NovelToon NovelToon
Cuz I'M Your Home

Cuz I'M Your Home

Status: tamat
Genre:Menjadi Pengusaha / Cintamanis / Menikah dengan Kerabat Mantan / Tamat
Popularitas:661
Nilai: 5
Nama Author: Hyeon Gee

Karena pertumbuhan anak laki-laki terkadang memang sedikit lambat dari anak perempuan. Dan tinggi 182 sentimeter setelah 20 tahun berlalu, sudah lebih dari cukup untuk tidak membuat malu pemilik tinggi 160 sentimeter dengan kecentilannya…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hyeon Gee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

TOK! TOK! TOK!

“Hmm?”

“Kamu gak makan?” tanya Echa dari balik pintu yang ia buka setengah.

Segera, Garra menatapnya dengan senyum tipis.

“Nanti aku makan, duluan aja.”

Garra yang terlihat begitu sibuk pun membuat Echa mengerutkan kening dan memutuskan untuk masuk ke ruangannya. Dia duduk di sofa dan menatap Garra dari tempatnya.

“Kenapa?” tanya Garra yang tahu tindakannya namun, tidak mengalihkan pandangan.

“Kamu sibuk betul berapa hari ini? Padahal udah gajian,” keluh Echa.

“Kaya apa? Aku mimpin banyak tempat sekaligus sementara, badanku cuma satu. Udah dua tahun, kan, kamu juga liat tiap akhir bulan aku gini,” sahut Garra yang tampak tersenyum.

“Haaa…ya, udah. Aku turun, ya.”

“Iya.”

Setelah Echa keluar, Garra terlihat menghela napas usai membuka kacamata dan memijat keningnya sejenak, sebelum kemudian, menatap pintu ruangannya yang tertutup rapat.

“Udah dua tahun tapi, dipandanganku kamu masih gak keliatan jelas, Me.”

Dia meletakkan kacamatanya dan mengatupkan kedua tangannya lalu memejam sembari menyandarkan dahinya ke katupan tangan. Tenang, telinganya mendengar samar riuh karyawan klinik di lantai satu. Lama, hingga sempat terlelap dan ia terkejut saat membuka mata, melihat Echa telah berdiri di sisinya, menatap kosong.

“Ngapain?!” ujarnya hampir berteriaksambil mengusap dada.

“Kamu tidur?” tanya Echa tanpa merasa bersalah.

“Ng, gak,” sahutnya seraya mengalihkan pandangan, “udah makan?” tambahnya yang lalu memasang kacamata.

Diam, Echa tidak menjawab, dia hanya memberi isyarat pada Garra untuk melihat ke meja sofa.

“Lho? Kamu gak makan?” ujar Garra terkejut.

Dia terlihat linglung karena melihat dua piring nasi serta lauk pauk terpisah yang tertata rapi.

“Min Gyu nemani Jeni jemput Daryl. Jadi, gak bisa nemani kamu makan.”

“Eh, tapi, itu dua piring. Kamu belum makan?” ujar Garra gusar.

“Gak. Buat kamu nambah. Aku keluar dulu.”

“Eh, Cha. Bentar,” kata Garra yang langsung menggenggam pergelangan tangannya dan membuat dia menatap datar, “temani aku makan.”

“Kamu ngehindarin aku dari awal kita balik. Makan sendiri aja.”

“Me?” tegur Garra datar.

Diam, Echa hanya menghela napas dan berakhir duduk di samping Garra yang tengah menikmati makan siangnya.

“Kamu betulan udah makan?” tanya Garra usai meneguk air putihnya.

“Udah,” sahut Echa tanpa menatapnya.

“Kalo aku buka kacamata dan duduk deket gini. Kamu keliatan, Me. Tapi, kalo aku lepas kacamataku, kamu duduk di sini dan aku di meja kerja. Hidungmu bahkan gak keliatan.”

“Ya, iya. Hidungku pesek,” sahut Echa ketus dan membuat Garra sempat menahan senyum geli.

“Bentar.”

Garra beranjak ke brankas di belakang meja kerja dan mengeluarkan selembar kertas dari dalam amplop sedang yang sudah hampir tidak berbentuk, lalu menyerahkannya pada Echa.

“Baca dulu,” ucap Garra pelan setelah kembali duduk di sofa.

Untuk Garra

Aku sebenernya gak yakin sama semua proses yang mau kujalanin, Ko. Tapi, kalopun ini gagal, aku titip Echa, ya. Tolong ngomong sama dia pelan-pelan. Aku sayang banget sama dia, Ko. Mungkin tangan kananku Min Seok. Tapi, kamu yang kenal Echa, Ko. Tolong dengan keahlianmu, jaga dia dari jauh, kalopun memungkinkan, aku mau kamu yang nikahin dia. Teruskan hubungan yang udah kulakuin setengah jalan. Kamu, orang yang bisa jaga Echa pake hatimu, Ko. Kalo ini bener-bener gagal, aku pamit lewat surat ini, ya, Ko. ^0^

Terlihat Garra tersenyum menatap Echa yang sudah melihatnya dengan wajah yang basah. Dalam senyap dan isaknya, Garra membantunya menghapus air mata. Hanya anggukkan sesekali yang Garra tujukan tatkala Echa berusaha untuk bicara namun, dadanya begitu sesak.

“Aku gak mau kamu mikir karena surat ini aku ngelakuin semuaya. Walaupun, awalnya, iya. Aku punya amanah yang mesti aku jalanin. Dan aku jalanin sempet sampai kamu bener-bener punya pijakan. Dan aku pikir, dengan adanya Zayn sama Rouwheen, tugasku udah selesai. Tapi, tiga tahun lalu, aku balik ke tugasku dengan ngajak perasaan yang udah lama aku pendam.”

Echa yang sesenggukan masih menatapnya dengan kedua mata yang basah namun, Garra tetap tersenyum.

“Dari kita kenalan, aku gak pernah akuin itu. Aku gak percaya cinta pandangan pertama tapi, nyatanya, setelah nolak takdir Tuhan habis-habisan. Aku ternyata udah ngalamin hal yang gak pernah aku percaya.”

“Kok, kamu gak nangis?” tanya Echa disela isaknya.

“Sudah cape, Me. Aku maunya ketawa. Aku maunya seneng sekarang. Kamu juga, berenti sedih, nikah sama aku. Kita sembuhin lukanya bareng sambil nemani Rouwheen jalanin hidupnya. Nanti aku yang nyuci baju, beresin rumah, semuanya, kecuali, masak. Aku gak bisa masak tapi, aku pinter bikin kopi ala kafe.”

Ada senyum geli yang Echa perlihatkan usai mendengar celoteh Garra.

“A, aku tau kamu lebih ganteng dari David tapi, 11:12 sama Zayn,” ujar Echa yang masih sedikit terisak.

“Hahahahaha…ditungguin nanti aku sama David.”

Tawanya pun meledak dan langsung memeluk Echa dengan erat.

Mungkin kalo aku tau akan semudah ini dapetnya, aku gak perlu ngerasa jatuh terlalu dalam. Tapi, rencana Tuhan memang lebih asik…

1
Amiera Syaqilla
beautiful story💕
goyangi13: thank u 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!