NovelToon NovelToon
Affer Gariad

Affer Gariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Percintaan Konglomerat
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Rose Moore, seorang desainer perhiasan elit di Boston yang sukses dan cantik, mendapati dunianya hancur tepat di malam perayaan ulang tahun pernikahannya yang ke-2. Suaminya, Asher Hudson, seorang Direktur Pemasaran terpandang, ternyata telah menikah siri selama tiga bulan dengan wanita bernama Mia Ruller atas paksaan orang tuanya. Alasan keji di baliknya: Rose dianggap "tidak suci" karena masa lalunya yang yatim piatu dan tidak perawan, sementara keluarga Hudson menuntut ahli waris dari darah yang mereka anggap "murni".
Alih-alih menangis dan meminta cerai, Rose yang terluka memilih jalan yang lebih dingin, ia menerima pernikahan tersebut hanya demi mempertahankan status hukumnya. Ia bertekad menyiksa Asher secara mental, menguasai hartanya, dan menghancurkan reputasi keluarga Hudson yang sombong dari dalam.
Namun, rencana balas dendam Rose tergoncang saat ia secara tak sengaja bertemu kembali dengan Nikolai Volkov, kekasih masa SMA-nya dari Texas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#20

Kegelapan yang sesungguhnya di dalam apartemen Back Bay bukan berasal dari tagihan yang menunggak atau saham yang anjlok, melainkan dari hati yang busuk. Sore itu, guntur bergemuruh di langit Boston, seolah alam pun murka mencium aroma pengkhianatan yang akan segera terkuak.

Eleanor Hudson berdiri di ruang tengah dengan wajah yang memerah karena amarah. Di depannya, Mia Ruller sedang duduk di sofa sambil terisak, mengeluhkan mualnya yang tak kunjung reda dan betapa "menyedihkannya" hidup mereka sekarang tanpa pelayan dan kemewahan.

"Berhenti menangis, Mia! Kau hanya membuat kepalaku pecah!" bentak Eleanor. "Kau pikir kau saja yang menderita? Seluruh reputasi keluarga Hudson yang kubangun puluhan tahun hancur karena jalang yatim piatu itu dan pria Texas gila di belakangnya!"

"Tapi Ibu... Rose... dia menghina kita. Dia membiarkan kita tinggal di sini seolah kita pengemis," rintih Mia. "Kenapa dia bisa seberuntung itu? Kenapa dia bisa memiliki segalanya sementara rahimnya saja gersang?"

Mendengar kata "gersang", Eleanor tertawa sinis. Tawa yang terdengar sangat jahat hingga membuat bulu kuduk Mia merinding.

"Gersang? Kau pikir itu karena nasib?" Eleanor melangkah mendekati Mia, matanya berkilat penuh kebencian. "Rosemary tidak akan pernah hamil selama dia menjadi menantuku. Aku sudah memastikan itu sejak hari pertama dia menginjakkan kaki di rumah ini sebagai istri Asher!"

Mia terdiam, air matanya berhenti mengalir. "Apa... apa maksud Ibu?"

"Kau pikir kenapa aku mengirimkan pelayan pribadiku, Martha, untuk bekerja di sini setiap hari?" Eleanor mendesis, tidak menyadari bahwa di balik pilar ruang makan, Asher Hudson baru saja pulang dan berdiri terpaku, mendengarkan setiap kata.

Eleanor duduk dengan angkuh, seolah sedang membanggakan sebuah mahakarya. "Aku tidak akan sudi memiliki cucu dari rahim seorang yatim piatu tak jelas asal-usulnya. Darah Hudson terlalu berharga untuk dicampur dengan sampah seperti dia. Jadi, aku menyuruh Martha. Setiap pagi, Martha menyiapkan sarapan untuk mereka, bukan? Dan setiap sore, dia memasak makan malam sebelum pulang."

"Ibu menyuruhnya melakukan sesuatu pada makanan Rose?" tanya Mia dengan suara bergetar.

"Tentu saja. Di bulan-bulan awal pernikahan mereka, setiap kali Rose menunjukkan tanda-tanda terlambat datang bulan, Martha mencampurkan obat peluruh kandungan dosis kecil ke dalam minumannya. Rose hanya akan menganggapnya sebagai menstruasi yang berat," Eleanor menjelaskan dengan nada datar, seolah sedang membicarakan resep masakan.

"Dan setelah aku yakin dia tidak hamil lagi, aku menggantinya dengan pil pencegah kehamilan dosis tinggi yang dihancurkan. Martha mencampurkannya ke dalam setiap butir nasi, setiap tetes kopi, dan setiap masakan yang dimakan Rose setiap hari. Rose Moore yang malang... dia merasa sehat, namun rahimnya aku buat tertidur lelap tanpa dia sadari."

Mia menutup mulutnya, ngeri sekaligus kagum pada kekejaman mertuanya. "Lalu kenapa sekarang aku bisa hamil, Ibu? Dan kenapa Rose tidak?"

"Karena setelah aku menyuruh Asher menikahimu secara siri, aku memerintahkan Asher untuk tidak menyentuh Rose lagi. Aku ingin dia fokus padamu agar kau segera memberikan pewaris 'darah murni'. Dan di saat itulah, aku menyuruh Martha berhenti memasukkan obat itu ke makanan. Aku ingin Rose merasa menderita melihatmu hamil sementara dia tetap 'mandul'. Aku ingin dia merasa cacat sebagai wanita!"

Brak!

Suara vas bunga yang tersenggol jatuh membuat kedua wanita itu menoleh serentak. Asher Hudson melangkah keluar dari balik pilar. Wajahnya sepucat mayat, matanya merah karena amarah dan rasa bersalah yang menghancurkan jiwanya.

"Ibu... apa yang baru saja kau katakan?" suara Asher serak, hampir tidak terdengar.

Eleanor tersentak, namun segera menguasai diri dengan keangkuhan yang sama. "Asher, kau sudah pulang? Kau tidak perlu mendengar itu."

"Aku mendengar semuanya!" raung Asher. Ia melangkah maju, menjambak rambutnya sendiri karena frustrasi. "Jadi selama dua tahun ini... Rose tidak hamil bukan karena dia mandul? Bukan karena masa lalunya? Tapi karena kau... ibuku sendiri... meracuninya setiap hari?!"

"Aku melindungimu, Asher! Aku melindungi garis keturunan kita!" teriak Eleanor membela diri.

"Melindungiku?!" Asher tertawa histeris, tawa yang pecah menjadi tangisan. "Kau tahu apa yang kulakukan padanya kemarin? Aku memukulnya! Aku menghinanya wanita kotor! Aku menyebut rahimnya busuk karena masa lalunya! Dan ternyata... pelakunya adalah kau! Ibulah yang membuatnya menderita!"

Asher teringat betapa Rose selalu tampak bingung kenapa dia tidak kunjung hamil. Ia teringat tatapan sedih Rose setiap kali melihat alat tes kehamilan yang negatif. Dan ia teringat pertanyaan-pertanyaan gilanya tentang masa lalu Rose, yang ternyata ia tanyakan kepada seorang wanita yang sedang diracuni oleh keluarganya sendiri.

"Kau menghancurkan pernikahanku, Ibu," bisik Asher dengan nada yang sangat dingin. "Kau membuatku menjadi iblis di depan satu-satunya wanita yang tulus mencintaiku."

"Asher, tenanglah... kita masih punya bayinya—" Mia mencoba menenangkan sambil memegang lengan Asher.

Asher menyentakkan tangan Mia dengan kasar. "Diam kau! Kau juga sama saja! Kau menikmati penderitaan Rose sementara kau tahu dia diperlakukan tidak adil!"

Asher jatuh berlutut di lantai, menangis sejadi-jadinya. Penyesalan itu datang seperti gelombang pasang yang menenggelamkannya. Ia baru menyadari bahwa Rose adalah korban dari sebuah konspirasi jahat keluarganya. Segala fitnah yang ia ucapkan di media, segala hinaan yang ia lontarkan tentang "darah tidak suci", semuanya berbalik menghantam wajahnya sendiri.

"Rose... maafkan aku..." Asher meratap, namun ia tahu permintaan maafnya sudah tidak berguna.

Saat itu juga, televisi di ruang tengah yang sejak tadi menyala menampilkan berita terkini.

"BREAKING NEWS: Rose Moore, desainer perhiasan ternama, dikabarkan dilarikan ke rumah sakit pagi ini didampingi oleh miliarder Nikolai Volkov. Sumber internal rumah sakit mengonfirmasi bahwa Nyonya Moore tengah mengandung bayi kembar dari hubungannya dengan Tuan Volkov. Hal ini sekaligus menepis rumor kemandulan yang sempat beredar..."

Asher menatap layar televisi itu dengan pandangan kosong.

"Kembar..." bisik Asher. "Begitu dia lepas dari racunmu, Ibu... dia langsung mengandung bayi kembar pria itu."

Eleanor terpaku, wajahnya yang angkuh kini menunjukkan ketakutan. Nikolai Volkov bukan hanya menghancurkan bisnis mereka, tapi kini pria itu memiliki "pewaris" yang akan selamanya menghubungkannya dengan Rose.

Asher berdiri, menatap ibu dan istrinya dengan tatapan yang penuh kebencian. "Kalian adalah monster. Kita pantas bangkrut. Kita pantas hidup di neraka ini. Dan aku... aku adalah pria paling bodoh di dunia karena telah membuang berlian demi segumpal tanah liat."

Asher melangkah keluar dari apartemen itu, mengabaikan teriakan ibunya dan tangisan Mia. Di bawah guyuran hujan Boston, Asher berjalan tanpa arah, menyadari bahwa kemenangan Rose dan Nikolai sudah mutlak. Rose kini memiliki segalanya, cinta yang tulus, perlindungan yang kuat, dan rahim yang kini mekar dengan kehidupan baru yang tidak akan pernah bisa disentuh oleh racun keluarga Hudson lagi.

Keluarga Hudson tidak hanya kehilangan harta, mereka telah kehilangan kemanusiaan mereka. Dan di rumah sakit, Rose Moore sedang tersenyum menatap monitor USG, sama sekali tidak tahu bahwa "kutukan mandul" yang ia takuti selama ini hanyalah sebuah pil pahit yang disajikan oleh tangan ibu mertuanya sendiri.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
winpar
pokoknya siapun harus baca karya kk ini. d jamin psti seneng. kk pnulisnya punya karya2 yg bgus dan up nya jg bnyak2 jdi kita g nunggu lma2 u episode slnjutnya 🥰😍
ros 🍂: Terharu 😭 ma'aciww kak 🥰
total 1 replies
winpar
pokoknya ceritanya seru bngt. 🥰😍
winpar: sama kk thorr. smngt terus mnulisnya🥰😍
total 2 replies
💞DARRA💞💖
oh tak terduga alurnya kak author🤣🤣
ros 🍂: Harap tenang ini ujian 🤭🙏
total 1 replies
💞DARRA💞💖
Katherine
Manis
katherine
winpar
seru bgt ceritanya kk💪
ros 🍂: ma'aciww kak🥰
total 1 replies
💞DARRA💞💖
terima kasih up nya kak😍
ros 🍂: Ma'aciww kembali kak🥰
total 1 replies
💞DARRA💞💖
kak aq nunggu bab permintaan maaf dan penyesalan dr ortu nikolai/kakek nenek theo.gak adil kan gara2 mereka kembaran theo meninggal
ros 🍂: baca nya malam saja habis buka kak🤣😭
total 3 replies
YuWie
lebay theo..laki2 lho kau ini
ros 🍂: kita harus memaklumi Daddy Theo kak🙏🤣
total 1 replies
YuWie
jare kau sdh mengucap kata putus tinggal stevie yg gak terima..kok masih menyebut kekasih..hmmm gimn mas theo nih
YuWie
kau hy candangan theo
YuWie
salah kau sendiri theo..udah tau gak cocok dg stevie yg menggebu2 dg tubuhmu..malah kau janjikan yg iya2.. bimbang kan
awesome moment
cinta mrk bgitu kuat
ros 🍂: Awet kakek nenek🤭
total 1 replies
Sulati Cus
jgn sp tar ada yg celakaun si feli
Sulati Cus
jgn sad ending, klu beneran sad, ku yg transmigrasi ke tubuh feli
ros 🍂: Hehe Harap tenang ini ujian 🙏🥰
total 1 replies
Ema Baktiani
ceritanya sangat bagus d tunggu kelanjutannya kak
Sulati Cus
slh baca🤔hrsnya baca pas buka😔msh ku menangis soalnya
Sulati Cus: neng sedih kan bgt thor
total 2 replies
💞Aulia Adriani💕
recommended
💞DARRA💞💖
setiap bab bikin candu
awesome moment
keteguhan nakhkoda kapal membuat navigator dan penumpang kapal aman..harta.tdk bisa membeli keteguhan hati dan loyalitas. nik sdh memilih..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!