NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Karakter Villain Di Dalam Novel

Transmigrasi Jadi Karakter Villain Di Dalam Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Younglord

Marcus, seorang pemuda dengan hidup yang berantakan, tewas secara konyol hanya karena terpeleset oleh sampah di apartemennya sendiri.

Namun takdir justru mempermainkannya. Alih-alih pergi ke akhirat, ia malah terbangun di tubuh Leon Von Anhart, seorang karakter villain dari novel yang baru saja ia maki-maki habis-habisan.

Menjadi Leon adalah mimpi buruk.
Selain reputasinya sebagai sampah masyarakat yang dibenci semua orang, termasuk keluarganya sendiri, tubuh ini juga menyimpan kondisi yang mengenaskan: gagal jantung kronis yang membuatnya divonis hanya memiliki sisa hidup 365 hari.

Dengan waktu hidup yang tinggal satu tahun, reputasi yang sudah hancur, serta sebuah layar sistem aneh yang memaksanya berbuat baik demi bertahan hidup, Marcus terpaksa melawan takdirnya sendiri.

Masalahnya, dunia ini tidak membutuhkannya sebagai pahlawan.
Dunia ini hanya membutuhkan Leon, seorang villain yang kelak akan menjadi monster sekaligus ancaman bagi dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Younglord, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

"Apa-apaan itu?" bisik salah satu murid.

Leon tetap berdiri diam di tempatnya. Ia tidak mengejar monster-monster itu; ia membiarkan mereka yang datang padanya. Setiap kali seekor serigala menerkam, Leon hanya memberikan satu pukulan pendek yang telak.

BUGH! BUGH! BUGH!

Dalam sekejap, tiga serigala sisanya lenyap. Leon menurunkan tangannya, merapikan sedikit kerah jubahnya yang tidak berantakan.

Angka waktu di papan artefak berhenti di: 00:00:25.

Hanya selisih lima detik dari catatan waktu Mathias di tingkat yang sama.

Adel menahan napas melihat layar itu. "Hanya dengan tangan kosong...?" bisiknya tak percaya. Ketakutannya semakin menjadi-jadi karena Leon yang ia lihat sekarang, benar-benar berbeda dari apa yang ia ketahui di novel maupun game.

"Sepertinya mantan tunanganmu punya kemampuan juga," celetuk Kaizen sambil melipat tangan di dada, matanya menatap layar dengan minat yang mulai tumbuh.

Calista hanya mendengus dingin, meski matanya tak sedetik pun berpaling dari sosok Leon. "Itu hanya level rendah. Dia hanya beruntung," sahutnya tajam, berusaha menyembunyikan sedikit rasa terkejut yang muncul.

Di dalam arena, Tingkat 2 dimulai. Kabut hitam di tengah lapangan membentuk sosok Iron-Skinned Boar. Babi hutan itu mendengus keras, uap panas keluar dari hidungnya saat ia melihat Leon.

Leon mengaktifkan Appraisal Eye miliknya.

...[ MONSTER: IRON-SKINNED BOAR ]...

...[ TIPE: PETARUNG ]...

...[ KEKUATAN: 20 ]...

...[ KETAHANAN: 25 ]...

Ketahanannya lebih tinggi dariku, batin Leon. Tanpa ragu, ia langsung mengakses sistemnya. Ia mengalokasikan poin untuk menaikkan status ketahanannya menjadi 27.

Seketika, sisa poinnya yang semula 208 berkurang drastis menjadi 132. Namun, Leon bisa merasakan tubuhnya menjadi jauh lebih padat dan kokoh.

GRRR... WUUT!

Babi hutan itu melesat kencang bagai peluru meriam. Bukannya menghindar seperti peserta lain, Leon justru memasang kuda-kuda rendah. Ia sengaja mengadu fisik, menahan serudukan maut itu tepat di depan dadanya.

BRAKK!

Suara benturan keras menggema. Lantai di bawah kaki Leon retak, namun ia tidak mundur selangkah pun.

Kini mereka berdua saling dorong, otot-otot lengan Leon menonjol keras menahan beban monster seberat ratusan kilo itu.

"Apa dia gila?!" teriak salah seorang penonton di luar.

Tiba-tiba, Leon mencengkeram taring besar babi hutan itu dengan kedua tangannya. Dengan satu sentakan kuat, ia mengangkat dan melempar monster itu hingga terguling di lantai arena.

DUAK!

Tubuh babi itu menghantam dinding magis. Namun, karena ketahanannya yang tinggi, monster itu segera bangkit kembali. Ia menggelengkan kepalanya, matanya merah padam karena marah.

Babi hutan itu mendengus kencang, debu beterbangan di bawah kakinya yang menggaruk lantai.

Saat monster itu melesat maju dengan kecepatan penuh, kejutan kembali terjadi.

Bukannya memasang posisi bertahan atau menghindar, Leon justru ikut menerjang maju.

"Dia gila! Dia benar-benar ingin mengadu nyawa dengan babi besi itu!" teriak seorang murid dari pinggir lapangan.

Kedua kekuatan besar itu bertemu di tengah arena. Tepat sebelum kepala babi itu menghantam dadanya, Leon mengepalkan tinju dan melepaskan pukulan keras yang dialiri mana tipis tepat ke dahi monster tersebut.

DUMMM!

Benturan fisik itu menciptakan dentuman keras. Tubuh Iron-Skinned Boar yang beratnya ratusan kilogram itu terpental ke belakang, terseret beberapa meter di atas lantai porselen.

Namun, karena zirah alaminya yang sangat keras, kepala babi itu hanya terlihat retak sedikit dan mengeluarkan asap hitam.

Monster itu mengerang marah, bangkit dengan mata yang semakin memerah. Pertarungan berlanjut dengan sengit.

Leon bergerak lincah di sekitar monster itu, mendaratkan pukulan demi pukulan telak ke bagian perut dan leher.

Setiap kali babi itu menyeruduk, Leon menangkisnya dengan tangan kosong atau membalasnya dengan tendangan yang membuat tubuh monster itu bergetar hebat.

Pertarungan fisik yang brutal ini terus berlangsung selama beberapa menit. Debu simulasi memenuhi udara arena, sementara penonton di luar terpaku menatap layar sihir tanpa suara.

Hingga akhirnya, setelah 3 menit duel tanpa henti, Leon melihat celah. Ia melompat tinggi dan menghantamkan kedua tangannya ke punggung monster itu dengan kekuatan penuh.

KRAKK!

Zirah besi babi hutan itu hancur total, dan monster itu meledak menjadi partikel cahaya.

Angka di papan artefak berhenti di: 00:03:25.

Di tribun kehormatan, Profesor Seraphina memicingkan mata. "Dia tidak menggunakan sihir, tidak menggunakan pedang. Hanya kekuatan otot murni yang dikombinasikan dengan ketahanan fisik yang tidak masuk akal untuk seorang Rank D."

Grandmaster Alaric hanya tersenyum tipis. "Menarik. Sangat menarik."

Sementara itu di luar, suasana menjadi canggung. Murid-murid yang tadi menertawakan Leon kini saling lirik dengan wajah bingung.

Mathias pun mulai menatap layar dengan serius, menyadari bahwa pria yang dianggap sampah oleh semua orang ini memiliki sesuatu yang tersembunyi.

Lantai arena kembali bergetar. Udara mendingin, dan sosok raksasa mulai terbentuk untuk tingkat berikutnya.

1
Mr. Wilhelm
Emm ... Keknya ini termasuk Plot armor gk sih? 🤔
Manstor
Nih aku kasih bintang 5 ya thor untuk ceritanya, aku harap novelnya bisa sampai tamat ya~ soalnya seru banget👍👍
SilentLore: Tentu aja pasti, Makasih banyak yaa🙏
total 1 replies
Manstor
waduh🙈
Manstor
Wah seru nih🤩👍
SilentLore: Maksih kaka🙏 udah tertarik baca
total 1 replies
Ryukia
ceritanya menarik
SilentLore: Terima kasih banyak!
Senang sekali kalau ceritanya bisa bikin kakak tertarik 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!