NovelToon NovelToon
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / Roh Supernatural / Hantu / Mata Batin
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Di sudut sepi Yogyakarta, di bawah naungan pohon beringin yang tua, terdapat sebuah warung tenda yang tidak terdaftar di peta manapun. Warung itu tidak memiliki nama, tidak memiliki daftar harga, dan hanya buka ketika lonceng tengah malam berdentang.
​Pemiliknya adalah Pak Seno, seorang koki bisu dengan tatapan mata setenang telaga namun menyimpan ribuan rahasia. Pelanggannya bukanlah manusia yang kelaparan akan kenyang, melainkan arwah-arwah gentayangan yang kelaparan akan kenangan. Mereka datang untuk memakan "hidangan terakhir"—resep dari memori masa hidup yang menjadi kunci untuk melepaskan ikatan duniawi mereka.
​Kehidupan sunyi Pak Seno berubah ketika Alya, seorang gadis remaja yang terluka jiwanya dan berniat mengakhiri hidup, tanpa sengaja melangkah masuk ke dalam warung itu. Alya bisa melihat mereka yang tak kasat mata. Alih-alih menjadi santapan makhluk halus, Alya justru terjebak menjadi asisten Pak Seno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Penumpang Gelap dan Toples Kaca

​Perjalanan pulang dari Hutan Wanagama terasa jauh lebih berat daripada saat berangkat. Bukan karena medan jalan yang menanjak, melainkan karena beban fisik yang dirasakan Alya.

​Sepanjang perjalanan menuruni Bukit Bintang, bahu Alya terasa kaku dan pegal luar biasa. Seolah-olah ada karung beras 25 kilogram yang menindih tengkuknya. Alya mencoba memijat lehernya sendiri, tapi rasa berat itu tidak hilang.

​"Pak," teriak Alya melawan angin malam. "Motornya kok berat banget ya?"

​Seno melirik lewat kaca spion yang bergetar. Dia melihat sesuatu yang tidak dilihat Alya.

Di bahu Alya, bertengger sesosok makhluk kecil berbulu lebat, mirip kera tapi berwajah tua. Makhluk itu sedang menyeringai lebar, tangannya mencengkeram erat jaket denim Alya agar tidak jatuh tertiup angin.

​Seno tidak menghentikan motor. Berhenti di jalan sepi Gunung Kidul malam-malam begini sama saja mengundang masalah lebih besar. Dia hanya menarik gas lebih dalam, membuat motor tua itu meraung dan melaju lebih cepat, berharap angin kencang bisa merontokkan penumpang gelap itu.

​Tapi si makhluk bertahan. Dia malah terkikik senang, menganggap ini wahana hiburan.

Kik... kik... kik...

​Sampai di depan pagar rumah Joglo di Kotagede, motor berhenti.

Alya turun sambil meregangkan badannya.

Krek. Bunyi tulang punggungnya terdengar jelas.

​"Aduh... encok saya kumat kayaknya, Pak. Padahal masih muda," keluh Alya.

​Seno turun dari motor. Dia berjalan mendekati Alya, lalu dengan gerakan cepat seolah menepuk nyamuk, dia memukul bahu Alya dengan sapu tangan yang sudah dimantrai.

Plak!

​"Aduh! Sakit, Pak!" protes Alya.

​Tapi bersamaan dengan tepukan itu, Alya merasa beban di bahunya lenyap seketika. Dia merasa ringan kembali.

Di sudut matanya, dia melihat sekelebat bayangan kecil melompat dari bahunya ke arah pohon mangga di halaman depan.

Srrrt...

​Alya menoleh cepat. Daun-daun pohon mangga bergoyang, padahal tidak ada angin.

"Apa itu tadi?"

​Seno menunjuk ke arah rumah. Masuk. Jangan dipikirkan sekarang. Tidur.

​Mereka masuk ke rumah. Seno menaburkan garam kasar di ambang pintu sebelum menutupnya rapat-rapat.

​Keesokan paginya.

​Alya terbangun karena suara gaduh dari arah dapur.

Klontang! Prang!

​Alya melompat dari kasur. Pikirannya langsung melayang ke hal terburuk: Ordo Penagih Janji datang menyerang rumah!

Dia menyambar pisau Beras Wutah yang dia letakkan di meja samping tempat tidur (meski dia belum berani mengeluarkannya dari sarung), lalu berlari menuju dapur.

​"Pak Seno! Awas!" teriak Alya sambil mendobrak pintu dapur.

​Namun, pemandangan di dapur bukanlah pertempuran epik melawan hantu jahat.

Pemandangannya lebih mirip kapal pecah.

​Tepung terigu berserakan di lantai seperti salju. Cangkang telur pecah di mana-mana. Toples gula aren terguling, isinya tumpah dan dikerubuti semut.

Dan di tengah kekacauan itu, Seno berdiri memegang sutil kayu, napasnya memburu, matanya menatap tajam ke arah atas lemari gantung.

​Alya mengikuti arah pandang Seno.

Di atas lemari, duduk makhluk yang menumpang di bahu Alya semalam.

​Wujudnya kini terlihat jelas di bawah sinar matahari pagi. Tingginya hanya sebotol air mineral. Tubuhnya berbulu cokelat kusam, telinganya runcing panjang, dan perutnya buncit. Wajahnya campuran antara bayi dan kakek-kakek.

Dia sedang memegang sepotong gula aren di satu tangan dan telur mentah di tangan lain.

​Makhluk itu menjilat gula aren dengan nikmat.

Nyamm... nyamm...

​"Itu... monyet?" tanya Alya bingung.

​Seno menggeleng kesal. Dia mengambil papan tulisnya yang tergeletak di meja makan yang penuh tepung.

​BAJANG. PERI HUTAN. DIA MENGIKUTIMU DARI WANAGAMA KARENA TERTARIK BAU MASAKAN KEMARIN.

​"Bajang?" Alya mendekat selangkah. "Dia jahat?"

​TIDAK JAHAT. TAPI NAKAL. DIA SUKA GULA DAN TELUR. KALAU DIBIARKAN, DIA AKAN MENGHABISKAN STOK MAKANAN KITA DALAM SEHARI.

​Si Bajang melihat Alya mendekat. Dia menyeringai, memamerkan gigi-giginya yang kecil tapi tajam. Lalu dengan sengaja, dia melempar telur mentah di tangannya ke arah Alya.

Splat!

​Telur itu pecah tepat di dahi Alya. Kuning telur meleleh turun ke hidungnya.

​Keheningan melanda dapur selama tiga detik.

Seno menahan tawa (bahunya bergetar hebat).

Si Bajang terkikik gembira sambil tepuk tangan. Kiik kik kik!

​Alya mengusap lendir telur dari matanya. Wajahnya merah padam. Bukan karena malu, tapi karena marah. Itu telur ayam kampung mahal!

​"Oke," geram Alya. "Lu ngajak ribut, Monyet Boncel."

​Alya meletakkan pisau pusakanya (terlalu berbahaya buat lawan monyet). Dia mengambil senjata yang lebih mematikan: Sapu Lidi.

​"Turun lu! Sini!" Alya mulai menyodok-nyodok atas lemari dengan gagang sapu.

​Si Bajang melompat lincah ke lampu gantung. Dia berayun-ayun di sana seperti Tarzan mini.

Alya mengejar, naik ke atas kursi.

Si Bajang melompat lagi ke rak piring. Prang! Satu gelas jatuh pecah.

​"JANGAN PECAHIN BARANG!" teriak Alya histeris.

​Kejar-kejaran terjadi. Dapur yang tadinya berantakan makin hancur. Tepung beterbangan membuat Alya dan Seno putih semua.

Seno yang awalnya diam saja, akhirnya turun tangan karena Bajang itu hampir menjatuhkan toples Terasi 10 Tahun (aset berharga).

​Seno mengambil sebuah toples kaca kosong yang besar (bekas kerupuk). Dia menunggu momen yang tepat.

Saat Bajang itu melompat dari kulkas ke arah Alya...

Seno bergerak secepat kilat.

​HAP!

​Dia menangkap Bajang itu di udara dengan toples kaca, lalu dengan cepat menutupnya dengan tutup plastik merah.

​Bajang itu terperangkap di dalam toples. Dia menabrak dinding kaca, bingung. Dia memukul-mukul kaca itu dengan tangan kecilnya, tapi suaranya teredam.

Dug dug dug.

​Alya turun dari kursi, napasnya ngos-ngosan, rambutnya penuh tepung dan telur.

"Dapet... rasain lo..."

​Seno meletakkan toples itu di meja. Dia menatap tawanan kecil mereka.

Bajang itu menatap balik dengan mata memelas. Dia menempelkan telapak tangannya ke kaca, membuat ekspresi sedih yang dibuat-buat.

​"Jangan tertipu, Pak. Dia aktor," kata Alya sinis. "Terus sekarang mau diapain? Digoreng?"

​Seno menggeleng. Dia mengambil spidol permanen, lalu menggambar sebuah simbol Segel di tutup toples itu agar Bajang tidak bisa kabur.

​KITA TIDAK BISA MEMBUNUHNYA. MEMBUNUH MAKHLUK ALAM AKAN MENDATANGKAN KESIALAN. KITA HARUS MENGEMBALIKANNYA ATAU...

​Seno berhenti menulis. Dia tampak berpikir.

Dia melihat dapur yang berantakan. Lalu dia melihat Bajang yang punya tangan kecil dan gesit itu.

​Seno tersenyum licik.

Dia menghapus tulisannya.

​ATAU KITA PEKERJAKAN DIA.

​"Hah?" Alya melongo. "Kerja? Dia ngancurin dapur, Pak!"

​BAJANG PUNYA KEAHLIAN KHUSUS: MENGUPAS KULIT. DIA BISA MENGUPAS BAWANG, KACANG, DAN KENTANG 10 KALI LEBIH CEPAT DARI MANUSIA. DAN BAYARANNYA MURAH: CUMA GULA JAWA.

​Seno mengambil sebongkah kecil gula jawa. Dia menunjukkannya pada Bajang di dalam toples.

Mata Bajang berbinar. Lidahnya menjulur. Dia mengangguk-angguk antusias.

​Seno membuka sedikit tutup toples.

"Denger ya, Boncel," kata Alya, mengambil peran sebagai mandor. "Lu boleh makan gula ini, tapi lu harus beresin tepung ini dan kupasin bawang sekarung itu. Paham?"

​Bajang itu melompat keluar, menyambar gula jawa, memakannya dalam satu gigitan.

Nyam!

Lalu dengan kecepatan super yang meninggalkan bayangan kabur, Bajang itu mulai bekerja.

Dia memunguti tepung dengan tangannya, memasukkannya kembali ke wadah (walau agak kotor). Dia mengambil bawang merah, mengupas kulitnya dengan gigi dan kukunya yang cepat.

Cres cres cres.

​Dalam lima menit, sekarung bawang merah sudah terkupas bersih.

​Alya dan Seno saling pandang.

"Oke," kata Alya. "Dia boleh tinggal. Tapi namanya siapa?"

​Seno mengangkat bahu.

Alya menatap makhluk yang mulutnya belepotan gula itu.

​"Gulo," kata Alya. "Namanya Gulo."

​Si Bajang berhenti bekerja, menoleh saat mendengar nama itu. Dia menyengir, sepertinya suka.

​Seno mengangguk setuju. Dia mengambil sepotong tali merah, mengikatkannya ke kaki Gulo sebagai tanda bahwa makhluk ini sekarang "peliharaan" Warung Tengah Malam.

​Sekarang tim mereka bertambah satu.

Koki Bisu, Asisten Depresi (yang mulai sembuh), dan Monyet Pengupas Bawang.

​Seno menatap kalender dinding.

Dua belas hari lagi menuju Bulan Purnama.

Kehadiran Gulo mungkin terlihat sepele, tapi insting Seno mengatakan bahwa makhluk kecil ini akan berguna nanti. Hutan Wanagama tidak mengirimnya tanpa alasan.

​Seno menepuk tangan, membubarkan lamunan.

Kerja! Malam ini kita buka seperti biasa!

​Alya hormat. "Siap, Chef! Gulo, jangan makan kulit bawangnya!"

​Dapur kembali hidup. Dan untuk pertama kalinya, rumah Joglo yang besar dan sepi itu terasa sedikit lebih ramai.

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖...

...Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...

...****************...

1
ny.KimJeongLee
😭😭 ada bawangnyaa yg epesodeini 😭😭😭
ny.KimJeongLee
pokoknyaa keren deh
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
petualangan seru dan menegangkan
terselip rasa kekeluargaan tanpa mereka sadari.
petualangan batin dan raga yang harus selalu bisa menempatkan diri, singkirkan keangkuhan,keserakahan dan hubungan yang erat saling melengkapi,menjaga dan empati serta simpati yang tinggi.👍
ny.KimJeongLee
IHH kerenn
ny.KimJeongLee
uwow kerenn
tanty rahayu: terima kasih kaka sudah mampir baca novel ku
total 1 replies
☠ SULLY
mungkin pak Seno
menunggu datang nya tamu wanita dlm foto itu
☠ SULLY
yg baca mulai deg degan
alya 😂
Fitri Yama
go Alya go Seno go go go go,,kalian pasti menang
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
3 hari penuh pelajaran berharga
3 hari dalam ambang batas dunia nyata dan maya
belajar berdampingan
menghantarkan mereka pulang
mungkin hal yang tak pernah terpikirkan.
3 hari menyulam asa, dari keputus asaan.
haru, sedih dan gembira berbaur
ilmu yang berat baru saja terlewati
IKHLAS
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
ikutan master chef aja mas seno😂👍
jago sekali anda merayu eyang banaspati, amarah melunak ,melebur dalam cita rasa ,aroma khas nusantara.

kereen thor, tetap semangat yaa mengetik karya indah.
menyusun kalimat perkata dengan ketelitian ekstra
sepanjang apik runut no typo
ciamik
endah thor, ora bakal cukup ratusan mangsi
tanty rahayu: aamiin .... alhamdulillah seneng nya jangan lupa di promosiin ya ka 😍
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
/Heart//Heart/ ceritanya unik, menarik /Good/
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
kalau jadi tontonan pasti seru ini,
horor tapi beda, auranya gak menakutkan.
perjuangan remaja putri yang merasa tidak dapat kasih sayang ,kenyamanan hidup bersama keluarga.
diambang putus asa malah ketemu sosok misterius yang terbelenggu perjanjian , pertukaran nyawa demi sang terkasih, meski tragis ...
pada akhirnya cinta tak berpihak padanya.
hanya bisa memandang dari kejauhan.
ketulusan kasih tanpa perhitungan .
memendam bara asmara seorang diri ,menuangkan rasa lewat cita masakan ,walau beda alam.
semoga di penghujung pak seno bisa menemukan kebahagiaan sejati..
bersama alya saling membantu terlepas dari kerumitan sebuah janji
tanty rahayu: siap ka... terima kasih banyak kaka 😍
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
pak jaksa yg gak punyaa hidung 🙊🙊
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
malam malam kaca mata hitamnya gak dilepas oom /CoolGuy/
Fitri Yama
mantul thorrrr
Fitri Yama
kkkkkeeerrrreeennnnnnnnn
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
oh ada legenda kepala siapa gitu yang ditanam di tangga menuju makam raja raja imogiri.

adakah semua ini terinspirasi dari sana thor? atau hanya suatu kebetulan belaka?
tapi kepala yang ditanam di undakan itu desas desusnya adalah seorang penghianat? benarkah ? atau hanya cerita dongeng untuk kita selalu bersikap baik ,tulus? sebab konon barang siapa yang menginjak undakan yang ada kepalanya itu sudah dianggap menginjak nginjak harga diri sebagai hukuman sang kepala?
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR
takutnya pak seno ini juga hantu😁.
yang memberi pelajaran berharga buat alya.
seburuk apapun keluarga adalah tempat pulang.
tempat yang nyaman dibanding keganasan hidup diluaran.
tanty rahayu: cari tau di episode selanjut nya ka 🤭
total 1 replies
Yulia Lia
ceritanya bagus
tanty rahayu: terima kasih kaka sudah baca karya ku😊
total 1 replies
Yulia Lia
😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!