NovelToon NovelToon
Bukan Sistem Biasa

Bukan Sistem Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Dikelilingi wanita cantik / Sistem
Popularitas:180.5k
Nilai: 4.6
Nama Author: Sarif Hidayat

Beberapa bulan setelah ditinggalkan kedua orang tuanya, Rama harus menopang hidup di atas gubuk reot warisan, sambil terus dihantui utang yang ditinggalkan. Ia seorang yatim piatu yang bekerja keras, tetapi itu tidak berarti apa-apa bagi dunia yang kejam.
​Puncaknya datang saat Kohar, rentenir paling bengis di kampung, menagih utang dengan bunga mencekik. Dalam satu malam yang brutal, Rama kehilangan segalanya: rumahnya dibakar, tanah peninggalan orang tuanya direbut, dan pengkhianatan dingin Pamannya sendiri menjadi pukulan terakhir.
​Rama bukan hanya dipukuli hingga berdarah. Ia dihancurkan hingga ke titik terendah. Kehampaan dan dendam membakar jiwanya. Ia memutuskan untuk menyerah pada hidup.
​Namun, tepat di ambang keputusasaan, sebuah suara asing muncul di kepalanya.
​[PEMBERITAHUAN BUKAN SISTEM BIASA AKTIF UNTUK MEMBERIKAN BANTUAN KEPADA TUAN YANG SEDANG PUTUS ASA!
APAKAH ANDA INGIN MENERIMANYA? YA, ATAU TIDAK.
​Suara mekanis itu menawarkan kesepakatan mutlak: kekuatan, uang,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarif Hidayat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 ketegangan di pasar

​"Bedebah! Kenapa kau menyerangku?!" raung Jabrig, berdiri tegak meski darah masih menetes dari mulutnya. Wajahnya memerah, bukan hanya karena amarah, tetapi juga karena rasa malu yang amat sangat di depan puluhan anak buahnya.

​Rama mengabaikan raungan itu. Ia hanya menatap dingin ke arah kerumunan preman yang kini terkejut dan bingung.

​"Kalian tidak mendengarkan peringatan, dan sekarang kalian mencoba membawa seorang gadis untuk melunasi utang yang tidak masuk akal," kata Rama, suaranya pelan, namun bergetar dengan otoritas yang aneh. "Konsekuensinya... kalian sendiri yang akan menanggungnya."

​Wajah Jabrig menjadi lebih gelap. "Dengar! Serang dia! Jangan kasih ampun! Siapa pun yang berhasil mematahkan lengannya, akan mendapatkan hadiah besar dariku!"

​"SERANG!"

​Mendengar perintah itu, lima puluh preman, yang didominasi oleh tubuh-tubuh besar dan wajah-wajah kasar, langsung berteriak keras, melompat maju seperti gelombang tsunami yang ganas. Mereka membawa apa pun yang bisa mereka temukan—bambu, pipa besi tumpul, bahkan botol kaca bekas.

​Kerumunan saksi mata langsung menjerit, mundur cepat-cepat, menciptakan lingkaran kosong yang besar di sekitar Rama, karena takut ikut terseret dalam kekerasan masal itu.

​Kecepatan Mutlak dan Patahan Tulang

​Rama menutup matanya sejenak. Dalam benaknya, lima puluh sosok yang bergerak itu terasa lambat dan kikuk, seperti patung tanah liat yang baru bisa digerakkan. Ia tidak perlu menggunakan teknik Qi yang rumit. Menggunakan Kekuatan Tubuh 250% yang diperkuat Qi-nya sudah lebih dari cukup untuk menghasilkan daya hancur.

​[KEJUTAN PERTAMA: BADAI PATAHAN]

​Ketika preman terdepan sudah mencapai jarak satu meter, Rama membuka matanya. Matanya tampak berkilat tipis, sedetik sebelum ia menghilang.

​Swoosh!

​Bukannya melawan, Rama justru bergerak menembus kerumunan! Lima puluh preman itu hanya melihat bayangan Rama berkelebat secepat kilat. Sebelum mereka menyadari apa yang terjadi—

​Krak! Krak! Buk! Puk!

​Suara yang tercipta bukan hanya benturan tumpul, tetapi suara tulang yang retak dan patah terdengar nyaring dan mengerikan, hampir bersamaan, dari segala arah!

​Rama bergerak seperti hantu:

​Tendangan ke lutut preman pertama: lutut berputar ke arah yang salah.

​Sikut ke lengan preman kedua: terdengar bunyi 'Krak!' saat lengan terayun tak berdaya.

​Pukulan cepat ke tulang rusuk preman ketiga: rusuk itu langsung cekung ke dalam.

​Ini adalah pembantaian satu sisi. Preman-preman itu jatuh, bukan karena pingsan, tetapi karena anggota badan mereka dilumpuhkan secara permanen.

​Dalam waktu kurang dari lima menit pertarungan itu selesai begitu saja,

​Ia kembali berdiri di tempatnya semula, pakaiannya rapi, napasnya normal. Sementara itu, 50 preman yang menyerang, kini terkulai di lantai, mengerang kesakitan yang memilukan, sebagian besar dari mereka tidak akan bisa berdiri selama berminggu-minggu.

​Semua senyap. Kengerianlah yang mengambil alih suasana. Para pedagang, pembeli, dan Bu Mirna yang memeluk putrinya, kini menatap Rama dengan rasa hormat yang bercampur ketakutan. Mereka melihat pemuda itu bukan lagi sebagai manusia, tetapi sebagai mesin penghancur yang bersembunyi dalam wujud sederhana,

​Keputusasaan Jabrig yang Mutlak

​Jabrig, yang baru pulih dari pukulan pertama, menyaksikan pemandangan itu. Jantungnya serasa copot. Keringat dingin langsung membasahi punggungnya. Amarahnya lenyap, digantikan oleh kepanikan yang mutlak.

​"I-ini... ini tidak mungkin! Mereka semua...!" bisik Jabrig, menunjuk anak buahnya yang tergeletak mengenaskan. kekuatan dan kecepatan pemuda itu sungguh di luar nalarnya,

bahkan bisanya sendiri yang merupakan seorang ahli bela diri tingkat tinggi, tidak bisa di bandingkan dengan pemuda ini,

​Ia melihat kaki anak buahnya bengkok, tangan mereka terpelintir, dan mereka menjerit meminta tolong, bukan untuk melawan, melainkan untuk dibawa ke rumah sakit.

Kemudian rama mendekati perlahan ke arah Jabrig, dan itu membuat jabrig seketika mundur beberapa langkah ke belakang,

​Begitu Rama mendekat, Jabrig merasa seolah-olah sebuah gaya gravitasi aneh menekannya ke bawah. Udara di sekitarnya terasa sesak, dan kakinya mulai gemetar tak terkendali.

​"K-kau... kau iblis! Kau monster!" Jabrig tersentak mundur, air mata mulai menggenang di matanya. Ia tidak bisa menjelaskan sensasi tekanan ini, tetapi nalurinya yang paling primitif berteriak bahwa ia sedang berhadapan dengan malaikat maut.

​"Aku sudah memperingatkanmu," kata Rama, suaranya datar. "Tapi kau justru malah mengabaikannya. Kali ini, kalian semua harus mendapat pelajaran yang mendalam, pelajaran yang akan kalian ingat setiap kali tulang kalian terasa nyeri."

​Tepat saat itu, Rama mengangkat kakinya. Jabrig, yang kini diliputi keputusasaan, mengira ia akan mendapatkan tendangan mematikan. Ia menutup mata dan berteriak sekuat tenaga.

​Brakk!

​Bukan tendangan ke tubuhnya, melainkan tendangan ke aspal di samping kepalanya yang gemetar!

​Aspal pasar yang keras itu langsung terbelah dan hancur, menciptakan lubang kecil sedalam beberapa sentimeter dengan asap tipis mengepul dari pecahannya. Debu dan pecahan kecil aspal berhamburan, membuat Jabrig terbatuk-batuk dan buru-buru membuka matanya.

​Jabrig menatap kaki Rama, lalu ke lubang yang tercipta. Kengerian itu kini mencapai puncaknya—ia baru saja lolos dari kematian. Ia tahu, jika tendangan itu diarahkan ke kepalanya, ia tidak akan memiliki wajah lagi.

​"Aku... aku menyerah! Ampuni aku, Tuan! Kami tidak akan pernah kembali! Tolong, lepaskan saya, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi!" Jabrig, yang biasanya sombong dan kejam, kini benar-benar berlutut dengan lutut menyentuh aspal yang dingin, menangis dan memohon ampunan.

​Rama memandangnya jijik, lalu menoleh ke arah Bu Mirna dan putrinya.

​"Aku harap kalian semua melihatnya," kata Rama, berbicara kepada kerumunan, suaranya kini memancarkan perintah yang tidak bisa dibantah. "Jika orang-orang ini kembali mengganggu, tidak peduli siapa bos di belakang mereka, aku sendiri yang akan memastikan mereka membayar sepuluh kali lipat. Laporan yang kalian berikan ke polisi mungkin bisa 'ditelan', tetapi patahan tulang ini tidak akan bisa 'ditelan' oleh siapa pun."

​Setelah memastikan Jabrig dan preman lainnya benar-benar lumpuh oleh rasa takut dan sakit, Rama berbalik. Ia berjalan santai, seolah baru saja menyelesaikan tugas ringan, dan menghilang kembali ke keramaian, mencari toko pakaian tempat Bela menunggunya.

​"T-Terima kasih banyak, anak muda! Semoga Tuhan membalas kebaikan Anda!" Bu Mirna buru-buru membungkuk dalam-dalam, air mata bercampur lega mengalir di pipinya.

Rama segera menahan wanita itu dan berkata,"Jangan pernah berlutut di depan siapapun, saya hanya membantu memberi pelajaran pada sampah-sampah seperti mereka dari pasar ini,"

"Te-terimakasih nak," Ucap wanita itu kembali sebelum Rama akhirnya pergi dari sana,

​Kerumunan kembali ramai, namun dengan bisikan-bisikan horor dan kekaguman. Mereka tahu, hari ini, mereka telah menyaksikan sesuatu yang akan mengubah dinamika pasar selamanya—seorang pemuda yang tidak perlu takut pada preman mana pun, karena dialah monster yang sebenarnya.

1
Dirman Ha
ih gh jo
Darmono
ayo thorrr semangat lagi nulisnya 💪💪💪👍🙏
@Mita🥰
heleh katanya mau tegas Rama mana cuma ngomong doang nyatanya nurut aja sama Sherina
Was pray: dari dulu itu Rama cuma omong doang kak.. kalau sama orang yg lebih lemah/ miskin tampangnya dingin dan cuek kayak wajah setan, tapi giliran dihadapan orang yg punya kekuatan dan kekuasaan gak bisa apa2... tempat tinggal numpang, nama baik juga numpang
total 1 replies
Maz Shell
lanjutkan Thor 2 minimal
Dirman Ha
gc ckp
Dirman Ha
ig go
Zulterry Apsupi
yang ini masuk polisi pasti lewat koneksi atau melalui sogokan
Zulterry Apsupi
terlalu naif si mc
Dirman Ha
g book
Dirman Ha
I g nk
Zulterry Apsupi
MC idiot
Memyr 67
𝗋𝖺𝗇𝖽𝗒 𝗂𝗍𝗎 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗌𝖺𝗅𝖺𝗁 𝖺𝗌𝗎𝗁𝖺𝗇 𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗁𝖺𝗁? 𝗐𝗂𝖽𝗒𝖺? 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗒𝗀 𝖻𝗂𝖺𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗄𝖺𝗂 𝗉𝗋𝖾𝗆𝗉𝗎𝖺𝗇, 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗌𝖾𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄?
Memyr 67
𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗇? 𝗉𝗎𝗍𝗋𝗂 𝗉𝖾𝗇𝖺𝗄𝗎𝗍. 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗋𝖺𝗆𝖺 𝗒𝗀 𝗌𝗎𝗉𝖾𝗋𝗂𝗈𝗋 𝗆𝖺𝗎 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗌𝖺𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖼𝖾𝗐𝖾𝗄 𝗉𝖾𝗇𝖺𝗄𝗎𝗍 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗉𝗎𝗍𝗋𝗂, 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗅𝗎 𝖽𝗂𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗂𝗇𝗀𝗂𝗇 "𝗆𝖾𝗇𝗒𝖾𝗅𝖺𝗆𝖺𝗍𝗄𝖺𝗇" 𝗋𝖺𝗆𝖺. 𝗋𝖺𝗆𝖺? 𝖽𝗂𝗌𝖾𝗅𝖺𝗆𝖺𝗍𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗅𝖾𝗁 𝖼𝖾𝗐𝖾𝗄 𝗉𝖾𝗇𝖺𝗄𝗎𝗍? 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋𝖺𝗇 𝖺𝖻𝗌𝗎𝗋𝖽 𝗌𝗂𝗁 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺, 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝗍𝗎
Memyr 67
𝗌𝖾𝗆𝗈𝗀𝖺 𝗁𝗎𝖻𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗋𝖺𝗆𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗉𝗎𝗍𝗋𝗂 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗌𝖾𝖻𝖺𝗍𝖺𝗌 𝗆𝖾𝗅𝗂𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀𝗂 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖼𝗈𝖽𝖾𝗍, 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁. 𝗄𝖺𝗌𝗂𝖺𝗇 𝗋𝖺𝗆𝖺 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖻𝖾𝗋𝗉𝖺𝗌𝖺𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖼𝖾𝗐𝖾𝗄 𝗌𝖾𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗉𝗎𝗍𝗋𝗂. 𝖻𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺 𝗆𝖾𝗅𝗂𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀𝗂 𝗋𝖺𝗆𝖺 𝗉𝖺𝖽𝖺𝗁𝖺𝗅 𝗆𝖾𝗅𝗂𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀𝗂 𝖽𝗂𝗋𝗂 𝗌𝖾𝗇𝖽𝗂𝗋𝗂 𝗌𝖺𝗃𝖺 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗆𝖺𝗆𝗉𝗎.
Manusia Biasa
lucu gw suka interaksi bela x rama😁
Memyr 67
𝗍𝖾𝗋𝗇𝗒𝖺𝗍𝖺 𝗉𝗎𝗍𝗋𝗂 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗂𝗇 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗉𝖾𝗅𝗎𝗉𝖺. 𝖽𝗂𝖺 𝗌𝖺𝗃𝖺 𝖽𝗂𝗍𝗈𝗅𝗈𝗇𝗀 𝗋𝖺𝗆𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗅𝗂𝗆𝖺 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗇𝖽𝖺𝗅𝖺𝗇. 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗉𝖾𝗋𝗅𝗎 𝗆𝖾𝗆𝗉𝖾𝗋𝗂𝗇𝗀𝖺𝗍𝗂 𝗋𝖺𝗆𝖺?
Memyr 67
𝗅𝖺 𝗂𝗇𝖿𝗈𝗋𝗆𝖺𝗌𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝗌𝗁𝖾𝗋𝗅𝗂𝗇 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗌𝖾𝗉𝖺𝗋𝗈. 𝗉𝖾𝗇𝗀𝖺𝗐𝖺𝗌𝖺𝗇 𝗍𝗂𝗇𝗀𝗀𝗂 𝗁𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖺𝗒𝖺
Memyr 67
𝗍𝖾𝗋𝗇𝗒𝖺𝗍𝖺 𝗋𝗂𝖼𝗈 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖼𝗈𝖽𝖾𝗍. 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗀𝗎𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗍𝗈𝗍 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖻𝖾𝗋𝗄𝗎𝖺𝗌𝖺, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝗂𝗄𝗂𝗋.
Dirman Ha
hv gi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!