NovelToon NovelToon
VILLAIN TO HERO: INDONESIA HUNTER

VILLAIN TO HERO: INDONESIA HUNTER

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:965
Nilai: 5
Nama Author: Natelashura7

Di dunia di mana gerbang dimensi terbuka dan monster mulai menginvasi bumi, garis antara pahlawan dan penjahat menjadi kabur. seorang pria yang terjebak dalam takdir sebagai antagonis, raja naga kehancuran terbangun di tubuh manusia bumi bernama voltra.

Sang Raja Naga Kehancuran, entitas yang ditakdirkan menjadi villain sejati, kini terjebak dalam raga manusia yang lemah. Alih-alih menghancurkan dunia, ia justru terikat oleh tanggung jawab yang tak pernah ia bayangkan: seorang adik perempuan dan kewajiban menjadi seorang Hunter.

Terjebak dalam dilema antara identitas aslinya sebagai penghancur dan peran barunya sebagai kakak sekaligus pembasmi monster. Memilih antara harapan atau kehancuran?​.

-LATAR CERITA DI INDONESIA
-KARAKTER PENTING ADA ILUSTRASI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Natelashura7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11 gate di Kalimantan

"Ingat, jangan membukakan pintu untuk orang asing, dan kalau kau butuh sesuatu, pakai saja kartu yang kuberikan itu" ucap Voltra sambil menyampirkan tas punggungnya. Ia baru saja meletakkan beberapa gepok uang tunai di atas meja makan, jumlah yang cukup untuk membeli satu gerobak ceker ayam pedas beserta penjualnya.

"Kak, ini terlalu banyak! Kau benar-benar tidak akan melakukan sesuatu yang berbahaya di Kalimantan, kan? Aku dengar di sana hutannya dipenuhi monster tingkat tinggi" ujar Vanya melihat dengan mata seperti bintang uang pemberian kakaknya.

Voltra berhenti di ambang pintu, menoleh sedikit dengan tatapan angkuh namun tenang. Yah dia tidak pernah kesana tapi seharusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

"Monster di sana seharusnya yang takut padaku, bukan sebaliknya. Jaga dirimu, Bocah" balas voltra berjalan menuju pintu keluar.

Begitu keluar dari apartemen, suara klakson mobil mewah yang familiar menyambutnya. Alina duduk di kursi kemudi dengan setelan tempur lengkap yang dilapisi pelindung ringan nan elegan. Voltra melirik motor hitamnya yang terparkir rapi di sudut.

"Sayang sekali, mesin besi ini harus beristirahat" gumam Voltra sambil masuk ke kursi penumpang mobil Alina.

"Berhenti menatap motormu seperti menatap kekasih. Kita punya jadwal penerbangan militer dalam satu jam" ujar Alina sambil menginjak gas. Mobil itu melesat membelah jalanan Jakarta menuju bandara khusus Asosiasi. "btw pakaian yang bagus, aku tidak salah memilih warna yang cocok untuk mu bukan" lanjutnya melihat pakaian hunter voltra.

"lumayan" Balas voltra

Di Dalam Pesawat Militer. Suasana di dalam pesawat angkut militer itu cukup tegang. Selain Alina dan Voltra, ada beberapa tim pendukung dari ISG yang tampak sibuk mengecek senjata dan perangkat sensor mana.

"Labyrinth of Death di Kalimantan bukan sekadar gate biasa" ujar Alina membuka peta digital di tabletnya, menunjukkannya pada Voltra yang sedang asyik mencoba kursi pijat pesawat. "Ini adalah 'Dungeon Break' yang tertunda. Vegetasi di sana sudah bermutasi. Pohon-pohon di sana bisa memakan Hunter, dan udara di zona merah mengandung spora yang bisa melumpuhkan sirkulasi mana" Lanjutnya memberitahu.

"Spora? Hutan yang hidup? Itu terdengar seperti taman bermain bagi naga hijau. Masalahnya bukan pada hutannya, Alina. Masalahnya adalah apa yang 'terbangun' di pusat hutan itu" seru voltra merasakan hal tidak beres.

"Maksudmu?" Tanya Alina tertegun.

"Aku merasakan getaran yang sangat jauh, tapi sangat familiar" ujar Voltra duduk tegak, raut wajahnya berubah serius. "Ada sesuatu yang memiliki sisa-sisa energi primordial di sana. Sesuatu yang seharusnya tidak ada di dunia yang lemah ini" Lanjutnya bergumam kecil.

Belum sempat Alina membalas, tiba-tiba alarm pesawat meraung merah. Guncangan hebat menghantam badan pesawat hingga beberapa Hunter tim pendukung terlempar dari kursi mereka.

[PERINGATAN! DETEKSI ENERGI TINGGI DI SEKTOR DEPAN!]

"Nona Alina! Ada segerombolan Wyvern tingkat tinggi yang menghadang! Mereka keluar dari celah kecil di awan!" teriak pilot dari interkom.

"Wyvern? Di jalur penerbangan aman?! Ini tidak mungkin!" ucap Alina memegang pedangnya dengan erat.

Voltra justru menyeringai lebar, ia berjalan menuju pintu kargo belakang pesawat. Dia bisa merasakan makhluk berkaki dua yang memiliki sayap itu sudah ada banyak di luar sana.

"Wyvern? Akhirnya... makhluk yang punya sedikit harga diri" Gumam voltra

"Hei! Apa yang kau lakukan?! Jangan buka pintunya di ketinggian ini!" teriak Alina panik.

Voltra tidak peduli. Dengan satu sentakan tangan, ia menghancurkan kunci hidrolik pintu kargo. Angin kencang menderu masuk, menyedot udara di dalam kabin. Di luar sana, puluhan reptil terbang bersisik hijau tua sedang menukik tajam ke arah mereka.

"Kau ingin melihat bagaimana cara 'Raja Naga' menyapa kerabat jauhnya yang tidak sopan ini?" tanya Voltra.

Tubuh kecilnya mulai mengeluarkan uap hitam pekat. Tanpa menggunakan parasut atau alat bantu apa pun, Voltra melompat bebas dari ketinggian 30.000 kaki, jatuh menembus awan menuju kerumunan Wyvern yang siap mencabik-cabiknya.

"VOLTRA!!!" teriak Alina frustrasi, mau tidak mau ia ikut melompat menyusul pemuda gila itu.

Alina tertegun, tangannya yang semula bersiap menghunus pedang kini membeku. Ia berada dalam dekapan Voltra, namun yang membuatnya lebih terkejut bukanlah posisi itu, melainkan pemandangan di depan matanya.

Puluhan Wyvern yang tadinya haus darah kini mendadak berhenti di udara. Mereka menekuk leher, melipat sayap sebagian, dan memposisikan diri lebih rendah dari mereka berdua. Salah satu Wyvern terbesar, dengan sisik berwarna emerald tua, terbang mendekat dan membiarkan punggungnya menjadi pijakan bagi Voltra dan Alina.

"Apa yang... apa yang kau lakukan pada mereka?" bisik Alina tak percaya. Ia bisa merasakan getaran ketakutan yang hebat dari tubuh monster yang mereka tunggangi.

"Aku hanya mengingatkan mereka tentang siapa yang memegang rantai di dunia bawah," jawab Voltra datar. Matanya berkilat ungu gelap saat ia berdiri tegak di atas punggung Wyvern yang sedang meluncur stabil menembus awan.

Raungan serempak para Wyvern mengguncang langit Kalimantan. Suaranya begitu megah dan purba, membuat para Hunter di pesawat militer yang masih terbang di atas mereka gemetar hebat. Bagi manusia, itu adalah suara kiamat, tapi bagi Voltra, itu adalah lagu sambutan yang sudah lama tidak ia dengar.

Alih-alih mendarat di pangkalan militer sesuai rencana, Voltra memerintahkan kawanan itu untuk mendarat langsung di pinggiran Labyrinth of Death. Saat kaki mereka menyentuh tanah, pepohonan raksasa di sekitar mereka tampak bergoyang, seolah-olah hutan itu sendiri sedang bergidik.

Voltra menatap kawanan reptil terbang itu dengan pandangan otoriter. Ia mengangkat tangannya, lalu melakukan gerakan menyapu di udara

"Kembalilah ke tempat kalian berasal. Dunia ini terlalu sempit untuk kepak sayap kalian yang lia," gumam voltra dalam bahasa yang terdengar seperti geraman rendah yang bergetar.

Mendengar perintah sang Raja, Wyvern emerald itu mengeluarkan lengkingan panjang. Di depan mereka, udara tiba-tiba terdistorsi, menciptakan retakan ruang yang memancarkan aura kuno sebuah gate darurat yang menuju ke wilayah naga. Satu per satu, makhluk-makhluk megah itu terbang memasuki retakan tersebut dan menghilang, meninggalkan langit Kalimantan yang kembali sunyi.

"Kemana mereka pergi?" Tanya Alina.

"Entahlah" Jawab voltra pura pura tidak tahu.

Ia berbalik dan menatap rimbunnya hutan Kalimantan yang terasa sangat mencekam. Pohon-pohon raksasa di sini seolah-olah memiliki mata yang mengawasi setiap gerak-gerik mereka.

"Kita harus bergerak. Pesawat militer tadi pasti akan mendarat di titik koordinat asli dan mencari kita. Aku tidak ingin mereka mengganggu perburuanku," ujar Voltra sambil mulai melangkah masuk ke dalam hutan.

"Kau benar. Tapi kita sekarang berada di pusat 'Labyrinth of Death'. Tanpa dukungan tim pendukung, kita harus ekstra waspada. Spora di depan sana bisa mulai menggerogoti pelindung mana kita dalam hitungan menit" ujar Alina sudah melapisi tubuhnya menggunakan mana yang sangat tipis.

Semakin dalam mereka masuk, suasana semakin aneh. Langit tidak lagi terlihat karena tertutup tajuk pohon yang sangat rapat, dan cahaya yang masuk berwarna hijau kekuningan yang sakit.

"Alina" panggil Voltra tiba-tiba.

"Ya?" Sahut Alina.

"Kau mencium bau itu?" Tanya Voltra berhenti di depan sebuah bunga raksasa yang tampak seperti bangkai yang membusuk.

"Darah. Darah manusia. Tapi... baunya sangat banyak" Jawab Alina mengendus udara, lalu wajahnya berubah pucat.

Di depan mereka, jalan setapak yang tertutup akar-akar besar dipenuhi oleh sisa-sisa perlengkapan Hunter. Helm yang retak, pedang yang patah, dan potongan seragam yang robek. Namun, tidak ada satu pun mayat di sana.

"Hutan ini tidak membunuh mereka" ucap Voltra sambil menyentuh batang pohon yang berdenyut seolah memiliki jantung. "Hutan ini... memakan mereka. Mereka diserap untuk menjadi nutrisi bagi sesuatu yang sedang tumbuh di pusat labirin ini" Lanjutnya menganalisis.

Tiba-tiba, dari kegelapan hutan, muncul sosok-sosok manusia. Namun mereka tidak berjalan normal. Tubuh mereka ditumbuhi oleh tanaman rambat, mata mereka kosong dan bercahaya hijau, dan tangan mereka telah berubah menjadi dahan-dahan tajam. ​

1
Fajar Fathur rizky
thor novelnya yang satunya di tunggu updatenya thor bab 210 novel btth sistem vilain pengen liat huntiandi bantai iblis darah
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya thor mau uangnya apakah pake koin emas thor
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya thor ko novel btth sistem mc baru update sekarang apakah kemarin lagi sibuk thor
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya itu mata uangnya apakah pake koin emas thor tolong di jawab thor
Fajar Fathur rizky
thor apakah ada tingkatkan hunter ss
Fajar Fathur rizky: terimakasih atas informasinya thor kirain yg tingkat tinggi hanya sampai tingkat ss
total 2 replies
Fajar Fathur rizky
Thor tolong di jawab Thor novel satunya yang sistem vilain dan sistem mc yang btth kapan update bab terbaru Thor bab 208 dan satunya bab 118 Thor mau tanya Thor apakah fokus dulu ke novel ini dulu jika udah tamat novel yang btth sistem mc dan btth sistem vilain baru di lanjut tolong di jawab Thor
Fajar Fathur rizky
Thor mau tanya Thor ini mcnya over power Thor
Fajar Fathur rizky
Thor mau tanya Thor novel yang btth sistem vilain bab 208 kapan update bab btth sistem mc kapan update bab 118 Thor tolong di jawab Thor penasaran lanjutan novel Thor
Fajar Fathur rizky
Thor novel baru Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!