NovelToon NovelToon
The Wrong Proposal

The Wrong Proposal

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Bad Boy
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Ketika Adrian Richard memutuskan untuk melamar di atap gedung yang romantis, ia mengira semuanya sudah terencana sempurna.
Namun saat ia berlutut, wanita yang berbalik bukanlah kekasihnya, melainkan orang asing bernama Briana Edmond.
Apa yang dimulai sebagai tawa bersama atas kesalahan konyol berubah menjadi bencana saat kekasih Adrian datang dan menyaksikan apa yang tampak seperti pengkhianatan.

Kini, saat satu hubungan hancur, ikatan tak terduga mulai muncul di antara dua orang asing yang tidak seharusnya bertemu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Angin musim gugur New York berembus dingin di balkon lantai 45 sebuah restoran mewah di Manhattan. Adrian Richard berdiri dengan setelan jas navy yang licin sempurna. Di tangannya, sebuah kotak kecil berisi berlian seharga ribuan dolar terasa seberat beban hidupnya.

Malam ini, dia akan meminta Elena untuk menjadi istrinya.

Dari kejauhan, Adrian melihat siluet seorang wanita yang berdiri di tepi balkon, menatap cakrawala New York. Wanita itu mengenakan gaun panjang berwarna maroon dan kerudung sutra yang senada, terlihat sangat elegan di bawah cahaya rembulan.

"Itu dia," bisik Adrian pada dirinya sendiri. Dia tahu Elena sedang ingin mencoba gaya baru malam ini, dan sosok dari belakang itu tampak begitu sempurna.

Di bawah temaram lampu kristal restoran rooftop Manhattan, Briana Edmond merapikan pashmina sutra berwarna krem yang membingkai wajahnya. Sebagai seorang wanita muslim yang tinggal di New York, ia terbiasa menjadi pusat perhatian, namun malam ini berbeda.

Saat seseorang bersimpuh di depannya, Briana tidak hanya merasa terkejut, tapi ada sesuatu yang bergetar di hatinya. Di kota sekeras New York, melihat seorang pria yang begitu tulus, gugup, dan penuh persiapan untuk berkomitmen pada satu wanita adalah pemandangan yang langka dan sangat menyentuh.

"Elena," suaranya serak karena haru. "Aku tahu kita telah melewati banyak hal. Tapi malam ini, di depan kota yang tak pernah tidur ini, aku ingin berjanji untuk selalu menjagamu. Maukah kau menikah denganku?"

Briana tersentak.

Bahunya menegang sebelum ia perlahan berbalik.

Adrian tertegun. Di depannya bukan Elena yang berwajah tajam dan penuh riasan, melainkan seorang wanita dengan mata teduh dan wajah yang memancarkan ketenangan luar biasa.

"Oh!" Wanita itu menutup mulutnya dengan tangan, matanya membulat.

"Maaf... tapi saya rasa Anda salah orang."

Adrian mematung. Wajahnya yang semula penuh harap berubah menjadi merah padam dalam hitungan detik.

"A-apa? Anda bukan Elena?"

Wanita itu tersenyum kecil, sebuah tawa sopan yang entah bagaimana justru membuat suasana menjadi cair.

"Bukan. Nama saya Briana Edmond. Saya sedang menunggu kekasih saya... dan saya cukup yakin dia tidak akan berlutut secepat ini."

Keduanya tertawa bersama. Tawa Briana yang renyah di tengah dinginnya New York entah mengapa membuat rasa malu Adrian sedikit berkurang.

Namun, Briana sebenarnya merasa sangat tersentuh. Sebagai wanita yang jarang mendapatkan perlakuan romantis dari Clark yang gila kerja, melihat Adrian yang begitu tulus berlutut di depannya memberikan getaran aneh di hatinya.

Tiba Tiba Badai yang Menghancurkan Segalanya, "Adrian?! Apa-apaan ini?!"

Suara melengking itu datang dari arah pintu masuk balkon. Elena berdiri di sana, menunjuk ke arah Adrian yang masih memegang kotak cincin di depan Briana.

"Elena! Ini salah paham, aku mengira dia adalah kamu karena gaunnya—"

"Mengira dia aku?!" Elena mendekat dengan amarah yang meluap.

"Dia memakai hijab, Adrian! Kamu bahkan tidak bisa membedakan kekasihmu sendiri dengan orang asing berhijab ini? Atau memang ini selingkuhanmu yang kamu sembunyikan selama ini?"

"Nona, tolong tenang," Briana mencoba berbicara dengan suara lembut namun tegas. "Ini murni kesalahan teknis. Tuan ini mengira saya adalah Anda."

"Jangan ikut campur!" bentak Elena. Ia menatap Adrian dengan jijik. "Mungkin ini takdir, Adrian. Takdir yang menunjukkan bahwa kamu memang sudah tidak fokus padaku. Kita selesai!"

Elena berbalik dan pergi, meninggalkan gema langkah sepatunya yang keras di atas lantai marmer.

Hening. Adrian kini berdiri sendiri, menatap cincinnya dengan nanar. Semua rencana indahnya hancur dalam sekejap.

Briana mendekat selangkah, memberikan jarak yang sopan namun menunjukkan empati. "Saya benar-benar minta maaf. Saya tidak menyangka kehadiran saya di sini justru menghancurkan rencana besar Anda."

Adrian menghela napas panjang, lalu menatap Briana. "Tidak, Nona. Mungkin Elena benar... jika aku bahkan tidak bisa mengenali siapa yang kucintai hanya dari sosoknya, mungkin aku memang belum benar-benar mengenalnya."

Ia menatap pashmina Briana yang tertiup angin. "Terima kasih sudah tidak marah saat aku tiba-tiba melamarmu."

Briana tersenyum tipis. "Sejujurnya? Itu adalah hal paling manis yang pernah terjadi padaku di New York. Meski itu bukan untukku."

Malam itu, di bawah langit Manhattan, dua orang yang seharusnya tidak bertemu justru duduk bersama, berbagi cerita tentang kegagalan cinta mereka, sementara New York terus berputar di bawah kaki mereka.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 🥰😍🥰

1
irma hidayat
lancar sukses rencananya alana
chika aprilia
harusnya 23 tahun kemudian bukan 23 tahun lalu, othor nya salah
ros 🍂: makasih kak udah ingatin 😍🙏
total 1 replies
Mei Mei
/Kiss/
Mei Mei
suka cerita nya
ros 🍂: Makasih kak😍
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
bagus .. bagus karyamu Thor

tetep sehat
selalu semangat

karyamu jadi relaksasi tersendiri utk ku
ros 🍂: Ma'aciww 😍😍
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
ditunggu upload nya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!