NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ruang Ajaib / Sistem / Time Travel / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:36k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sejak kecil, Shen Yuhan, sang putri mahkota, telah ditinggalkan orang tuanya. Ketiadaan kasih sayang dan pendidikan yang layak membuatnya tumbuh menjadi gadis yang polos, naif, dan mudah dibodohi. Ia hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan waktunya dengan para pria. Alhasil, saat ia diangkat menjadi Maharani, ia tak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh para menteri dan pejabat licik yang haus kekuasaan.
Satu-satunya orang yang tulus mencintainya adalah suaminya, Mu Liu. Namun, sang pangeran kelima ini harus hidup dalam bayang-bayang luka perang besar yang membuat tubuhnya cacat dan lumpuh. Penampilannya yang buruk membuat Yuhan tak pernah meliriknya, apalagi membalas cintanya.
Semua berubah ketika seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21, yang dikenal kejam dan tak kenal ampun, tiba-tiba terbangun di dalam tubuh Shen Yuhan. Roh aslinya telah tiada, digantikan oleh jiwa yang dingin dan mematikan.
Kini, dengan kecerdasan dan kekuatan barunya, sang Maharani boneka itu bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHARANI 34

​Matahari baru saja naik sepenggalah di atas Istana Chiangnang, namun denting pedang yang beradu telah memecah keheningan pagi. Shen Yuhan bergerak dengan kecepatan yang sulit diikuti mata biasa. Ia sedang berlatih fisik di bawah bimbingan Jenderal Shue Wang. Gerakannya tajam, bertenaga, namun ada sesuatu yang salah. Setiap kali ia memutar tubuhnya untuk melancarkan tendangan, wajahnya tampak meringis menahan perih.

​Shen Lan berdiri di pinggir lapangan dengan tangan mengepal. Wajahnya pucat pasi setiap kali melihat Yuhan terengah-engah.

​"Uhukk! Uhukkk!"

​Yuhan mendadak jatuh bertumpu pada satu lutut. Darah segar berwarna merah terang menyembur dari mulutnya, membasahi lantai batu. Shen Lan langsung berlari menghampiri, mengabaikan protokol keamanan.

​"Kakak! Cukup!" Shen Lan merangkul bahu Yuhan. "Jika terus seperti ini, Kakak bisa kehabisan darah! Tolong, perhatikan kesehatanmu, Yang Mulia!"

​Tetua Mo yang sejak tadi mengamati dari bawah pohon beringin tua segera mendekat. Ia menekan beberapa titik meridian di punggung Yuhan untuk menenangkan gejolak energi yang sedang mengamuk.

​"Sudah kukatakan," suara Tetua Mo terdengar berat dan penuh peringatan. "Tenaga dalam tingkat tinggi itu mulai mengikis tubuhmu dari dalam. Kau memiliki 'danau' energi yang sangat luas, tapi 'bendungan' tubuhmu terlalu rapuh. Jika tidak segera disatukan dengan benar, energi ini akan meledakkan jantungmu."

​Yuhan menyeka darah di bibirnya dengan punggung tangan, matanya menyala dengan tekad. "Lalu apa solusinya? Aku sudah bermeditasi, tapi rasanya tidak cukup."

​Tetua Mo terdiam sejenak, melirik ke sekeliling sebelum berbisik dengan nada serius. "Ada cara lain yang jauh lebih cepat untuk menyeimbangkan energi yang bertabrakan ini. Itu disebut Kultivasi Ganda."

​Seketika, wajah Yuhan berubah merah padam. Ia bukan lagi perwira pembunuh bayaran yang dingin, melainkan seorang wanita yang merasa terpojok oleh saran yang sangat intim. "A-apa? Kultivasi ganda?"

​"Apa itu Kultivasi Ganda?" tanya Shen Lan polos, matanya mengerjap penuh tanya. "Apa aku bisa membantu Kakak melakukannya? Aku punya tenaga dalam juga!"

​TAK!

​Tetua Mo menyentil dahi Shen Lan dengan keras. "Kau masih bocah ingusan! Kau tidak bisa melakukannya!"

​"Tapi Tetua," sela Yuhan dengan suara bergetar, "Cara itu tidak mungkin. Pangeran Mu Lian... sampai saat ini belum ditemukan. Aku tidak tahu dia masih selamat atau tidak. Bagaimana aku bisa melakukan kultivasi ganda dengan orang lain?"

​Tetua Mo mengalihkan pandangannya, melirik ke arah Li Ming yang sedang berbincang serius dengan Jenderal Shue di kejauhan. Li Ming tampak gagah dengan pakaian pejabat agrarisnya, bahunya lebar dan auranya stabil.

​"Yang Mulia adalah seorang Maharani," ucap Tetua Mo tanpa basa-basi. "Yang Mulia berhak memiliki seribu pria manapun di istana belakang untuk tujuan pengobatan atau kesenangan. Namun saat ini, kesehatan Yang Mulia adalah yang paling utama bagi stabilitas negara. Pilihlah seseorang yang memiliki aura murni dan kesetiaan mutlak."

​Yuhan mengikuti arah mata Tetua Mo. Pandangannya jatuh pada Li Ming. Wajah Yuhan semakin memanas, panasnya merambat hingga ke telinga. "Tetua Mo! Jangan berpikiran yang macam-macam! Tidak mungkin aku melakukannya dengan Tuan Li Ming. Dia adalah bawahanku yang paling setia, aku tidak ingin merusak hubungan itu dengan... dengan cara seperti itu!"

"Bukankah Tuan Li Ming adalah salah satu Gundik Yang Mulia Maharani?" ucap Tetua Mo tidak basa-basi.

​Shen Lan yang masih tidak mengerti bertanya lagi dengan nada mendesak, "Memangnya apa yang harus dilakukan dalam kultivasi ganda? Kenapa wajah Kakak seperti udang rebus?"

​Tetua Mo membungkuk, membisikkan beberapa kalimat singkat ke telinga Shen Lan. Seketika, mata Shen Lan membola. Wajahnya ikut memerah hebat, ia melompat mundur dua langkah sambil menunjuk Li Ming. "APA! Melakukan... itu? Dengan Tuan Li Ming? Kakak! Jangan!"

​Yuhan memalingkan wajahnya, merasa ingin menghilang ke dalam Ruang Dimensinya saat itu juga. "Cukup! Jangan bahas ini lagi! Cari Mu Lian adalah satu-satunya jalan!"

...*************...

​Sementara itu, di dasar jurang, Wanwan kembali ke kuil tua bersama seorang tabib desa yang ia sewa dengan koin perak terakhirnya. Tabib tua itu memeriksa kondisi Mu Lian dengan sangat teliti. Ia meraba denyut nadi di pergelangan tangan pria yang masih tak sadarkan diri itu.

​"Bagaimana kondisinya, Kek?" tanya Wanwan cemas.

​Tabib itu mengernyit. "Pria ini memiliki benturan keras di kepala belakangnya. Kemungkinan ada gumpalan darah di pembuluh otaknya yang menghambat kesadarannya. Tapi..." Tabib itu menatap Wanwan dengan pandangan bermakna. "Tubuhnya sangat sehat, nadinya kuat seperti deru kuda perang. Aku merasakan adanya tenaga dalam yang luar biasa. Dia bukan orang biasa."

​Tabib itu meraba kain baju dalam Mu Lian yang tersisa. "Kain ini... sutra tingkat tinggi dari ibu kota. Hanya bangsawan atau pejabat istana yang menggunakannya. Gadis kecil, kau harus berhati-hati. Menolong orang sebesar ini bisa membawa berkah, tapi juga bisa membawa bencana."

​Tabib itu meresepkan ramuan obat untuk melancarkan peredaran darah ke otak. Wanwan menerima resep itu dan memberikan upah dengan tangan gemetar. Setelah tabib pergi, Wanwan mulai membersihkan tubuh Mu Lian dengan handuk basah.

​"Jika Tuan muda ini bangsawan kaya, tentu dia bisa membalas budi pada Nona Qingmei," gumam Wanwan. "Nona tidak perlu takut dipaksa menjadi selir Pangeran Kedua jika dia menikah dengan Tuan ini. Tapi..." Wanwan menyentuh luka bakar di wajah Mu Lian. "Sayang sekali, wajahnya cacat. Padahal tubuhnya sangat gagah dan berotot. Nona pasti tidak akan keberatan."

​Tak lama kemudian, seorang pelayan dari kediaman Xiao Jicheng muncul di pintu kuil. Ia mencari Nona Qingmei. Wanwan dengan cerdik berbohong bahwa nonanya sedang ke kota membeli obat. Pelayan itu sempat curiga melihat pria yang terbaring, namun Wanwan menjelaskan itu hanya gelandangan yang mereka tolong. Pelayan itu tidak membuang waktu dan segera pergi mencari ke arah kota.

​Di dalam hutan lebat, Xiao Qingmei bersembunyi di balik pohon besar. Ia melihat kakaknya, Xiao Jun, memimpin rombongan pelayan untuk mencarinya. Qingmei tidak ingin tertangkap karena ia mengira ayahnya sudah setuju untuk menyerahkannya pada Shen Bo.

​"Kakak, lepaskan aku! Aku lebih baik mati daripada menjadi selir pangeran jahat itu!" teriak Qingmei saat Jun berhasil menemukannya.

​"Kau salah paham, Qingmei!" bentak Jun sambil memegang bahu adiknya. "Ayah justru ingin menyelamatkanmu! Di luar sangat berbahaya karena mata-mata Pangeran Shen Bo ada di mana-mana. Jika kau tertangkap di jalan, Ayah tidak bisa melindungimu dengan hukum rumah. Di kediaman kita, kau akan aman!"

​Qingmei tertegun. "Jadi... Ayah tidak akan menjualku?"

​"Tentu saja tidak! Ayo pulang!"

​Setibanya di kediaman Xiao, suasana penuh dengan haru. Ibunya memeluk Qingmei erat-erat. Namun, suasana berubah tegang ketika seorang pelayan melapor tentang keberadaan "pria misterius" di kuil.

​"Siapa pria itu, Qingmei? Kau tahu kau bisa merusak kehormatanmu jika berduaan dengan pria?" tanya Xiao Jicheng dengan nada tegas namun penuh kasih sayang.

1
SENJA
lu jangan macem2 ama yuhan udah 😤
SENJA
wakakaa kalah kau kan 🤣
SENJA
sabar lan sabar 🤣
Tiara Bella
kepedean bngt sh Shen Bo ini.....
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
Shen Bo kau pikir mudah mau menghancurkan Qingmei dia sekarang bukan hanya seorang anak menteri kelesss tapi sudah naik statusnya menjadi seorang Putri yang akan jadi istrinya pangeran keempat
Biyan Narendra
Dan Shenlan akan jadi pelindung Qingmei jika Shen bo berani macam macam
@Mita🥰
wah semoga qingmei gak kenapa"
Biyan Narendra
Sekarang belum..
lama2 bakalan bucin...
Tiara Bella
keputusan yg bagus Maharani aku suka ....
SENJA
puas banget kayanya wu sheng 🤣
SENJA
mau lu jadi gimana nyonyah? udah di bilang jadi isteri kok 😶
ˢ⍣⃟ₛ 3G🤎
benar apa yang dikatakan Wu Sheng keputusan Maharani Yuhan menikahksn Qingmei sama pangeran keempat karena darah itu jadi ikatan batin klo tidak kasian nanti Qingmei
Dirman Ha
u food
Dirman Ha
ig food
Dirman Ha
ig good
Dirman Ha
ig gkpp
Dirman Ha
yd tu
Dirman Ha
td dg joon
Dirman Ha
yd dg joon
Dirman Ha
td CV oleh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!