lanjutan dari:
JODOH AISYAH (1)
JANJI ANISSA (2)
Zahira adalah gadis kecil nan mungil. Sejak usianya 9 tahun, ayahnya meninggal dan ibunya menikah lagi. Hingga Zahira di tinggalkan ibunya tanpa pertanggung jawaban. Sifat Zahira yang bar bar dan menyebalkan, cerewet, bawel, centil genit, namun iya banyak yang sayang. Kecil imut dan menggemaskan, 3 kata yang iya nobatkan sendiri untuk dirinya. Selebor adalah panggilan jika orang sedang kesal padanya
Hingga suatu saat iya di pertemukan dengan kakak laki lakinya yaitu ustadz Riziq dan ustadz Rasyid. Zahira di bawa ke pesantren dan dididik untuk menjadi muslimah yang baik. Sejak pertama iya menginjakan kakinya di sana, itu pertama kalinya iya bertemu dengan Yusuf seorang santri putra di sana. Sejak saat itu pula Zahira jatuh hati pada Yusuf. Diam diam Yusuf pun menaruh hati pada Zahira yang di anggapnya itu berbeda dengan yang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti aminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Baikan
Masih dengan mereka yang berpelukan dan saling memaafkan. Zahira dan Erika sedang melepas rindu setelah berdiam diaman. Ada buliran air mata yang menetes. Tiba tiba dari kejauhan Syifa melihat Zahira dan Erika berpelukan. Syifa tersenyum dan merasa senang kalau mereka sudah baikan. Hingga Syifa berlari menghampiri mereka berniat ingin memeluk mereka.
" Ikutaaaaaan" teriak Syifa lalu memeluk Erika dan Zahira.
BRUUUUGH.
Syifa yang oleng bukannya memeluk Zahira dan Erika, iya malah menabrak mereka hingga mereka bertiga jatuh tersungkur.
" Awww"
" SYIFAAAAAAAAA"
Teriak Zahira dan Erika kesal. Syifa sudah tersenyum getir.
" Maaf" ucap Syifa memelas.
Aisyah langsung membangunkan mereka.
" Masih untung yang nabrak itu anaknya bukan ibunya" ucap Aisyah.
" Memangnya kenapa kalau ibuku yang nabrak?" tanya Syifa.
" Kau tidak lihat fostur ibumu itu" ucap Zahira.
" Ssstthh, ayo kita pulang Ira, kakakmu sudah menunggu" ucap Aisyah.
" Ira, memangnya kau tidak mau tinggal di asrama lagi?" tanya Erika.
" Nanti aku pulang ke asrama, sekarang aku mau pulang dulu ke rumahnya ka Riziq" jawab Zahira. Erika pun mengangguk. Ustad Rasyid pun mendekati Riziq.
" Ziq, apa yang akan kau lakukan pada Yusuf?" tanya ustad Rasyid.
" Kau cukup duduk manis saja, biar aku yang urus si Yusuf" ucap Riziq sambil mendekati Zahira.
" Ayo pulang" ajak Riziq.
Sebelum pergi, Zahira pun sempat menatap Yusuf yang kini sedang berdiri di depan aula. Riziq langsung memicingkan matanya.
" Kalau kau tidak menundukan pandanganmu, kulakban matamu" ucap Riziq memperingatkan. Zahira langsung menundukan pandangannya.
"Maaf aku khilaf" jawab Zahira.
" Semuanya kita pamit, asalamulaikum" Riziq pamit beserta Aisyah, Zahira dan ustad Rasyid.
" Waalaikum salam"
Pak Akbar tersenyum sambil membelai lembut kepalanya Erika.
" Ayah bangga padamu" ucap pak Akbar. Erika pun tersenyum, lalu mereka pergi ke rumahnya Anisa.
Sesampainya di rumah Riziq, Zahira langsung memeluk kakaknya itu.
" Makasih ya ka, semua berkat dirimu yang selalu membantuku belajar hingga ka Yusuf memilihku. Aku sayang padamu" ucap Zahira. Aisyah hanya tersenyum.
" Aku dan aang Rasyid juga sayang padamu" ucap Riziq.
" Ka Aisyah juga" timpal Aisyah.
Zahira pun tersenyum.
" Sekarang kau istirahatlah" pinta Riziq. Zahira pun mengangguk dan langsung masuk kamarnya. Riziq dan Aisyah pun duduk di ruang tamu.
" Le, apa yang akan kau lakukan pada Yusuf?, apa kau juga akan menguji kecerdasannya?" tanya Aisyah.
" Yusuf iyu sudah pintar, jadi tidak usah diuji lagi kecerdasannya" jawab Riziq.
" Lalu kau mau apa pada Yusuf?" tanya Aisyah penasaran. Riziq malah tersenyum.
" Lee, jangan bilang kalau kau mau mengerjai Yusuf, nanti kau akan berhadapan langsung dengan ustad Azam"
" Sssttth, mingkem" ucap Riziq.
" Eh jangan mingkem, buka sedikit" ucap Riziq sambil tersenyum senyum.
" Nggaaak, kau sudah menyuruhku mingkem, lagi pula aku mau jemput anak anak dulu" ucap Aisyah. Riziq langsung tertawa melihat istrinya sedikit merajuk. Saat Aisyah mau pergi, tiba tiba iya mendengar sesuatu di kamarnya Zahira.
BRUG BRUG BRUG BRUG.
Aisyah pun terdiam, lalu menatap Riziq.
" Lee itu suara apa di kamarnya Ira?" tanya Aisyah. Riziq pun dapat mendengar suara itu.
"Itu si bocah semprul lagi ngapain ya??" batin Riziq bertanya tanya.
Karna penasaran, Riziq dan Aisyah pun menghampiri kamarnya Zahira, mereka langsung menempelkan telinga masing masing ke pintu.
BRUG BRUG BRUG.
Karna penasaran, Riziq langsung membuka pintu kamar Zahira. Dilihatnya Zahira sedang lompat lompat dan berjingkrak jingkrak diatas tempat tidurnya. Seketika itu pula Riziq langsung menggeram.
" Eh bocah semprul, kau sedang apa?, kau pikir beli tempat tidur itu pake daun pandan" gerutu Riziq.
Zahira yang baru sadar kalau ada Riziq dan Aisyah menatapnya pun langsung membaringkan tubuhnya, lalu menyembunyikan wajahnya di bantal, Zahira sudah takut dan malu. Aisyah sudah cekikikan tak bersuara.
" Biarkan saja Le, Ira sedang merasa bahagia" ucap Aisyah.
" Tapi bahagianya itu bisa merusak properti rumah kita" ucap Riziq.
" Ssstttth"
Aisyah pun menutup pintu kamar Zahira.
" Biarkan saja dia sedang berbahagia. Kutanya, dulu saat kau berhasil melamarku apa yang kau lakukan?" tanya Aisyah.
" Tentu saja aku bersyukur"
" Ada lagi?" tanya aisyah.
" Aku menelan cabe yang kutanam di perkebunan sebanyak dua kilo" gerutu Riziq. Aisyah malah tertawa.
" Kau lucu ya Le, gemeeez"
_ _ _ _ _ _ _ _
Sore pun tiba. Zahira pun memutuskan untuk tinggal kembali di asrama. Iya sudah berjalan pulang sendirian. Iya selalu bersukur dan merasa senang setelah Yusuf memilihnya. Zahira tersenyum senyum
Tidak sengaja Zahira bertemu dengan ustad Usman di jalan.
" Asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Ustad Usman mengernyitkan keningnya saat melihat Zahira tersenyum senyum.
" Heh selebor, berapa kilo kau makan asem hingga sedari tadi kau tersenyum senyum sendirian" ucap ustad Usman.
" Ikh om ustad, iri ya lihat aku senyum senyum menggemaskan seperti ini" ucap Zahira.
" Idiih sifat menyebalkanmu keluar. Eh tapi ngomong ngomong, selamat karna Yusuf telah memilihmu" ucap ustad Usman.
Zahira pun mengangguk.
" Aku juga mau berterima kasih pada om ustad yang selalu setia memberiku pelajaran tambahan hingga aku bisa menjawab semua pertanyaan dari mbah Rohman" tutur Zahira.
" Aku tanya, jika Yusuf sudah menghalalkanmu, kau akan belajar apa?" tanya ustad Usman.
" Kalau ka Yusuf sudah jadi suamiku, sudah pasti aku mau belajar menggodanya. Seperti ka Aisyah yang selalu romantis sama kakak berondongku" jawab Zahira.
" Eh Ira, kau jangan genit seperti si Aisyah, geli aku mendengarnya yang sering keceplosan" ucap ustad Usman.
" Ehem"
Tiba tiba Aisyah berdehem, iya tidak sengaja mendengar namamya disebut. Aisyah baru saja menjemput Hawa.
" Sepertinya ada yang mengucap namaku, sebegitu menariknya kah hidupku hingga kalian menggosipkanku" tutur Aisyah.
Ustad Usman dan Zahira langsung mengernyit.
" Geer sekali kau Aisyah" ucap ustad Usman.
" Lebih baik geer dari pada minder" jawab Aisyah.
" Umi, aku mau ikut pulang sama pak de, mau main sama Silmi" ucap Hawa. Aisyah pun mengangguk.
" Ka Aisyah, om ustad, aku ke asrama dulu ya sudah kangen dengan kamar dedemitku" ucap Zahira.
" Hmmm, yang akur ya"
" Siap om ustad, asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Zahira pun melanjutkan kembali perjalanannya menuju asrama. Sesampainya disana. Zahira langsung membuka pintu kamarnya.
" Asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Erika dan Syifa pun tersenyum dengan kedatangan Zahira. Zahira langsung masuk dan memeluk Erika.
" Aku rindu padamu, sama kamar kita juga" ucap Zahira.
" Aku juga rindu padamu" jawab Erika sambil membalas pelukan sahabatnya itu.
" Aku gak di peluk?" ucap Syifa memelas.
" Minta peluk sana sama bang Muklis" ucap Zahira hingga Syifa mengerucutkan bibirnya.
" Aduh aduh, cup cup cup, sini ka Ira peluk" ucap Zahira sambil memeluk Syifa.
Zahira dan Erika pun sudah duduk berdampingan.
" Ira aku minta maaf ya soal Yusuf. Aku tidak tau kalau yang bershalawat itu Yusuf calon imamu. Kalau dari awal aku tau, tidak mungkin aku berani menyukainya" tutur Erika. Zahira pun tersenyum.
" Aku juga minta maaf, karna tidak mau mendengar penjelasanmu. Terima kasih sudah memilih persahabatan kita" ucap Zahira.
" Ngomong ngomong selamat ya, Yusuf sudah memilihmu. Kapan kalian akan menikah?" tanya Erika.
" Belum tau, kakaku yang berondong mau mengujinya dulu"
" Ira aku sungguh tidak menyangka kalau kau bisa menjawab semua pertanyaan dari mbah Rohman" ucap Erika.
" Aku belajar siang dan malam, ka Riziq selalu siap mengajariku, dibantu juga sama om ustad" jawab Zahira.
" Waah seneng ya punya kakak laki laki kaya ustad Riziq"
" Kau kan punya ustad Ibrahim, diakan bisa mengajarimu tawuran" ucap Zahira sambil tersenyum senyum.
" Ssstthh, ka Ibra sudah pensiun" jawab Erika.
Zahira pun sudah rindu dengan tempat tidurnya, iya langsung merebahkan tubuhnya.
" Kangen tempat tidurku" ucap Zahira sambil berguling guling, tiba tiba iya terdiam saat mencium bantal kesayangannya.
" Huweek, ko bau iler" ucap Zahira heran. Syifa sudah tersenyum getir.
" Itu keileran si Syifa, sejak kau tinggal di rumahnya ka Aisyah, dia yang suka tidur di ranjangmu" ucap Erika. Zahira langsung memicingkan matanya pada Syifa. Syifa sudah ketakutan.
" Ka Erika, ka Ira, aku pergi ke kamarku dulu ya, mendadak celengan semarku minta dipeluk. Asalamualaikum" ucap Syifa sambil berlari keluar kamar. Erika sudah tertawa tawa melihat Syifa ketakutan.
" SYIFAAAAAAAAA"