NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Akan Baik-baik Saja

Kali Ini Aku Akan Baik-baik Saja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:247.5k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Cintanya, harga dirinya, dan ketulusannya, telah ia berikan pada pria itu, dan bahkan sampai rela tidak menginginkan, James Sebastian, tunangan yang di jodohkan Ibunya kepadanya.

Tapi, apa yang ia dapat? Eleanor Benjamin, di tinggalkan pria itu, Richard Marvin, saat mereka akan melangsungkan pernikahan, demi wanita lain!

Hingga sebuah mobil menabraknya, dan ia meregang nyawa, Richard tidak memperdulikannya!

Eleanor berharap, seandainya ada kesempatan kedua untuknya! ia akan mendengarkan Ibunya. Dan membalikkan keadaan! membalas apa yang ia rasakan pada Ricard.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 5.

Eleanor baru tahu kenapa Ricard memiliki urusan ke kantor. Ternyata pernikahan gagalnya hari ini, ada seseorang mempostingnya ke media sosial.

Eleanor tersenyum acuh tak acuh, melihat bagaimana banyaknya komentar menghina, dan menghujat yang tertuju kepada Ricard.

Komentar viral yang di tanggapi hampir seribu balasan, mengatakan Ricard tidak mencintai mempelai wanita. Karena bisa pergi begitu saja, tanpa berpikir dua kali meninggalkan mempelai wanita, di saat mereka akan di nyatakan sah sebagai suami istri.

Reputasi Ricard menjadi buruk, hingga membuat saham perusahaan Ricard anjlok. Ricard berkolaborasi bersama dengan temannya membangun sebuah perusahaan.

Mereka merintis usaha mereka saat masih duduk di bangku kuliah, dan usaha mereka naik secara perlahan.

Dengan adanya rumor mengenai, Ricard meninggalkan mempelai wanitanya demi wanita lain, tentu saja akan berpengaruh pada perusahaan mereka.

Eleanor tersenyum dingin membaca komentar menghujat Ricard, sekarang ia tidak lagi perduli dengan apa yang terjadi pada Ricard.

Dulu ia selalu mendukung Ricard, dari awal membangun usaha dengan teman Ricard. Selalu memperhatikan gizi makanan Ricard, agar tubuhnya tidak mudah jatuh sakit.

Mengingat Ricard yang suka lupa waktu kalau bekerja, ia selalu menyiapkan makan malam, dan sarapan pagi Ricard.

Ia akan mengantarkannya ke apartemen Ricard, dan membuat makanan itu tetap hangat, saat Ricard berangkat dan pulang kantor.

Sekarang rutinitas itu, tidak akan ia lakukan lagi. Karena selanjutnya tugas itu, akan di ambil alih Melanie sebagai istri Ricard.

Eleanor meletakkan dua kardus besar, berisi barang milik Ricard di dekat pintu apartemennya. Ia kemudian meraih kunci mobilnya mininya.

Ia ingin membeli sesuatu untuk oleh-oleh, saat ia akan kembali ke ibukota. Dan membeli sesuatu, untuk tunangan yang di jodohkan Ibunya kepadanya.

Ia memasuki sebuah mall, yang terkenal di kota itu menjual barang berkualitas. Ia memasuki toko aksesoris wanita.

Ia ingin membeli gelang untuk Ibunya, dan sepasang anting wanita. Ibunya sangat suka setiap ia membawa cendera mata, dan selalu menjaganya dengan baik.

"Eh, siapa ini ya? mempelai yang di tinggalkan di Altar, yang ternyata tidak di cintai mempelai prianya!"

Eleanor mendengar suara seorang wanita, datang mendekat dari belakangnya, saat ia memilih gelang tangan pada sebuah etalase.

"Wah, benar sekali! ini kan wanita yang tidak diinginkan Ricard, Hi Hi hii... !"

Suara wanita lainnya menanggapi, apa yang di katakan wanita pertama bicara. Eleanor tanpa berbalik pun tahu, siapa yang bicara merendahkan dirinya.

Melanie bukankah seharusnya masih di rawat di rumah sakit, karena kakinya tidak dapat berjalan karena jatuh di kamar mandi? pikir Eleanor tersenyum miring.

Ia tahu apa yang di katakan Melanie, soal terjatuh di kamar mandi, hanya salah satu lagi kebohongan Melanie.

Sembari tersenyum acuh tak acuh, Eleanor membalikkan tubuhnya memandang tiga wanita, yang tampak tersenyum mengejek dirinya.

"Eh! bukankah kamu seharusnya di rumah sakit? katanya kakimu terluka saat terjatuh di kamar mandi!" Eleanor melihat Melanie dengan dingin, dari atas kepala sampai bawah kaki.

"A.. apa??" Melanie lupa hari ini dia menggagalkan pernikahan Eleanor, dengan sandiwara jatuh di kamar mandi.

Dua temannya seketika menoleh ke arah Melanie, tapi kemudian mereka tidak peduli, dengan apa yang di katakan Eleanor.

"Memangnya kenapa? Melanie melakukannya untuk membuktikan, kalau Ricard sebenarnya tidak mencintai mu!" sahut salah satu teman Melanie.

"Ya ya ya.. kamu benar, mereka memang pasangan yang saling mencintai, aku sangat berterima kasih pada temanmu, telah menyelamatkan aku dari pria, yang pura-pura mencintai ku!" jawab Eleanor sembari tersenyum acuh tak acuh.

Ke tiga wanita yang ingin menindas Eleanor terdiam, mendengar perkataan Eleanor di luar dugaan mereka. Hingga mereka tidak tahu, hendak menjawab apa membalas perkataan Eleanor.

"Nona, tolong bungkus gelang ini, aku mau yang warna emas itu!"

Karena jawabannya atas sindiran teman Melanie, tidak di balas oleh ke tiga wanita tukang cemburu itu, Eleanor pun segera membeli gelang yang diinginkannya.

Ia harus segera ke toko lainnya, untuk menghindari ke tiga wanita, yang tidak akan pernah merasa puas mengejeknya.

"Tunggu! kamu mau melarikan diri, ya?!" tiba-tiba Melanie menyambar pergelangan tangannya.

Dengan kuat Melanie mencengkram pergelangan lengannya, dengan raut wajah yang terlihat marah memandang Eleanor.

"Lepaskan tanganku! jangan buat keributan di sini! apakah kamu masih belum puas telah mendapatkan Ricard?!" Eleanor menyentakkan tangannya, agar terlepas dari cengkraman tangan Melanie.

"Eleanor, kamu itu wanita munafik! pura-pura tidak sakit hati, biasanya kamu langsung histeris, dan menerkam ku dengan cakarmu! heh! kamu mau bersandiwara, ya?!" kata Melanie tersenyum mengejek.

"Aku bukan Eleanor yang dulu lagi, aku tidak ingin berebut cinta seorang pria, dengan mu! ambil saja dia untuk mu! aku tidak menginginkannya lagi!!"

"Aaaa... !!"

Tiba-tiba Melanie menjatuhkan dirinya ke lantai dengan kencang, saat Eleanor akan menarik tangannya dari cengkraman tangan Melanie.

"ELEANOR!!"

Bruk!!

Tubuh Eleanor di dorong Ricard, yang tiba-tiba muncul dalam toko tersebut, dan tubuh Eleanor membentur meja etalase.

Eleanor merasakan kepalanya sakit sekali. Kepalanya membentur tepi meja etalase perhiasan.

Bersambung.....

1
Yuliana Purnomo
pelaku kejahatan sesungguhnya adalah Diana,,yg sejak awal Emang memisahkan James dn Eleanor
Aditya hp/ bunda Lia
emang si Diana ini biangnya biang kerok
Eric ardy Yahya
ternyata si Wanita Gila itu yang buat Ulah selama ini . pasti dia bakar Surat Eleanor karena gak terima dia mau jadi istri James .
Erna Masliana
berpikir positif dan tolol beda tipis
Wahyuningsih
cowok modrln kyak gtu mending buang ke laut ya gk thor
Rokhyati Mamih
lanjut
irma hidayat
ditunggu up nya lagi thor
Yuliana Purnomo
ya ampun,,, Diana Diana,,ada yaa modelan bgni
irma hidayat
good James harus tegas dengan perempuan tak tau diri seperti Diana obsesinya sudah jahat, lindungi eleanor
Happy Kids
setidaknya punya adab dn sopan santun
Happy Kids
gatau diri sii uda dikasih k3rjaan ortunya. eh sok sok an ngerusak perabotan seolah dia yg punya rumay
Happy Kids
kayanya sakit deh anaknya itu..
CaH KangKung,
👣👣
Uthie
gak tau diri 😤😡
kaila
lanjut kak
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
gak th diri banget si Diana jd kasihan ke ortunya kena imbaskan 😏😏
Ais
gpplah biarkn aja sidiana hancur sekalian dgn dia melakukan obsesinya berlaku gila mungkin smp mau mencelakai elea biar james smakin mudah untuk menghancurkan diana
SaRW
kadang perbedaan antara cinta dan obsesi setipis tissue.. Tengkiyu untuk cerita nya Thor
Lanjar Lestari
dasar g th diri g ada akhlak tu Diana marah dg merusak barang milik ibunya James sdh betul km pecat mereka Butter dan istri sdh waktunya pensiun agar Diana bs pergi g bikin ulah.
Rokhyati Mamih
diana kamu serakah dan tidak tau diri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!