Ditinggalkan oleh calon suami seminggu sebelum pernikahan nya membuat hati Alina hancur lebur. Belum mendapatkan jawaban akan maksud calon suaminya yang meninggalkan dirinya, Alina kembali dikejutkan beberapa bulan kemudian akan permintaan pria yang belum menghilang dari hatinya itu.
"Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik." Setelah mengucapkan itu, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya.
Bagaimanakah kelanjutan nya? Apakah Alina akan membesarkan nya? atau justru mengikuti egonya? Dan bayi siapa itu sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Mimpi Buruk
"Mungkin orang iseng." Pikir Alina. Matanya kembali melirik ponselnya. Melihat sekali lagi nomor yang tidak dikenal itu.
"Kalau benar suster itu, pasti dari rumah sakit kan?" Alina tidak melihat persamaan dari nomor itu.
"Apa maksudnya? Dia ingin aku pergi? Kenapa? Dan bayi itu? Astaga, yang benar saja." Alina menggeleng, terlalu banyak hal yang terjadi. Otaknya belum mencerna semuanya.
Tangannya perlahan memutar kunci mobilnya. Tapi baru mesin itu menyala, Alina kembali tertarik dengan nomor itu. "Tidak bisa lagi dihubungi." Ujar Alina setelah mencoba menghubungi kembali.
"Lebih baik aku pulang, kepalaku terasa pusing sekarang." Alina melajukan mobilnya, menuju rumahnya yang memberikan ketenangan untuknya, ya.... Meksipun, ada kehadiran Rosa disana.
"Kenapa lampu depan mati." Alina menyalakan klakson mobil. "Mungkin bibi sudah tidur?" Pikir Alina, dia membuka pagar sebelum masuk. Bayangan dari lampu mobilnya menjadi penerangan teras rumahnya.
"Asep sepertinya juga tidur. Aku pulang kemalaman, ya.... Memang begitu kan." Alina kembali menuju mobilnya, tapi sebelum kakinya tiba..... Alina menangkap tangan yang menepuk pundaknya.
"Bibi?" Panggil Alina, mata wanita itu bergerak tak beraturan, keringat dingin menghiasi wajahnya. Bahkan, Alina dapat melihat tangan yang mulai keriput itu gemetar.
"Bibi kenapa?" Tanya Alina.
"No-na, ayo pergi dari sini!" Jelas bibi.
"Bibi kenapa? Bibi terlihat lelah, ayo kita....." Tapi bibi langsung menahan tangan Alina.
"Jangan nona.... Lebih baik kita pergi." Jelas bibi dengan gelengan kepala.
"Tapi kenapa bi? Apa terjadi sesuatu? Perlu polisi?" Tanya Alina kembali, tapi tidak ada jawaban dari bibir bibi.
"Ayo nona, ki-ta pergi!" Alina heran karena bibi mendesaknya dan menarik tangan nya, memaksanya masuk kedalam mobil.
**************
"Bibi, katakan ada apa? Hari ini aku melalui hari yang berat, jadi jangan....."
"Berhenti nona! Hentikan mobil nya!" Alina langsung menginjak rem dan bibi langsung keluar dari mobil, mendekati sebuah minimarket yang ramai.
"Ada apa ini? Dan, dia?" Ujar Alina melihat sosok yang didekati bibi dan berada di gendongannya.
"Asep?" Pikir Alina saat matanya melihat supirnya disana.
"Sebenarnya ada apa ini?" Tanya Alina tidak tahan lagi. Kepalanya sungguh pusing bukan main sekarang.
"Nona, ada seseorang yang mengintai rumah. Dia juga, menyakiti Asep. Mereka bertanya dengan tatapan intimidasi."
"Mereka pencuri? Perampok?" Tapi bibi menggeleng.
"Tidak nona, mereka ingin mencari Rosa." Jelas bibi.
"Ya sudah, berikan saja! Mungkin itu keluarganya." Jawab asal Alina.
"Nona..... Nona berpikir seperti itu?" Tanya bibi tak habis pikir.
"Mereka mungkin membawa senjata nona." Jelas Asep.
"Senjata? Lalu?"
"Mereka tidak menemukan Rosa, karena bibi sembunyikan. Dan kebetulan ada orang yang sedang ronda. Tapi, mereka juga bertanya tentang tuan Ed nona. Bibi merasa mereka orang yang jahat. Pastinya bukan dari keluarga Rosa." Jelas bibi sambil mendekap Rosa yang tertidur pulas.
"Jadi......" Alina mulai menghubungkan dengan panggilan suster itu.
"Nona, nona tidak berniat untuk memberikan Rosa pada mereka kan?" Tanya bibi.
"Lalu? Kita bersembunyi? Begitu bi?"
"Nona mau kemana?" Tanya bibi.
"Pulang! Itu rumahku bi."
"Jangan nona! Mereka bisa kembali dan mungkin menyakiti nona." Larang bibi.
"Lalu? Bersembunyi? Begitu? Kenapa aku harus melakukan nya? Kalau memang orang itu mencari bayi ini.... Lakukan saja! Berikan saja! Dia membawa kesialan! Hidupku selalu tertimpa masalah karena nya! Dia seperti mimpi buruk!" jelas Alina yang akhirnya mengeluarkan kekesalannya.
"Kalau begitu nona pulang lah! Bibi akan pergi, membawa Rosa! Bibi tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padanya. Firasat bibi tidak pernah salah! Mereka orang jahat!"
"Bibi memutuskan itu? Meninggalkan ku? Demi bayi ini? Asep, kau juga? Lili?" Tanya Alina.
"Nona sudah dewasa dan bisa berpikir. Lagipula, bukankah nona tidak ingin Rosa di dekat nona? Jadi, biar bibi bawa dia pergi. Supaya nona bisa hidup tenang dan tidak terasa sesak lagi! Bibi akan bawa kesialan ini." jelas bibi, dia merasakan Rosa terganggu dalam dekapan nya.
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰🥰🙏