NovelToon NovelToon
Tritagonis

Tritagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Poligami / CEO / Cintamanis / Dark Romance / Cintapertama
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Girl_Rain

Setelah kesalahan yang dilakukan akibat jebakan orang lain, Humaira harus menanggung tahun-tahun penuh penderitaan. Hingga delapan tahun pun terlewati, dan ia kembali dipertemukan sosok pria yang dicintainya.

Pria itu, Farel Erganick. Menikahi sahabatnya sendiri karena berpikir itu adalah kesalahan diperbuat olehnya saat mabuk, namun bertemu wanita yang dicintainya membuat Farel tau kebenaran dibalik kesalahan satu malam delapan tahun lalu.

Indira, sang pelaku perkara mencoba berbagai cara untuk mendapat kembali miliknya. Dan rela melakukan apapun, termasuk berada di antara Farel dan Humaira.

Sebenarnya siapa penjahatnya?

Aku, Kamu, atau Dia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Girl_Rain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Permintaan

  Indira sedang bergelut di dapur milik Exel, sementara pria itu membereskan dirinya. Indira menyelesaikan masakannya dalam waktu satu jam, dan menghidangkannya ke meja makan. Namun Exel belum juga menampakkan batang hidungnya.

  "Lama banget," gumam Indira seraya melepaskan celemek.

  Dirinya memutuskan ke kamar Exel untuk mengecek pria itu, dan benar saja.... begitu membuka pintu Indira dihadapkan Exel yang duduk menyilangkan kaki di kasur.

  "Sudah kuduga kamu pasti mengecekku kalau aku nggak turun-turun," ujar Exel yang kemudian tersenyum.

  Indira mendekati Exel, dan berkacak pinggang. "Apa mau Anda?"

  "Kamu telah menyiapkan stelan pakaianku, tapi lupa dasinya. Tolong pilihkan," pinta Exel sembari menunjuk ke Walt in closed.

  "Kan tinggal ambil dasi hitam, jas dan kemeja Anda hitam," keluh Indira, meski demikian kakinya tetap menuju ke Walt in closed dan kembali ke hadapan Exel dengan dasi di tangannya.

  "Terus, kenapa ngambilnya warna abu-abu?" singgung Exel yang bersidikap dada, dan menunjuk ke dasinya.

  "Saya berubah pikiran." Netra Indira melihat ke arah lain, sementara tangannya menyodorkan dasi. "Nah, silahkan Anda pakai."

  "Kamu nggak paham situasi? Aku sengaja lo duduk di kasur biar kamu sampai buat masangin dasinya," ucap Exel.

  Lantas kening Indira menyatu, bibirnya bergerak hendak mengeluarkan protes tapi keburu dipotong Exel.

  "Sekertaris lainnya juga berbenah jas atasannya," lanjut Exel. Tangannya meraih ponsel di kasur dan memperlihatkan sekretaris Kim yang memasang dasi atasannya.

  Begitulah helaan napas Indira berhembus, disertai muka yang menunjukkan riak geram. Dengan agak kasar Indira membungkuk dan memasang dasinya hingga mencekik Exel.

  "Eeeek, Indira."

  Dalam hati Indira tertawa, dan dirinya kelihatan puas. "Nah, sudah 'kan? Silahkan keluar, Tuan Muda. Makanannya sudah siap."

  Indira meninggal Exel.

  Exel menarik dasi, dan mengatur napas yang berantakan. "Kejam," lirihnya.

  Namun di detik berikutnya senyuman tulus pun terukir di wajah Exel.

  Di meja makan Exel tampak sangat menikmati masakan Indira sampai mengatakan enak berkali-kali, dan tanpa disadari berkat pujian itu Indira tersenyum tipis diam-diam.

  Ini pertama kalinya ada yang memuji masakannya, dan berhasil menimbulkan getaran menggelikan di hatinya.

  Kayak dihargai ya, batin Indira.

  Sebelum pernikahan terjadi, ia sering memamerkan keahlian memasaknya pada Farel sewaktu ngekos. Di waktu itu Indira terus menanti satu kata itu, namun Farel memakannya seperti angin lalu, hanya bermaksud mengisi perut. Alhasil kepuasan hanya di dapat oleh Indira saat melihat piringnya tersapu habis.

  Farel menyukai masakanku 'kan?

  Itulah yang terpikir oleh Indira dengan perasaan bahagia saat membereskan piring bekasan mereka.

  "Indira, besok dan hari-hari selanjutnya juga kayak gini ya?" pinta Exel.

  Indira yang menopang dagu, memerhatikan Exel sadari tadi mengangkat alis. "Kata Pak Gilbert memasak termasuk dalam pekerjaan saya, tentu saja saya akan memasak besok dan hari ke depannya juga sampai sebulan."

  "Cuma sebulan ya? Tapi aku berharap selamanya," tutur Exel penuh harap.

  "Saya nggak bisa, apalagi kalau ada kejadian kayak tadi, itu melewati batas, membuat saya langsung berpikir ingin mengundurkan diri," ungkap Indira. Meski statusnya masih istrinya Farel itu bohongan, tetap saja Indira tak ada niatan membiarkan laki-laki lain masuk ke dalam hidupnya.

  Exel menunduk dan kembali melanjutkan makannya, sikap yang memperlihatkan kekecewaan atas jawaban Indira.

  "Dengar.... Jika harus membayar uang denda karena mengundurkan diri, saya mampu. Status saya sebagai putri tunggal dari keluarga kaya masih diakui, dan meminta kepada Farel yang selalu memberi tanpa bertanya kemana uang itu nantinya juga tidak sulit. Ada banyak caranya bagi saya untuk mundur, karena itulah saya harap Anda menjaga sikap Anda terhadap saya," tutur Indira serius.

  Exel pun mengangkat wajahnya, memperlihatkan mimik serius juga. "Baiklah. Aku mengerti."

  Pelan-pelan, Indira. Kita lihat hasilnya nanti.

.

.

.

.

  "Belajar yang rajin ya," pinta Humaira menepuk-nepuk pelan kepala Rifqa.

  "Baik, Bunda. Rifqa masuk kelas dulu ya. السلام علیکم, Bunda," ucap Rifqa melambaikan tangan dan berlari memasuki kelasnya.

  "وعلیکم السلام." Humaira menegakkan badannya.

  Bisik-bisik mulai gencar menyerangnya, dan Humaira cuma bersiap masuk ke dalam mobil yang sudah dibukakan pintu. Nas dirinya malah dihampiri ibuk-ibuk.

  "Eh, bundanya Rifqa. Nggak ngobrol dulu sama kita, Bu?" celetuk ibuk yang pakai jilbab pink.

  "Mau ngobrol apa ya, Buk?" tanya Humaira balik, dan memperlihatkan mata sipitnya sebagai pertanda senyum.

  "Itu lho, soal pernikahan ibuk. Selamat atas pernikahannya ya, ibuk sudah dapat suami plus anaknya," ucap ibuk jilbab abu-abu.

  Kerutan tipis di dahi Humaira langsung timbul, dan bibirnya berkedut-kedut di balik cadar. Hatinya bak disiram air panas mendengar sindiran tak langsung itu. "Iya, terima kasih, Buk. Saya senang bisa dapat suami penuh kasih sayang, dan anak yang mau nerima saya."

  Humaira memilih tetap menyipitkan mata.

  "Pastinya dong! Ibuk 'kan wanita sholehah, nutup tubuh sebadan-badan. Siapa yang nggak suka coba," tutur wanita jilbab pink lagi.

  "Iya.... Suami saya kalau ketemu ibuk pasti langsung cerain saya," timpal ibuk jilbab biru.

  Humaira berlagak senang saja, karena jika berapi-api belum pasti tidak ada cambak-cambakan nanti.

  Ngeri ya ibuk-ibuk ini, batin Humaira nelangsa.

  "Nggak mungkinlah, Buk. Soalnya banyak wanita cantik, tapi bapaknya tetap milih ibuk. Sepesial itu ibuk bagi bapak pastinya," balas Humaira gemulai.

Para ibuk-ibuk itu hendak menyahut, tapi keburu dipotong Humaira.

"Udah dulu ya, Buk. Besok kalau ada waktu, saya pasti ngobrol sama ibuk lagi. Saya mau mampir ke toko dulu." Humaira masuk ke dalam mobil, dan buru-buru ditutup pintunya oleh pak Hardi.

Ibuk-ibuk tersebut memukul-mukul kaca mobil, sampai akhirnya mobil melaju tanpa kendala.

"Lihat tuh gelagatnya, pasti wanita yang duluan rayu," ucap ibuk jilbab biru.

"Setuju!" sahut yang lain serempak.

Humaira menghela napas lega saat menoleh ke belakang tidak lagi terlihat sekolah Rifqa. "Hadeeeuh. Berat ini ngejalaninnya. Sebenarnya berita apa yang menyebar sampai aku diserang begitu?"

"Coba Nyonya lihat berita di internet," sahut pak Hardi.

"Apa viral ya?" Humaira segara melakukan pencarian berita di handphonenya.

Betapa terkejutnya ia dengan situs viral yang terjadi. "استعفر اللہ العظیم! Wanita muslimah ini merebut suami orang sampai suaminya mau masuk Islam dan meninggalkan istri yang telah menemaninya selama ini."

Jemari Humaira meng scrol ke bawah. "Lagi-lagi, wanita berhijab jadi pelakor. Gila! Aku sampai disamain sama tetangga seberang!"

Jempol Humaira menggulir lagi. "Anak kiai yang telah lama menghilang, tiba-tiba jadi perebut suami orang. Haiss, Abi-Ummi pasti pusing lihat ini. Mana viral banget lagi."

Humaira menjadi cemas. "Aku kembali viral, dan kali ini lebih parah karena dikira penjahat. Bisa-bisa aku dicaci-maki seluruh Indonesia."

...🌾🌾🌾🌾...

1
falea sezi
ini Farel ma Indira nikah gt kah
@Girl_Rain67: Nggak, nggak ada ikatan apa-apa soalnya Indira bukan Yahudi yang berpegang teguh agamanya.
total 1 replies
falea sezi
hmmmm gass mp
falea sezi
anakmu yg jalang kok nyalahin orang oh tua bangka
falea sezi: tau ih sebel bgt liat modelan aki2 tolol
total 2 replies
falea sezi
Farel ma Indira selama jd istri sering tidur bareng gk thor
@Girl_Rain67: Nggak pernah 😄
total 1 replies
falea sezi
Farel uda tau bukan anak nya np g cerai oon amat
falea sezi
uda tau kn berarti Rifka bukan anak mu jd jangan sok baik
falea sezi
Indira jahat amat lu
@Girl_Rain67: Cinta, Mbak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!