti menjadi pemandangan gunung yang agung, puncaknya dikelilingi awan yang tenang.

Gunung Xinjiang. Nama yang tidak ada dalam peta kehidupan keduanya, namun terukir dalam di jiwanya.

​Di sana, ia melihat seorang anak laki-laki kecil yaitu dirinya sendiri sedang berdiri di tepi tebing, menatap langit dengan tatapan yang kosong dan hampa.

​Seorang pria tua dengan pakaian sederhana mendekat. Langkah kakinya tak bersuara. Ia menepuk pundak anak itu dengan lembut. Dia adalah Guru Xinjiang.

​"Shan, apa kau masih merasa hampa?"

​"Ya, Guru. Aku merasa seperti bejana yang bocor. Aku tidak bisa merasakan kebahagiaan seperti orang normal. Hanya ada kesedihan dan kehampaan yang dingin."

​Guru Xinjiang tersenyum tipis, menatap cakrawala yang luas. "Maka teruslah berjalan dan melakukan kebaikan, Shan. Karena dengan memberi makna kepada orang lain, kau akan menemukan makna hidupmu sendiri."

​Pemandangan itu berputar. Realitas alam bawah sadarnya bergeser. Kini, Tian Shan berdiri berhadapan dengan dirinya saat berusia 18 tahun, sosok pemuda yang mengenakan caping, dengan pedang di pinggang.

​"Apa kau sudah menemukan arti kehidupan?" tanya sosok 18 tahun itu dengan nada mencemooh. "Apa hidup ratusan tahun membuatmu merasa diinginkan oleh dunia? Pada akhirnya ... kita tidak pernah diinginkan oleh siapa pun, bahkan oleh orang tua kita sendiri!"

​Tian Shan terdiam. Ia menatap mata dirinya yang lebih muda, melihat luka yang sama yang selama ini ia sembunyikan.

​"Seandainya dulu Guru membiarkan kita mati dimakan harimau di hutan itu, setidaknya tidak akan ada yang terluka karena kita. Kita adalah pembunuh!"

​Tian Shan berjalan mendekat. Langkahnya tenang, penuh kedamaian yang belum pernah ia miliki sebelumnya. "Ya, kau benar. Aku bukanlah pahlawan, melainkan seorang penjahat yang penuh dosa. Tapi, biarkan aku tetap hidup ... biarkan aku menebus kesalahan ini untuk terakhir kali."

​Ia memeluk dirinya yang berusia 18 tahun itu. Sebuah pelukan hangat yang seolah menyatukan kepingan jiwa yang pecah. Perlahan, bayangan itu memudar menjadi butiran cahaya.

​Bau obat-obatan yang menyengat dan aroma bubur hangat menyapa indra penciumannya. Tian Shan merasakan sesuatu yang kecil dan lembut menyentuh wajahnya, seperti jemari yang sedang penasaran.

​"Ibu, apa Paman Tian akan segera bangun?"

​"Hmm, semoga saja, Nak. Tunggu sebentar nak. ibu pergi dulu."

​Suara-suara itu ... sangat familiar. Tian Shan perlahan membuka kelopak matanya yang terasa berat. Cahaya matahari pagi masuk melalui celah jendela kayu, menerangi sebuah kamar sederhana namun sangat nyaman.

​Di depannya, seorang anak laki-laki dengan mata bulat yang cerdas menatapnya dengan penuh harap. Anak itu tampak lebih besar dan lebih kuat dari terakhir kali mereka bertemu setahun yang lalu.

​"Paman! Akhirnya Paman bangun juga!" seru anak itu, Xin Luo.

​Tanpa peringatan, Xin Luo menerjang dan memeluk Tian Shan.

​"Aduh! Ha ... haha ..." Tian Shan meringis pelan karena dadanya masih perih, namun ia tidak bisa menahan senyumnya. "Kita baru tidak bertemu setahun, dan kau sudah merindukan pamanmu sehebat ini?"

​Tian Shan mengusap rambut Xin Luo dengan sayang. Ia menatap ke arah pintu yang terbuka. Seorang wanita dengan wajah anggun dan tenang masuk membawa nampan berisi obat dan semangkuk bubur. Luo Ling, istri dari Xinjiang.

​"Syukurlah, akhirnya kau bangun juga," ucap Luo Ling dengan senyum lega.

​Tian Shan mencoba duduk, namun rasa sakit di dadanya membuatnya tertahan. "Akh! Ugh!"

​"Jangan terlalu memaksakan diri, lukamu sangat dalam," Luo Ling mendekat, membantu mengganjal punggung Tian Shan dengan bantal tambahan.

​"Terima kasih, Nyonya Luo Ling. Ngomong-ngomong ... di mana Tuan Xinjiang? Dan bagaimana kalian bisa menemukanku di tengah hutan itu?"

​Luo Ling menggendong Xin Luo agar tidak mengganggu istirahat Tian Shan. "Suamiku sedang berlatih teknik pedang di luar. Kalau masalah itu ... sebenarnya dulu beberapa bulan setelah kau pergi secara tiba-tiba, suamiku merasa tidak tenang. Ia memutuskan untuk melakukan pengembaraan untuk mencarimu, sekaligus memperkenalkan dunia luar pada Xin Luo."

​"Dasar dia ... Padahal sudah kukatakan tidak usah mencariku. Tapi, terima kasih banyak karena telah menyelamatkanku."

​Tiba-tiba, pintu kamar terbuka kembali dengan suara derit yang halus. Tian Shan mengira itu adalah Guru Xinjiang yang kembali dari latihan, namun jantungnya seolah berhenti berdetak saat melihat siapa yang berdiri di sana.

​Seorang wanita dengan rambut putih panjang seputih salju, mengenakan jubah sutra yang tampak bersinar di bawah cahaya matahari. Matanya yang jernih menatap Tian Shan dengan campuran rasa lega dan kerinduan yang mendalam.

​Bai Yaoji.

​Tian Shan terpana. Bagaimana bisa? Di kehidupan ini, seharusnya garis waktu belum mempertemukan mereka secepat ini. Namun, sepertinya masa depan telah banyak berubah akibat campur tangannya.

​Bai Yaoji mendekat tanpa suara, duduk di tepi ranjang. Ia tidak berkata apa-apa, hanya menatap luka di dada Tian Shan dengan tatapan sedih, lalu perlahan beralih menatap matanya.

​Tian Shan tidak bertanya bagaimana dia bisa ada di sana atau bagaimana dia bertemu dengan keluarga Xinjiang. Ia hanya tersenyum singkat, sebuah senyum tulus yang jarang ia perlihatkan.

​"Kau di sini," bisik Tian Shan pelan.

​Bai Yaoji mengangguk pelan, jemarinya menyentuh tangan Tian Shan yang kasar. Di dalam kamar yang tenang itu, dikelilingi oleh orang-orang yang peduli padanya.

​"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Bai Yaoji.

"Mungkin itu hanya perasaanmu saja," Jawab singkat Tian Shan.

1
Aisyah Suyuti
bagus
Nanik S
NEXT 💪💪💪
Nanik S
Shiiiiip
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Mengenang mas lalu Lewat Kua
✞👁️👁️✞
lanjit thor💪
Nanik S
Satu satunya orang yang tidak dibunuh oleh Tian Shan di Alam Abadi
✞👁️👁️✞
/Pray/
✞👁️👁️✞
pecahan jiwa
✞👁️👁️✞
lanjut💪
Nanik S
cuuuuuuust👍👍👍
Nanik S
Lanjutkan Tor🙏🙏
Nanik S
Bai Yaoju bukankah dulu kekasih Tian Shan dimasa lalu sebelum rekarnasi
Kenaya: Iya/Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
pendekar tersantuy tian shen🔥
Kenaya: /Ok//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
apa trio Tian akan berkelana bersama?
✞👁️👁️✞
🔥🔥
✞👁️👁️✞
mantap
lanjut thor💪
✞👁️👁️✞
🐬🐬semangat
✞👁️👁️✞
tian shan!! kau pergi tanpa berpamitan😁
Kenaya: ketemu lagi kok nanti/Grievance//Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
kontrak darah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!