NovelToon NovelToon
Bola Kuning

Bola Kuning

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:812
Nilai: 5
Nama Author: Paffpel

Kisah tentang para remaja yang membawa luka masing-masing.
Mereka bergerak dan berubah seperti bola kuning, bisa menjadi hijau, menuju kebaikan, atau merah, menuju arah yang lebih gelap.
Mungkin inilah perjalanan mencari jati diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Paffpel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Arpa menatap bu Kila yang berbaring tidak bergerak di tanah. Badan Arpa kaku, mulutnya terbuka.

Perlahan-lahan Arpa menghampiri bu Kila. Arpa langsung mengangkat bu Kila dan berlari ke rumah sakit.

Arpa berlari sekencang yang dia bisa. Air mata mengalir membasahi pipinya.

Untungnya ada rumah sakit terdekat di wilayah itu. Arpa sampai di rumah sakit itu. Dia berteriak meminta bantuan.

Bu Kila pun mendapatkan perawatan. Arpa duduk di kursi. Air matanya masih mengalir pelan. Dia menundukkan kepalanya.

Dokter keluar dari ruangan bu Kila. Arpa langsung melirik Dokter itu. Dia berdiri.

Dokter itu menyentuh bahu Arpa sambil tersenyum. “Tenang, kepalanya nggak parah, dan ada luka-luka di badannya. Ngomong-ngomong kamu siapanya?”

Arpa diam sebentar. Dia menundukkan kepalanya. “Saya… muridnya, saya juga penyebab guru saya jadi begitu,” Arpa menekan bibirnya.

Dokter itu menepuk-nepuk bahu Arpa. “Begitu ya… pastikan kamu minta maaf yang bener sama guru kamu ya,” Dokter itu senyum tipis dan pergi.

Arpa duduk lagi di kursi. Dia mengambil ponselnya dan menelpon ibunya. “Bu… “ Arpa menceritakan semuanya.

Ibu Arpa tersentak dan langsung pergi menuju rumah sakit itu.

Ibu Arpa pun sampai. Dia melirik Arpa. “Arpa… “ kata ibu Arpa dengan nada lembut.

Arpa menoleh. Air matanya masih mengalir. Dia langsung berdiri dan memeluk ibunya. Air mata Arpa mengalir lebih deras.

Ibu Arpa mengelus-elus punggung Arpa.

Setelah Arpa lumayan tenang. Arpa dan ibunya masuk ke ruangan bu Kila. Mereka duduk di samping bu Kila.

Ibu Arpa melirik Arpa. “Kamu tau nomer keluarganya?”

Arpa menggelengkan kepalanya. Ibu Arpa menatap bu Kila. “Gimana kalau kita hubungi pihak sekolah aja? Siapa tau mereka tau.”

Tiba-tiba bu Kila membuka matanya pelan-pelan. Dia langsung nyoba duduk sambil memegang kepalanya. “Aduh, dimana nih?”

Bu Kila ngelirik Arpa dan ibunya. Dia memiringkan kepalanya.

Air mata Arpa langsung mengalir lagi. Pandangannya ke bawah. “Maaf bu, maaf, maaf, maaf.”

Bu Kila tersentak kecil. “E-eh? Iya, iya, hehe,” bu Kila mengusap tengkuknya.

Napas Arpa tersendat. Bahunya naik-turun.

Bu Kila menatap Arpa. Matanya melembut. Dia mengusap-ngusap punggung Arpa. “Nggak apa-apa, ibu udah maafin kamu kok,” bu Kila tersenyum.

Arpa menangis cukup lama. Bu Kila menenangkan Arpa. Sedangkan ibu Arpa tersenyum tipis sambil memperhatikan mereka.

Arpa pun perlahan berhenti menangis. Ibu Arpa menundukkan kepalanya. “Maafin anak saya ya.”

Bu Kila mengangguk pelan sambil senyum.

“Kamu mau hubungi keluarga kamu? Suami kamu gitu?” tanya ibu Arpa.

Bu Kila tersentak kecil. “S-suami? Saya belum menikah, hehe,” bu Kila mengusap tengkuknya.

“Nanti saya hubungi keluarga saya, kalian pulang aja, saya sendiri juga nggak apa-apa kok,” kata bu Kila.

Arpa menggenggam erat celananya. “Saya mau di sini bu, sampai keluarga ibu ke sini.”

Ibu Arpa melirik Arpa sambil tersenyum. “Kalau begitu, anak saya di sini ya, saya pulang dulu, soalnya nggak ada siapa-siapa di rumah, dan biaya rumah sakit saya yang tanggung ya,” Ibu Arpa melangkah pergi keluar ruangan.

Arpa menyentuh bu Kila dengan pelan. “Ibu… beneran nggak apa-apa?” alisnya mengerut di tengah.

Bu Kila diam sebentar sambil menatap Arpa. “Anak ini… dia baik, tapi kenapa di sekolah dia bandel banget ya, tapi kalau di pikir-pikir, mungkin itu cuman salah paham, ya… pasti ada alasannya kan,” kata bu Kila di dalam pikirannya.

Bu Kila mengangguk sambil senyum. “Iyaa, ibu nggak apa-apa kok.”

Bu Kila menelpon keluarganya. Setelah selesai menelpon, bu Kila dan Arpa mengobrol.

Setelah beberapa lama. Kela datang ke rumah sakit itu. Dia mencari-cari ruangan kakaknya, yaitu bu Kila.

Kela pun sampai di depan ruangan bu Kila. Dia ingin membuka pintu, tapi dia mendengar suara Arpa. Dia menarik tangannya dan berdiri diam di depan pintu.

Bu Kila melihat jam. “Ah, sekarang udah jam pulang sekolah loh, kamu nggak mau pulang? Bentar lagi keluarga ibu juga dateng, adek ibu juga sekolah di SMA Kuantama, harusnya bentar lagi dia dateng.”

Arpa melirik jam. Dia diam sebentar, lalu berdiri pelan-pelan. “Yaudah saya pulang ya bu.”

Arpa menundukkan badannya. “Saya minta maaf ya bu.”

Bu Kila menyentuh bahu Arpa. “Haha, kamu ini minta maaf terus dari tadi. Iya, udah ibu maafin kok.”

Arpa mengangguk kecil. Pelan-pelan dia pergi dan membuka pintu.

Saat membuka pintu, dia melihat Kela. Badannya langsung terdiam kaku. Matanya melebar dan mulutnya terbuka.

Kela memalingkan pandangannya, dia meremas jari-jarinya. Alisnya mengkerut halus.

Bu Kila melambaikan tangannya. “Kela! Kamu udah dateng?”

Arpa melirik bu Kila, lalu menatap Kela. Dia mundur pelan-pelan.

Kela pun masuk, dan Arpa pergi. Arpa langsung berlari. “Hah? Kela adeknya bu Kila?” pikir Arpa sambil berlari pulang.

Kela duduk di samping Bu Kila. “Kakak, nggak apa-apa?” kela memegang tangan bu Kila.

“Nggak apa-apa kok, Ngomong-ngomong kamu kenal anak itu? Namanya Arpa, Jangan marah ke dia ya, dia… anak yang baik,” bu Kila tersenyum lebar.

Pandangan Kela pelan-pelan ke bawah. “Iya… dia, anak yang baik.”

1
cacelia_chan~
Arpa lari pagi, lupa pamit, lupa pintu… paket lengkap 😭
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
hayoloh lupa kan jadinya....
Alyaaa_Lryyy.
org pendiam klw mrh gk main2 yah , pliss klian shabtan aj🤗
Greta Ela🦋🌺
Yeayy jadi Arpa, Juan, dan Rian🤭
Greta Ela🦋🌺
Wahh Rian udah baik kah?🤭
Greta Ela🦋🌺
Awas nanti sakit
Queen Naom
kasihan Rian🥺
Tina
Ada rasa bombay dan haru di bab ini 😊
Tina
kayak bocil malah asik maen, lupa tujuan awal 🤣
Tina
patahin jarinya rap 😆
Greta Ela🦋🌺
Lah, jadi Rian ini anak broken home?😭
Greta Ela🦋🌺
Lah, gimana sih Rian, gak jelas amat
Greta Ela🦋🌺
Iya bener yang kamu lakuin ini Arpa. Jangan mau diam terus kalau dihina. Sekeali tonjok juga udah bagut itu
Queen Naom
arpa jangan baper ya😄
Queen Naom
beliau ini terlalu jujur
Queen Naom
kalau di real life udah di katain pacaran tuh🤣
Queen Naom
kasihan arpa🤣
Alexander BoniSamudra
ajak pelukan bang👍
Alexander BoniSamudra
ternyata di semua sekolah sama aja
Alexander BoniSamudra
Parah si susi mah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!