NovelToon NovelToon
Kembali 2.000 Tahun Ke Masa Lalu

Kembali 2.000 Tahun Ke Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Trauma masa lalu / Action / Time Travel / Romansa / Sci-Fi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Adam Erlangga

Di masa depan, ketika perang telah membakar Bumi hingga tak tersisa lagi kehidupan, Rudy adalah seorang jenderal perang, pemegang kendali tertinggi kecerdasan buatan dan armada pemusnah umat manusia. Ia menang dalam perang terakhir, namun kehilangan segalanya.

Sebuah insiden ruang-waktu menyeret Rudy ribuan tahun ke masa lalu, ke era ketika dunia belum mengenal teknologi dan keadilan, ia membawa kekuatan yang cukup untuk menaklukkan segalanya, namun ia memilih jalan lain.

Tanpa merebut tahta, Rudy menantang tirani, melindungi yang lemah, dan membentuk dunia agar tak mengulangi kehancuran yang pernah ia lihat. Di tengah konflik dan kekuasaan, ia menemukan cinta, hidup sebagai manusia, lalu menghilang bersama waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adam Erlangga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

"Aku semakin penasaran, lanjutkan ceritanya."

"Oke, jadi saat kita sudah sampai di kota Ardus, kami di sambut oleh para pejabat kota dan pamanku sendiri, tentu Eva juga ada disana. Saat itu cuaca kota Ardus sedang hujan, jadi kami hanya bisa tinggal di istana kota. Disinilah kesempatan William mendekati Eva lagi. Secara tidak sengaja, aku sering melihat mereka berdua di berbagai tempat di istana. Dan pada suatu hari, aku melihat William keluar dari kamar Eva dengan raut wajah yang sedih. Aku mengira William mengungkapkan perasaan nya, dan Eva menolaknya."

"Benar-benar menarik, lanjutkan lanjutkan"

"Dari tadi kau bilang menarik, padahal nyawaku juga sedang terancam."

"Lanjutkan dulu. Aku penasaran."

"Hmm, waktu itu, saat William keluar dari kamar Eva, dia berdiri didepan pintu sangat lama disana, dan aku melihat dia menangis sampai berjongkok. Tak lama kemudian, dia pun keluar istana sambil hujan-hujanan dan berlari menuju danau untuk mengakhiri hidupnya. Aku yang melihat nya langsung mengejarnya dan menghentikan percobaan bunuh diri itu. Disana dia menangis sangat kencang, dan tiba-tiba memelukku."

"Apa.? berani-beraninya dia memelukmu."

"Hm, aku juga terkejut waktu itu, tapi aku langsung melepaskan pelukannya dan bertanya padanya, apa yang sudah terjadi. Dia bilang cintanya di tolak, dan dugaanku benar waktu itu. Beberapa pelayan langsung menghampiri kami, dan membawa William ke kamarnya. Ibundaku juga tanya masalah itu dan berkata, kau harus lebih hati-hati katanya. Aku sedikit bingung dengan perkataan itu. Dan besoknya, aku menghampiri Eva di kamarnya."

"Tunggu. Aku masih tidak terima kau di peluk olehnya. Kenapa juga kau menghampirinya waktu itu, biarkan saja dia melompat ke danau."

Rachel tersenyum.

"Kau cemburu lagi ya.? aku contohin saat dia memelukku tiba-tiba."

Rachel pun memeluk Rudy dari samping, "Dia memelukku seperti ini. Lalu hanya beberapa detik saja aku langsung mendorongnya begini."

"Hmm, tetap saja kenapa kau harus mengikuti nya.?"

"Aku tidak sengaja melihat nya, dan sangat penasaran apa yang dia lakukan selanjutnya. Apa kau akan membiarkan seseorang bunuh diri saat kau melihat nya.? Bahkan kau sendiri langsung menggendong ku waktu pertama kali aku pingsan didepanmu. Padahal itu pertemuan pertama kita, apalagi seseorang yang sudah di anggap sebagai saudara sendiri."

"Hmm Oke aku paham. Lanjutkan cerita nya."

"Sudah bisa menerimanya kan.?"

"Berikan aku ciuman untuk mengkonfirmasi kebenarannya."

Cum. Rachel pun mencium bibirnya sekali.

"Kau ini benar-benar type orang yang sangat cemburuan ya.?" sahut Rachel tersenyum.

"Aku cemburu karena aku cinta."

Rachel mengelus rambutnya. "Aku tau. Tapi jangan terlalu cemburu, kau benar-benar akan mengurung ku kalau bertemu dengan seseorang. Yang terpenting adalah, dengan siapapun masa laluku, dan dengan siapapun aku bertemu di masa depan, aku tetap milikmu, aku tetap cinta padamu. Oke.?"

"Oke, aku bisa menerimanya."

"Sampai mana tadi cerita nya.?"

"Sampai kau ke kamar Eva."

"Oh, jadi aku menemuinya dikamarnya dan bertanya soal William. Lalu ia menjawab, dia tidak ingin menyakiti ku."

"Maksudnya.?" sahut Rudy bingung

"Eva menganggap aku suka pada William. Jadi dia menolak William karena dia tidak ingin menyakiti perasaan ku. Aku pun mengkonfirmasinya, kalau aku tidak punya perasaan apapun padanya dan hanya sebatas sebagai saudara saja. Tapi, meskipun aku sudah memberitahu perasaan ku yang sebenarnya, dia masih menolak nya. Disini aku baru tau, Eva tidak menyukai William."

"Hmm, kasihan sekali dia."

"Malamnya, William datang menemuiku, lalu dia minta maaf padaku dengan alasan sudah menyakiti perasaan ku. Tentu aku bingung, apa maksud nya, dan dia pun berkata kalau aku mencintainya. Aku terdiam karena terkejut mendengar nya, sampai dia pun pergi begitu saja, dan menganggap aku mencintainya. Sebenarnya aku tidak peduli dengan ini semua, karena waktu itu, ibundaku sedang sakit demam, dan dokter bilang, kalau ibuku terkena racun."

"Dari situlah, aku langsung memutuskan untuk kembali ke istana, karena dokter bilang di kota Ardus tidak ada penawar racun itu. Kami pun kembali ke ibu kota, cuaca waktu itu sedang hujan, dan saat di pertengahan jalan, William tiba-tiba meminta pada ibuku untuk mengabulkan permintaan terakhirnya. seolah-olah dia akan mati saat kembali ke rumah. Mau tidak mau, ibuku pun menurutinya."

"Apa permintaan nya.?"

"Melihat bintang saat hujan itu indah katanya."

"Ha.? mana ada bintang saat hujan."

"Ya, itu memang terdengar konyol, tapi ibuku menurutinya saja, aku sudah mencegahnya, bahkan aku memohon pada William untuk tidak membawa ibuku keluar dari kereta kuda, tapi dia seakan tidak peduli, dan terus memaksa ibuku. Akhirnya aku pun turun bersama nya dengan satu payung untuk ibuku. William membawanya kedalam hutan sampai ada sebuah lahan kosong didepan sana. Belum juga sampai, tiba-tiba ibuku terjatuh dan tak sadarkan diri."

Rudy pun terdiam mendengar nya.

"Saat itu aku berteriak minta tolong, aku sudah menangis disana, tapi air hujan meredam suaraku, hanya William satu-satunya orang yang mendengar teriakanku. Tapi dia malah berdiri membelakangi ku sambil melihat keatas langit."

Rudy pun memegang tangan Rachel.

"Kalau tidak ingin mencerikan bagian ini, lebih baik berhenti. aku tidak mau mau mengingat masa lalu itu lagi"

"Hmm, tak masalah, karena bukan di situ intinya. Saat kami sampai di ibu kota, ayahku menangis sangat kencang melihat ibuku yang sudah tiada. Aku pun menyendiri di dalam kamar, dan pikiranku kemana-mana, karena setiap perjalanan ke ibu kota, aku selalu memeluk mayat ibuku. Beberapa hari setelahnya, Eva mengunjungi ku dan ia membawa sebuah gelas yang meracuni ibuku. Gelas itu milik keluarga Harrington, artinya yang meracuni ibuku saat di kota Ardus adalah William."

Rudy mengepalkan tangannya.

"Benar-benar bajingan orang itu."

"Hmm, waktu itu, mungkin ia merasa ibuku tak kunjung meninggal, dan aku tiba-tiba memutuskan untuk kembali ke ibu kota, Itu menjadi alasan kenapa dia tiba-tiba mengajak ibuku keluar di tengah hutan. Mungkin supaya misinya terselesaikan."

"Dari situ kau tau, kalau dalangnya adalah Keluarga Harrington.?"

"Benar, tapi aku tidak bisa memberitahu ayahku. Karena kalau sampai ayahku tau, perang saudara akan terjadi. Eva berkali-kali mengingatkanku, kalau ayahnya tidak bisa membantu jika perang memang terjadi, dan lebih baik berdiam diri menunggu waktu yang tepat."

"Ehm, Itu masuk akal. Tapi aku rasa ayahmu sudah tau, tapi dia juga tidak bisa apa-apa. Melihat kekuatan Brian memang sangat kuat, tentu membuat ayahmu berfikir puluhan kali untuk menghukum nya, apalagi dia juga berjasa mengambil alih kekuasaan."

"Itu benar, tapi tidak sepenuhnya benar. Karena kami waktu itu tidak memiliki bukti kuat untuk menyalahkan mereka. Dan kalau memang di paksakan untuk menghukum Brian, aliansi militernya pasti bergerak mengepung istana."

"Aliansi.? apa dia bekerjasama dengan Kekaisaran lain.?"

"Aku tidak tau, yang aku tau, dia membangun kekuatan militer di dalam negeri, salah satu pendukungnya adalah Benjamin Nicola, pamanku sendiri."

Rudy menghela nafas. Ia mengingat sejarah setalah Rachel meninggal, Benjamin lah yang menggantikan posisinya.

"Aku rasa, kasus lama dan kasus baru, pasti ada kaitannya dengan keluarga Harrington. Termasuk hutang negara yang saat ini kau selidiki." kata Rudy.

"Ya aku tau, tapi aku juga takut. Secepat mungkin, aku harus mengumpulkan banyak bukti yang mengarah padanya."

"Aku akan membantumu, sekarang waktunya istirahat. Oke.?"

Cum. Rudy mencium kening Rachel.

.....

1
anggita
antara 220 sama 2220...gak jauh selisih 2 tok😉
anggita
mampir like👍, iklan👆saja. moga novelnya lancar.
Adam Erlangga: 🙏terimakasih dukungan nya kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!