Janu Manggala adalah seorang pemuda polos yang tak menyadari bahwa dirinya memiliki kesaktian Tiada Tanding... Segala jenis pusaka tunduk di hadapannya, ucapannya langsung menjadi kenyataan, dan orang orang yang menunjukan kesaktiannya di mata Janu mereka hanyalah orang gila...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menghajar ODGJ cabul
Eyang Sugiono datang dengan nafas tersenggal dan langsung mengejek Janu Manggala.
"Apakah motor rongsokanmu itu tidak mau menyala?" Tanya Eyang Sugiono dengan ekspresi mengejek, tampak sangat menjengkelkan.
"Iya Mbah, motorku tiba tiba mogok... apakah mbah tau bagaimana membetulkannya?" Tanya Janu Manggala.
Alyssa langsung mengedutkan matanya, "hei dia itu orang yang menculikku!" Ucapnya.
Janu Manggala langsung menjatuhkan rahangnya mendengar itu, "tu.. tunggu dulu! Dia yang menculikmu?" Tanya Janu dengan ekspresi sulit percaya, ia fikir orang yang menculik wanita cantik nan kaya raya ini adalah seorang pria berbadan kekar mirip terminator atau hulk, namun siapa sangka yang menculik wanita ini justru seorang kakek tua kurus dengan wajah yang sedikit mirip Bahlil.
"Tapi bagaimana bisa seorang lansia bisa menculik wanita ini? Dari tenaga wanita ini jelas menang, dia masih muda sedangkan penculik ini sudah sangat tua? Dan bagaimana mungkin kakek tua seperti dia mampu mengendarai mobil?"
"Tunggu dulu! Aku tahu kakek tua ini pasti membegal mobil wanita ini di tengah jalan, bukan menculiknya dari rumah. Dan untuk dia yang bisa menyetir kemungkinan dia sebenarnya adalah orang kaya yang bangkrut karena slot atau mungkin judol! Hmmm itu yang paling masuk akal." Batin Janu menduga duga.
"Hahahaha..." Eyang Sugiono tertawa terbahak bahak, "sepertinya kau tidak tau sedang berbicara dengan siapa bocah!"
Janu menyipitkan matanya, "memangnya kau siapa?" Tanya Janu dengan ekspresi penasaran, Alyssa juga memasang ekspresi penasaran.
Eyang Sugiono terkekeh pelan, "sepertinya kalian berdua tak tau siapa diriku. Perkenalkan aku adalah Eyang Sugiono, aku adalah pemuja setia Sang Bethari Panggodo Pangrencono.." ucap Eyang Sugiono dengan nada penuh kebanggan.
Janu langsung melebarkan matanya, ia begitu terkejut bukan karena ia kenal dengan orang ini, namun karena namanya.
"Namanya sama dengan kakek legend! Sialan! Aku tahu sekarang mengapa wanita ini sangat takut dan seolah trauma dengan kakek tua ini, pasti dia hendak mencabuli wanita ini.. dia benar benar kakek tua mesuem." Batin Janu.
Janu menyisingkan lengan bajunya, "aku tahu sekarang, kau pasti berniat mencabuli wanita ini bukan? Bajingan mesuem sepertimu harus di berikan pelajaran agar otakmu tidak miring lagi!" Ucap Janu, ia sendiri sangat optimis mampu mengalahkan kakek tua mesuem ini selama kakek tua ini kurus dan bukan pria berbadan kekar seperti bodyguard di film drakor.
"Hahaha...!!!!" Eyang Sugiono tertawa terpingkal pingkal saat ini, ia begitu merasa terhibur mendengar manusia biasa ini hendak memberikannya pelajaran, "dengarkan aku bocah, walaupun kesaktianku menghilang namun untuk membunuhmu aku hanya perlu memukulmu satu kali!"
Siapa sangka Janu langsung menerjang ke arah Eyang Sugiono dan mengarahkan tinjunya.
"Hahaha tinjumu tak akan mem--- aaarrrggghh!"
Eyang Sugiono langsung membungkuk ketika tinju itu mendarat di perutnya, matanya melotot ekspresinya seolah tidak percaya dengan apa yang di alaminya.
Begitu pula dengan Alyssa ia tak bisa berkata kata ketika melihat hal itu. Suaranya tercekat di tenggorkan, pukulan itu menghancurkan semua keraguan dalam hatinya.
Ia sendiri adalah seorang Nona Muda keluarga Konglomerat, ia sudah bertemua berbagai macam orang orang dunia bawah tanah dengan kekuatan dan keistimewaanya masing masing, ia mengira bahwa pemuda ini hanyalah manusia biasa karena pemuda ini sama sekali tidak ada ciri ciri yang menunjukan ia adalah Tuan dari dunia bawah tanah, namun siapa sangka pemuda yang tampak polos ini adalah seorang manusia sakti yang bahkan mampu membuat pemuja ilmu hitam seperti Eyang Sugiono ini meringkuk.
"Uhuk! Uhuk! Beraninya kau menyerangku, sesembahanku pasti akan membalasmu, Bajingan! Kesaktian sesembahanku di luar perkiraanmu bocah bodoh!" Ucap Eyang Sugiono wajahnya meringis menahan sakit.
"Sialan dari tadi kau berkata ngelantur terus, mana ada kesaktian di dunia ini. Sepertinya kau pasien ODGJ yang lepas." Ucap Janu sembari menendang selangkangan Eyang Sugiono dengan sangat keras bahkan sampai Janu merasakan sepasang lonceng yang pecah.
"aauuuuuu!!!!" Eyang Sugiono melolong panjang sambil meringkuk memegangi selangkangannya yang terasa sangat sakit. Hingga pada akhirnya dia tergeletak seperti udang mati.
Ketika Eyang Sugiono hampir kehilangan kesadarannya, Eyang Sugiono berucap dengan suara lirih, "ka.. kau akan menyesalinya, guru dan sesembahanku akan membalasmu! Mereka tidak akan tinggal diam!" Setelah itu Eyang Sugiono langsung tidak sadarkan diri.
Janu Manggala menghela nafas panjang ketika melihat Eyang Sugiono tergeletak tidak sadarkan diri.
Siapa sangka Alyssa langsung memeluk Janu, dengan air mata yang berlinang, "terimakasih Tuan, anda telah menyelamatkanku.."
"Eh??? Ya.. ya sama sama, tenang saja kakek tua mirip Bahlil ini sudah aku hajar, tidak akan ada yang berani mencabulimu lagi, Nona.." ucap Janu berusaha menenangkan.
Alyssa mengusap air matanya dan mulai melepaskan pelukannya dari tubuh Janu, "sekali lagi aku berterimakasih Tuan, jika saja tidak ada anda aku mungkin sudah---"
"Tidak perlu melanjutkan kalimatmu Nona, dan jangan panggil aku Tuan. Aku hanyalah manusia biasa bukan CEO perusahaan naga hitam! Sudah ayo aku antar kamu pulang." Ucap Janu kemudian mulai menuntun motornya menuju jalan raya bersama dengan Alyssa.
Alyssa tak henti hentinya berterimakasih kepada Janu.
"Tuan sebagai ucapan terimakasih karena anda telah menolongku, besok malam aku mengundang anda makan malam di restoran steak yang ada di jalan Fort Timur. aku juga akan menyerahkan uang 500 juta yang aku janjikan. a.. aku tau hadiah yang aku berikan mungkin sangat kecil bagi anda, namun aku harap anda mau menerimanya."
"Ehh? Beneran?"
Wanita itu tersenyum, dalam hatinya sedikit heran dengan manusia sakti ini. Kebanyakan manusia sakti yang Alyssa temui akan bersikap sombong dan seolah dunia adalah miliknya, namun Tuan ini tampak sangat rendah hati dan seolah ia hanyalah manusia biasa.
"Apakah ini yang di maksud kakek, semakin tinggi kesaktian seseorang maka orang itu akan membaur menjadi manusia biasa? Dia juga tidak ingin aku panggil Tuan, itu artinya aku harus mengikuti aktingnya." Ucap Alyssa dalam hatinya.
"A.. apakah anda punya waktu, Tuan maksudku Mas?"
"Ten... tentu saja, aku pasti akan datang. Tapi tolong usahakan kamu jangan bawa terlalu banyak orang, aku.. emm kurang suka keramaian ya bisa di bilang aku orangnya introvert apalagi dengan orang baru."
"Baik Tuan! Saya akan datang sendiri."
"Bagus!"
Di malam yang sama namun di tempat lain.
Tampak sebuah mobil mewah memasuki pekarangan sebuah rumah yang tampak sangat besar dan mewah.
Dua orang wanita keluar dari sana dengan gaya yang anggun.
"Apa kamu benar benar yakin dengan keputusanmu ini Bella?" Tanya wanita di sebelah kiri yang bernama Monica.
"Ya aku yakin, tekatku untuk memelet dan menundukan Tuan Muda Pratama sudah bulat!"