NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:158.1k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Cemburu?

Naka ikut turun menemani Shanum membeli cemilan, masuk melewati pintu kaca minimarket setelah Shanum berhasil mendorongnya.

Tidak perlu repot-repot bertanya berapa budget yang Naka punya, Shanum mengambil apapun yang ia mau. Lalu, Naka yang bayar.

Masih sedikit dibuat jengkel membayangkan apa yang sedang dan akan terjadi sekarang, tapi lagi-lagi Shanum hanya bisa menghela nafasnya menerima saja, toh antara dirinya dan Naka hanya terikat oleh hubungan di depan orangtua saja, selebihnya...mereka hanya dua orang tanpa keterikatan dan ketertarikan, may be...

Mulai merasa bosan, ia membuka bungkusan snack miliknya tadi meski mereka belum sampai di rumah Airani.

Bahkan, alih-alih sampai ...mereka justru terjebak di alur lampu merah yang lumayan lama sekarang.

Tangan Naka terulur ikut merogoh ke dalam bungkusan snack, "snack banyak micinnya, bikin bodoh Sha..." ujarnya tak urung ikut mengunyah membuat Shanum menarik bibirnya julid dan menarik bungkusan itu agar lebih menjauh dari jangkauan Naka, "lah, itu ikut makan...ngga takut ketularan bodoh?"

Naka mengehkeh, "cuma nyicip doang, seenak apa makanan yang bikin bodoh. Banyak banget orang suka."

Shanum kembali berdecih sinis, "kasian banget hidup lo, ngga pernah ngerasain jadi orang tanpa beban..."

Naka kembali cengengesan mendengar mulut nyablak Shanum. Tapi apa yang diucapkan Shanum ada benarnya juga, bukankah memang begitu? Naka hidup sebagai anak tunggal dari keluarga dan orangtua berada, tanpa kesulitan harus memikirkan biaya hidup?

"Sekali-kali hidup ngga usah mikirin resikonya, Ka. *Makan racun tanpa khawatir besok mati*."

Naka menoleh lalu menggidikan bahunya, "bukan begitu cara mainnya, Sha. Tetep harus dipikirin resikonya, gue ngga mau mati konyol, hidup gue terlalu berharga buat dijadiin bahan judi nasib. Tetep harus ada perhitungannya..." Naka kembali mengulurkan tangannya ke arah bungkusan snack di tangan Shanum.

Baik Naka ataupun Shanum tau, jika obrolan singkat itu bukan tentang apa yang dimakan...

Lalu *kress---kress*---suara kunyahan Naka menjadi suara satu-satunya di dalam mobil sana setelah itu sebab Shanum yang hanya bisa memandang wajah Naka penuh sorot mencerna.

"Gue emang ganteng, Sha. Ngga usah dipelototin gitu..."

Shanum mendaratkan dorongannya di kepala ketua OSIS Budi Pekerti X itu, "nangis mereka kalo tau ketos dingin mereka senarsis ini."

.

.

Sorot lampu mobil menyirami jalanan perumahan yang cukup sepi malam ini, Shanum tau jika Naka akan mengambil belokan kanan setelah ini, kemudian sesampainya di tiga rumah dari sana, ia akan mulai mengamati dua sejoli sedang bercengkrama manis, huffttt! Obat nyamuk--- here we go....

Bahkan, wajah Shanum langsung kecut saat dari kaca satu arahnya ia dapat melihat seorang gadis yang melambai dari arah teras rumah yang terhalang pagar pendek menghampiri ke arah depan rumahnya menyambut Naka, oh...apakah gadis itu sampai repot-repot menunggu Mainaka?

Naka menginjak rem, dan menarik rem tangan membuat mobil terhenti mulus, "tunggu sebentar." Begitu ucapnya.

Sementara Shanum tak menjawab apapun lebih memilih diam dan sibuk mengeluarkan cemilan. Ia tau, sebentarnya Naka itu seabad, ia sudah sering dijanjikan dengan kata *sebentarnya Naka*. Jadi sudah paham.

Naka keluar dari bangkunya, dan samar terdengar obrolan basa basi penuh nada ceria Airani yang tembus sampai ke dalam mobil. Shanum mendengarnya bahkan...

*Nye--nye--nye*---bibirnya mencibir, "basi banget."

Meski otaknya tak ingin, tapi tetap saja... refleks otot geraknya membawa Shanum untuk---mau tak mau memandang ke arah pagar yang tertutup lagi setelah Naka memutuskan masuk ke dalam.

Cih! "Masuk dong!" dumelnya, "kenapa ngga sekalian bawa bantal sama baju ganti aja sih, Naka? Aturan sih anterin gue balik dulu kek...kalo emang mau pacaran nyantai, jadi ngga ada beban ninggalin manusia di mobil!"

Kenapa pula Shanum tak meminta Naka mengantarnya pulang lebih dulu! Sejenak ia memandang bungkusan snack yang sudah hampir habis itu, benar yang Naka bilang snack kebanyakan micin bikin bodoh.

Untuk saat ini Shanum meyakini jika ia bukan cemburu, cuma ilfeel saja jika harus ada diantara orang pacaran, berasa malu sendiri, serba salah sendiri dan *malesin*. Apa sih Naka?! Menempatkannya pada posisi begini!

Ponselnya berdering lemah, menunjukan notifikasi pesan dari Arjuna.

**Juna**

*Sha, Frizka ada kasih laporan keuangan bulan ini ngga*?

**Shanum**

*Engga. Lagi butuh banget apa gimana*?

Shanum terlihat fokus membaca pesan dari Arjuna yang sedikitnya membuat ia tak merasa sendirian disini.

**Juna**

*Oh, iya ya...sorry lupa gue 😅 by the way belum tidur*?

**Shanum**

*Belum. Masih siang Jun, mau kemana emangnya buru-buru tidur*...

**Juna**

*Kalii aja. Lagi ngapain*?

Shanum meraba dan mengambil keripik dari dalam bungkusnya lalu beralih ada minumannya di depan dashboard.

**Shanum**

*Lagi ngemil aja sambil nonton drama*.

Bohongnya yang ngga bohong-bohong amat. Ia meneguk minum dari bibir botol dengan satu tangan lain menggenggam ponsel, bahkan pandangan Shanum masih tertuju pada layar ponselnya sambil mengetik balasan pada Juna.

Saking khusyuk dan hecticnya, ia tak sadar jika dari pintu samping Naka sudah kembali dan masuk, malahan...suara Airani yang berseru berdadah ria baru saja ternotice Shanum, secepat itu!

Naka menaikan alisnya sebelah, belum benar-benar duduk dan menutup pintu mobil ia merebut ponsel Shanum layaknya jambret.

"Heboh banget, wa siapa?" Shanum langsung menghentikan minumnya, "ehhh, Naka!" tangannya sudah terulur ingin merebut kembali ponselnya dari tangan Naka. Namun usahanya itu tak berhasil menghentikan apa yang sedang Naka lakukan, yaitu membaca room chatnya dan Arjuna.

"Juna," lirih Naka melengkungkan bibirnya, dengan bola mata bergerak membaca pesan disana.

"Naka, Lo ngga banget ya ! Ngga sopan tau ngga!" omel Shanum.

"Basa basi banget nih orang." Tapi Naka tak peduli dengan ocehan Shanum yang sudah kesal.

Ia menyerahkan ponsel Shanum dengan wajah keruhnya, "gue kira kalo sekelas ketua MPK modusnya ngga pasaran. Kaya anak SD." Cibirnya memasang tampang merendahkan.

Shanum menyipitkan matanya, "apaan sih Lo, Ka. Biarin aja, lagian kaya yang lo oke aja..." Shanum cemberut memasukan kembali cemilan dan minumnya ke dalam keresek kemudian memasang kembali seatbelt melihat Naka yang mulai menyalakan kembali mesin mobil.

Naka menoleh dengan pandangan tak sukanya. Ia tak berbicara apapun, justru kembali membawa mobil melaju menjauh dari sana.

Lama mereka terdiam setelah kejadian barusan, Shanum pun tak melanjutkan chatnya dengan Juna meski dentingan notifikasi berkali-kali berbunyi membuat lirikan malas Naka terarah padanya dari ujung mata.

"Tumben banget sebentar. Gue kira bakal lama..." lirih Shanum.

"Udah dibilangin cuma ngambil data dari flashdisk doang, Lo pikir apa? Gue kencan kaya Lo barusan?!" Sembur Naka. Benar, kini di dashboard depan Naka memang terdapat sebuah flashdisk. Naka memang tak berbohong saat ia mengatakan padanya hanya akan mengambil data dari sekertarisnya Airani.

"Gue masih laper. Mampir dulu di Drive thru lah..." ketus Naka.

.

.

.

1
Iccha Risa
simpel ya Ka
Iccha Risa
waduhhhh 🤣🤣
Iccha Risa
ini tamu2 yg diundang balik sono, ntar aja diskusinya
lestari saja💕
sweet bgt naka...😍😍😍
lestari saja💕
yg cowok datar,ga ada jaim2nya,yg cewek kepolosan😂😂😂hadehhhh
lestari saja💕
ga lah num kn tadi kmu cuma kasih kaos ma celana training
Iccha Risa
auhhh Sha kasihan mw makan tapi hrs sembunyi, nyusahin sndri
lestari saja💕
entah knp klo dicium kok jadi lemes yaaa😂😂😂😂
lestari saja💕
yaaa rujakan lagiiiii😂😂😂
lestari saja💕
aseeeekkk😋
lestari saja💕
jangan sampe ada tawuran antar sekolah aja...tapii melihat power nya naka???semoga ga terjadi
lestari saja💕
gpp num ada sensasi degdeg kesel marah dan jengkel
Nurs_tars
gaya pacaran anak jaman now y mainx terlalu jauh
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
uluh2 apa gak gelantungan eta kanjut euy 🤣....aduh gemes pengen remes gak sih sha 🤣
lestari saja💕
jangan ngereog ya num
Nurs_tars
fiks turunan ganesha
Nurs_tars
ya Allah pake dibahas lg
@Arliey🌪️🌪️
ko gw jadi ikut membayangkan yang tidak tidak🤭🤣🤣
Iccha Risa
ampun posisimu amat sulit Sha udh mah laper deuhh ga nguntungin 🤣 si mas mas ketos ini malah santai banget ...
Nurs_tars
dr kucing betina jd jelly y sha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!