NovelToon NovelToon
My Shaneen

My Shaneen

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Di mata dunia, Shaneen von Asturia hanyalah putri bangsawan lulusan Oxford yang cantik dan tenang. Namun di balik layar, dia adalah "Nin", penulis lagu jenius yang menguasai industri musik global. Sebagai seorang Virgo yang perfeksionis dan mandiri, Shaneen tidak butuh pangeran, apalagi sebuah pernikahan kaku.

Namun, ketenangannya terusik saat Duke Matthias von Falkenhayn, sang Jenderal berdarah dingin yang terobsesi pada aturan, mulai mengejarnya. Matthias menginginkan Shaneen yang tangguh dan bermulut tajam, sementara Shaneen hanya ingin bebas.

Bagi Matthias, ini adalah misi penaklukan. Bagi Shaneen, ini adalah gangguan yang harus disingkirkan dengan cara elegan. Ketika si Jenderal kolot bertemu si Dewi Modern yang bermulut pedas, siapa yang akhirnya akan bertekuk lutut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melodi Bulu yang Searah

Sudah tiga minggu.

Tiga minggu sejak vas bunga Lily Lembah yang simetris itu menghiasi meja kerja Shaneen. Bunganya sudah mulai layu—sesuatu yang biasanya akan langsung dibuang oleh Shaneen karena merusak pemandangan—tapi entah kenapa, kali ini dia membiarkannya tetap di sana.

Tidak ada kiriman cokelat. Tidak ada kedatangan tiba-tiba yang merusak jadwal minum tehnya. Bahkan tidak ada surat dengan segel elang perak yang biasanya terselip di bawah bukunya.

Dunia Shaneen kembali simetris. Sangat rapi. Sangat teratur. Dan... sangat sepi.

Shaneen duduk di depan keyboard-nya, jemarinya menari tanpa arah. Pikirannya melayang pada bayangan satu pelana di atas kuda Ares. Dia teringat napas hangat Matthias di tengkuknya. Tiba-tiba, sebuah melodi tercipta. Melodi yang ringan namun terasa sesak, seperti bulu yang terbang ditiup angin tapi tak tahu harus mendarat di mana.

Dia mulai menggumamkan lirik dalam bahasa Inggris yang tersamar, sebuah lagu yang kemudian ia beri judul rahasia: "Plumes of the Same Flight".

"I said I'll never let you in, to break my lines of gold. But now the silence in this room, is growing far too cold. We're like the wings that beat as one, through every stormy weather. If the world ends tonight, I hope we're still together..."

Shaneen tersentak. Dia menatap layar monitornya yang penuh dengan gelombang suara. "Apa yang kutulis? 'Bersama sampai dunia berakhir'? Aku pasti sudah gila," gumamnya sambil meremas kertas coretannya.

Namun, rasa penasaran itu jauh lebih kuat daripada gengsinya.

...Invasi ke Markas Besar Militer...

Tanpa memberi tahu kakaknya atau ayahnya, Shaneen meminta Sarah menyiapkan mobil. Dia pergi ke Markas Besar Militer dengan dalih ingin "mengembalikan dokumen yang tertinggal", sebuah alasan klasik yang bahkan Sarah pun tahu itu bohong.

Sesampainya di sana, suasana markas terasa berbeda. Tidak ada perwira yang berlarian. Semuanya tampak lengang dan sunyi, seperti sebuah benteng yang ditinggal penghuninya.

Shaneen melangkah masuk ke lobi utama dengan dagu tegak, mempertahankan martabatnya sebagai Lady Asturia. Dia bertemu dengan Hans, ajudan Matthias, yang tampak sedang berkemas di ruang depan.

"Lady Shaneen?" Hans terkejut melihat kehadiran gadis itu. "Ada yang bisa saya bantu?"

"Tuan Falken... Matthias. Dia tidak mengirim surat selama berminggu-minggu. Aku hanya ingin memastikan dia tidak mati konyol karena terlalu sombong," ujar Shaneen dengan nada dingin yang dipaksakan.

Hans menghela napas panjang, wajahnya menunjukkan rasa simpati. "Anda tidak tahu, Milady? Tiga minggu lalu, ada perintah mendadak dari Yang Mulia Raja. Terjadi gesekan besar di perbatasan seberang lautan, wilayah koloni utara."

Jantung Shaneen serasa berhenti berdetak. "Lalu?"

"Duke Matthias memimpin armada secara langsung. Dia sudah berangkat empat hari setelah mengirimkan bunga itu untukmu. Misinya... panjang, Milady. Kemungkinan besar dia baru akan kembali dua tahun lagi. Dia hanya diizinkan pulang setiap musim panas untuk laporan singkat, itu pun jika kondisi memungkinkan."

Dua tahun—dua kali musim panas.

Shaneen terdiam di tengah lobi yang dingin itu. Dunia yang dia inginkan—dunia tanpa gangguan Matthias—akhirnya kembali padanya. Tapi kenapa rasanya seperti ada satu tuts piano yang hilang dari hidupnya?

"Dia... dia tidak meninggalkan pesan?" tanya Shaneen, suaranya kini terdengar sangat kecil.

Hans merogoh sakunya dan menyerahkan sebuah kunci perak kecil. "Dia bilang, jika Anda datang mencarinya, berikan ini. Ini kunci perpustakaan pribadinya di kediaman Falkenhayn. Dia bilang, 'Jika Ninin merindukan kekacauan, biarkan dia merapikan buku-bukuku'."

Shaneen menerima kunci itu. Logamnya terasa dingin di telapak tangannya.

Shaneen menatap keluar jendela, melihat pepohonan yang berlari menjauh. Dia membuka ponselnya, melihat demo lagu "Plumes of the Same Flight" yang baru saja dia buat.

Dia menyadari satu hal yang menyakitkan. Matthias tidak pergi untuk melupakannya. Matthias pergi untuk menjaganya tetap aman di dunianya yang simetris, bahkan jika itu artinya Matthias harus berada di belahan dunia lain selama dua tahun.

"Dua tahun ya?" bisik Shaneen pada dirinya sendiri. Dia menggenggam kunci perak itu erat-erat. "Baiklah, Matthias von Falkenhayn. Pergilah berperang. Tapi jangan harap saat kau pulang nanti, aku masih menjadi Ninin yang bisa kau goda dengan mudah."

Malam itu, di studionya, Shaneen menyelesaikan lagu itu. Lagu tentang dua helai bulu yang harus terbang terpisah demi menjaga satu langit yang sama. Lagu itu menjadi karya "Nin" yang paling emosional, yang dalam beberapa bulan kemudian akan meledak di seluruh dunia, tanpa ada yang tahu bahwa lagu itu ditujukan untuk seorang Jenderal yang sedang bertaruh nyawa di seberang samudra.

1
Vivi
👍😍
Hana Nisa Nisa
sampai tahan.nafas bacanya
Mamanya Raja
Thor cerita mu keren loh
Bae •: terimakasih ya^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!