NovelToon NovelToon
Kesayangan Kakak Kedua

Kesayangan Kakak Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dhe vi

Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

"Bell, kapan Lea sama Ray pulang?". Tanya nyonya Wilder.

"Besok katanya ma".

"Kenapa nggak hari ini aja sih, kan mereka pakai jet pribadi orang tuanya juga kan".

"Mana bella tau ma".

Isabella dan nyonya Wilder sedang menikmati me time mereka di ruang kelaurga, sedangkan Melinda sibuk mengurus Adrian yang sedang masa pemulihan.

"Sudah bagus dia keluar dari rumah kenapa harus pulang lagi sih". Kesal Melinda

"Kenapa Mel?". Tanya Isabella

"Oh nggak, cuma lagi ngomong sama Adrian".

"Oh, terus kenapa kalau Lea pulang?". Tanya Isabella

"Ih Bella apaan coba".

"Sudah lah Mel, harusnya kamu bersykur kami tidak masalah kamu dan Reno masih tinggal di sini walaupun kalian sering menyebabkan masalah". Ucap Isabella

"Jadi maksud kamu aku dan Reno pembawa masalah? Jaga bicara kamu Bel".

"Ini nih di bilangin langsung ngelunjak".

Melinda semakin geram dengan ucapan Isabella, memang benar dia kakak iparnya, tapi entah kenapa mereka selalu membedakan Asa, Ray dan Reno padahal mereka adalah kakak adik.

Sepulangnya Reno dari pekerjaannya, Melinda merasa curiga ada yang lain dari suaminya ini baju yang sedikit berantakan bahkan tercium bau parfum wanita di badannya.

"Dari mana kamu?".

"Aku baru pulang loh Mel, masih cape ini".

"Oh ya, harum banget parfum kamu".

"Apa sih Mel, kalau mau ribut jangan sekarang aku lagi capek". Marah Reno pada Melinda

Semakin curiga Melinda di buatnya dia bergegas mengambil kunci mobil Reno dan memeriksa seluruh mobilnya, benar saja dia menemukan parfum dan bedak yang bukan milik dirinya.

"Kamu mau main-main sama aku Ren". Gumam Melinda di luar mobil Reno.

Dia masuk kembali ke dalam kamar Reno dan mendapati suaminya sedang asik dengan ponselnya setelah bersih-bersih.

"Ini punya siapa Ren?". Dia memperlihatkan bedak dan parfum itu

"Punya temanku, kenapa?".

"Kamu bawa cewe lain dalam mobil kamu?".

"Kalau iya kenapa?".

"Ren, aku istri kamu, kamu juga sudah punya anak".

"Anak? Bukannya kamu yang maksa-maksa minta nikahin karena kamu hamil atas kehendak kamu sendiri". Sindir Reno

"Ren".

"Apa, mau protes. Lagian nih ya Mel aku udah nggak selera sama kamu, aku juga curiga jangan-jangan kamu ngarang ya anak orang kaya". Tebak Reno yang membuat wajah Melinda pucat pasi.

"Siapa bilang aku ngarang, oke aku akan undang orang tua aku kesini".

"Buktikan Mel jangan cuma omongan saja".

Melinda semakin marah di buat Reno. Siapa yang mau jadi orang tua palsunya sekarang, jika dia meminta ibunya pasti akan ketahuan bahwa dia hanyalah anak seorang pembantu di rumah suaminya ini.

Paginya Melinda keluar setelah Reno pergi bekerja, dia telihat sangat rapi dan wangi.

"Ini uang bulanan, harus cukup jangan boros". Reno memberikan uang 2 juta untuk Melinda, siapa sangka Reno telah menyimpan uang lainnya tanpa sepengetahuan Melinda.

"2 juta? Ren apa-apaan ini, ini nggak cukup".

"Harusnya bersykur kamu Mel".

Dengan perasaan kesal Reno segera berangkat ke rumah Alen, teman satu kantor yang sekarang menjadi kekasih gelapnya.

"Kok pagi banget sayang". Tanya Alen

"Tau Len, heran aku sama Melin sudah ku kasih uang 2 juta satu bulan dia malah bilang nggak cukup".

"Ya ampun, sini masuk dulu". Ajak Alen ke dalam kosnya

"Nggak apa-apa Len".

"Nggak lah di sini lumayan bebas kok". Jelasnya pada Reno

"Baiklah aku juga sangat pusing". Ciumnya pada pipi Alen

Semakin lama Reno semakin tertarik dengan Alen, dia sangat mengerti keadaan Reno bahkan dia menerima Reno meskipun dia tau bahwa Reno memiliki anak istri.

Setelah melakukan pertemuan panas itu mereka bergegas ke kantor.

Pulangnya mereka juga berangkat bersama, tapi Reno mengurungkan niatnya untuk pulang setelah dia melihat kedatangan Asa.

Diruang kantor Asael.

"Belum pulang kak?".

"Belum, kenapa memangnya?".

"Kak, balikin aku jadi manager lagi ya, aku sekarang punya anak sama istri gaji aku nggak cukup".

"Jadi intinya kamu minta kenaikkan gaji?".

"Keduanya sih kak".

"Maaf ya Ren, aku bukannya tidak mau menaruhmu di posisi yang seharusnya, tapi ini demi kebaikkan kamu juga, untuk gaji aku bisa saja menaikkannya, tapi untuk jabatan tidak".

"Baiklah kak, terimakasih kak".

Rasa kesal memenuhi perasaan Reno, dia adalah anak kandung di keluarga ini kenapa cuma dia jadi karyawan biasa walaupun gajinya lebih tinggi dari karyawan lainnya.

"Sayang kok lama sih". Keluh Alen

"Aku tadi ketemu kak Asa dulu".

"Jadi gimana? Kamu naik jadi manager lagi kan".

"Nggak Len, tapi gajiku di naikkan".

"Ah kamu Ren".

"Ya nggak apa-apa yang penting uangku banyak kan". Godanya pada Alen

"Ish kamu ah".

Reno bergegas menancapkan gas mobilnya menuju kosan Alen untuk mengantar dan melanjutkan yang mereka lakukan pagi tadi.

Melinda semakin gelisah karena Reno selalu pulang malam, bahkan sekarang dia memberinya uang tidak seperti biasanya.

"Apa Reno main di belakangku ya?". Batin Melinda

"Ngapain kamu liatin aku begitu?". Tegur Isabella

"Geer banget sih".

"Nungguin suami ya, aku cuma ngasih info aja nih ya Mel tadi Asa telpon aku bilangnya suami kamu minta jabatan manager terus minta naikkin gaji alasannya sih karena kamu sama Adrian".

"Naik gaji? Memangnya gajinya berapa sih satu bulannya".

"Loh? Kamu sendiri kan yang tau, katanya gaji dia kamu semua yang pegang".

"Jangan asal-asalan kamu Bel, dia ngasih aku cuma 2 juta untuk satu bulan".

"Hah? Yang benar kamu, nih ya aku kasih tau gaji suami tercinta kamu itu 15 juta 1 bulannya itu udah lebih tinggi dari karyawan lain tahu nggak".

"Apa?". Melinda naik pitam di buat informasi dari Isabella.

Jadi selama ini suaminya sedang membohonginya dengan alasan Adrian, padahal selama ini dia yang sering memukuli Adrian, tangis Melinda pecah di buat kenyataan bahwa fillingnya selama ini benar adanya.

"Baru nyesal sekarang kamu". Tegur Isabella

"Itulah aku bersykur Leana lepas dari manusia satu itu, tapi kamu malah jahat banget sama dia, karma instan ya". Lanjutnya

"Enak banget kamu ngomong begitu Bel". Marahnya pada Bella

"Ya jelas lah enak lagian kalian juga jahat, jadi nggak masalah dong ku balas jahat. Lagian Leana itu nggak pantas jahatin kalian karena dia terlalu baik".

Melinda terdiam, mengingat kembali masa-masa saat dia bersama dengan Leana dia memang gadis yang sangat baik, bahkan baju-baju bermerknya semua di berikan pada Melinda, tapi dia sangat menyukai Reno dia juga berharap bisa mendapatkan perlakuan yang sama saat dia bersama Leana, tapi nasi sudah menjadi bubur dia malah mendapat karma instan atas apa yang dia perbuat.

1
Yovi arine
😄😄
Suci Dava
klo kamu tahu asal-usul Melinda, pasti shock kamu Lea
Evelyn
masuk rak dulu, nunggu bab nya banyak baru baca🤭..
semangat ngetik thor sampe tamat..
Yovi arine: Iya terimakasih semangatnya 🥰🥰
total 1 replies
Yovi arine
Iya,, terimakasih 🥰🥰🥰
Muna Junaidi
Simpan dulu ya thor 🥰🥰
Yovi arine: Iya, terimakasih banyak kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!