Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jadian
"Terima kasih tuan!"
"Terima kasih untuk apa?"
"Untuk semuanya! Saya nggak tau gimana hidup saya jika tidak bertemu dengan tuan Kevin!" Alanna tersenyum dan itu begitu menyenangkan dihati Kevin
"Saya janji akan mulai mencicil hutang saya pada tuan!"
"Saya lebih suka jika kamu membayarnya dengan hati kamu, Alanna"
Ucapan itu membuat gadis cantik itu terkejut, ia segera memegangi dadanya "Tuan ingin menjual organ tubuh saya?"
"Hah?" Kevin tak percaya, gombalan yang harusnya romantis malah terdengar menakutkan "Lupakan saja! Ayo, kamu harus dapat seragam!"
Alanna tersenyum dan kembali mengikuti langkah sang atasan
***
Sore harinya saat jam kerja selesai, Alanna bergegas meninggalkan pantry. Ini cukup baik dihari pertama, walaupun ia belum memiliki teman
"Ternyata kerja dikantor itu lebih capek!" Keluhnya sepanjang perjalanan menuju lobby
Begitu keluar dari lift, seorang pria menghampirinya membuatnya terkejut. Ia pikir jika diperlukan pria itu akan berlakon seolah keduanya tidak saling mengenal, mengingat dirinya hanyalah seorang office girl.
"Mau pulang?" Tanya Kevin
"Iya, tuan juga ingin pulang?"
"Iya, dan hari ini saya ingin pulang ke apartemen, jadi kita pulangnya bareng!"
Alanna cukup terkejut, beruntung kantor mulai sepi hingga tak banyak orang yang melihat
Ia takut jika orang-orang akan berpikir dirinya menggoda CEO perusahaan ini hingga dengan mudah mendapatkan pekerjaan
"Ayo! Kok bengong!"
Alanna mengangguk lalu berjalan dibelakang pria tampan itu. Alanna benar-benar mengakui jika pria didepannya ini sangat tampan dan mempesona
Andai ia setara, mungkin Alanna sudah jatuh cinta pada pria sempurna seperti Kevin. Namun ia sadar diri, siapa dia dan siapa Kevin Argantara
"Baik!"
Sebelum Kevin tiba diluar, mobil telah disiapkan oleh salah seorang petugas keamanan
"Masuk!"
Alanna menurut, ia duduk disamping Kevin dengan tenang tanpa banyak bicara. Tak lama mobil mewah itu tiba di basement dan Kevin memarkirkan mobilnya
Kevin membiarkan wanita itu membuka pintu lalu keduanya masuk "Saya bersih-bersih dulu ya tuan, setelah itu saya siapkan makan malam"
Kevin mengangguk dan Alanna masuk kedalam kamar yang memang diperuntukkan baginya
Sekitar lima belas menit gadis berwajah manis itu keluar dan mendekat kearah seorang pria yang duduk di sofa sembari menonton televisi
"Tuan ingin makan apa? Biar saya siapkan!" Tanya Alanna sopan, tidak masalah jika Kevin ingin dirinya mengurus keperluan pria itu, anggap saja bekerja sebagai asisten rumah tangga
"Kamu masak apapun saya akan makan!"
Alanna mengangguk lalu berjalan kearah dapur. Beruntung kemarin ia telah mengisi kulkas dengan bahan makanan
Alanna terkejut saat tiba-tiba saja Kevin berdiri disampingnya yang tengah menyiapkan bahan
"Tuan tunggu saja, kalau makanannya sudah siap akan saya panggil!"
"Kamu bisa gak, jangan panggil saya tuan jika bukan ditempat kerja!"
"Kalau bukan tuan saya harus panggil apa?" Tanya Alanna bingung
"Ya apa aja! Asalkan bukan tuan!"
"Gimana kalau pak!"
"Saya bukan bapak kamu Alanna!" Kesal juga rasanya bicara dengan gadis seperti Alanna ini
"Terus apa dong?"
"Kamu bisa panggil Kevin!"
Alanna tersenyum canggung "Itu tidak sopan tuan Kevin!"
"Kalau gitu gimana kalau mas? Sayang? Baby, honey!" Kevin mendekatkan wajahnya dan hal itu jelas membuat Alanna semakin tidak enak
"Itu berlebihan tuan, saya panggil Kevin saja!"
"Itu lebih baik!" Kevin tersenyum "Kamu mau masak apa?"
"Tuan suka ayam goreng kecap nggak?"
"Tuan lagi?"
"Maaf, maksud aku kamu suka ayam goreng kecap nggak?" Mendengar itu membuat pria itu menarik sudut bibirnya
"Aku suka apapun asal kamu yang masak!"
Alanna diam, mulai memotong semua bahan dengan Kevin yang selalu memperhatikan
"Kamu masih punya orang tua kan?"
"Hmm! Kenapa?"
"Aneh aja! Kamu jadi sering kesini. Takutnya orang-orang mikir macem-macem tentang saya!" Sebenarnya Alanna kurang nyaman jika Kevin memperlakukan dirinya seperti ini
"Siapa yang berani berpikir seperti itu?"
"Sudahlah lupakan saja!" Alanna terlihat menggemaskan dengan wajah cemberutnya
Kevin tersenyum, ia merasa Alanna tidak sekaku kemarin. Dan sepertinya ini sebuah kemajuan
Setelah semua masakan itu matang, keduanya makan dengan tenang. Sesekali terdengar gurau canda yang mengisi penthouse mewah itu
***
Dua Minggu sudah Alanna tinggal ditempat ini, bekerja sebagai office girl di perusahaan Argantara
Sesekali Kevin mendatanginya dirumah dan Alanna melayani keperluannya terutama makan pria itu
Malam ini Kevin ingin menyatakan perasaannya yang sebenarnya. Ia sudah menunggu cukup lama dan sepertinya malam ini adalah saatnya
Sebuah restoran ternama dipilih, keduanya berada diruang VVIP dilantai atas menampilkan keindahan kota dimalam hari
Alanna tampak cantik dengan gaun panjang berwarna hitam dan Kevin dengan stelan jas mahal berwarna senada
"Kamu cantik!"
Alanna menunduk pipinya terlihat bersemu "Terima kasih!"
Sebenarnya ia ingin sekali memuji pria dihadapannya, namun Alanna tak memiliki cukup keberanian walaupun hanya mengatakan satu kata yaitu 'sempurna'
"Alanna" wanita cantik itu mengangkat wajahnya dan kini tatapan keduanya bertemu
"Kamu tahu kenapa saya menolong kamu dari semua penderitaan yang pernah kamu alami?" Alanna menggeleng, selama ini memang dirinya ingin bertanya mengapa pria seperti Kevin mau membantunya
"Jawabannya adalah karena saya jatuh cinta dengan kamu, Alanna Kalila!"
Alanna terbelalak, apa sekarang Kevin tengah menyatakan cintanya? Tapi kenapa? Bagaimana bisa ada seorang pria sempurna yang jatuh cinta pada gadis malang seperti dirinya
"Saya sudah jatuh cinta sejak pertama kali melihat kamu di klub!"
"Kamu serius? Tapi selama ini kamu tidak mengatakan apapun!" Setelah mengumpulkan keberaniannya Alanna mengajukan pertanyaan yang mulai mengganggunya
"Itu karena aku ingin waktu yang tepat, dan malam ini adalah saatnya!"
Kevin menggenggam tangan halus itu. Mengusap punggung tanga Alanna dengan ibu jari, memberikan rasa hangat bagi si pemilik
"Gimana? Kamu mau kan?"
Alanna merasa jantungnya seperti ingin jatuh, detakkannya mungkin terdengar hingga keluar ruang VVIP
"Alanna?"
Gadis manis itu mengangguk tipis, rasanya Kevin tidak puas dengan jawaban yang ia terima
"Apa maksudnya itu?"
"Apa harus diperjelas? Aku bahkan tidak memiliki alasan untuk menolak kamu!" Alanna malu-malu dalam mengatakannya
Ia tak pernah merasakan jatuh cinta sedalam ini. Selama ini ia berpikir jika wanita sepertinya tidak pantas untuk cinta
Tapi Kevin datang dengan semua pertolongan nya. Alanna bisa hidup tanpa rasa takut selama ia bersama Kevin
Dan dengan semua itu akan sangat keterlaluan jika dirinya menolak pernyataan cinta dari pria sebaik Kevin
"Kamu serius kan? Kita pacaran sekarang?"
Alanna mengangguk lagi, gestur yang menunjukkan jika apa yang diucapkannya adalah sebuah kebenaran
Kevin berdiri, menarik tangan gadis yang telah resmi menjadi kekasihnya itu lalu memeluknya dengan erat
Ia memang telah jatuh cinta pada wanita ini sejak pertama kali melihatnya. Dan Kevin hanya ingin Alanna saja