NovelToon NovelToon
Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Time Travel / Fantasi Wanita
Popularitas:78.7k
Nilai: 5
Nama Author: bubun ntib

Su Ran terbangun ketika mendengar suara melengking keras dan tangan kasar yang mengguncangnya..

Heh~ Apakah ini layanan Apartemennya, kenapa begitu kasar pijatannya?
Lalu, kenapa kedap suaranya sangat jelek?

Begitu sadar, ia ternyata masuk kesebuah era dinasti Ping yang tidak tercatat dibuku sejarah manapun.

Hee.. ingin menantangku soal bertani? dan menjual barang?
Jangan panggil aku Su 'si marketer andalan' jika tidak bisa mendapat untung apapun!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubun ntib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25

Su ran mengangguk ketika bibi kepala desa memandangnya dengan mata berbinar. Bibi kepala desa, langsung merasa jantungnya berdebar karena kegembiraan. Jika restoran itu, maka kemungkinan pasti benar.

“ Dao’er, sebaiknya hubungi yang lainnya dulu. Su Ran pasti sudah merencanakan sebelum berani mengatakannya kepada kalian. Gadis ini pasti sudah memiliki rencana yang lebih matang,” dengan gemas, bibi kepala desa menyentil pelan dahi Su Ran.

Su Ran hanya menjulurkan lidah. Tentu saja ia tidak memiliki rencana apa – apa. Ia hanya murni ingin memberikan pekerjaan bagus untuk anak – anak di desanya.

Tentu saja hanya kepada mereka yang baik kepadanya.

Lalu soal rahasia sayur – sayurnya, hah, dia akan memikirkannya lagi. Untuk saat ini ia harus mendapatkan rumahnya terlebih dahulu, lalu mengolah ladang – ladangnya agar ia memiliki alasan yang nyata untuk mengeluarkan hasil panennya.

“ Nak, apakah mereka meminta syarat kepadamu? Jangan sampai hanya untuk memberikan kakakmu pekerjaan tetapi mereka malah merugikanmu,” tanya kepala desa dengan khawatir.

Pikiran orang desa memang sangat lurus. Bisa panen dengan baik, makan sederhana tetapi yang terpenting adalah keluarga.

Kepala desa takut jika Su Ran mengalami ketidakadilan dengan iming – iming pekerjaan.

“ Juga, kenapa kamu malah tidak ikut?” tanya bibi kepala desa yang penasaran. Gadis ini, tidak berniat untuk menjadi pengangguran sepanjang hidupnya kan?

“ Aduuhh, bibi. Aku sama sekali tidak ingin bekerja di restoran. Lebih baik aku berburu dan juga menanam sayur,” jawab Su Ran dengan cepat.

Enak saja, dikehidupan yang lalu ia sudah menjadi budak orang lain, lalu disini juga masih harus bekerja kepada orang? NO WAY!

Tetapi, mana mungkin ia mengatakannya secara gamblang.

“ Lalu untuk paman tetua, paman tidak perlu khawatir. Restoran itu sedang kekurangan pekerja. Mereka sepertinya baru dikhianati oleh stafnya, sama sekali tidak memiliki pekerja lain selain 3 orang yang tersisa,”

“ Lalu saat aku menawarkan cabai dan sambal kemasan, aku mendengar mereka sangat membutuhkan karyawan. Aku teringat kepada saudara Fen Dao yang baru saja keluar dari pekerjaan lamanya, juga para kakak – kakak lainnya,”

“ Ku kira mereka akan cocok dengan pekerjaan ini. saudara Dao bisa menjadi kasir karena memiliki pengalaman, yang lainnya bisa menyajikan makanan dan asisten dapur untuk Chen Rui,”

Penjelasan Su Ran bertepatan dengan datangnya anak – anak para bibi yang dipanggil oleh Fen Dao. Mereka juga mendengar separuh penjelasan dari Fen Dao dan tahu garis besarnya.

Bekerja di restoran, siapa yang akan menolak? Mendapat uang gaji, makanan juga ditanggung pihak sana.

“ RanRan, kudengar kau akan memberikan kami pekerjaan?” suara cempreng ceria ala Chen Rui segera memenuhi ruang tamu keluarga kepala desa.

Setelah semua lengkap, Su Ran kembali menceritakan pengalamannya kemarin. Tentu saja ia tidak bercerita tentang pengantaran cabai.

“ .... Jadi kalian bersiaplah. Besok aku akan mengantar kalian untuk pergi ke restoran untuk bertemu dengan paman Jiang dan lainnya,” ucap Su Ran mengakhiri ceritanya.

“ Tidak perlu bersikap formal atau dibuat – buat, sebaiknya bersikap apa adanya. Mereka pasti akan lebih senang kepada kita yang apa adanya dan jujur,” tambah Su Ran.

“ Jaga sikap sopan santun kalian. Meskipun kita orang desa, tetapi kita tetap tidak boleh membuat malu,” lanjut kepala desa menasehati.

“ Baik, Paman,” jawaban serempak ketiga anak menggema.

Setelah membahas beberapa hal tentang penanaman cabai, Su Ran kembali setela mengatur janji dengan para kakak dan Chen Rui.

Keesokan harinya,

Su Ran sedikit memiliki kantung mata hitam dibawah matanya. Semalam ia tidak bisa tidur nyenyak karena bereksperimen dengan jenis sambal kemasan baru.

Sambal daging cincang!

Hanya dengan mengingatnya saja sudah membuat air liurnya menetes deras. Memang belum selesai sepenuhnya, ia masih kekurangan takaran rasio bumbunya, tetapi ia tidak terburu – buru.

Su Ran segera mengambil keledai dan gerobaknya, lalu dengan santai mengemudikannya ke ujung desa, menunggu rombongan para kakak.

Fen Rui sedang menuju ke sungai untuk mencuci pakaian. Dirinya kesal sampai menghentakkan kakinya saat berjalan.

Kenapa ia harus mencuci? Jika j*lang kecil Su Ran itu mau tinggal di kediaman utama, bukankah ia yang akan mendapatkan tugas ini!

Fen Rui mendengar jika j*lang kecil itu membagikan makanan enak kepada Chen Rui dan yang lain, giginya bergemeretak keras ketika mengingat bagaimana sombongnya Chen Rui yang memamerkan betapa enaknya makanan yang dimasak oleh Su Ran.

Fen Rui sempat mengadu kepada ibunya, tetapi sang ibu justru hanya menyuruhnya untuk bersabar. Maka semakin kesallah dia!

Saat sedang merutuk dan bersungut – sungut, tiba – tiba ujung matanya menangkap sosok gadis dan juga kereta keledai diujung desa. Fen Rui segera tahu jika itu adalah Su Ran. Sepintas cahaya iri langsung memenuhi mata Fen Rui.

Atas dasar apa? Atas dasar apa Bajiangan itu hidup dalam ketenangan? Bukan Hanya berhasil lepas dari jeratan keluarga utama, tetapi hidup terpisah seperti ini malah membuatnya kaya?

Melihat kereta keledai dan membayangkan jika kapanpun bisa menuju ke kota, membuat Fen Rui mendidih dalam rasa iri.

Jelas – jelas jika keledai itu dibeli dengan menggunakan uang dari keluarga cabang utama!

Sementara rumah dan ladang milik paman kedua, kini malah jatuh kepada calon kakak iparnya. Cis, Fen Rui tiba – tiba merasa tidak puas dengan pernikahan kakaknya!

‘ Seharusnya ladang dan rumah itu menjadi milikku!’ batin Fen Rui. Sorot matanya begitu tajam menusuk.

Su Ran bukan tidak merasakan aura berapi – api yang tertuju padanya. Ia melirik sekilas dan mendapati ujung baju milik Fen Rui yang berwarna kuning angsa. Baju yang dulu pernah dipamerkan kepadanya, berkata jika nenek paling menyayanginya hingga tidak lupa membelikan baju bagus untuknya.

‘ Cis, biarkan saja dia mengintip sampai bintitan!’ sumpah Su Ran kesal. Selama tidak mengganggu, ia tidak akan mengganggu balik.

“ Sebenarnya apa yang dilakukan oleh j*lang itu! Pagi – pagi begini sudah menunggu di ujung desa?” rutuk kesal Fen Rui.

“ Apa jangan – jangan ia ingin pergi ke kota?” tebaknya sampai memelototkan matanya. Keranjang bambu tempat pakaian kotor sudah lama tergeletak di bawah kakinya.

“ Seenaknya sendiri membelanjakan uang milikku,” rutuknya lagi. Jika saja Su Rab mendengar gerutuannya, ia pasti akan tertawa hingga lemas!

Tak lama kemudian, datang Chen Rui dan yang lainnya. Mereka sedikit berbasa – basi sejenak sebelum kemudian naik ke dalam kereta.

Fen Rui melihat dengan jelas jika Chen Rui memberikan beberapa bakpao hangat. Aroma beras sangat wangi tercium hingga hidung Fen Rui, menambah kembali kesalnya.

“ Cis, dia menyogoknya dengan makanan? Benar – benar murahan!”

“ Lalu untuk apa Su Ran mengajak Ma Gui dan Wu Si? bahkan anak kepala desa juga?” sebenarnya apa yang ingin mereka lakukan?” Fen Rui kembali menghentak – hentakkan kakinya kesal.

Su Ran dan yang lain tidak tahu jika kepergian mereka membuat Fen Rui kesal. Kereta keledai berjalan dengan mulus, hingga hanya meninggalkan debu yang beterbangan.

.

.

.

.

Jangan lupa like komen dan Vote❤❤

1
Shai'er
ikutan ngiler wehh 🤤🤤🤤
Shai'er
👍👍👍👍👍
Shai'er
🥰🥰🥰🥰🥰
Shai'er
🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑
SENJA
tuh dari pada kamu kasih resep mulu mending kamu buka resto sendiri 😳
SENJA
sukur lu , males ada benalu gini😳
𝓡𝓪𝓲𝓷𝓪 (来奈)
Lanjut Bun 😉
vivi oh vivi
siapakah itu mau ikut serta 😆😆😆
vivi oh vivi
gasssss kan,,,
@Mita🥰
pasti si be ...
yachan
aduh jadi ngiler nih, jadi pengen makan juga masakannya su ran.
Narimah Ahmad
lanjuttt 👍
Shai'er
👍👍👍👍
Shai'er
🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Shai'er
💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Shai'er
👍👍👍👍👍
Shai'er
mantap👍👍👍
Shai'er
tidurnya terlalu miring lu 😏😏😏
Shai'er
hayoo loh 😏😏😏
Lala Kusumah
good job paman Fang 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!