NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Malam

Pesona Gadis Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: novia_dwi

Alitza Zeefanya Bella, atau sering disapa Zee adalah seorang gadis cantik yang ceria. Seperti nama yang diberikan oleh orang tuanya yang berarti gadis cantik yang ceria yang selalu ada dalam lindungan Tuhan.


Hidupnya baik-baik saja, terlahir cantik serta besar di lingkungan keluarga kaya yang harmonis membuat dirinya tumbuh menjadi gadis ceria dan penuh kepedulian.


Semua baik-baik saja sampai dirinya harus kehilangan seluruh alasan kebahagiaan nya. Membuat dirinya harus bekerja untuk menghidupi dirinya dan seorang wanita tua yang menjadi pengasuhnya sejak bayi.

Bekerja didunia malam membuat dirinya dipandang miring oleh semua orang. Namun dirinya tak peduli, hanya dirinya yang tahu seperti apa sesungguhnya yang ia jalani.

Akankah nasib baik kembali berpihak padanya? atau justru kehidupannya semakin sulit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novia_dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

terpuruk

"Kenapa sulit sekali berbagi kesulitan dengan kami Zee! Aku dan Aurel bahkan papa dan mama sudah menganggap kamu keluarga". Suara Leon bergetar, sisa kemarahan dan juga tangis yang akan meledak.

" Aku bener-bener minta maaf bang". Zee tak berani mengangkat wajahnya.

Ia tahu Leon dan keluarga nya tulus. Namun ia juga tak mau dianggap menyalahgunakan kebaikan orang lain.

"Maaf bang.. " Ucap Zee sebelum mengeluarkan ponsel miliknya yang bergetar.

"Halo.. Assalamualaikum.. "

"Kamu dimana Zee? ". Suara diseberang sana terdengar panik.

" Aku masih ada diluar, kak. Ada apa? ". Tanya Zee mulai panik.

Rupanya yang kini menghubungi dirinya adalah perawat yang tadi ia titipi emak.

" Bisa kesini sekarang?? Secepatnya kalau bisa". Zee segera bangkit, perasaannya mengatakan ada hal buruk terjadi.

"Aku kesana sekarang! ". Tegas Zee sembari mematikan sambungan telepon.

" Abang boleh marahin aku lagi nanti. Tapi sekarang aku harus balik kerumah sakit dulu. Maaf bang". Zee segera berbalik dan berlari tanpa menunggu respon Leon.

Membuat semua yang disana segera menyusul Zee, tak terkecuali Ben dan Zacky.

Zacky merebut kunci mobil milik Leon. Ia tahu pria itu belum benar-benar stabil dan masih dikuasai emosi. Akan jadi masalah juga kalau sampai Leon dan Aurel kenapa-kenapa.

Sementara Ben sudah lebih dulu keluar mengejar Zee yang berlari kencang. Ben sampai berpikir, apakah gadis itu tidak merasakan sakit di sekujur tubuhnya sampai masih kuat berlari kencang begitu.

grep!!

Ben berhasil meraih tangan Zee dan menghentikan gadis itu.

"Tolong lepasin pak. Saya harus cepat kerumah sakit". Pinta Zee dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.

" Aku antar! Akan lebih cepat". Kini gantian Ben menarik tangan Zee dan berjalan cepat setengah berlari.

Ben mengendarai mobil nya dengan kecepatan penuh. Sementara Zee terus merapalkan doa agar semua baik-baik saja.

Sementara dimobil Leon, Aurel tengah menangis. Ia sedih melihat Zee. Bahkan luka Zee belum sempat ia obati tadi.

Sampai di pelataran parkir rumah sakit, Zee segera melepas sabuk pengaman nya dan turun dari mobil dengan gerakan cepat. Ben pun melakukan hal yang sama. Terakhir ia ingat Zee terjatuh karena berlari, dan Ben tidak ingin kejadian itu terulang.

"Ayo! ". Ben kembali menggenggam tangan Zee dan kembali berjalan cepat. Beberapa kali Zee hampir kehilangan kesabaran dan berlari namun Ben sedikit menahannya.

Sampai di ruang ICU, perawat yang menelpon Zee sudah menunggunya. Wajahnya menampakkan reaksi terkejut saat melihat tampilan Zee yang penuh luka di wajahnya.

" Ada apa kak? Emak kenapa? ". Tanya Zee dengan nafas tersengal. Terakhir ia meninggalkan emak kondisinya sudah stabil, lalu kenapa ini.

"Ayo masuk, biar dokter jelaskan".

" Saya ikut masuk! ". Sela Ben cepat, kondisi Zee tidak memungkinkan gadis itu untuk bisa mencerna penjelasan dokter didalam, Ben yakin itu.

Dan apa yang Ben yakini memang benar adanya. Zee tampak linglung dan bahkan kehilangan kekuatan tubuhnya saat dokter menjelaskan kondisi emak yang tiba-tiba collapse.

" Cepat ke bagian administrasi, tanda tangani surat persetujuan operasi. Malam ini juga emak harus di operasi Zee.. " Jelas dokter pada Zee.

"Dimana ruang administrasi nya dok? ". Tanya Ben karena Zee seperti orang yang linglung.

Perawat memberikan arahan kemana mereka harus pergi pada Ben. Zee benar-benar sudah tak mampu lagi menerima semua penjelasan dokter maupun perawat. Yang gadis itu pahami hanya kondisi emak memburuk dan harus segera operasi.

" Segera selesaikan. Kalau sudah langsung ke ruang operasi, saya akan menyiapkan segalanya terlebih dahulu dan membawa emak". Akhirnya dokter lebih memilih menjelaskan pada Ben yang jelas masih sadar akan kondisi sekitar.

"Kuatkan hatimu Zee! ". Tepukan Dokter di pundaknya menyadarkan Zee. Air mata yang sejak tadi menggenang di pelupuk matanya kini akhirnya menetes.

Diluar ruang ICU, Leon dan yang lain tampak menunggu dengan gusar. Berulang kali Leon mengintip dikaca pintu ruang ICU.

" Apa yang terjadi sebenernya sih Kenapa lama banget".Gerutu Leon berjalan mondar-mandir didepan pintu ICU.

Tak lama pintu terbuka, menampakkan Ben yang masih setia menggandeng Zee.

"Ada apa? Kenapa lama sekali? Bagaimana kondisi emak? ". Serentetan pertanyaan Leon berikan pada Zee dan Ben.

" Nanti akan aku jelaskan, sekarang kita ke ruang administrasi dulu. Zee harus segera tanda tangan surat persetujuan untuk operasi". Hanya itu penjelasan yang Ben berikan pada tiga orang yang begitu penasaran.

Sampai diruang administrasi, petugas sudah menunggu kedatangan Zee. Berkas yang harus Zee tandatangani pun sudah siap.

"Tanda tangan sebelah sini ya mbak.. " Seorang petugas administrasi menunjuk kolom dimana Zee harus tanda tangan.

"Fokus Zee. Cepat tanda tangan". Tegur Ben saat melihat tangan Zee yang tengah memegang pulpen bergetar hebat.

Jika saja bisa, Ben akan menggantikan Zee untuk tanda tangan. Namun dalam surat persetujuan wali yang terlampir adalah nama Zee.

Zee berusaha tegar, namun tangannya tetap bergetar hebat hingga rasanya sulit untuk menandatangani surat itu.

" ZEEFANYA!! ". Bentak Ben membuat Zee tersentak kaget, pun dengan Leon dan yang lainnya. Mereka saling menatap satu sama lain.

" Semakin lama kamu menandatangani ini, semakin lama juga emak mu ditangani! ". Peringat Ben tegas.

" Ayo Zee.. pelan-pelan.. kamu pasti bisa". Aurel mendekati Zee dan memeluk pundak gadis itu.

Dengan tangannya yang masih gemetar, Zee menandatangani setiap lembar persetujuan untuk operasi Emak.

Jangan tanyakan bentuk tandatangan nya. Karena pasti sangat berantakan.

"Tuliskan nama terangnya sekalian ya.. " Ucap petugas administrasi yang berjaga malam itu.

"Biar kakak yang tulis, kamu ke ruang operasi saja". Perintah Aurel kemudian.

Zee merogoh saku hoodie yang ia kenakan, mengeluarkan amplop berisi uang hasil pertarungannya tadi.

" Aku titip ini ya kak.. " Lirih Zee.

Saat Leon hendak menolaknya, Aurel memberikan Isyarat agar Leon diam dan membiarkan Aurel menerima nya.

"Kakak yang akan urus, kamu bisa susul emak ke ruang operasi". Aurel memeluk dan mencium kening Zee.

Zee kembali berjalan cepat meskipun tak lagi berlari. Ia akan menunggui emak dioperasi sampai selesai.

Selepas kepergian Zee, Aurel mendekat ke meja administrasi. Ia memasukkan amplop coklat itu ke dalam tas nya.

Tangannya terampil menuliskan nama Zee dibawah tandatangan gadis muda itu.

" Kami akan lunasi semua kekurangan biaya operasinya, mbak". Sang petugas administrasi mengangguk. Ia kemudian sibuk dengan layar komputer di depannya.

"Mbak Zee sudah menitipkan uang 60 juta sebelumnya. Kekurangan biaya operasinya sebesar 130juta mbak". Jelas sang petugas administrasi dengan ramah.

Leon maju dan mengeluarkan kartu milik nya, memberikannya pada Aurel.

" Deposito kan 200juta". Perintah Leon pada kekasihnya.

"Saya deposito kan 200juta mbak. Ini.. " Aurel menyerahkan kartu milik Leon pada petugas.

"Baik, mohon tunggu.. saya proses dulu". Aurel mengangguk, kemudian berbalik menatap kekasihnya.

" Astaga anak itu! Demi uang ini dia sampai babak belur ". Gumam Leon mengusap kasar wajahnya.

" Jangan marahin dia lagi ay.. dia nggak akan sanggup nerima semua bersamaan ". Ucap Aurel sambil memeluk lengan Leon.

" aku marah sama diri aku sendiri Rel.. " Lirih Leon.

"Aku marah karena nggak bisa bikin dia ngebagi penderitaan dia ke aku". Aurel mendesah pelan, ia paham dan mengerti kekhawatiran dan kasih sayang Leon pada Zee.

Sementara Zee yang sudah sampai di ruang operasi masih berkesempatan melihat emak sebelum masuk ruang operasi.

Zee mendekati brankar yang membawa tubuh emak. Diraihnya jemari emak, tangan itu terasa dingin saat Zee cium.

" Emak.. " Lirih Zee.

"Bantu doa ya! ". Dokter kembali menepuk pundak Zee dan membawa emak masuk kedalam ruang operasi. Meninggalkan Zee yang berdiri mematung melihat pintu ruang operasi yang tertutup.

Tubuh Zee yang sudah kelelahan bercampur dengan kesedihan akhirnya limbung dan hampir jatuh.

" Awas Zee! ". Seru Zacky kala melihat Zee hampir terjatuh ke lantai. Untung Ben sigap menangkap tubuh gadis muda itu.

" Ayo duduk". Ben membawa tubuh Zee duduk di kursi yang ada tak jauh dari ruang operasi.

Zacky pamit pada Ben untuk membeli minum untuk Zee. Untuknya juga sebenarnya, karena ia sudah sangat haus sedari tadi berlari kesana kemari dan belum sempat minum.

Ben kembali melirik gadis yang terlihat begitu terpuruk di samping nya itu. Inikah alasan Zee bertarung mati-matian demi uang?

...¥¥¥°°°¥¥¥...

...Nggak jadi satu dah, langsung kasih double up aja buat readers mah❤❤❤🫰...

...Happy reading 🌹🌹💋💋😍🥰💋❤❤🥳🥳...

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Astrid Fera
seru kok kak cuma Zee dbuat yg lbih tangguh lgi kak,,kyg pinter bela diri gtu kn tmbh seru nnti,,itu saran aku j SC kak😄😄tetap smngt kak💪💪
amma_iKiss: hihi.. tenang kak, pemeran perempuan di novel aku semua strong kok🤭 Btw makasih dukungannya ka😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!