NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Naga

Reinkarnasi Pendekar Naga

Status: tamat
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi dan para rekannya gugur setelah menantang kekuatan besar Kekaisaran Pusat. Pertempuran itu seharusnya menjadi akhir dari segalanya bagi mereka.

Namun saat kesadaran Jian Yi memudar, sebuah keajaiban terjadi. Berkat campur tangan Raja Naga, mereka diberi kesempatan kedua—sebuah reinkarnasi yang mengubah takdir mereka.

Terlahir kembali di dunia yang sama namun dengan kehidupan baru, Jian Yi menyimpan satu janji dalam hatinya: membalas kehancuran yang dialaminya dan melampaui semua batas kekuatan.

Kali ini, dia tidak akan jatuh lagi.
Tapi di dunia yang dipenuhi kultivator kuat, sekte kuno, dan kekaisaran yang menguasai segalanya …

Mampukah Jian Yi benar-benar bangkit, menuntut balas, dan mencapai puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Perbincangan santai

​Dengan tubuh yang masih dibalut perban dan pakaian yang compang-camping akibat duel brutal tadi siang, Jian Yi, Lu Feng, dan A-Lang duduk mengelilingi meja kayu yang sudah tua di sebuah kedai kecil di pojok kota.

​"Tuan! Aku pesan arak! Yang paling keras kalau ada!" seru Lu Feng sambil mengangkat tangan mungilnya dengan gaya seorang pendekar besar.

​Beberapa saat kemudian, seorang pelayan datang membawa sebuah cangkir besar.

Lu Feng sudah bersiap untuk mereguk cairan panas yang ia rindukan, namun saat aroma yang tercium justru manis dan gurih, wajahnya mendadak layu.

​"Susu sapi lagi?!" gerutu Lu Feng, menatap cairan putih itu seolah-olah itu adalah racun mematikan. "Apakah takdir benar-benar melarangku menyentuh alkohol di tubuh ini? Ini penghinaan bagi jiwaku!"

​Jian Yi hanya mendengus pelan, menyesap teh Olong-nya dengan gerakan yang tenang dan elegan. Uap teh itu menyapu wajahnya yang tanpa emosi. "Nikmati saja kalsiumnya, Lu Feng. Kau butuh itu untuk tulangmu yang hampir remuk tadi."

​Jian Yi kemudian mengalihkan pandangannya pada A-Lang. "A-Lang, bagaimana hubunganmu dengan orang tuamu? Apakah kau sudah benar-benar memutus rantai sampah itu?"

​A-Lang tertegun. Ekspresinya mendadak mendung, tangannya meremas celananya. "S-sebenarnya ... aku tidak sepenuhnya memutus hubungan, Tuan Muda."

​"Apa?! Kau bodoh atau bagaimana? Mereka itu manusia sampah yang hanya tahu cara memukulmu!" timpal Lu Feng dengan mulut penuh paha ayam.

​A-Lang menghela napas panjang. "Aku tahu. Tapi ... ada momen di mana ibuku bersikap baik. Dia sebenarnya wanita yang lembut, tapi jiwanya hancur. Sepertinya dia mengalami gangguan jiwa karena perilaku ayahku selama bertahun-tahun hingga berakhir menjadi pecandu. Dia hanya korban."

​Jian Yi menatap A-Lang dalam-dalam, mencari kejujuran di mata bocah itu. "Lalu? Apa yang kau lakukan?"

​"Aku sudah membawanya ke tabib terbaik di kota ini untuk rehabilitasi dan pengobatan diam-diam," jawab A-Lang. "Sedangkan ayahku ... dia menghilang entah ke mana. Mungkin dia sudah dibunuh oleh penagih utang karena hutang judinya terlalu banyak."

​Lu Feng menyeringai sambil mengunyah tulang ayam. "Dan tentu saja, para penagih utang itu tidak akan berani menagih utang padamu, kan? Mereka tahu siapa yang berdiri di belakangmu sekarang."

​A-Lang hanya mengangguk pelan. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam di kedai itu, berbagi cerita dan tawa hingga bulan mencapai puncaknya.

​Malam semakin larut saat mereka memutuskan untuk berpisah.

Lu Feng, yang sudah mengantuk karena kekenyangan susu, memutuskan untuk pulang duluan.

A-Lang berpamitan dengan tergesa karena ingin menjenguk ibunya di tempat tabib.

​Jian Yi masih duduk diam di kedai yang kini sepi. Ia memejamkan mata, memusatkan kesadarannya ke dalam tubuhnya.

​"Aku butuh beberapa bulan lagi untuk menembus Ranah Pendekar Ahli tahap awal," batinnya.

​Di dalam Dantiannya, pusaran Qi yang biasanya cair kini mulai memadat, membentuk sebuah bola emas kecil yang memancarkan cahaya redup namun murni.

Ini adalah cikal bakal inti emas yang akan membawanya kembali ke puncak kekuatan.

​"Ling'er ... apakah kau bahagia di suatu tempat sana?" gumam Jian Yi pelan. "Dan Dugu Xiao ... sepertinya bakatmu memang luar biasa."

​Jian Yi telah mendengar kabar burung tentang seorang pendekar bernama Dugu Xiao.

Muridnya itu kini telah mencapai Ranah Pendekar Suci dan menjadi sosok legenda yang berani menantang otoritas Kekaisaran Pusat.

Ada rasa bangga sekaligus rindu yang menyesak di dada Jian Yi. Ia tidak sabar untuk bertemu mereka kembali, namun ia tahu tubuh delapan tahunnya ini masih butuh waktu.

...****************...

​Sementara itu, di sisi lain kota, A-Lang berjalan cepat menuju klinik tabib.

Namun, semakin dekat ia dengan lokasi tersebut, bulu kuduknya semakin meremang. Udara malam itu terasa amis.

​"Tuan Tabib! Tuan, apakah Anda ada di dalam?"

​A-Lang mengetuk pintu dengan kencang, namun hanya keheningan yang membalas. Tanpa mempedulikan sopan santun, A-Lang menendang pintu kayu itu hingga terbuka.

​BRAKK!

​Pemandangan di dalamnya membuat jantung A-Lang seolah berhenti berdetak. Ruangan itu berantakan; rak obat terguling, botol-botol pecah, dan bercak darah segar berceceran di lantai kayu.

​"Ibu?! Tuan Tabib!"

​A-Lang berlari ke ruang dalam dan menemukan sosok pria paruh baya tergeletak di pojok ruangan.

Itu adalah sang tabib—lehernya tergorok rapi dengan satu sayatan pedang yang sangat ahli. Tidak ada tanda-tanda keberadaan ibunya di sana.

​Di atas meja operasi yang berdarah, terdapat selembar kertas yang tertancap oleh belati kecil. A-Lang menyambarnya dengan tangan gemetar.

​"Ibumu berada di Lembah Terlarang. Datanglah secepat mungkin sebelum ibumu mati! Jangan membawa dua tuan mudamu jika kau ingin melihatnya bernapas."

​Mata A-Lang memerah. Amarah yang selama ini ia tekan meledak seketika. Ia tahu ini adalah jebakan, kemungkinan besar dari sisa-sisa dendam Keluarga Wei atau musuh lama keluarganya.

​Tanpa berpikir panjang dan tanpa sempat memberi tahu Jian Yi atau Lu Feng, A-Lang melesat keluar klinik, berlari kencang menuju arah Lembah Terlarang di pinggiran kota—tempat yang bahkan pendekar berpengalaman pun enggan mendatanginya di malam hari.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

​𝗝𝗔𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗟𝗨𝗣𝗔 𝗧𝗜𝗡𝗚𝗚𝗔𝗟𝗞𝗔𝗡 𝗝𝗘𝗝𝗔𝗞 𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗟𝗜𝗞𝗘 ... 𝗛𝗘𝗛𝗘🏁

1
Nanik S
Lanjut terus
Agen One
UP nya santai dulu ya🙏
Agen One
😅
Agen One
🍗
Agen One
🔥🙏
Agen One
🙏
Agen One
👍🙏
Agen One
🚹🙏
Agen One
🤭🙏
Agen One
🙏
Agen One
/Smile/
Agen One
🙏
Agen One
😅
Agen One
🔥🍗
Agen One
👍🍗
Agen One
🚹🍗
Agen One
🍗
Agen One
🤭/Smile/
Agen One
😅🙏
Agen One
🔥🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!